
Setelah kejadian kemaren yang menimpa keluarga ku, aku di antar kembali oleh ayah saat kerja.
sesampainya di tempat kerja, arka selalu mencari ku namun aku yang mengetahui arka, aku langsung menghindar nya darinya, aku takut nanti kalau ibu Arka tau, beliau akan mengejek keluarga kami lagi yang bisa membuat keluarga ku sakit hati.
"mbak, ketemu Agnes gak" tanya arka kepada mbak Ridi.
"gak, aku belum ketemu Agnes" ucap mabk Ridi yang berbohong
tadi mabk Ridi sudah aku beritahu bahwa kalau ada yang mencari ku bilang tidak tau.
"Agnes, arka sudah pergi" ucap mbak Ridi sambil melambaikan tangan ke bawah.
Aku bersembunyi di bawah meja, karena di sana tempat yang paling aman untuk ku bersembunyi dari arka.
"Kamu ngapain sih, ngumpet segala, di cari cowok ganteng" ucap mbak Ridi.
"aku tidak mau kalau nanti arka semakin sakit hati, orang tuanya, tidak menyukai keluarga ku mbak" jelas ku ke mbak Ridi
"ohh, critanya cinta tidak di restui" ucap mbak Ridi ya g sedikit menggoda.
"eeh, mbak kami belum ada hubungan ko" jelas ku
"ooh, belum ada, berarti Bakan ada hubungan" ucap mbak Ridi menggoda lagi
"mbak Ridi" sahut ku Yang sedikit kesal
"iya, iya, aku tau, keluarga arka orang kaya, nes" tanya mbak Ridi
"ayah arka kerja di pertambangan, oleh karena itu keluarga arka terpandang, beliau sering menyumbang ke masjid-masjid dan ke panti asuhan terdekat" jelas ku
"ohh, namun, semua itu di perlihatkan" tanya mbak Ridi lagi
"iya, kan biar terkenal" sahut ku sambil tersenyum
"hi, hi, hi, kamu bisa aja , nes, nah gitu dong kami ikut tersenyum masak dari tadi manyun aja" jelas mbak Ridi
"iya, mbak, lagian aku sama arka kan cuma teman, namun ibu Arka tidak menyukai Ku berdekatan dengan arka, saat aku pulang dan pergi kerja selalu arka yang menjemput ku, aku tidak pernah memintanya sama sekali, namu dia selalu memaksa ku" jelas ku ke mbak Ridi.
"biarin nes, nanti pasti ada jalan nya, kalau memang kalian berjodoh" sahut mbak ridi.
"aamiin" sahut ku
"eeh, kami berharap" ucap mabk Ridi menggoda lagi
"ihh, mbak Ridi ya, buat aku jadi malu" jelas ku sambil tersenyum malu-malu
"huuus, jangan ngobrol terus, kerja" ucap pak mandor yang sedang berkeliling.
Kami berdua menghentikan ngobrol dan mulai bekerja keras Karana ada target yang harus terpenuhi.
Jam makan siang, kami berdua keluar ke kantin untuk makan bekal kami, tak sadar kalau ada arka yang sedari tadi memepehatikan ku.
"Agnes" panggil seseorang
"arka" sahutku
__ADS_1
"kami kenapa sih, menghindar" tanya arka
"aku gak menghindar" jelas ku
"bentar, bentar aku pamit dulu, ya, aku gak mau jadi obat nyamuk" sahut mbak ridi yang berdiri dan berpindah tempat.
aku dan arka tersenyum
"ka, aku mohon jangan dekati aku lagi, aku takut ibu kamu jadi murka kalau melihat kita berdua bersama" jelas ku
"ini, di pabrik, nes, tidak ada mamah, disini" jelas arka.
