Wanita Dengan 2 Suami

Wanita Dengan 2 Suami
20. TERLUKA


__ADS_3

Harvey yang ia kenal selalu lembut dan baik tidak pernah menyakiti wanita apalagi mencekik lehernya. Namun melihat wajah marah nya saat ini, dengan kecemburuan yang membuncah , Virgi hanya bisa pasrah.


.


.


.


Kalau kau mau membunuh ku ...bunuh saja Harvey...aku rela mati di tanganmu....


Kukira kau yang menodai cinta kita... Tapi ternyata justru aku...Aku memang bodoh...kenapa waktu itu menuruti emosi mau menikah dengan Kyle...


Aku ini kotor... Sudah di sentuh pria lain...


Tidak pantas hidup...


.


.


Virgi tak mengeluh lagi meski ia merasa sesak dan sakit karena Harvey mencekik lehernya. Ia memejamkam mata dengan air mata yang bergulir.



Harvey yang mengerti jika Virgi sudah tak peduli dengan hidup matinya mulai mengendurkan cengkeraman nya ke leher Virgi.



" Kau tak boleh mati secepat ini Virgi... Kau belum merasakan bagaimana sakit hatiku saat kau bohongi... Kau harus menderita dulu sampai aku puas...." ucap Harvey.



" Hoh...." Virgi baru bisa bernafas lega setelah Harvey melepaskan tangannya dari leher nya. Ia membuka matanya lebar lebar saat Harvey langsung menerjang tubuhnya. Tanpa ada basa basi, ciuman pembuka atau kata kata manis seperti dulu kala. Harvey memaksakan persatuan mereka.



' Harvey...' Virgi menahan ngilu saat Harvey mengguncang tubuhnya. Ia menerobos masuk dengan kasar . Dan kemudian mulai memainkannya dengan keras.



" Ah...." Di tengah permainan kasar Harvey , Virgi tak memungkiri jika ia juga merasakan kenikmatan. Dan dengan spontan suaranya pun keluar.



' Lihat aku Virgi... Aku juga tak kalah hebat dari bule itu kan... Lihat siapa diantara kami yang lebih bisa memuaskanmu...' batin Harvey.



Harvey terus menggoyangkan pinggungnya dengan keras. Ia juga memeluk tubuh Virgi dan memberikan ciumannya sembari meneruskan aksinya.


.


.


Aku lebih muda dari bule itu... Aku pasti lebih hebat darinya...


Stamina ku pasti lebih darinya...


.


.


Virgi membalas ciuman Harvey dan memeluknya pula. Ia menyentuh wajah Harvey dengan lembut . Semudah itu ia memaafkan Harvey yang hampir membunuhnya tadi. Ia membalas perlakuan Harvey dengan cinta tulusnya.


.


.


Betapa lama aku merindukan sentuhanmu Harvey... Kau yang paling ku inginkan.. Aku ingin bahagia denganmu.. Ingin membahagiakanmu...


Jika kau mau seperti ini , seharusnya tidak ada Kyle di antara kita ...


Cukup kau memaafkan salahku dan kita akan berbahagia ...


Lalu jika semua sudah terlanjur kacau seperti ini bagaimana...


.


.


" Virgi...." Harvey menyebut nama Virgi setelah cukup lama ia mencangkul sawahnya. Puluhan menit berlalu dan peluh mulai membanjir keluar dari tubuh mereka. ekspresi Harvey seperti menahan sesuatu yang hampir meledak.



' Oh tidak... Harvey akan \*\*\*\*\*\*\*...' Virgi nampak panik.


__ADS_1


" Jangan di dalam... Keluarkan di luar.." ucap Virgi cepat sebelum Harvey memuntahkannya. " Jangan di dalam....."



" Aaargh.." Harvey memeluk erat Virgi saat lava panas itu mengalir keluar. Namun ia tak mau menarik kepemilikannya dan justru menumpahkan semuanya di dalam. Seperti dulu , Harvey justru kian merapatkan tubuhnya sedalam mungkin sambil menikmati sensasi hebat yang dirasakan seluruh tubuhnya itu.


.


.


Ah gila... Ini gila... Setelah semua kegilaanku ....Virgi tetap candu ku... Dia tetap surga ku....


.


.


Harvey melemah dengan nafas ngos ngosan , Ia kemudian memeluk Virgi dan mengecup kening, kedua pipinya dan juga bibirnya. Di tengah samudra kenikmatan yang di rasakannya ia seolah lupa akan masalah mereka. Hanya ingin mencintai saja.



' *Ah...sudahlah.... Terserah Harvey saja..Aku tidak tahu lagi*....'



Virgi memejamkan matanya.


.


.


.


.


.


.


