Wanita BerKhodam

Wanita BerKhodam
Mantan arka


__ADS_3

Aku masih Manahan tawa karena mendengar ucapan ibu.


"Bu, ibu, bapak kira ibu kasihan kenapa, ternyata " ucap bapak yang membuat ku malah jadi tersenyum


"sudah rezeki nya Bu asih, pak, besanan sama Bu Wito" jelas ku


"iya, juga membagi sudah ada takdirnya masing-masing, nes" jelas bapak


aku masih belum bisa percaya kalau anak Bu Wito hamil dengan anak Bu asih, setau Ku anak Bu asih pendiam dan anak nya Sholeh sekali.


"Agnes, bapak pergi ke toko bangunan sebentar, mau beli alat pompa air ya g patah" jelas bapak


"iya, pak hati-hati" ucap ku


"pak, ibu minta tolong, kalau nanti bertemu penjual singkong, di tepi jalan raya ujung sana" ucap ibu yang meminta tolong.


"iya, Bu, bapak ke toko dulu, assalamualaikum"


"walaikumsalam" sahut ku dan ibu


keesokan hari pagi pagi aku sudah bersiap untuk bekerja, arka sudah ada di depan rumah untuk menjemput ku.


"tin"


"tin"


Suara klakson motor arka.


"iya, iya"


aku berlari keluar dan tak lupa aku berpamitan dengan ibu.


"ibu Agnes, berangkat" ucap ku sambil mencium tangan ibu.


"assalamualaikum"


"walaikumsalam"


"Agnes jangan lari lari nak" teriak ibu


"iya, Bu, arka sudah di depan" teriak ku


Aku berlari menuju ke arka, disana dia sudah menunggu ku cukup lama.


"Agnes, kamu Jagan dandan seperti ini" jelas arka yang sedikit protes karena aku berdandan cantik


"arka ini kan sudah biasa" jelas ku


"sebentar lagi kamu menjadi istri aku, jadi jangan berlebihan dandannya" protes arka


"iya, arka ku" jelas ku mencubit pipi arka


aku menaiki motor arka dan di bantu arka yang memiringkan motornya.


"arka, nanti aku pulang sendiri ya" jelas ku


"kenapa?" tanya arka


"nanti aku mau beli barang sama mbak Ridi"jelas ku


" iya, boleh, tapi harus langsung pulang setelah selesai" titah arka


"siap, bos" sahut ku


Kami berdua menyusuri jalan menuju ke pabrik, hari ini jalanan sedikit lenggang karena hari ini libur sekolah.


Dulu waktu masih sekolah, aku selalu senang saat libur panjang sekolah, karena aku bisa fokus berdagang membantu ibu.


Saat masih sekolah aku menjual pernak pernik dari mutiara yang aku rangkai menjadi gelang, kalung , Bros dan masih banyak lagi.


Namun saat sudah bekerja rasanya sudah tidak sempat lagi untuk membuat pernak pernik.


"siit"

__ADS_1


Suara rem motor arka yang membuat kebisingan.


"ihh, ganteng ganteng, motornya bising" ucap ibu ibu yang berjalan meninggalkan parkiran


"sewot amat Bu" sahut arka


"arka" ucap ku ambil menepuk pundak arka


"hi, hi, habis lucu amat tuh ibu ibu" ucap arka


"sudah aku masuk dulu ya" sahut ku ke arka.


"iya, sayang" ucap arka


"iya, iya, sayang" sahut teman arka yang ada di parkiran.


"kalian selaku deh, cari pacar sana, jomblo gak enak loh" sahut arka yang gemas


"ha, ha, ha, iya iya yang mau nikah" ucap salah satu teman arka.


Hari ini aku melihat ke ruang informasi banyak para pegawai baru yang hari ini baru masuk, karena banyak orang. Yang berbaju hitam putih, seperti aku dlu saat awal bekerja di pabrik ini.


"arka" panggil seseorang yang duduk di ruang informasi


aku langsung melihat ke sumber suara


"arka" panggil wanita yang sambil melambaikan tangan


"eh, kamu" ucap arka ketus


"kita ketamu Disni" ucap wanita tersebut menunjukan senyum sumringah.


