Wanita Dengan 2 Suami

Wanita Dengan 2 Suami
11. PERCINTAAN PERTAMA


__ADS_3

Harvey , Virgi dan Kyle akhirnya berangkat bertiga ke Bali. Mereka duduk bersebelahan. Harvey di sisi kanan dan Kyle di sisi kiri Virgi.



Harvey mengalihkan pandangan dan memakai headphone, Sedang Virgi berpura pura tidur. Kyle sibuk mengutak atik laptopnya untuk menyibukkan diri. Sepertinya Kyle mengerjakan pekerjaannya . Entah apa pekerjaannya di Jerman sana. Ia nampak serius memakai kaca mata bening yang sepertinya kaca mata minus. Mereka tenggelam dalam dunia nya masing masing.



Sungguh sebuah pengalaman aneh di rasa Virgi saat mereka sampai di Bali dan makan malam bersama di restroran. Duduk semeja di hadapan begitu banyak makanan , namun tak saling bicara. Harvey karena enggan , Virgi karena tak mau ribut sedang Kyle karena kesulitan bahasa. Mereka juga makan dengan tenang meski tak saling bicara.



" Harvey..." Virgi baru mengeluarkan suara nya saat Harvey tak masuk ke kamar bulan madu yang di pesankan orang tuanya. Justru ke kamar lain yang berada tepat di sebelahnya.



" Itu kamar kalian... Aku tidur di sini...Jangan sungkan.." ucap Harvey



" Tapi..."



" Kalian tidak mungkin bercinta di depanku kan...hehe... " Harvey tersenyum getir. " Aku tidak ingin membuatmu tidak nyaman .." lanjut Harvey seraya buru buru masuk ke kamar lain tersebut.


.


.


.


Harvey.... KAU SUNGGUH TEGA....


KAU MEMBIARKAN KU BERSAMA PRIA LAIN...


.


.


.


" Virgi... " panggil Kyle . Kyle yang sadar posisi dia disana dan apa kegunaannya , mengajak Virgi untuk masuk ke kamar mereka. Ia harus membuat Virgi hamil.


.


.


Me look like a *** toy...Must do that to make you both happy. ..to be a happy family again..batin Kyle.


(* Aku seperti boneka ****... Harus melakukannya untuk membuat kalian bahagia... Menjadi keluarga bahagia kembali )


.


.


" Herkommen..... ( kemarilah )"


Harvey mengulurkan tangannya pada Virgi.


Virgi hanya diam dengan pandangan mata tetap tertuju pada Harvey yang memunggunginya dan melangkah pergi meninggalkan mereka.


.


.


Baiklah Harvey.... Aku tidak akan peduli pada apapun lagi.. Seperti kau mengacuhkanku...aku akan melakukan hal yang sama...


aku harus hamil...meskipun bukan anakmu..


Ini cuma kulit saja.. Hanya pembungkus luar saja...


Aku sudah pasrah...Tubuh tak berharga ini akan dinikmati pria lain...


Demi tetap bersamamu... Aku akan merelakannya...


selamanya aku tidak akan mau berpisah dengan mu Harvey...


.


.


Virgi kini membulatkan tekadnya. Ia mengabaikan semua penolakan hatinya. Ia menerima semuanya kini. Kyle juga suaminya. Meski cuma suami siri, suami sementaranya. Ia tak punya pilihan lain selain ikhlas menerima takdirnya.



Virgi menerima uluran tangan Kyle dan menggenggamnya. Kemudian mereka masuk berdua ke kamar tersebut.


.


.


" Ini tidak dosa kan... Ini bukan dosa kan Kyle Ethan? " tanya Virgi saat mereka berdiri di sisi tempat tidur king size super empuk dan nyaman di ruang VVIP itu.



" Ehm..... What are you talking about ?" tanya Kyle tak mengerti dengan pembicaraan Virgi.


" We... Husband ...and.... Wife ? " tanya Virgi ragu.



Kyle tersenyum simpul. Ia mulai tau arah pembicaraan Virgi.

__ADS_1



" Wait..." Kyle meminta Virgi menunggunya. Sementara ia mengetik sesuatu di hp nya. Seperti biasa mencari translate dari bahasanya.



" Ei..ya... Kei... ta... Suami... Is ..tri..." Kyle dengan terbata mengucapkan maksud hatinya. Ia pun juga menunjukkan tulisan yang tertera di hp nya karena sangsi dengan intonasi dan cara baca tulisan tersebut.



' Iya... Kita suami istri '



Virgi tersenyum kecil. Entah mengapa hal itu saja bisa membuat senyum mahalnya bisa tergilas di wajahnya.



' May I ask you something? ' tanya Virgi. Ia ingin meminta sesuatu pada Kyle.



' Iya.... Silahkan...please..' jawab Kyle sambil mengangguk. Kyle menatap dalam dalam mata bening Virgi. Ia seolah siap mengabulkan apa saja yang akan di minta Virgi jika ia sanggup memberikannya. Bahkan gunung emas pun akan ia persembahkan jika Virgi memintanya.



' Dont kiss my lips.... You can touch everything except my lips...' pinta Virgi.



Kyle terdiam sesaat. Virgi melarangnya untuk mencium bibirnya. Namun ia mengijinkan dirinya untuk di sentuh di mana saja selain bibirnya.


.


.


Aku takut jatuh cinta pada mu Kyle... Aku tidak mau menghilangkan Harvey dari hatiku... Kau cuma suami sementara... Suami pengganti... Tapi suami ku yang sebenarnya tetap Harvey...


