
" Pergi... cepat pergi " Virgi memberi isyarat dengan tangannya agar Kyle segera pergi. Namun Kyle belum juga beranjak.
" Jadi kau sudah punya pria lain ya.... padahal belum juga bercerai... " ucap Harvey dengan wajah kesal.
" Tidak... bukan... dia cuma sepupu Sidney... tadi kami kebetulan bertemu di taman.. " tutur Virgi.
" Sidney?... " Harvey sedikit terkejut saat nama mantan kekasihnya di sebut. Sidney kekasihnya dulu memang blesteran, tapi pria di depannya ini real bule asli. Kemungkinan dia memang saudara jauh Sidney meski ia tak mengenalnya.
" Percayalah Harvey.... aku bicara jujur kali ini... kumohon Harvey jangan ceraikan aku.. aku tidak akan berbohong padamu lagi... " Virgi memohon agar Harvey mau memaafkannya dan tetap bersamanya.
Harvey terdiam sesaat. Sepertinya jika ia bersikeras dengan keputusan bercerainya, Virgi tidak akan pernah setuju. Sedang dalam hatinya ia sudah benar benar tak ingin menjalani kehidupan rumah tangga lagi dengan Virgi yang sudah cacat nilainya dimata Harvey.
Tiba tiba sebuah ide gila terlintas di benaknya. Ia yakin Virgi pasti bakal menolaknya dan lebih memilih bercerai. Sehingga ia tak perlu repot repot memaksa Virgi setuju . Kata cerai pasti akan di minta sendiri oleh Virgi.
" Baiklah Virgi... aku tidak akan menceraikan mu... " ucap Harvey.
" Harvey!!! Yang benar saja... " sahut Alicia cepat mengatakan protesnya. Harvey mengabaikan Alicia dan melanjutkan ucapannya.
" Tapi aku punya satu syarat untukmu... "
" Apa Harvey.... katakan... jangankan satu, seribu syarat pun aku mau asal kita tidak bercerai " ucap Virgi cepat.
" Harvey!!! " Alicia kian kesal.
.
.
Jangan jangan Harvey masih mencintai penipu ini... Bisa gawat kalau mereka batal bercerai... Bagaimana hubunganku dengan Harvey nanti...?
Alicia mulai cemas.
.
.
" Karena kau bilang kau sedang hamil, jadi kau harus benar benar hamil Virgi... Kau akan memberikan cucu pada orang tua kita... Tapi dengan DIA... "
" Apa???!!!! " Virgi dan Alicia begitu terkejut mendengar persyaratan yang diminta Harvey itu. Terutama
" Aku tidak mau menyentuhmu lagi... Jadi biar orang lain yang menghamili mu.... Kalau kau ingin rahasiamu tetap aman... Lahirkan anak pria itu... Orang tua ku hanya ingin cucu.... Asal kau yang melahirkannya mereka akan menerimanya dengan senang hati.... "
.
.
GILA... INI BENAR BENAR GILA.... kalau seperti ini sih, Sama saja menyuruh Gadis bodoh itu mundur...Dia pasti yang akan minta berpisah sendiri dari Harvey....Harvey memang pintar...
.
.
.
.
Virgi begitu tersudut dengan desakan Harvey. Ia tahu pasti Harvey pasti melakukan itu untuk membuatnya mundur . Namun tekad bulat Virgi yang tidak ingin berpisah dengan suaminya, ia pun nekad membuat keputusan gilanya.
" Baik Harvey... AKU MAU!! " keputusan Virgi itu membuat Harvey yang kini balik tercengang. Ia sampai bengong dan kehabisan kata. Ia benar benar tak menyangka jika Virgi akan senekat itu.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
Singkat kata, setelah Virgi menyetujui ide gila Harvey itu, Harvey Virgi Alicia dan juga Kyle pergi ke hotel tempat Kyle menginap. Kyle menyewa sebuah Villa khusus untuk dirinya selama berlibur ke negara asing itu.
Dengan di bantu pengurus hotel mereka mencarikan penghulu untuk menikahkan Virgi dengan Kyle secara agama. Hanya sebuah pernikahan siri sederhana. Diawali membaca doa kemudian Kyle di suruh mengucapkan ikrar nya dalam bahasa asing karena ia tidak bisa berbahasa Indonesia.
" Wali pihak wanita... " ucap penghulu meminta wali agar pernikahan nya sah .
Harvey mengangkat tangannya. Ia menjadi wali dari pihak Virgi. Penghulu mengira Harvey adalah kakak atau adik laki laki dari pihak Virgi.
" Saksi... "
Beberapa orang pegawai hotel dan juga Alicia menjadi saksi.
" Mahar... "
" Dowry... " Alicia memberitahu Kyle tentang Mas kawin yang akan di berikan nya pada mempelainya.