"tapi, ka" ucap ku
"Agnes, aku itu sudah mengenal kamu dari kita masih, kecil, dari SMP sebenarnya aku sudah Suak sama kamu, tapi ibu ku tidak memperbolehkan ku main kerumah mu"jelas arka
"arka" ucap ku
"Kamu harus tau, aku sudah lelah, nes mendam perasaan ini, sakit rasanya, aku melihat mu sering di anter sama laki laki lain" jelas arka
"laki laki lain" Gumam ku
"iya, laki laki yang selalu mengantar mu saat masih SMP dan SMA dulu" jelas arka
"oohh, itu kakak sepupu aku, kebetulan kami satu sekolah, dia satu tingkat di atasku" jelas ku sambil tersenyum
"Kamu cemburu, ka" tanya ku
"iya, iya lah" jelas arka yang sedikit memajukan mulut nya.
"arka, tapi" ucap ku yang belum selesai namu di sela oleh arka.
"aku tau, kamu juga ada perasaan dengan ku, tapi kamu takut dnwagn mamah ku" jelas arka
"arka, aku tidak tega dengan ibu bapak aku yang selalu jadi bahan pergunjingan ibu kamu" jelas ku
"Agnes, aku akan mencoba memberi penjelasan pada mamah aku, biar dia tau kalau aku suka sama kamu" jelas arka.
"tapi"
"Agnes"
"iya, iya"
"baik lah, kalau begitu nanti kamu pulang sama aku" ucap arka yang seenaknya.
"tapi"
"aku tunggu di parkiran" ucap arka sambil berlari ke kantin
Mungkin arka lapar oleh karna itu ia berlari menuju kantin. Karena jam istirahat sudha hampir usai.
"Agnes, kalian tadi ngobrol apa aja, kelihatanya serius" tanya mbak Ridi
"arka, nembak aku mbak" jela aku sambil bigung
__ADS_1
"wah, ma*i dong kamu" jelas mbak Ridi
"mbak Ridi, aku gak bercanda, aku bigung nih, ibu nya aja gak suka lihat aku, masak aku harus paksain, Nerima arka" jelas ku.
"kalau kalian jodoh, pasti ada jalan, nes, serahkan semau ke Allah" jelas mbak Ridi.
"iya, mbak tapi aku kasian sama ibu bapak aku jadi bahan gunjingan warga satu desa nanti" jelas ku
"orang yang sudah terbiasa Begu Jing tidak akan pernah berhenti kalau tidak dari hati atau kemauannya dia sendiri" jelas mbak Ridi
"memang bener mbak" ucap ku sambil tersenyum tipis
"sudah kamu tenang aja, arka pasti punya cara untuk meluluhkan hati mamah ya" jelas ambk Ridi.
"iya mbak" sahut ku masih mengaduk-aduk makan ku.
"sudah makan sana, cepatan nanti jam nya ke Uru habis, di telan pak mandor" sahut mbak ridi yang bergurau.
"hi, hi, hi, mbak Ridi, selaku buat aku ketawa deh" ucap ku
Aku segera memakan bekal ku dan kembali masuk ke pabrik lagi.
Empat jam kemudian kami telah selesai bekerja, aki dan mbak Ridi bersiap siap mengemas bawaan kami, lalu kami pulang ke rumah. Saat keluar gati gedung aku melihat Arka sudah menungguku di parkiran.
"Agnes aku duluan ya" ucap mbak Ridi yang berpamitan
"Agnes, aku duluan" sahut teman ku yang lain
arka yang mendengar para temanku berpamitan, ia menoleh kebelakang dan melihat ke arah ku.
"sini" ucap arka sambil nepuk nepuk jok motor nya di bagian belakang menyuruh ku untuk duduk.
"tapi, arka, aku naik angkot aja" jelas ku
"Agnes ayo" ajak arka.
"nanti aku turunin di depan gang deh" jelas arka
Aku yang menyetujui nya langsung naik ke motor, aku memegang jaket arka di bagian belakang.
Arka menarik tangan ku untuk berpegangan di bagian pinggang.
Aku merasa canggung karena tidak pernah kau memegang laki laki kecuali keluarga atau bapak ku.
"sudah pegangan, nanti jatuh" ucap arka
Aku menuruti arka dan memegang erat di bagian pinggang arka.
arka melakukan motor nya.
"brruum"
"brruumm"
Bersambung
__ADS_1