Wanita BerKhodam

Wanita BerKhodam
Surtini budak setan


__ADS_3

"Surtini" panggil gadis remaja yang umurnya sekitar 16 tahun


"iya, Ratmi" sahut Surtini


"sini, aku bawa beberapa kain, yang di berikan oleh pak lurah" sahut Ratmi yang membawa satu kantong besar isinya beberapa kain


Surtini berlari mendekat ke arah Ratmi, ia melihat isi kantong yang di bawa Ratmi.


"wah, bagus bagus kain nya" sahut Surtini


dari usia Surtini masih 10 tahun dia suka menjahit kain yang ada di rumah ya, ibu dan ayah Surtini adalah seorang penjahit baju yang terkenal di kalangan desa setempat.


"Kamu mau kain yang mana,tin" tanya Ratmi


"aku yang ini saja, rat, akan ku buat baju" jelas surtini.


"iya, pasti jahitan kamu bagus tin" ucap Ratmi yang menyanjung Surtini


"ah, biasa saja" ucap Surtini malu


mereka berdua masih memilih beberapa kain setelah itu kain yang di bawa Ratmi akan di berikan kepada anak anak yang lain.


Setiap tahun pak lurah memang membagikan kain untuk para gadis desa, agar semua gadis desa di sekitar tempat tinggal mereka berdua lebih terampil dalam menjahit.


"Ratmi, itu apa" tanya Rinjani


"kain dari pak lurah, sini" panggil ratmi kepada teman yang lain.


Merak berlari mendekati Ratmi dan Surtini.


"wah,banyak sekali, tin, pasti kamu suka ya, mendapat kain dari pak lurah" tanya Rinjani yang sedikit menunjukan ketidaksukaan Nya kepada Surtini.


"tidak, aku hanya ingin belajar menjahit saja" jelas surtini


"pasti kamu berbohong, kamu ingin merayu anak pak lurah kan" jelas Rinjani lagi


"tidak, aku tidak begitu" jelas Rinjani.


"sudah-sudah, kenapa kalian bertengkar sih" sahut Ratmi


surtini hanya melihat ke arah Rinjani saja, sebanarnya Surtini sedikit marah karena ucapan Surtini namun dia hanya bisa memendam kemarahan nya.


"yang sabar ya tin, memang Rinjani seperti itu, ya kamu tau sendiri Rinjani itu dari kalangan orang berada, jadi gaya nya seperti itu" jelas Ratmi


Sutini hanya bisa tersenyum tipis, dan melirik ke arah Rinjani yang berjalan menjauh.


"tin, ayo kita pergi, aku akan membagikan nya kepada anak anak lain juga" jelas Ratmi


"iya, ayo" sahut Surtini


Meraka berdua berjalan menuju ke balai bermain di sana pasti banyak ibu ibu yang menunggu anak nya bermain, kami berdua bergegas ke balai bermain.


"Alhamdulillah masih banyak ibu ibu" sahut Ratmi

__ADS_1


Ratmi membagikan kain kepada para ibu ibu, mereka semua senang karena mendapat kain dari pak lurah.


"Alhamdulillah sudah selesai" sahut Ratmi


"ayo tin kita pulang, terimakasih sudah menemaniku" sahut Ratmi


"sama sama rat, aku juga mau pulang, aku sudah tidak sabar ingin membuang baju dengan kain ini" jelas surtini


"da, da" sahut Surtini yang berpamitan.


Surtini melangkah pulang ke rumah, di ruang sudah ada beberapa orang yang berdiri di teras rumah surtini.


"cepat bayar, kalau tidak akan ku rubuhkan rumah mu" teriak salah seorang yang berada di dalam rumah


"tuan, tolong jangan rusak rumah saya, saya akan membayar nya, tapi tidak sekarang, kami belum mempunyai uang" ucap bapak Surtini


"tidak bisa, kalian harus membayar nya hari ini juga"


"bruukk"


"bruuaakk"


Barang yang ada di dalam rumah orang tua. Surtini di lepas keluar oleh salah seorang tersebut.


"tolong, jangan tuan" rengek bapak Surtini


Surtini yang mengetahuinya, ia langsung berlari ke rumah dan melihat bapak dan ibu nya bersimpuh di lantai dengan muka yang acak-acakan.


ia berlari di dekat orang tuanya, tuan ramer melihat Surtini, gadis cantik dengan lekuk tubuh yang langsing.


