
" Berhenti di sini " ucap Harvey menghentikan taksi di depan sebuah rumah kos yang cukup besar dan nampak elit yang bertuliskan kos khusus putri . Harvey kemudian turun dengan membawa paper bag berisi tas dan kalung tadi.
" Harvey... " Harvey mengabaikan panggilan Virgi dan melangkah keluar menuju pintu masuk rumah kos tersebut yang tak lama kemudian keluarlah 2 orang gadis dengan wajah penuh senyum .
I..itu kan Alicia dan Sari...
Virgi mengenali 2 mantan teman sekelasnya dulu itu. Ia memang tak tahu di mana rumah mereka tapi menurut cerita Harvey Alicia adalah putri pemilik hotel , jadi kemungkinan ia sedang main ke tempat kos temannya Sari.
Harvey terlihat menghampiri mereka dengan senyum dan menyerahkan paper bag tersebut. Alicia tampak sumringah dan langsung memeluk Harvey. Harvey pun tersenyum dan membalas pelukannya.
" Dia selingkuh Non...." ucap sopir taksi itu.
Virgi dengan mata berkaca kaca melihat dengan pedih pemandangan menyesakkan itu. Ia benar benat sakit hati melihat nya. Rasanya sungguh menyakitkan melihat orang yang dicintai berpelukan mesra dengan wanita lain.
Harvey....Kau kejam...kau sungguh tega menyakiti hati ku...
Satu kesalahan ku saja bisa membuatmu berubah jadi setega ini pada ku...
Di mana hati mu...Di mana cintamu padaku dulu...
Kenapa semudah itu semua hilang..
Virgi menangis pilu. Ia mulai terisak. Ia hanya bisa melakukan itu saja karena jika ia marah dan melabrak mereka , Harvey pasti akan minta cerai. Dan itu sangat di takutkannya.
Harvey melambaikan tangan pada Alicia dan kembali masuk ke mobil . Dan begitu masuk , ia melihat Virgi menangis dan menutupi wajahnya.
Haha... Nangis kan... Sakit hati juga dia... Rasakan... Buah dari kebohonganmu ...
Ini masih berlanjut Virgi...tunggu saja...
Harvey tersenyum dan kemudian duduk di sebelah Virgi. Ia lalu menyuruh sopir itu untuk langsung mengantar mereka ke rumah Harvey.
Sesampainya di sana , Mama nya menyambut bersama pembantu yang langsung membawakan barang barang mereka.
" Selamat datang kembali di rumah Harvey..Virgi..." ucap Mamanya sambil memeluk mereka bergantian.
" Loh...Virgi..kamu menangis..kenapa? " tanya mertuanya.
" Bawaan hamil Ma..." sahut Harvey sambil tersenyum. Virgi sesaat sempat melirik Harvey yang nampak meledeknya.
" Ya ampun...Cucuku... Kenapa membuat Mamanya nangis... Kamu tidak enak badan ya Virgi... Cepat istirahat sana...biar Mama suruh buatkan minuman hangat untuk mu.." Mama mertuanya begitu mengkhawatirkan Virgi.
Sedang Harvey tertawa kecil . Lagi lagi seperti meledek Virgi. Harvey kemudian masuk ke rumah lebih dulu sambil cengengesan.
" Hati hati Virgi , kamu harus jaga kondisi ... " Ucap Mama mertuanya.
" Iya Ma.." Virgi mengangguk.
Virgi kemudian masuk ke kamarnya dengan Harvey. Pembantu di rumah tersebut tidak menyiapkan kamar lain sehingga mereka tidak tidur terpisah. Melihat Virgi masuk ke kamarnya, Harvey nampak acuh saja. Ia seperti sudah tahu, jika Virgi akan tidur di sana.
" Iya sayang...Maaf.. Habis mau gimana lagi... Mama ku pasti ngomel kalau aku tidak cepat pulang... Lain kali saja aku ke rumahmu... Atau kita ketemu di cafe tempat kita nongkrong... Tapi hari ini tidak bisa dulu... Aku capek...Mau istirahat..." Harvey ternyata sedang asyik bertelponan dengan Alicia . Dan ia juga tak sungkan melakukan itu meski di depan Virgi lagi. Ia memang sengaja ingin membuat Virgi kesal.
Kalau aku marah...Harvey pasti akan senang... Seperti tadi...dia tahu aku menangis, dia malah tertawa...
__ADS_1
Baiklah Harvey.... Aku akan mengacuhkanmu...
Lakukan semua sesukamu...asal kau tetap di sisiku...
Virgi yang kecapekan dari perjalanan pun akhirnya berbaring di tempat tidur. Ia acuhkan Harvey yang sedang bertelpon mesra dengan kekasihnya itu. Ia sudah tidak punya energi lagi jika harus ribut dengan Harvey.
Harvey heran , ia melirik Virgi yang nampak tak peduli meski ia bercumbu rayu di telpon dengan Alicia.
Dia tidak cemburu lagi?...Tidak menangis?...
Harvey kemudian duduk di tepi ranjang tempat Vurgi tiduran , ia bahkan sengaja mengeraskan suaranya yang memanggil Alicia dengan mesra namun Virgi justru berbalik dan memeluk guling. Ia memejamkan matanya.
' Yakin tidak cemburu?' batin Harvey bertanya tanya.
Saat berkumpul makan malam dengan Mama dan Papa Harvey , Harvey nampak ceria. Ia sedikit bercerita hari hari yang di laluinya saat di Bali. Namun Virgi nampak tenang dan diam. ia hanya makan dengan sekali kali menjawab pertanyaan mertuanya dengan anggukan.
Sesuai makan malam Virgi segera kembali ke kamar. Ia mengambil hp nya dan menemukan sebuah pesan dari Kyle.
