Wanita Dengan 2 Suami

Wanita Dengan 2 Suami
17. SUAMIMU BUKAN CUMA DIA


__ADS_3

" Oh Harvey' s Mom... " Kyle nampak mengerti. Ia lalu memberi kesempatan pada Virgi untuk bicara dengan mertuanya. Ia pun masuk lebih dulu ke kamar . Ia biarkan Virgi mengetuk kamar sebelah tempat Harvey menginap.



' ting tong..' Virgi memencet bel kamar Harvey. Namun tidak segera di buka. Saat ia menyentuh pintu kamar itu , pintu nya langsung terbuka. Harvey tidak menguncinya. Ia pun segera masuk ke dalam.



" Halo Ma.." Virgi menutup pintu sambil mengangkat panggilannya.



" Virgi...kenapa lama sekali mengangkatnya?" tanya Mama mertuanya.



" Hmm...maaf Ma... Aku..." Virgi tak bisa berkata kata saat ia memasuki kamar Harvey dan melihat Harvey nampak teler dengan begitu banyak macam minuman keras.


.


.


Ya Tuhan... Harvey mabuk mabukan lagi...


.


.


" Sudah 1 minggu kalian di sana ...dan sudah waktunya pulang... Tapi nomor Harvey tidak bisa ku hubungi... Dia dimana sekarang... "



" A... Ma..maaf ma..kami terlalu sibuk sampai lupa waktu..." ucap Virgi.



" Hem..... Jadi kalian sudah baikan?.." tanya mamanya cepat.



" I..iya..." jawab Virgi berbohong. Ia tak mungkin menjawab jujur jika hubungannya dengan Harvey justru semakin kacau.



" Harvey di mana? "



" Tidur..."



" Hemm..jangan jangan Mama mengganggu kalian ya...hehe... ..baguslah kalau kalian sudah baikan ... Ya sudah kalian lanjutkan saja bulan madunya ....kalau masih betah. .. Mama kirim uang lagi untuk kalian..Jangan lupa suruh Harvey menghubungi Mama besok " ucap mertuanya.



" Iya.." setelah itu Virgi mematikan ponselnya.



Ia lalu menghampiri Harvey yang tampak memprihatinkan itu. Banyak botol minuman keras di meja , juga beberapa kaleng bir kosong yang berserakan di lantai.



' *Harvey.... Apa kamu begitu tersiksa sampai lari ke minuman keras seperti ini...' Tanya Virgi dalam hati*. '*Tapi bukankah ini semua keinginanmu* ? '



Ia memungut kaleng kaleng kosong itu dan membuangnya ke tempat sampah. Ia kemudian merapikan tempat tidur Harvey.



" Ini kan ...hp Harvey.." Virgi mengambil hp Harvey yang sudah hancur berserakan di lantai. Padahal hp itu harganya begitu mahal seharga sebuah sepeda motor baru , namun menjadi korban amukan amarah Harvey. " Pantas saja tidak bisa di hubungi... Hp nya hancur..."



Virgi kemudian membuang hp rusak itu ketempat sampah. Kemudian ia menghampiri Harvey kembali. Ia lalu memapahnya menuju ke tempat tidur. Ia membaringkan Harvey di sana. Melepaskan sepatunya.



Harvey yang sudah teler berat hanya berbaring dengan racau an yang tidak jelas. Entah apa yang di ocehkannya.



Virgi mengambilkan baju ganti dari lemari untuk mengganti baju harvey yang di kenakannya sejak pagi.



Saat hendak mengganti baju Harvey , Harvey menepiskan tangannya dengan kasar . Meski sedang tak sadar , ia menolak saat seseorang akan melepas bajunya. Ia kemudian memeluk guling dengan erat.


__ADS_1


" Jadi kau tidak mau ganti baju ya... Oke... Aku akan pergi sekarang.." ucap Virgi.



Ia bangkit dari ranjang Harvey dan hendak kembali kekamarnya dengan Kyle. Namun suara Harvey menghentikan langkahnya.



" Virgi.... Jangan pergi..."



" Harvey?..." Setengah tak percaya Virgi kembali berbalik . Ia mendekati Harvey kembali. Benarkah ucapan yang di dengarnya barusan.



" Kamu bilang apa Harvey?" Virgi kembali dan bertanya untuk memastikan.



Harvey yang mabuk tak menjawab. Hanya tangannya yang menarik Virgi dan membawanya ke dalam pelukannya.



" Harvey ?" Virgi tak bisa bergerak saat Harvey memeluknya dengan erat.



" Rindu.." racau Harvey.



Mendengar itu mata Virgi langsung sembab. Ia begitu terharu mendengar ucapan Harvey. Meski hanya sekedar ocehan pria mabuk namun hal itu sudah begitu lama ingin di dengarnya dari Harvey yang sangat di cintainya itu.


.


.


Harvey... Apa kau masih mencintaiku...apa kau masih memiliki perasaan padaku...