" 2023 Euro " Kyle menyebut jumlah mata uang itu, ia sengaja memberi mas kawin seperti tahun pertemuan nya dengan Virgi. Sebuah nilai yang cukup fantastis mengingat pernikahan mereka itu begitu mendadak.
Virgi menitikkan air mata saat Penghulu membacakan doa saat ia dan Kyle berada di bawah satu tudung sama. Ia menoleh pada Harvey.
Harvey nampak acuh. Sama seperti tadi malam saat ia bertanya pada nya.
" Harvey... aku tidak mau... aku tidak mau menikah dengan Pria bule itu... aku ini istrimu... Kita sudah menikah... kenapa aku harus menikah lagi dengan pria asing yang bahkan tidak ku kenal.. " Setelah memikirkan ulang keputusannya, Virgi berubah pikiran. Ia tidak mau menikah dengan Kyle. Apalagi jika harus hamil anaknya.
" Harvey.... "
" Kau harus hamil... jika tak ingin bercerai.. " jawab Harvey .
" Aku hanya ingin hamil anakmu... bukan anak pria lain... "
" Aku tidak mau menyentuh penipu sepertimu lagi... " jawab Harvey dingin.
" Harvey... " Virgi mulai menitikkan air matanya.
" Sudahlah....tidak usah banyak drama lagi...Bukankah itu menyenangkan... bisa bercinta dengan pria asing... Mereka mahir di ranjang.. Pasti bisa lebih memuaskanmu... " ledek Harvey.
__ADS_1
" Harvey... yang aku mau cuma kamu... "
" Bullshit.... "
" Harvey... kumohon batalkan ide gilamu itu... "
" Konyol... Tadi saja kau langsung bilang setuju mau menikah dengan dia kenapa sekarang mengemis ngemis minta di batalkan... Sudah... lanjutkan saja... Aku tidak peduli kau tidur dengan siapa... yang penting kau harus hamil... Kau harus mewujudkan kebohongan mu menjadi sebuah kenyataan....Mama dan Papa harus menerima cucu nya...Meski bukan anakku tapi seorang bayi harus hadir jika kau tidak ingin bercerai denganku. Titik!!!! "
" Harvey.... aku tidak mau melakukannya... aku cuma ingin melakukan itu denganmu... "
" Jangan merengek lagi... aku muak mendengarnya... pokoknya kau harus hamil... Terserah kau memilih menikah atau kumpul kebo ... pokoknya kau harus hamil... Nikmati saja buah dari kebohongan mu.... " Harvey benar benar sudah mematikan hati nuraninya. Ia cuma ingin membalas Virgi dengan memberi nya siksaan batin.
Rasa sakit hati dan kecewa di hatinya pada Virgi sudah berakar dalam. Hingga ia mengabaikan semuanya. Ia hanya ingin sakit hatinya terbalaskan pada Virgi. Kemarahan dan kebencian atas semua yang di lakukan Virgi telah membutakan matanya. Ia mematikan semua rasa belas kasih tanpa tersisa sedikitpun di hatinya.
" Sah.... " suara para saksi terdengar jelas begitu penghulu usai menikahkan mereka..
" Sekarang kalian telah sah sebagai pasangan suami istri.....Sudah Halal " ucap penghulu tersebut.
Virgi hanya bisa melinangkan air matanya sambil menoleh pada Harvey yang mengacuhkannya. Harvey malah asyik ber\_haha hihi dengan Alicia yang nampak puas melihat proses pernikahan Virgi dan Kyle. Ia nampak senang karena Harvey akan terbebas jauh dari Virgi dan kembali merajut cinta yang dulu sempat berakhir saat Harvey menikahi Virgi.
.
.
.
.
.
.
.
" Malam ini aku akan menginap di villa ini dengan mereka.... Kau pulang saja... " ucap Harvey pada Alicia.
" Harvey... aku akan menemanimu.... "
" Tidak usah... Kau pergi saja. Ini tidak ada urusannya lagi dengan mu..."
" Tapi... " Alicia hendak menyangkal
" PULANG!!!! " ucap Harvey dengan ekspresi marah dan suara cukup keras.
Mau tak mau, Alicia pyn menuruti kata kata Harvey. Ia tidak ingin dibenci oleh Harvey seperti Virgi.
.
.
.
.
Setelah semua orang pergi, kini yang tersisa di villa tersebut hanya Harvey, Kyle dan Virgi. Mereka saling berpandangan.
" Make her pregnant... " kata Harvey pada Kyle.
" Are you sure? ..... You both seems really care each others.. " ucap Kyle.
__ADS_1
" Thats not your problem...Just do it.... " ucap Harvey. Ia kemudian melangkah pergi menuju ke sebuah kamar lain. Sedang Virgi dan Kyle memasuki kamar lain untuk melaksanakan malam pertama pernikahan mereka.