
aku dan Grahan mencoba membantu grasia kami bertiga merencanakan Sesuatu, tugas Grahan dan grasia mengikuti bapak yang yang sedang berangkat kerja, karena grasia melihat bapak saat melintas di jalan depan rumah sakit .
"Agnes, sekolah dulu, nanti kalau kami sudah sudah tau dimana tubuh grasia kami akan membantu tahu mu" jelas Grahan
"oke, aku akan sekolah, kalian hati-hati " ucapku kepada khodam dan teman hantu ku.
"iya, kamunjuga hati-hati" ucap Grahan
"pasti" sahut ku.
"Bu, bapak berangkat kerja dulu" ucap bapak yang berpamitan kepada ibu.
"iya, pak" ucap ibu yang langsung mendekat ke bapak dan mencium tangan bapak.
"ayo, Agnes" ucap bapak
aku langsung berjalan mengekor di belang bapak dan tak lupa mencium tangan ibu.
kami bertiga sudah siap siap dan akan merencanakan ide dari Grahan.
"brruuum"
"brruum"
suara motor bapak yang di panasinya sebelum berangkat.
"hati- hati pak, Agnes" ucap ibu sambil melambaikan tangan nya.
Kami ber 4 mulai berangkat, berempat apabila di lihat dengan tak kasat mata, hi, hi, kalau dangan kasat mata hanya aku dan bapak saja.
Sekitar 15 menit aku sampai di sekolah sedang kan Grahan dan grasia ikut bersama bapak.
"assalamualaikum" ucap ku dan bersalaman dengan bapak.
"waalaikumsalam, sekolah yang pinter ya nak" titah bapak
"Siap boss" ucap ku sambil meletakan tanganku di dahi
Aku melambaikan tangan kepada mereka bertiga, setalah itu berlari masuk ke kelas.
Grahan dan grasia masih bersama bapak, grasia masih mengingat dimana ia bertemu dengan bapak.
Sekitar 10 menit grasia mengingatnya, ia melihat gedung yang tinggi dan grasia langsung menunjuk kearah itu, saat bapak berhenti di lampu merah meraka berdua turun dan mulai melangkah,ke arah gedung tersebut.
"di sini kamu bertemu dengan bapak" tanya Grahan
"iya, disini, terus ibu masuk situ" jelas grasia sambil menunjuk ke arah pintu masuk rumah sakit.
Grasia dan grahan mulai memasuki ruang sakit, saat di rumah sakit grasia dan Grahan mengedarkan pandangan ke semua arah siapa tahu merak melihat ibu grasia lagi.
Merak masih melangkah dan melihat-lihat keruangan.
setalah sekitar 20 menit merak berdua mengitari rumah sakit grasia melihat ibunya keluar dari ruangan.
"ceklek"
grasia menengok kebelakang dan melihat ibu nya.
"ibu" teriak grasia
__ADS_1
"itu, ibu kamu" ucap grahan
"iya, ibu, ini grasia" ucap grasia sambil berlari mengejar ibu nya.
saat grasia berlari Grahan memegangi tangan grasia, untuk menghentikannya.
Setelah itu mereka berdua mencoba masuk ke ruangan yang baru saja ibu grasia keluar dari ruangan tersebut.
Grahan mecoba masuk dan melihat tubuh seorang anak perempuan yang usianya sekitar 10 tahun itu.
"grasia, itu benar kamu" ucap Grahan
"iya, Grahan itu aku" sahut grasia yang sedikit meneteskan air mata.
Di papan nama yang ada di ranjang tubuh garsia, terdapat nama grasia Octa Maharani.
"grasia, kamu pasti capek seperti ini" ucap Grahan
"iya, kasian ibu, bapak" ucap grasia
Grasia terlalu sering memanggil ibu bapak ku oleh karena ibu saat ia memanggil ibu bapak ya dengan sebutan yang sama.
"ceklek" pintu terbuka dan yang masuk adalah ibu grasia beliau memasuki ruangan grasia sambil menangis.
Ibu gardia melangkah ke tubuh gardia yang tergeletak lemas tak berdaya.
"nak, maafkan ibu, belum bisa menjagamu" jelas ibu dengan menangis
"ibu dan ayah, sudah tidak bisa membiayai pengobatan kamu, sudah, enam tahun nak, kamu seperti ini, bangun lah nak, ibu rindu canda gurau mu, tertawa mu" jelas ibu
"hu, hu,hu,hu"
"pagi, Bu, maaf, saya akan melepas semua alat yang ada di tubuh grasia" jelas seorang suster.
