
ibu mendengar gosip yang di buat oleh Bu Wito beliau menjadi sedih,
"keterlaluan sekali Bu Wito" ucap bapak yang ikut geram
"sudah lah pak, biar saja, kita harus sabar" jelas ku
"bapak besok ibu pulang ke kampung dulu saja, ibu pengen menangkan diri di rumah bapak" jelas ibu
"Agnes ikut ibu" jelas ku
"kerja kamu gimana" tanya bapak
"Agnes akan pulang pergi dari sana pak" jelas ku
"baik lah kalau begitu bapak juga ikut, dari sana kan cuma makan 30 menit ke pabrik bapak" jelas bapak
"baik, lah kalau begitu, sekarang kita ber kemas dan pergi keruang bapak dulu untuk sementara" jelas bapak
"baik, pak"
Kami mulai berkemas, bukan nya kami semau menghindari gosip yang di buat oleh Bu Wito Namaun kami tidak ingin ibu lebih tertekan kalau terus disini.
sore hari ini kami mulai berangkat ke ruang kakek, aku dan ibu menaiki ojek sedangkan bapak naik sepeda motor.
saat kami sampai di rumah kakek, rumah yang masih rindang dengan pohon banyak bebatuan dan suasana asri.
"pak, ibu mau istirahat" jelas ibu
Aku menaruh tas ku dan melihat ke dapur,
Kompor yang sudah lama tidak terpakai, banyak debu yang menempel di atasnya.
"pak Agnes mau ke warung dulu" pamit ku
"iya nes" sahut bapak.
aku mulai melangkah ke warung terdekat untuk membeli beberapa bahan pkok untuk aku masak hari ini,
aku melangkah dengan santai. Dan memandang ke sekeliling banyak pohon yang masih asri.
"ini, Agnes" tanya seorang wanita yang sekiranya seumuran dengan ku
"iya, kami Anisa" tanya ku
"iya, aku Anais, kami masing ingat" ucap Anisa yang senang
"masih, dong, kan kita waktu kecil suka main bersama kalau aku berkunjung kesini" jelas aku
"kami makin cantik aja nes" ucap Anisa
"Kamu bisa saja" ucap ku malu
"Kamu mau kemana" tanya Anisa
"mau beli sayur sama beras" jelas ku
"yuk barengan aku juga mau beli sayur" jelas Anisa
Kami berbincang bersama dan menceritakan masa kecil kami dulu.
"Sejak kakek kamu meninggal warga bigung mau minta bantuan ke siapa nes, kan kakek kamu yang sering di mintai tolong untuk mengobati" jelas Anisa
"tidak ada dokter disini" tanya ku
"ada klinik, namu saat sore menjelang malam, Warag sekitar sudha tidak berani keluar rumah nes" jelas Anisa lagi
"kenapa" tanya ku penasaran
__ADS_1
"Kamu belum dengar ya, di desa ini lagi santer gosip tentang kuntilanak pemakan janin, setiap ada orang hamil yang mau lahiran selaku kosong, entah bayi nya kemana" jelas Anisa antusias
"kok, bisa, nis," tanya Ku penasaran
"sampai sekarang belum ada yang memecahkan kasus itu nes, oleh karena itu semua warga kalau ada istrinya yang hamil di bawa keluar dari desa sini nes" jelas Anisa.
"kenapa kasusnya serius amat ya" ucap ku
"tuh dah sampai warungnya" ucap Anisa sambil menunjuk ke arah warung.
aku mulai berfikir dan sedikit penasaran kenapa ada kuntilanak yang memakan janin.
"Grahan kamu tau sesuatu" tanya ku
"belum nes, aku belum merasakan apa apa" jawab Grahan
"sama Ki belum merasakan sama sekali energi negatif yang besar" jelas ku
"Bu, saya mau beli sayur , bayam, sama sayur kol" ucap Anisa lirih
"Bu disini ada beras" tanya ku
"ada neng, mau beli berapa" tanya penjual
"mau beli 10 kilo Bu" ucap ku
Setelah aku membeli apa yang aku butuhkan aku dan Anisa berjalan pulang kami berdua pisang di pertigaan gang depan rumah.