Tapi ... aku ini kotor...bekas pria lain...Tubuhku sudah pernah di jamah pria lain....


Apa aku ...masih pantas bersanding denganmu...


.


.



Namun saat ia mengingat Alicia. Amarah Virgi kembali membuncah.



" Kau sudah selingkuh dengan Alicia..." Virgi menghapus air matanya.Ia berusaha melepaskan diri dari pelukan Harvey. Harvey nampak ngotot tak ingin melepasnya.


.


.


Kau sudah menyentuh wanita lain...!!


.


.


Virgi menepiskan tangan Harvey dengan kasar dan kemudian bangkit. Ia segera keluar dari kamar Harvey. Dan dengan keras , ia menutup pintu kamar Harvey. Virgi segera masuk ke kamarnya dimana disana Kyle menunggunya sambil duduk di sofa.



" ich dachte, du wurdest heute nacht nicht zuruckkomen..." ucap Kyle.


(kukira kau tidak akan kembali malam ini..)*


Virgi tak tahu apa yang di ucapkan oleh Kyle. Ia hanya berhambur ke pelukan Kyle dan memeluknya erat.



" What happen ? " tanya Kyle menanyakan apa yang terjadi.



" Kyle... "



" Hemm.."



" Love me... Aku hanya ingin di cintai..." ucap Virgi. Kyle sesaat terdiam.

__ADS_1



" du hast geweint ..." ucap Kyle sambil menyentuh kelopak mata Virgi yang masih sedikit memerah.


( kamu habis menangis )*


Virgi tak menjawab. Ia menatap Kyle sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Kyle.



" So...you need my shoulder to cry on..." Kyle kemudian memeluk Virgi. Ia tahu, yang dibutuhkan Virgi adalah tempat untuk melepaskan kesedihannya. Karenanya ia siap menjadi sandaran Virgi.



Virgi menangis sambil memeluk Kyle dengan erat. Sudah lama sekali ia menahan air matanya itu. Sedih karena sikap dingin Harvey padanya. Juga pengkhianatan Harvey dengan Alicia. Namun di hati kecilnya , ia sebenarnya masih begitu dalam mencintai Harvey.



Malam itu tak ada percintaan panas antara Kyle dan Virgi. Kyle hanya memberikan pelukannya untuk menghibur Virgi. Virgi yang kelelahan menangis pun pakhirnya tertidur.



Kyle mengecup lembut keningnya dan kemudian ikut tidur bersamanya. Virgi memilih berada di kamar bersamanya saja sudah membuatnya lega. Ia sempat menduga jika Virgi yang lama di kamar Harvey tidak akan kembali ke kamarnya malam itu. Namun ternyata , Virgi kembali. Ia tersenyum sambil memeluk Virgi dengan erat.


.


.


.


.


.


...----------------...


.


.


.


.


.


.


Keesokan harinya , Harvey yang sudah bangun dari mabuknya bangun. Ia begitu kesal saat mengingat penolakan Virgi tadi malam. Meski ia mabuk, tapi dia masih bisa mengingat saat Virgi menepiskan tangannya dan pergi meninggalkannya.



" Jadi kau lebih meyukai bule itu ya Virgi... Sudah ketagihan kau sama k\*\*\*\*\* bajingan itu... Awas kau Virgi..." Ia melangkah keluar kamarnya dengan marah. Dan kebetulan saat itu , Kyle dan Virgi baru keluar dari kamarnya. Dan sudah memakai baju rapi. Sepertinya mereka hendak traveling lagi.



" Mau kemana? " tanya Harvey.



" Kami mau pergi ke gunung Batur.." jawab Virgi sebiasa mungkin.



" Kau tidak boleh pergi.." cegah Harvey.



" Hah?" Virgi heran dengan Sikap Harvey, Juga Kyle. Tumben Harvey melarangnya .



" Kau sudah cukup bersamanya...Sekarang giliranku... Suami mu bukan hanya dia...aku juga.. Kau juga harus mengurus aku..."



" Apa ?" Virgi begitu terkejut mendengarnya. Harvey meraih tangan Virgi dan memegangnya dengan kuat.



" It' s time you also serve me... your husband is not only him but me too.." Harvey mempertegas nya sekali lagi dengan bahasa inggris agar Kyle mengerti.



" He's just a distruction husband...And I am your real husband !!!" Harvey memberikan kalimat penekanan lugas dan mendefinisikan jika Kyle itu cuma suami selingan. Dan dirinya adalah suaminya yang sebenarnya.



Kyle menatap Harvey dengan tajam. Harga dirinya sebagai pria serasa di injak injak saat Harvey menyebut dirinya cuma sebagai suami selingan.


__ADS_1


" She is MINE !! " Kyle juga tidak mau kalah . Ia meraih tangan kanan Virgi. Sehingga kedua pria itu memegang satu satu tangan kanan dan kiri Virgi. Dan mereka nampak bersikeras dengan keinginannya.Dan mereka tidak mau mengalah satu sama lain.


__ADS_2