
Virgi kembali ke rumah mertuanya dengan naik taksi. Sesampainya di sana, Mama mertuanya menyambut dengan baik sedang Papanya cenderung diam.
" Virginia... Akhirnya kamu pulang juga sayang..." mertuanya memberikan pelukan hangat untuk menyambutnya. Ia tersenyum dengan tulus pada Virgi dan itu benar tulus tidak di buat buat.
" Mama...." Virgi pun membalas pelukan mertuanya. Ia sampai menitikkan air mata haru.
Virgi menoleh pada Papa mertuanya yang nampak diam dengan ekspresi datar.
" Pa..." Mama Harvey menyentil tangan suaminya. Dan kemudian Papa Harvey memberikan senyum .
" Lain kali kalau ada masalah itu di bicarakan. Jangan main pulang ke rumah orang tua mu... " ucap Papa Harvey.
.
.
Ooo....Jadi Papa Harvey mengira kami sedang bertengkar dan aku pulang ke rumah ku sendiri...Pantas saja ekspresinya begitu...
.
.
" Kami di sini juga orang tuamu...Kau bisa berbicara dengan kami... Meski kami sibuk, kami bisa meluangkan waktu untukmu...Jangan lupa anak yang kau kandung itu cucu kami...Penerus kami " tambah Papa Harvey.
' DEG '
Ucapan ' Anak ' ' Cucu ' langsung menohok ke jantung Virgi.
.
.
Ah... Benar... Mertuaku mengira aku beneran hamil anak Harvey...
Mereka jadi baik padaku karena mengharapkan bayi kami....
Padahal... Itu cuma bohong....ðŸ˜
.
.
Virgi menyesali kebohongannya sendiri. Miris memang , saat dulu ia di benci keduanya karena masuk ke keluarga Harvey dengan cara yang tak baik. Kini saat di terima dengan baik , ia malah berbohong.
" Harvey memang masih bocah...Dia kurang bertanggung jawab...Dan kami meminta pengertianmu.... Sebenarnya kami juga tahu, dia sering bolos sekolah dan main ke klub, mabuk mabukan... Tapi apapun masalah kalian , jangan sampai pertengkaran kalian kau bawa pulang ke rumah orang tuamu...Kami malu pada orang tuamu Virgi.." ucap Mama Harvey.
" Apapun yang terjadi kalian sudah menikah...apalagi ada calon bayi di antara kalian.. Jadi berpikirlah dewasa Virgi...demi keutuhan rumah tangga kalian...Papa dan Mama ingin kalian berbaikan kembali.... " ucap Papa Harvey.
Virgi terdiam. Ia memang ingin hubungannya dengan Harvey membaik kembali. Ia sungguh tak ingin berpisah dari Harvey. Tapi bagaimana....
.
.
.
.
Harvey pulang dengan penampilan kacau. Matanya merah seperti habis mabuk mabukan. Bau alkohol tercium kuat dari tubuhnya.
" Harvey...Darimana saja kau...? " tanya Mamanya . Harvey tak menjawab.
" Virgi barusaja pulang ..Dia di kamarmu... kau cepat temui dia.... Cepat baikan dengannya....jangan mabuk mabukan lagi...kalau tidak Papa tak akan memberimu uang lagi..." ancam Papanya.
Dengan langkah ngeloyor karena setengah mabuk , Harvey pun menuju ke kamarnya. Di sana ia melihat Virgi yang tengah tertidur di ranjangnya. Dan tanpa banyak bicara karena terlalu pusing , ia pun membaringkan tubuhnya. Tidur di samping Virgi.
__ADS_1
" Is....tri....ku ...." racau nya sambil memeluk Virgi.
Virgi yang merasakan sebuah tangan menyentuh dan memeluknya seperti guling terbangun .
' Harvey...' Ia mencium bau alkohol menyengat dari tubuh Harvey . Namun Harvey memeluknya kuat seperti tak ingin melepasnya.
" Virgi...." Harvey mengigau menyebut namanya.
' Harvey.... kau memanggil namaku?.... Jadi yang ada di pikiran ku itu 'aku '...Benar aku ?' Virgi sungguh tak percaya mendengarnya. Konon kata orang , jika orang mabuk yang di ucapkannya adalah luapan isi hatinya. Terlepas itu benar atau tidak , namun Harvey benar memanggil namanya.
.
.
Aku harus bagaimana Harvey....Katakan... Aku benci mengingat yang kau lakukan dengan Alicia ....
Tapi aku juga sudah melakukan itu dengan Kyle meskipun bukan keinginan ku...
Aku benci dengan semua ini....Tapi aku paling membenci diriku sendiri.....
YANG SANGAT MERINDUKANMU...
RINDU SENTUHANMU
RINDU BELAIANMU
RINDU BERADA DALAM PELUKANMU
AKU TERLALU BODOH....
KARENA TERLALU MENCINTAIMU.