Aku masih memandang arka dan wanita tersebut.


"Riz kamu ngapain disini" tanya arka


"kerja lah, lama ya kita tidak ketemu" jelas wanita tersebut


"hei, Agnes" panggil mbak Ridi membuat ku terkejut


"kamu lihat apa sih" tanya mbak Ridi


aku hanya diam dan masih melihat ke arah arka dan wanita tersebut.


"oh, kamu lihat mereka" ucap mbak ridi


"Sudah lah, mbak ayo masuk" sahut ku mengajak mbak Ridi masuk


aku dan mbak Ridi masuk ke gedung dan mulai bekerja.


saat ber istirahat aku tidak melihat Arka sama sekali, saat aku melangkah ke kantin aku melihat Arka berjalan di ikuti oleh wanita tadi


"arka, kamu kenapa sih" tanya wanita tersebut mengejek arka


arka hanya diam dan berjalan cepat


Aku ada di depan arka dan melihat ke arah mereka berdua.


"sayang" panggil arka


"hah, sayang, arka aku disini" ucap wanita tadi


Aku tersenyum saat arka memnaggil ku.


Arka menggandeng tanganku, aku masih melihatbke arah belakang ke wanita tersebut.


"siapa itu" tanya ku


"oh, itu Tasya mantan ku dulu" jelas arka


"kamu dari tadi di panggil sama dia kenap diam saja" ucap ku


"biarin, aku risih Sama dia" jelas arka

__ADS_1


Aku terkejut aku Sampai menaikan alisku.


"aku bisa putus sama dia itu karena dia selingkuh sama teman ku sendiri" jelas arka


"oh, lalu" tanya ku


"dia ngajakin aku balikan, tapi aku tidak mau, kan aku sudah punya kamu" jelas arka


"tapi cantikan dia" jelas ku


"Agnes" panggil arka


"iya, arka" sahut ku sambil memandang arka


"aku hanya sayang kamu, cinta kamu, tidak ada yang lain" jelas arka


"bucin baget kamu sama aku" jelas ku yang sedikit cemberut


"iya, aku tidak ingin melepaskan mu" jelas arka


"aku sangat kesulitan mendapatkan mu, oleh karena itu tidak akan melepaskan mu" jelas arka.


aku menghela napas kasar.


"hufft"


"arka tapi, dia masih suka sama kamu?" jelas ku


"Agnes, ku" panggil arka


"please, aku hanya mau kamu, bukan dia" jelas arka


Aku tersenyum dan merasa geli atas penjelasan arka sedari tadi.


"ha, ha, ha, arka arka, kamu lucu" ucap ku sambil tertawa


"aku geli deh dengar penjelasan kamu dari tadi" ucap ku yang masih tertawa .


"kamu, nes, bikin aku ketakutan" ucap arka


"aku tau kok, kamu pasti sayang sama aku, tidak akan mengecewakan aku" jelas ku


"iya, aku akan selalu bersama kamu" jelas arka.


Aku dan arka melanjutkan berjalan menuju ke kantin.


"kamu tadi tidak bawa bekal, nes" tanya arka


"kali ini tidak, tadi ibu kesiangan" jelas ku


"ya sudah kita makan di kantin saja" ajak arka


Saat aku berjalan masih saja wanita yang di sebut Tasya oleh arka memanggil arka lagi.


"arka" panggil tasya


Aku menengok dan arka tidak, dia tetap saja menggandeng tangan ku.


"arka" panggil tanya sambil menarik tangan Arka agar gandengan tangan kita terlepas


"apa an sih kamu" ucap arka yang mulai emosi


"arka, aku masih suka sama kamu" jelas Tasya.


"aku tidak"


"perkenalkan, ini calon istri aku" ucap arka memperkenalkan aku kepada tasya.


tanya memandang ku sinis dan dia melengos setelah melihat ku


"masih cantikan aku" ucap Tasya


"tapi, baik calon istri ku, dari semaunya" ucap arka memeluk ku dan mengajak ku berjalan.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2