' Virgi....Good bye...' ucap Kyle berpamitan pada Virgi dengan mengirim sebuah foto saat ia sedang di bandara.
' Virgi.... Kamu adalah wanita terindah yang pernah ku temui... Semoga kau bahagia selalu... Tersenyumlah...Karena senyummu begitu indah. You are the most beautifull girl ...My wife...Ich liebe dich...'
Kyle mengirim pesan dengan banyak kata bercampur dengan beberapa bahasa. Virgi menduga, Kyle mungkin menggunakan beberapa dari g translate yang di pelajarinya.
Kyle....Kau juga punya ruang tersendiri di hatiku... Kau baik...perhatian... dan selalu lembut pada ku... Kau bahkan jauh lebih baik dari Harvey...
Tapi pertemuan kita terlambat... Aku ini istri sah orang lain... Bersamamu itu tak mungkin...
Aku memang bodoh melepaskan pria sebaik dirimu... Kau pria langka yang begitu istimewa...
Mungkin aku akan menyesali pilihanku ini kelak...
Aku hanya bisa berdoa... Semoga kau juga bisa hidup dengan bahagia dengan seseorang di sana...
Virgi memilih tak membalas pesan Kyle . Ia justru membuka galeri hp nya dan melihat kembali foto foto kebersamaannya dengan Kyle di banyak tempat . Mereka berfoto mesra dan saling bergandengan tangan. Kyle seolah tak ingin berpisah dengan Virgi. Semakin hari semakin lama di mulai hari pertama saat mereka bersama hingga beberapa hari berdua dengan Virgi, Kyle nampak semakin menyayanginya. Kyle benar benar menganggap Virgi seperti istrinya sendiri.
Harvey masuk ke kamar itu. Ia kemudian segera berganti baju dengan piyama . Ia melihat Virgi sudah tiduran pula di sana sambil memandangi hp.
Harvey naik ke ranjang , ia lihat Virgi sudah tertidur sambil memegang hp yang tengah menyala cahayanya seperti sedang melihat video. Betapa kesal hati Harvey , saat melihat ke hp Virgi yang menampilkan gambar dirinya bersama Kyle tampak mesra.
" Bangun! " ucap Harvey kesal. Ia membangunkan Virgi yang sedang tertidur.
Perlahan Virgi membuka matanya. Ia melihat Harvey dengan wajah marah.
" Harvey..."
" Orang nya sudah pergi kau masih terkenang dengannya... " ucap Harvey kesal.
" Apa sih ..." tanya Virgi tak mengerti.
" Ini apa? ! " tanya Harvey sambil merebut hp Virgi dari tangannya. Dan menunjukkan Video yang tengah berjalan itu.
__ADS_1
" Yang sudah pergi biarkan pergi....Dia cuma selingan....Tidak perlu di ingat lagi..."
Tidak usah di bilangi aku juga pasti akan melakukannya Harvey.... Batin Virgi.
" Bikin kesal saja..." ucap Harvey sambil melempar hp Virgi ke lantai dengan keras hingga ho iti hancur berserakan. Virgi langsung bangun dan duduk menghadap Harvey.
" Harvey.. Itu satu satunya kenanganku dengan Kyle... " sahut Virgi kesal karena hp nya hancur . Bukan masalah hpnya namun kenangannya dengan Kyle. Kebersamaannya dengan Kyle cuma tersimpan di sana.
" Oh... Berani melawan ya..." kata Harvey lagi.
" Itu cuma foto...cuma video... Orangnya sudah tak ada lagi disini..." bantah Virgi.
" Ooo...jadi begitu ya...kalau cuma gambar dia kenapa kau ngotot?...Otakmu sudah di penuhi dia ya..."
" Ya Tuhan Harvey.... Kalau aku memilih dia aku tak akan ada di sini denganmu.." jelas Virgi. " Itu cuma gambar..."
" Kau ini benar benar pintar berbohong ya..... Bilang cuma gambar tapi kenyataannya kau masih memikirkan dia... Baru disini pun sudah kelihatan.. Baiklah Virgi...aku akan membuatmu melupakan dia selamanya..."
Harvey kemudian mendekati Virgi dan kemudian mendorongnya dengan kasar hingga Virgi terbaring.
" Mau apa kau Harvey? " tanya Virgi saat melihat Harvey mulai melepaskan satu persatu pakaiannya.
Harvey tak menjawab dan terus melakukannya.
" Harvey aku tidak mau...aku capek.." ucap Virgi yang tahu apa yang akan dilakukan Harvey.
" Diam dan nikmati saja..." ucap Harvey seraya Menarik paksa piyama Virgi hingga koyak.
" Kau akan melupakannya... Kau harus melupakannya !!" ucap Harvey seraya langsung memaksa Virgi untuk berhubungan dengannya.
Virgi berusaha melawan karena ia sedang tak ingin melakukannya. Apalagi Harvey dalam kemarahan, Harvey pasti akan memperlakukannya dengan kasar seperti kemarin.
" Harvey ....aku tidak mau..." Virgi berusaha berontak sekuat tenaganya.
" Diam!!! " bentak Harvey keras sambil terus memaksa Virgi.
" Hemmmppphhh..." Virgi tak bisa bersuara lagi saat Harvey menutup mulutnya dengan ciuman kasar dan bertubi tubinya. Dan sembari itu ia memaksakan penyatuan mereka.
" Harvey...Virgi..." terdengar suara dari luar kamar mereka dan mereka tahu itu suara Mama dan Papa Harvey.
' Mama...Papa... Tolong... ' Batin Virgi berteriak. Ia tidak ingin Harvey memaksanya lagi seperti sebelum sebelumnya. Ia tidak mau sekedar di jadikan pelampiasan amarah Harvey dan juga budak pemuas nafsunya.
__ADS_1