Suter tidak bisa menjawab namun hanya menunduk.
"gardia coba lah kamu masuk ke tubuh mu" jelas Grahan
grasia mulai melangkah maju dan menghampiri tubuhnya sebelum pasar suster melepas alat yang ada di tubuhnya.
"ayo" ucap Grahan yang sedikit mendorong grasia
Grahan mulai membacakan doa dan mengusap ngusap tubuh grasia yang lemas.
"bissmilahirohmanirohhim" ucap Grahan seorang jin
grasia mulai duduk dan berbaring, tak berselang lama, tubuh gardia dan roh grasia menyatu, Grahan masih saja memberikan doa kepada grasia dan mengusap usap tubuh grasia.
"Tit, tit, tit, tit" alat detak jantung mulai berfungsi
Jari grasia mulai bergerak dan membuat semua suster dan ibu grasia terkejut.
"Alhamdulillah, keajaiban" ucap suster yang berlari memanggil dokter.
"dokter"
"dokter"
"dokter"
__ADS_1
dokter dan suster mulai masuk di ruangan grasia.
Dokter bergegas memeriksa grasia. Dan mengecek semuanya.
Garahan yang melihatnya merasa senang karena hantu kecil itu sudah kembali ke tubuhnya.
"Alhamdulillah, grasia anak ku" ucap ibu grasia yang meras senang.
Grahan berfikir bahwa tugas nya kali ini sudah usai ia segera meninggalkan ruangan dan kembali pulang kerumah ku.
Dengan berlahan grasia mualai sadar dan membuka mata nya, saat Grahan ingin keluar dari ruangan, ada yang memanggilnya.
"Grahan, terimakasih" ucap grasia yang masih lemah.
Grahan yang mendengar nya berbalik badan dan menunduk ke arah grasia.
"sayang, kamu harus istirahat yang nayak dulu" jelas ibu grasia
Grahan Melanjutkan langkah ya dan kembali pulang.
***
Sore hari Garahan sampai di rumah ia sudah membaringkan tubuhnya di tempat biasa.
"Grahan, dimana, garsia" tanya ku
"tugas ku sudah selesai, nes, sekarang tugas ku fokus untuk melindungi mu, seperti janji ku kepada kakek mu" ucap Grahan.
"maksud kamu, grasia Sudah kembali hidup" jelas ku yang penasaran.
"iya, grasia memang hantu koma, oleh karena itu ia bisa hidup kembali" jelas Grahan
"Alhamdulillah" sahut ku.
Aku bigung aku harus enang atau sedih karena teman ku pergi, dan Kemabli hidup. Sudah 4 tahun kami bersama, bermain bercanda gurau bersama, sekarang grasia kembali ke ibunya.
"yah, aku ikut senang kalau grasia sudah bertemu dengan ibunya" jelas ku sambil mata berkaca-kaca
"Agnes sini, nak" panggil ibu
aku langsung berlari dan memeluk ibu, aku menangis sejadi jadinya karena aku kehilangan teman ku
"hhuuua, Hua, Hua" tangis ku pecah di pelukan ibu.
"Agnes, kamu kenapa" tanya ibu yang bigung.
"ibu, grasia pergi, ia kembali ke ibunya, dia hidup lagi" jelas ku ke ibu.
"agnes, anak ibu, setiap orang itu mempunyai kehidupan nya masing masing, kita harus tau itu, kamu tidak boleh egois nak, kalau memang grasia kembali ke ibu nya, itu memang sudah keputusan dia" jelas ibu kepada ku
"sebenarnya Agnes merasa senang kalau grasia hidup lagi, tapi Agnes jadi kesepian tidak punya teman lagi" jelas Agnes.
"hah, gimana maksud kamu nak, grasia hidup lagi" ucap ibu yang bigung.
"iya, grasia ternyata hantu koma, dia sudah koma selama bertahun-tahun, dan hari ini ia Kemabli hidup di bangun oleh Grahan" jelas ku
"Alhamdulillah, pasti orang tua grasia senang sekali melihat anak nya pulih lagi" jelas ibu.
"sudah, Agnes yang tenang ya nak, surau saat Agnes pasti mendapat tema yang baik seperti grasia" jelas ibu yang menenangkan ku.
__ADS_1
Aku masih saja sedih karena kehilangan teman yang selalu bersama ku.
Bersambung.