"da, besok ketemu lagi nes" ucap Anisa
"iya, nis, ati ati" jelas ku
Aku berjalan ke rumah kakek sendirian saat aku berjalan aku berpapasan dengan seorang wanita cantik yang mempunyai energi negatif yang sangat besar.
"hati hati nes" sahut Garahan
"astaghfirullah" gumam ku
wanita tersebut tetap melangkah lurus ke arah persawahan.
"Agnes, berbahaya, hari sudah semakin sore" jelas Grahan
Sebenar nya aku ingin mengikuti wanita terbut karena aku penasaran, kenapa energi yang negatifnya sangat besar dan mata merah itu membuat ku curiga.
"kring"
"kring"
panggilan dari arka yang membuat ku sedikit terkejut.
"arka" ucap ku
"Agnes, kami dimana" tanya arka
"assalamualaikum"
"eh, walaikumsalam"
"nes, aku ada di ruang kami, kenapa rumahnya sepi" tanya arka
"kami sedang keluar ka, kamu pulang saja" kelas ku
"tapi, kamu di mana" tanya arka lagi
"assalamualaikum"
Belum selesai arka berbicara aku sudah menutup telfon ku dan aku matikan hp ku.
__ADS_1
"arka pasti mencari mu" tanya Grahan
"iya, namun aku masih belum bisa bertemu dengan nya, nanti malah memperkeruh suasana di desa" jelas ku
"iya, nes, tapi kan gak harus melarikan diri seperti ini, kamu harus menjalani nya, jangan kabur seperti ini" jelas Grahan
"aku kasihan ibu bapak" jelas ku dengan muka sedih
aku pulang kerumah dan mulai memasak untuk bapak dan ibu.
"pak, Bu, ayo makan" panggil ku
"iya, nak" sahut bapak
"Kamu masak apa" tanya bapak
"sayur, bening, di kasih jagung sama bayam, ada sambal tomat juga pak" jelas aku
"wah pasti enak nih" ucap bapak
"ayo makan , ibu mana pak" taya ku
"ibu di kamar, bujuk ibu nes, bapak dari tadi sudah bujuk ibu dia masih saja menangis" jelas bapak.
Aku melangkah ke kamar ini dan melihat ibu sedang menatap ke arah luar jendela, beliau memandang ke arah kebun yang luas milik kakek.
"Bu, makan yuk" ucap ku sambil merangkul badan ibu
"ibu gak lapar nes" jelas ibu
"kalau ibu gak makan, aku juga gak makan" ucap ku.
"jangan dong, nak, nanti kamu sakit" jelas ibu
"sama, kalau ibu gak makan ibu nanti sakit" jelas ku
"baik lah ayo kita makan" ucap ibu yang menggandeng tangan ku
Setelah kami bertiga malam, di malam hari banyak suara binatang yang bernyanyi, karena di rumah kakek sangatlah perdesaan oleh karena itu disini masih banyak binatang kecil yang suka berbunyi nyaring.
"wwuuuuusssttt"
"Grahan kamu lihat itu" ucap ku yang kaget saat melihat sekelebat seperti kuntilanak merah melayang jauh.
"iya, energi negatif yang kuat" ucap Grahan.
Aku menatap ke segala arah, saat aku melihat ke kejauhan ada yang membawa bambu yang di beri minyak tanah dan menimbulkan cahaya sebagai penerang jalan.
"Grahan" ucap ku sambil menunjuk
"tolong, tolong"
"tolong"
Aku berlari menuju ke bapak tersebut, ternyata bapak tersebut meminta tolong.
"pak ada apa" tanya ku
"neng, bisa bantu bapak, istri bapak mau lahiran tolong saya neng" jelas bapak.
"saya buka. Dokter pak" jelas ku
"tidak apa neng, yang penting neng mau menemani istri saya Samapi saya pulang membawa bidan ke rumah" jelas bapak tersebut
"Baik pak" sahut Ku dan berlari bersama bapak tersebut.
"aaaa,sakit" teriak istri bapak tersebut
__ADS_1
Bersambung