Harvey terdiam sambil menatap wajah Virgi yang tertidur di sebelahnya. Ia berbaring untuk melepas lelah setelah berkali kali melakukan aktifitas bercinta dengan Virgi. Ia tadi melepaskan semua hasrat terpendamnya selama ini karena cukup lama berpuasa. Sejak pertengkaran mereka dulu. Ia benar benar puas , hasratnya kini telah tersalurkan.


.


.


Ternyata benar kata orang... Wanita itu elastis...Setelah di pakai dia kembali merapat ... Jalan milikku aman.... Masih jalan semut bukan jalan tol.. Semut api... Menggigit geli.... Hehe


.


.


.


.


Sial... Baru saja selesai ...dia sudah bangun lagi...benar benar deh si jaguar ini...


Mumpung dia masih tidur...apa gas saja?


.


.


.


.


.


" Harvey ..." ucap Virgi yang terbangun saat ia merasakan sesuatu di bawah selimut .



" Nikmati saja..." bisik Harvey pelan di telinganya.


.


.


Ya ampun.... Sampai kapan ini... Kenapa dari tadi belum cukup....


Harvey Harvey....


.


.


Virgi hanya bisa pasrah dengan kehendak Harvey. Ia hanya memejamkan matanya saja saat Harvey melanjutkan aksinya.

__ADS_1


...****************...


.


.


.


.


.


Harvey tertidur karena kelelahan . Bagaimana tidak , sedari pagi ia hanya bercinta dengan Virgi. Ia mengulangnya berkali kali seharian. Mereka hanya berhenti sebentar untuk makan dengan room servis. Kemudian mengulangnya lagi. Main ,tidur, bangun, main lagi. Harvey seolah tak punya rasa capek.


Sama saja dengan saat ia bersama Kyle. Ia juga tak mau berhenti jika sudah melakukan aktifitas bercinta. Hanya bedanya , Kyle cuma mengajaknya bercinta di malam hari. Pagi dan siangnya mereka lebih suka jalan jalan dan traveling dan mencoba beraneka ragam kuliner.



Tak jarang pula , mereka berbelanja. Kyle membelikan barang seperti baju, tas, sepatu untuk Virgi.



Virgi tak pernah meminta ini itu. Virgi bukan tipe orang yang suka memanfaatkan kesempatan dengan meminta barang mahal dan bernilai. Bagi Virgi, kebersamaan mereka yang singkat terlalu berharga. Tinggal beberapa hari saja, Kyle akan kembali ke Jerman. Sehingga mereka lebih mementingkan quality time.



" Aduuh..." Virgi merasakan tubuhnya terasa remuk redam. Ia terlalu lelah dengan aktifitas bercinta tanpa henti Harvey.



' Krucuk krucuk..'



Virgi menyambar piyama. Ia lalu segera bangkit. Perutnya terasa lapar karena seharian cuma makan 1x saat siang bersama Harvey. Dan ini sudah menjelang malam. Pukul 20.00. Ia ingin makan malam. Namun ia tidak ingin makan di kamar Harvey.Ia ingin turun ke restoran dan memilih sendiri menu makanannya.



Virgi melangkah keluar dari kamar Harvey menuju ke kamarnya dengan Kyle. Ia hendak berganti baju dulu baru ke restoran.



" Virgi " Kyle yang tiduran di sofa sambil menonton Tv langsung bangkit saat melihat kedatangan Virgi. Ia menyambutnya dengan senyum.



" Kyle..."



" Im so miss you..." Kyle memeluk Virgi.


.


.


Kyle.... Kau begitu merindukan ku?


.


.


.


Kyle memeluk Virgi erat . Kyle masih mengenakan setelan baju yang sama seperti yang di kenakannya tadi pagi saat hendak pergi dengannya.


Virgi tersentak saat ingat jika ia belum mandi dan seharian berpeluh keringat dengan Harvey. Keringatnya dan Harvey menempel di tubuhnya. Juga semburan lava Harvey yang tadi juga sempat di muntahkan di wajah dan tubuhnya juga selain di rahimnya.



" Jangan memelukku..." Virgi mendorong tubuh Kyle menjauh. Ia tak ingin Kyle mencium aroma itu . Ia bahkan tak ingin Kyle tahu , ia seharian bercinta dengan Harvey.



" Why..." Kyle bertanya mengapa Virgi menjauh darinya.



" Tidak...tidak Kyle...jangan memelukku..." ucap Virgi.



Kyle terdiam sambil menatap Virgi dengan wajah menghiba. Pandangannya menyorotkan rasa sedih dan kekecewaan. Juga terluka dengan sikap Virgi.



" You don ' t love me anymore?" tanya Kyle dengan ekpresi kesedihannya.

__ADS_1


__ADS_2