Wanita BerKhodam

Wanita BerKhodam
Teluh


__ADS_3

Grahan mulai mencari yang ia rasakan, sekitar 30 menit Grahan mengitari warung makan, dan benar apa yang di Katakan Grahan ada sebuah benda yang di tanam di pekarangan warung makan.


"enak, ya, nes, tapi kenapa ,warung nya sepi" tanya arka


"iya, masakan ibu enak loh" ucap ku kepada ibu pemilik warung makan.


"sudah hampir 1 Minggu an , mbak warung saya sepi" sahut ibu pemilik warung


"padahal masakan ibu enak loh, sambelnya saya suka" jelas ku


"terimakasih"


"Agnes" panggil Grahan


"arka, sebentar" ucap ku yang berlari kearah Grahan.


"disana" sahut Grahan sambil menunjuk ke arah halaman belakang


"Kamu yakin" tanya ku


"iya, coba gali" titah Grahan


Aku mencoba mencakup cakur tanah yang di tunjuk oleh Grahan dengan tangan ku.


Namun saat aku masih berusaha mencakup cakur tanah, arka menghampiriku


"Agnes kamu ngapain" tanya arka


"ada benda yang di tanam di sini" jelas ku


Arka yang mendengar ucapan langsung membantu.


"dek, kalian ngapain di bawah pohon sana, kotor di sana" jelas ibu pemilik warung


"ada yang aneh Bu, disini" jelas sambil mencakur tanah.


"pakai ini" ucap bapak bapak yang memberikan cangkul


arka mengambilnya dan mulai menggali tanah.


arka menggali sampai sekitar 50 cm, ada bungkusan berwarna putih, aku segara mengambilnya dan aku buka.

__ADS_1


"astaghfirullah" ucap ku


Di dalam bungkusan itu ada paku, dan ada tulang ayam yang memang di senagja di tanam di pekarangan warung makan tersebut.


"ini Teluh Bu, biar orang mengira warung ibu tutup" jelas ku


"iya, mbak, kapan hari juga waktu saya belanja di warung banyak ibu-ibu yang bertanya kenapa warung saya selalu tutup, padahal saya belanja ikan dan sayuran banyak" jelas ibu pemilik warung


"di bakar saja Bu" titah ku


aku membuka semua bungkusan dan satu persatu kami bakar.


setalah itu semua habis terbakar abu nya di Larung oleh bapak suami dari ibu pemilik warung.


"saya Larung di kali saja mbak" sahut bapak


"iya, pak itu lebih baik" ucap ku


Setelah itu aku dan arka melanjutkan makan dan membungkus makanan untuk bapak dan ibu di rumah.


"Alhamdulillah" ucap arka


"terimakasih mas, mbak, atas bantuannya" jelas ibu pemilik warung


"sama sama Bu saya hanya perantara dai Allah Bu" jelas ku


setalah seleksi makan kami berdiri dan membayar makannya


"berapa Bu" tanya raja


"tidak usah mas, ini ucapan terimakasih saya karena mas DNA mbak telah membantu kami" jelas ibu


"jangan Bu, ibu kan berjalan, nanti kalau tidak ada pemasukan, kasian ibu dan bapak" jelas arka


Aku yang mendengar ucapan arka nagat senang ada laki-laki baik seperti arka,


"tapi mas, kan kalian sudah baik sama ibu" jela Sibu lagi


"sudah Bu, terima saja" ucap arka sambil memberikan uang seratus ribuan dua.


"kebanyakan mas" ucap ibu pemilik warung

__ADS_1


"itu rezeki buat ibu" jelas arka


setelah itu kami berdua berpamitan dan pergi pulang dengan menaiki mobil papah arka.


sekitar 15 menit kami sampai di rumah Ku, arka ikut turun katanya dia sudah lama tidak bertemu bapak dan ibu.


"Kamu ngapain ikut turun" tanya ku


"sudah lama gak ketemu bapak ibu" jelas arka


"ka, nanti kamu di tungguin, sama papah dan mamah kamu di rumah sakit" jelas ku


"gak kok, tenang aja, ada Bu lek disana" jelas arka.


Aku membiarkan arka masuk ruang dan aku mengambilkan Arka minum.


"eh, Bu ibu, tadi arka bawa mobil masuk kerumah, Bu prias sambil bawa bungkusan, apa ya" ucap ibu ibu yang suka bergosip


"wah, pasti Bu prias minta yang aneh-aneh sama arka, pantesan Bu Ruroh gak setuju kalau Agnes pacaran sama arka" ucap ibu yang lain.


"iya, kasian arka ya" ucap ibu yang lainnya.


"his, gak boleh, bilang begitu kalau gak ada bukti" sahut ibu yang memakai hijab yang baru saja datang


"eeh, ya Allah, ustazah," ucap ibu ibu yang kaget melihat kedatangan ustadz


"jangan suka suuzon Bu, itu tidak baik" jelas ustadzah.


"iya, Bu maaf" ucap salah satu ibu tadi


"Saya pamit dulu Bu" sahut ibu ibu semua


"lucu, sekali" ucap ustazah


"gubrakk" salah satu dari ibu tadi menabrak meja yang ada di tepi teras.


"eeh, kamu ngapain jatuh pula" sahut teman ibu tadi


"aduh, sakit" ucap ibu yang menabrak meja


Besambung

__ADS_1


__ADS_2