
" Katakan...apa kau akan tetap ingin bercerai dariku? " tanya Harvey.
Virgi terdiam. Ia benar benar tersudut. Harvey sama sekali tak memberi pilihan , ia tetap saja tersudut. Cerai ataupun tidak ia tetap tersiksa.
" Cepat... Kesabaranku terbatas " Harvey menekan Virgi dengan kata katanya.
" Tinggalkan Alicia " ucap Virgi kemudian.
" Mau ngelunjak ya ? " tanya Harvey kesal.
" Aku tidak akan bercerai denganmu kalau kau meninggalkan Alicia ..."
" Kau ini... Beraninya mengaturku..." Virgi diam. Harvey terdiam sesaat.
.
.
Kalau di pikir pikir sih... Sepertinya itu memang harus kulakukan... Mama Papa semua mengira aku yang selingkuh dengan Alicia... Meskipun itu benar tapi jika aku tak melakukannya, mereka pasti akan marah padaku lagi... Sebaiknya aku cari aman dulu...
.
.
" Baiklah...aku akan melakukannya..." ucap Harvey kemudian. Virgi ternganga, semudah itu Harvey mau melakukannya.
.
.
Benarkah? Apa Harvey sungguh akan melakukannya?...
.
.
Virgi masih sulit untuk percaya dengan yang di katakan Harvey.
" Sepertinya itu bukan ide buruk , kau sebentar lagi mau melahirkan , jadi aku harus memperhatikanmu...bukan begitu istriku?" ucap Harvey dalam senyumnya.
.
.
Apa dia serius?..Dia sungguh akan melakukannya?
.
.
Virgi masih juga tak percaya.
.
.
Ah...bodohnya aku... Dia tentu akan melakukannya... Agar kedua orang tua kami tak menghajarnya lagi..
Entah dia tulus atau sekedar cari aman saja...
.
.
" Bilang padanya sekarang " kata Virgi menyuruh Harvey menghubungi Alicia.
" Hemmm.... Okeyyy..." Harvey meraih hp nya dan segera menghubungi nomor Alicia.
" Hallo... " Alicia langsung mengangkat panggilannya. Harvey sengaja menggunan
Kan louded speaker agar Virgi bisa turut mendengarnya.
" Ini aku.." ucap Harvey.
" Iya sayang..aku tahu.. Ada apa menghubungiku tengah malam begini?.. Apa kau rindu aku?...Kau mau datang ke apartemenku?" tanya Alicia.
" Aku cuma mau bilang..Aku tak akan menemui mu lagi....kita putus." tegas Harvey langsung.
" Apa??!..Tidak Harvey...aku tidak mau putus ..." tolak Alicia cepat.
" Orang tuaku sudah tahu semuanya...Keluarga istriku juga.. Kau tahu siapa mertuaku kan ? " sahut Harvey.
" Tapi..tapi... Aku mencintaimu Harvey...kita banyak menghabiskan waktu berdua... aku tak akan sanggup hidup tanpamu.."
__ADS_1
" Apa kau mau mendekam di penjara? ...Kau tahu mertuaku bisa melakukan itu kan... Jadi sudahi saja perasaanmu itu...aku tidak mau masuk penjara.. Kau lupakan saja aku.." Harvey berucap dengan dingin seoalah tanpa perasaan sama sekali.
" Harvey..." Alicia pun tersudut dengan keputusan sepihak Harvey itu. Namun ia juga tak berani menentangnya.
Tanpa basa basi lagi , Harvey menuntup panggilan teleponnya.
" Sudah puas? " tanya Harvey sambil menatap pada Virgi yang melihat semua yang dilakukannya.
.
.
Harvey sungguh sungguh berpisah dengan Alicia...Dia serius ingin mempertahankan pernikahan ini??
.
.
" Apa kau mencintaiku? " tanya Virgi.
Mendengar itu Harvey tertawa. " Cinta?..Hihi... Lucu sekali... Kenapa kau masih bertanya... Bukankah kau sudah lihat semua dengan jelas?..Aku meninggalkan Alicia demi kau..." jawab Harvey .
.
.
Ya Tuhan...apa dia benar benar serius ?...Dia memang sudah membuktikannya... Tapi...kenapa aku masih sulit untuk percaya padanya?...aku benar benar masih sangsi dengannya...
.
.
" Besok kau bilang pada kedua orang tuamu.. Kita baikan... Masalah kita sudah selesai... " kata Harvey kemudian. Virgi mengangguk. " Lalu... " Harvey tak melanjutkan kata katanya, namun matanya terlihat nakal memandangi tubuh Virgi dari ujung kepala sampai ujung kaki.
" Mau apa? " tanya Virgi cepat. Ia seolah sudah bisa menebak apa yang ada di kepala Harvey.
" Suami istri itu kalau baikan di mulai dengan berhubungan kan... Kau sudah lama tidak memberikan nafkah batin padaku kan... Jadi aku minta sekarang ya..." ucap Harvey sambil tersenyum.
" A..Aku capek..." Virgi menolak secara tidak langsung.
