
" Mama Papa aku mau bilang sesuatu pada kalian " ucap Virgi pada kedua orang tua dan mertuanya. Mereka kemudian menatap pada Virgi yang nampak berwajah serius.
" Ada apa Virgi sayang? Apa kau ingin sesuatu?" tanya Mama Harvey.
" Kau ngidam??..Ah sudah lama Mama ingin mendengar kau bilang ngidam menginginkan sesuatu..." ucap Mamanya turut bergembira.
" Katakan Virgi...Apapun yang kau inginkan akan kami berikan .. Buah..makanan..atau benda...Kami pasti akan memberikannya.." tambah Papa Harvey.
" Mungkin dia ingin punya rumah sendiri...tenang saja Virgi kalau rumah, mobil dan seisinya kami juga sudah mempersiapkannya dan kami berniat memberikannya padamu saat bayinya lahir nanti..."
Virgi menatap satu persatu wajah orang tua dan mertuanya. Padahal mereka dulu saling benci saling bersikap buruk dan bersikeras menolak hubungan cintanya dengan Harvey. Kini mereka semua berubah baik dan nampak bahagia dengan kehadiran calon cucu mereka.
.
.
Naif sekali.... Cuma karena bayi yang tidak jelas siapa ayahnya ini mereka bisa berubah 360 derajat... Bagaimana seandainya mereka tahu jika anak ini mungkin bukan keturunan mereka...Apa mereka masih bisa bersikap seperti ini?
.
.
" Aku mau bercerai dari Harvey " ucap Virgi tanpa basa basi.
Kedua orang tua dan mertuanya nampak bengong seakan tak percaya mendengarnya. Mereka langsung terdiam dengan ekspresi kaget.
" Jangan bercanda Virgi... " ucap Mama Virgi kemudian sambil menutupi rasa tak percayanya.
" Aku serius Ma...Aku ingin bercerai dari Harvey " Virgi mengulang keputusannya.
Mendengar dua kali kalimat itu di ucapkan Virgi , kedua orang tua mereka mulai yakin jika Virgi benar benar serius.
" V...Virgi...apa itu benar..? " tanya Mama mertuanya.
Saat itu Harvey langsung datang dan berhambur merengkuh pinggang Virgi dengan erat.
" Kau..." Virgi menoleh pada Harvey yang pasti ingin menghentikan niatannya.
" Enggak Ma..Pa....Virgi cuma bercanda...Itu tidak benar " bantah Harvey.
" Cerai...aku mau cerai darimu " ucap Virgi.
" Tenangkan dirimu dulu sayang...Kita bicarakan semua dengan baik baik.."
Kedua orang tua mereka tampak kebingungan. Yang satu mau bercerai dan yang satunya lagi mengatakan tidak.
" Aku pusing Pa.." keluh Mama Virgi pusing dengan sikap anak dan menantunya.
__ADS_1
" T...tadi kami bertengkar sedikit Ma.. Ga tau kesambet setan dari mana dia langsung minta cerai..." Tutur Harvey.
" Semua masalah itu harus di pecahkan dengan kepala dingin Nak...Bicarakan berdua dulu jangan menuruti emosi yang nantinya akan merugikan diri kalian berdua. ..." Papa Virgi pun menasehati.
" Pikirkan juga bayi kalian...apa kalian tidak kasihan padanya jika kalian berpisah? " Papa Harvey turut membujuk untuk menurunkan emosi Virgi.
" Bayi ini mungkin juga bukan anak...." Belum sempat Virgi menyelesaikan kata katanya , Harvey dengan cepat menutup mulut Virgi dengan jemari tangannya.
" Pokoknya tidak...aku tidak mau bercerai denganmu..." tegas Harvey.
" Virgi... Tenangkan dirimu dulu...Jangan menuruti emosi ya sayang.." ucap Mama Harvey pula.
" Maaf Ma...keputusanku sudah bulat.."
" Jangan begini sayang..." bujuk Mama Harvey.
" Harvey... Apa yang kau lakukan sampai Virgi begini.." Papa Harvey mulai ingin tahu permasalahan mereka. Harvey terdiam. " Virgi , katakan pada Papa..Harvey sudah berbuat apa.."
" Dia..." Virgi nampak ragu. Ia menatap Harvey yang tampak mulai gugup. Seperti ketakukan jika keburukannya terbongkar. " Papa tanya Harvey saja "
" Harvey..." Tatapan tajam Kedua orang tua mereka beralih pada Harvey . Keringat dingin mulai keluar di dahinya.
" Harvey ! " Panggil Papanya dengan wajah serius yang membuat nyalinya kian menciut.
" A...aku...aku khilaf Pa...Aku mengaku salah..Dan aku juga meminta maaf...Aku janji tidak akan mengulanginya.." ucap Harvey sambil menunduk.
" Kau punya wanita lain? " Tebak Mamanya .