"siapa kamu, gadis cantik" ucap tuan ramer memegang dagu Surtini


"tolong Tuan, jangan apa apakan anak saya" rengek bapak Surtini


"bawa gadis ini" ucap tuan ramer


"tolong tuan, Jagan" rengek orang tua Surtini"


"bapak, ibu, tolong Tini" teriak Surtini saat tangan nya di tarik oleh anak buah tuan ramer.


"diam, kamu" ucap anak buah tuan ramer.


"hutang mu lunas" ucap tuan ramer kepada orang tua Surtini


"tuan jangan bawa anak kami" rengek bapak Surtini lagi dan lagi


"diam kamu" ucap Tanu ramer sambil menendang tubuh orang tuan Surtini yang memegang kaki Tian ramer.


Tuan ramer membawa Surtini,Surtini dibawa ke kediaman tuan ramer, sesampainya di kediaman tuan ramer Surtini, di masukan di dalam kamar dan di dalam kamar tersebut banyak gadis desa di dalam nya.


"Kamu disini, bersama teman teman mu" ucap anak buah tuan ramer mendorong Surtini di ke dalam kamar tersebut


Tak berselang lama Surtini di tarik keluar oleh anak buah tuan ramer. Dia di bawa kesebuah ruangan yang gelap tanpa ada suara, sunyi sepi.

__ADS_1


saat Surtini memandang ke semua arah gelap tidak ada cahaya, tiba tiba lampu menyala dan disana sudah ada tuan ramer dengan berte*an*ang d*d*.


"mau apa tuan" tanya Surtini


"kemari lah, mendekat kepada ku" ucap tuan ramer


Surtini ketakutan, dia memulai merasa gemetar di bagian kaki.


"tolong, jangan apa apakan saya" rengek Surtini.


Taun Ramer semakin mendekat ke arah Surtini, Surtini semakin ketakutan, saat tuan ramer sudah dekat dengan Surtini, dia ingin melakukan hal yang tidak pantas.


Surtini Memberontak, dia menendang kaki tuan ramer, dia berlari dan bersembunyi di balik ranjang, namun tuan ramer tetap saja mengejarnya dan menarik tubuh Surtini hingga terjatuh di ranjang.


Surtini ketakutan, dia mencari sebuah benda yang ada di samping nya berada di atas meja.


"tolong"


"tolong"


Teriak Surtini, namun tidak ada yang menolong nya.


"teriak lah sepuas mu" ucap tua ramer.


Surtini memegang vas bunga dan memukul kepala tuan ramer hingga berarah, tuan ramer yang masih sadar mencoba me*u*k*l wajah Surtini namun Surtini bisa menghindar setelah itu dia berlari, tanpa dia tau dari arah belakang taun Ramer membawa s*n*ata t*ja* dan me*u*ukan nya di tubuh Surtini bagian belakang. akhirnya Surtini tidak berdaya dan t*w** saat itu juga.


jasad Surtini di buang di sungai yang dalam, dan di tinggalkan begitu saja.


stelah meninggal dan jasad Surtini hanyut di sungai, di temukan oleh dukun yang memuja setan.


Oleh dukun tersebut Surtini hidupkan kembali dan di jadikannya budak, untuk mencuri janin yang akan di jadikan makanan setan.


Setiap ada orang hamil yang lahirnya di tengah malam, janin tersebut akan hilang, karena janin tersebut di ambil oleh Surtini, kuntilanak pemakan janin sebutan para warga desa sekitar.


"di malam bulan purnama, akan ada bayi lahir, dia harus menjadi santapan ku malam ini" ucap setan yang di puja oleh dukun tersebut.


"baik, tuan" sahut dukun


"kuntilanak, saat nya kamu bertugas, pergilah" titah dukun


Surtini melayang menuju, rumah orang yang akan melahirkan tersebut.


"aaa" teriak dukun bayi dan ibu bayi


Janin yang baru saja dilahirkan di bawa pergi oleh kuntilanak.


"anak ku"


"tolong, bayi nya di bawa oleh kuntilanak" jelas dukun bayi.


"tolong"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2