Wanita BerKhodam

Wanita BerKhodam
gosip yang membuat resah


__ADS_3

"eh, kalian udah denger belum, kalau arka, Suka di paksa untuk beliin jajanan buat Agnes" ucap ibu Wito


"huss, Bu Wito jangan suka bilang gitu" bantah Bu asih


"eh, benaran Bu, kemaren aja aku lihat, arka keruang Bu prias, bawa tentengan kresek di bawa ke dalam rumah" jelas Bu Wito lagi


"ah, masak Agnes sama Bu prias gitu, kayak nya enggak deh Bu" ucap Bu patmi


"iya, saya Bu Sinto sama Bu sari melihat nya dengan mata kami sendiri, arka dan Agnes turun dari mobil dan membawa tentengan bungkusan gitu" jelas Bu Wito sambil mulut nya sedikit monyong ke depan.


"ah, aku gak percaya" bantah Bu asih lagi


Memang Bu asih sangat mengenal keluarga ku jadi saat ada gosip yang menerpa keluarga ku Bu asih selaku tidak percaya kalau belum dengar penjelasan langsung dari ibu atau aku.


"huus, sudah sudah, jangan omongin yang belum jelas" ucap ustazah


"eh, Bu ustadzah" sahut Bu Wito


"gimana Bu, kemaren kakinya yang nabrak meja, apa masih sakit" tanya ustazah.


"ehh, hi, hi, hi, sudah gak Bu, sudah sembuh, saya kasih minyak" sahut Bu Wito


"lain kali kalau mau gosip, agak jauh dari benda tumpul Bu biar gak nabrak sampai nyungsep kayak kemaren" jelas ustazah


"eh, benaran Bu, kemaren untuk meja" tanya Bu patmi kepada Bu patmi


"alah, jangan dengerin ucapan ustazah" jelas Bu Wito.


"ih, Bu Wito, di tanyain, malah sewot" sahut Bu patmi


"saya mulai ngajinya ya, Bu, assalamualaikum,wr.wb"


"walaikumsalam wr.wb"

__ADS_1


Untuk pembahasan kali ini saya akan membahas tentang hukum pergunjingan di kalangan warga" jelas ustazah


"nah, loh, di bahas" ucap Bu asih yang membuat Bu Wito gelisah


"hi, hi, hi, kenapa Bu, muka nya berubah, pucat" tanya Bu asih


"gak, Bu" sahut Bu Wito sambil mengusap mulut nya


Aku dan ibu datang sedikit terlambat di pengajian rutin yang di adakan di desa kami. Setiap malam Jumat selalu di adakan pengajian rutin di desa kami. Agar menjaga kerukunan antar warga.


"assalamualaikum"


"walaikumsalam" sahut ibu ibu


saat kami memasuki tempat pengajian ada beberapa ibu ibu yang berbisik saat melihat kami termasuk Bu Wito.


"Bu prias, Agnes, duduk sini" ajak Bu asih agar kami bisa duduk di dekat Bu asih


"Agnes, di sana, dekat Bu asih" jelas ibu


"maaf, Bu Wito, bisakah anda tenang sedikit, nanti ada waktunya untuk meneruskan cerita Bu Wito" ucap ustazah


"eh, iya, ustazah" sahut Bu Wito sambil melirik ke arah ku dan ibu


Setelah selesai pengajian dan ibu berjalan pulang di sana kami di cegat oleh Bu asih yang ingin mendengar penjelasan dari ku dan ibu.


"Bu, prias, apa saya boleh bicara sebentar" tanya Bu asih


"iya, Bu ada apa" tanya ibu


Aku yang berjalan bersama ibu dan Bu asih masih mendengarkan perbincangan Meraka.


"begini bu saya ingin, meluruskan, apa benar Bu prias dan Agnes selalu memaksa arka untuk membelikan barang atau makanan untuk kelaut Bu prias" tanya Bu asih

__ADS_1


"astaghfirullah" ucap ibu sambil menghentikan jalan nya


"Bu asih dengar dari mana" tanya ibu


"maaf, Bu bukan nya saya ikut ikutan ibu ibu sekitaran sini, saya cuma meluruskan saja, apa benar" tanya Bu asih yang penasaran


"saya, sama Agnes tidak pernah meminta arka membelikan kami apa apa Bu, cuma arka saja yang selalu membawa makanan saat memagtar Agnes, pulang, Agnes saja juga sudah menolak ajakan dan pemberian dar arka, namun arka selaku memaksanya" jelas ibu sambil menangis


"Bu sabar" sahut Ku


"maaf, Bu sekali lagi, saya hanya meluruskan saja, biar para warga tidak salah faham" jelas Bu asih


"sebenarnya siapa Bu yang membuat gosip seperti itu" tanya ibu


"saya dengar dari Bu Wito Bu" jelas Bu asih


"Bu Wito itu bener bener sudah tidak bisa di biarkan, mulutnya selalu membuat gosip yang gak bener" jelas ibu


"Bu, ibu, ibu harus sabar, biarin Bu Wito bilang apa, yang penting kita tidak seperti yang mereka bilang" jelas ku menenangkan ibu.


"iya, Bu bair saya saja yang meluruskan ke warga, ibu tenang saja" jelas Bu asih


"iya, Bu asih akan meluruskan semua ke salah pahaman ini Bu" jelas ku sambil mengelus ngelus punggung ibu


"iya, nes, ayo pulang" ajak ibu


"Bu asih kami pulang dulu, assalamualaikum" sahut ku yang berpamitan kepada Bu asih


"iya, walaikumsalam"


Aku dan ibu pulang kerumah ibu yang terlihat lemas, mendengar kata Bu asih tadi. Aku sendiri tidak percaya apa yang di bicarakan Bu asih, kenapa Bu Wito tega memanjat gosip seperti itu.


"iih, Bu Wito, kebangetan, sudah menyebar gosip yang gak bermutu" jelas Bu asih yang geram

__ADS_1


Bu asih melangkah pulang kerumah


Bersambung.


__ADS_2