" ...." Harvey tak menjawab . Ia cuma menunduk. Orang tua mereka ternganga dengan tebakan Mama Harvey itu. Harvey yang tak menyangkalnya membuat mereka lemas seketikan.
" Oh..tidak..." ucap Mama Harvey sambil terduduk di kursi. Ia sungguh tak menyangka di pernikahan putranya yang baru seumur jagung itu, putranya sudah membuat kesalahan fatal. Dan itu begitu membuat mereka semua shock. Terutama Mama Harvey sendiri.
Virgi pun hanya terdiam dengan menatap dingin pada Harvey.
.
.
Itu belum semuanya Mama Papa....Jika kalian tahu semuanya...kalian pasti kena serangan jantung...
.
.
" Maaf...Acaranya di lanjutkan sekarang atau nanti...Sekarang waktunya berbagi santunan sebelum acaranya di tutup..." ucap Salah satu pembantu keluarga Virgi yang mengingatkan jika acara hajatan mereka masih belum usai.
__ADS_1
" Harvey...Virgi...Bisakah kalian membagikan amplob itu pada mereka...aku lemas sekarang..." ucap Mama Virgi yang masih shock . Juga Mama Harvey. Ia lebih terpukul karena anaknya lah yang membuat kesalahan dan kini istrinya meminta cerai.
Papa Harvey dan Papa Virgi tak kalah shock. Mereka sampai terdiam karena merasa tak enak dengan sesama besannya.
" Iya.." jawab Harvey .
" Aku mau kembali ke kamar " Virgi memilih pergi daripada harus berbasa basi pada tamu mereka bersama Harvey.
Akhirnya Harvey pun keluar ke depan seorang diri. Sedang Virgi kembali ke kamarnya. Kedua orang tua mereka saling berpandangan .
" Sekarang apa yang harus kita lakukan..." tanya Mama Virgi pada suaminya. Mereka pun kemudian menatap besan mereka yang tampak menunduk dengan rasa malu dan rasa bersalah yang begitu besar.
" Kami benar benar tidak tahu harus mengatakan apa...Kami malu dengan yang sudah di lakukan putra kami...Jadi kami serahkan semua pada kalian saja.." ucap Papa Harvey.
" Virgi sedang hamil lo...cucu kita...apa kita tidak coba menbujuk dia dulu...kasihan dia dan bayinya.." ucap Mama Harvey.
Papa Virgi menghela nafas panjang. Ucapan besannya itu memang benar. Namun ia berpikiran lain. Dulu Virgi begitu mencintai Harvey, sampai sampai menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Tapi kini ia yang meminta cerai meski sedang berbadan dua, dan itu membuatnya heran. Orang yang begitu cinta mati pada suaminya kenapa sampai bisa meminta cerai...apakah karena sudah tidak tahan atau tidak sanggup menjalani pernikahan mereka lagi. Ia berpikir secara kritis.
" Nanti kalau acaranya sudah selesai , kita coba tanya dulu pada Harvey . Aku ingin tahu semuanya dengan jelas..." Ia sebagai seorang pengacara tentu memiliki intuisi tajam. Dan ia harus mencari tahu semua dengan detail. Ia hanya takut jika mungkin putrinya mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Ia sungguh tak akan mengampuni Harvey jika itu benar terjadi.
' DEG ' Kedua orang tua Harvey tertohok. Dulu mereka sudah pernah di ancam akan memenjarakan Harvey , kini jika jelas Harvey bersalah bukan tidak mungkin Harvey benar benar akan mendekam di balik jeruji besi. Karena sepak terjang pengacara besannya itu sudah begitu di kenalnya. Ia bukan tipe pengacara yang mudah di bujuk dengan uang.
.
.
.
.
.
.
Sementara Virgi di kamarnya , ia segera mengambil hp nya yang ketika ia masuk kamar sudah terdengar ringtone nya . Ia melihat ada beberapa kali panggilan misscall dari nomor tak.di kenal. Dan kodenya seperti bukan kode nomor Indonesia.
" Halo..." Virgi mengangkat panggilan tersebut.
" Hallo...hallo..hi... Is that you Virgi? Virginia?..." Dan sebuah suara yang begitu asing terdengar. Memang asing dengan aksen bahasa inggris yang medok karena logat asli dan intonasi berbeda.
( halo...apakah itu kamu Virgi?)*
" Who? " tanya Virgi singkat karena ia tak begitu bisa berbahasa asing. Ia hanya mengucal kata Siapa untuk bertanya pada orang yang menghubunginya itu.
" Ini a..ku ..suami mu...Kyle Ethan " suara yang sedikit kaku dengan bahasa Indinesia itu mengungkapkan siapa dirinya.
Virgi ternganga. Ia benar benar terkejut mendengarnya. Benarkah itu Kyle?....Suami keduanya??
" Kyle??" tanya Virgi tak percaya dengan mata berkaca .
__ADS_1
" Oh my God...Its really you...." ucap Kyle .