" Kau minta atau memaksa?... Atau kau ingin mengancam lagi dengan video ku?... Kalau kau sungguh sungguh ingin kita baikan sedikitnya hargai aku... " kata Virgi tetap menolak Harvey.
" Kau ini sulit sekali untuk percaya pada orang ya? " ucap Harvey mencoba bersabar dengan kekeraskepalaan Virgi.
" Kau saja mengikat kedua tanganku seperti ini , bagaimana aku bisa percaya?.."
" Huuufft.... Iya iya aku akan melepasnya.." ucap Harvey sambil mendekati Virgi dan bermaksud melepaskan ikatan tangannya.
Harvey berniat melepas ikatan tangan itu namun saat Virgi bergerak sedikit menggeser tubuhnya , tubuh polos Virgi begitu menggodanya. Apalagi kedua bukit kembar Virgi yang nampak berisi nampak begitu padat dan menggoda hati nya. Ia begitu ingin menyentuh dan memainkan itu dengan kedua tangannya.
" Sayang..."
.
.
Hah ? Sayang ?...Dia memanggilku sayang dengan suara lembut manjanya?.. Tidak seperti panggilan sayang seperti meledekku...
.
.
" Bagaimana ini... Aku benar benar tidak tahan ingin menyentuhmu..." ucap Harvey dengan suara pelan dan memelas . Seolah ia benar benar tak sanggup membendung hasratnya.
.
.
Lagi lagi... Jangan kira aku akan tertipu dengan sikap manja dan lembutmu...Kau itu pemain... Terlalu pintar bersandiwara untuk mendapat semua keinginanmu...
.
.
" Sayaaang... " Harvey menghiba.
.
.
Baru saja mengancam akan menyebar video ku ..sekarang sudah begini... Harvey Harvey....aku tidak akan tertipu lagi...
__ADS_1
Kau ini pasti cuma cari selamat saja dari Papa ku...
.
.
" Kau tahu Harvey...Wanita hamil itu bawaan nya aneh aneh saja... Dan selama hamil ini..aku bawaannya ingin jauh saja darimu...Baumu terlalu menyengat... Kalau kau terlalu dekat aku ingin muntah..." ucap Virgi .
.
.
Cih... Alasan...Kau pintar sekali mencari alasan untuk menghindar Virgi...
Tapi okelah...kali ini aku akan melepaskanmu...Aku harus sedikit mengalah padamu sampai kau bilsng pada orang tua kita, kita sudah baikan...sehingga aku aman dari jeruji besi...
.
.
" Besok sepulang sekolah aku akan mengantarmu ke dokter...Aku ingin menemanimu memeriksakan kandunganmu...ya? " ucap Harvey.
.
.
Kita lihat apa kau akan menepati kata katamu atau tidak, Harvey....
.
.
" Sekalian konsultasi juga , minta obat atau semacamnya...kita kan tidak mungkin berjauhan terus karena bayi itu kan...." Virgi cuma mengangguk melihat sikap sok perhatian Harvey yang justru membuatnya kian ilfil itu.
" Drrrt drrrtt..." Suara Hp Virgi bergetar terdengar . Harvey yang hendak melepas ikatan Virgi menoleh kearah sumber bunyi.
.
.
Celaka....Itu pasti Kyle... Dia sudah bilang akan menghubungiku nanti sepulang kerja....
.
.
Virgi mulai panik saat Harvey mengurungkan niatnya melepas ikatan tangan Virgi dan segera mengambil Hp Virgi yang tergeletak di meja nakas samping tempat tidurnya.
" H...Harvey... I..itu... "
Kegugupan Virgi kian membuat Harvey penasaran. Ia pun kemudian melihat nomor asing tertera di layar Hp Virgi . Dan dari kode negaranya , itu jelas bukan kode nomor Indonesia.
.
.
Hp di mode silent....panggilan telpon tengah malam...Dan Virgi gugup...jangan jangan ini nomor kekasih gelap Virgi??...
Dia punya lelaki lain?
.
.
Harvey kemudian menerima panggilan telpon itu namun dia diam tak menjawab. Fan terdengarlah suara pria di sana.
" Virgi...Honey...aku sudah sampai di rumah...How are you baby?..Are you sleep now, meani frau ?..."
.
.
Ah....sialan... Meski bahasa campur aduk tak karuan ...tapi ini suara bule itu...Ini si Kyle...Kyle sialan itu...
Jadi diam diam mereka berhubungan kembali...
Pantas saja tidak mau ku sentuh...ternyata dia punya PIL...
.
.
Ekspresi wajah Harvey langsung berubah. Ia yang tadinya tampak baik baik saja kini menatap Virgi dengan penuh kemarahan.
.
.
Jadi...dia sudah siap bercerai denganku karena ada pria lain....Beraninya dia selingkuh dari ku !!
.
.
Harvey meletakkan ponsel itu kembali ke meja , dan dengan penuh kemarahan ia mendatangi Virgi.
" Beraninya kau...." ucapnya kesal.
" H..Harvey... a...aku... " Virgi panik.
__ADS_1