.
.
Virgi pun akhirnya membalas pelukan Harvey dan merengkuh lengan yang memeluknya itu.
.
.
.
...****************...
.
.
.
.
.
.
Saat bangun tidur keesokan harinya dan pengaruh alkohol telah hilang sepenuhnya , Harvey langsung menjauh dan bersikap ketus dan dingin lagi.
" Apa yang kau lakukan saat aku mabuk kemarin? " tanya Harvey sinis.
" Aku tak melakukan apapun...Kau yang memelukku terlebih dahulu..." jawab Virgi.
" Cih...memanfaatkan situasi...Gak mungkinlah aku mau memelukmu.... Jangan GR ya... Kalau aku sadar aku gak akan memeluk kamu.. Aku gak sudi menyentuhmu lagi...itu cuma karena pengaruh alkohol " kilah Harvey.
Virgi memilih mengalah dan diam. Ia tidak ingin berdebat dengan Harvey lagi.
.
.
__ADS_1
Iya iya... Kau kan sudah punya Alicia...kekasih gelap mu itu...Dia tentu sudah memberikan segalanya... Kau sudah mendapat cukup semua dari dia...
Sudahlah... Aku harus bersabar dengan semua ini...
.
.
.
.
.
" Tiket bulan madu? " tanya Virgi saat kedua mertuanya memberikan dua buah tiket pesawat ke Bali pada mereka saat Sarapan pagi bersama.
" Iya...Itu untuk bulan madu kalian..... Kan sejak menikah kalian belum pernah sekalipun berbulan madu. Hotel juga sudah Mama bokingkan selama 1 minggu.. Dan ini uang saku untuk kalian...ini untuk Harvey dan ini untukmu Virgi...Dan jatah belanja bulanan mu sudah Mama transfer ke rekeningmu..." ucap Mama Harvey.
Mama Harvey memang selalu memberikan jatah bulanan pada Virgi karena Harvey belum bekerja. Dan jumlah nya pun juga tidak sedikit karena Mama dan Papa Harvey adalah pengusaha .
" Papa ingin sepulang dari Bali kalian sudah berbaikan...Kalian harus rukun seperti sebelumnya.. Kalian lakukanlah ini demi anak kalian..." kata Papa Harvey.
Sesaat Harvey terdiam dan menatap Virgi dengan sinis. Tatapan nya begitu menusuk ke relung hati Virgi.
" Lalu bagaimana dengan sekolah Harvey? " tanya Virgi menghindari tatapan Harvey.
" Jangan khawatir...sekolah Harvey aman...Harvey di pastikan lulus tahun ini dan bisa kuliah tahun depan....Nanti akan ada guru privat yang akan membantu Harvey. Harvey anak yang cerdas...dia bisa menyusul ketinggalannya..."
" Kami juga bisa membuatkan surat kelulusan untukmu sekalian Virgi...jadi meskipun kau tak sekolah , kau akan tertulis sudah lulus SMA kelak bersamaan dengan Harvey....Kalau kau mau kuliah pun juga bisa, tunggu sesudah bayimu lahir dulu..."
.
.
Kekuatan uang hebat sekali... Sering bolos bahkan tak sekolah pun bisa lulus... Hebat sekali.... Batin Virgi.
.
.
Harvey dan Virgi pun akhirnya berangkat menuju ke bandara dengan di antar sopir pribadi mereka. Mama Papa Harvey tak bisa mengantar karena harus bekerja.
Sepanjang perjalanan Harvey dan Virgi saling terdiam. Harvey sibuk main dengan ponselnya sedang Virgi hanya diam saja . Ia melihat pemandangan di luar mobil yang kini tengah melaju.
.
.
.
.
.
Sesampainya di bandara , Virgi terkejut sekali karena Kyle ada di sana. Juga dengan sebuah tas koper kecil seperti hendak bepergian.
" Harvey..." Virgi langsung protes pada Harvey yang nampak biasa saja saat melihat Kyle disana.
" Kau harus hamil Virgi...Bukankah kau tak ingin mengecewakan orang tua ku?...Kau tak ingin kita bercerai kan...Dia yang akan menjadi laki lakimu... Dia suamimu juga.. Dia yang akan menitipkan benihnya padamu demi keutuhan rumah tangga kita..." ucap Harvey.
Virgi shock mendengarnya. Ternyata Harvey benar benar sudah mengeraskan hatinya. Ia membutakan mata hatinya dan mengabaikan perasaannya. Ia bahkan membuang jauh nalarnya hanya untuk membalas dirinya.
" Ini terlalu Harvey..." ucap Virgi dengan bibir bergetar. " Kau gila Harvey... Benar benar gila !" Virgi benar benar tak tahan lagi dengan sikap Harvey.
__ADS_1
" Hamil atau cerai...pilih !!!" Harvey pun menyuarakan kemarahannya.