.


.


" OK..." jawab Kyle terpaksa setuju. Ia tak ingin mengecewakan Virgi sedikitpun.



" Aku akan mematikan lampunya ya..." kata Virgi seraya menunjuk ke arah lampu . Kyle yang mengerti maksud Virgi mengangguk. Ia pun bergegas mematikan lampu sebelum mereka melakukan hubungan intim yang akan menjadi rutinitas mereka dalam beberapa hari ke depan.



Dengan detak jantung berdebar tak karuan seperti genderang perang, Virgi duduk di tepi ranjang menunggu Kyle mendatanginya.



' DEG DEG DEG '




Denyut jantung yang kacau, tarikan nafas yang tersengal dan keringat dingin yang mulai bermunculan karena kegugupan hatinya, Virgi benar benar sulit menutupi kepanikannya. Rasanya seperti saat pertama kali Harvey menyentuh tubuhnya.



Kyle yang menyadari itu memperlakukan Virgi dengan lembut , Ia menjelajahi tubuh Virgi dengan tangan dan bibirnya dengan penuh kelembutan. Ia seolah memperlakukan Virgi seperti barang berharga yang takut di rusakkannya jika ia kasar. Ia melakukannyadengan perlahan namun pasti demi kenyamanan Virgi.



Bibirnya mencium leher , tengkuk dan juga dada Virgi.. Jemari tangannnya juga ikut berperan. Ia memberikan sentuhan ringan dengan remasan kecil yang perlahan mulai membangkitkan hasrat terpendam Virgi. Lidahnya turut menari nari menyapu beberapa tempat tersensitif Virgi.



" Aah......" Virgi mulai terbawa. Sentuhan Kyle memberinya rangsangan hebat dan membuatnya ingin segera bersatu dengan nya. Kian lama ia kian terbawa gelombang hasrat yang kian tak tebendung seperti candu memabukkan itu. Membuat Virgi melayang terbang ke angkasa. Ingin lebih lebih dan lebih.



" Wil das? ( ingin ini?) " tanya Kyle sambil menyentuhkan tangan Virgi ke benda terlarang itu.


.


.


Ah... I...ini... Waaah....


.


.


Virgi merasakan sesuatu di ujung jemari lentik nan panjangnya.Meski dalam gelap pun, ia bisa merasakan benda menantang langit itu dengan ukuran tak lazimnya.



" Oh....Virgi... Meine frau..." ucap Kyle pelan saat tangan Virgi menyentuh nya.Mengusap dan memainkan nya serta memberikan sensasi hebat tersendirinya.


.


.


' Meine Frau ' Kyle sering mengucapkan kata itu...apa artinya ya...


.


.

__ADS_1


.


Virgi menyimpan pertanyaan dalam hatinya.



" Ich liebe dich...." ucap Kyle pelan sambil berbisik di telinga Virgi.


.


.


Ich liebe dich?...kata itu juga kemarin di ucapkannya...dan meski tak tahu artinya ...kenapa aku merasa itu sesuatu yang manis ya...


Cara Kyle mengucapkannya dengan lembut .. Sepertinya...itu sebuah kalimat romantis...


Aku akan mencari tahu artinya nanti...


.


.


" Ah... " suara Virgi pelan saat batang besar itu mulai menerobos jalannya. Virgi merasa sedikit kesakitan meski sudah ada pelumasnya. Mungkin karena ukuran tak biasanya. Lain dengan waktu itu, Kyle melakukannya saat ia sedang tidur , ia tak tahu bagaimana prosesnya. Tau tau sudah selesai penyiraman benih finishnya.



Kyle memberikan sentuhan ringan untuk merilekskan Virgi. Ia tak ingin membuat Virgi kesakitan . Ia ingin Virgi merasa nyaman dengan percintaan mereka. Ia mencium leher dan memainkan lidahnya di pucuk gunung kembar Virgi hingga membuat Virgi menggelinjang .



Kyle menarik kembali miliknya. Dan ia turun ke bawah. Memberikan sentuhan baru di inti tubuh Virgi dengan bibir dan lidahnya. Menari nari cepat dan sesekali memberikan hisapannya.


.


.


Kyle Ethan...Oh Kyle... Apa kamu sudah terbiasa melakukannya...Kau sangat pintar membuatku nyaman...


Dan ini pertama kalinya seorang pria bersikap selembut ini padaku...


Harvey bahkan tak pernah membuatku secandu ini...


.


.


" Kyle.... Do it...." Virgi benar benar sudah tidak bisa membendung hasratnya. Ia ingin Kyle segera memberikannya . Sebuah surga kenikmatan yang tiada tara.



Kyle seolah mengerti maksud Virgi dari sikapnya. Dan ia pun segera melakukannya. Ia mengarahkan miliknya ke inti tubuh Virgi lagi dan mulai menggerakkan pinggulnya bergerak maju mundur . Awalnya pelan namun kemudian kian keras. Melakukan gerakan memompa dengan tekanan penuh dan kuat.



Virgi mengeratkan pelukannya ke tubuh Kyle saat ia merasakan terjangan kuat itu. Ia menahan sedikit nyeri nya. Rasa nyeri yang berangsur angsur berubah menjadi kenikmatan.



Sedikit aneh namun Virgi menyukainya. Ia yang sudah lama tak di sentuh Harvey , kini merasa seoah rasa dahaganya telah terpenuhi. Kyle memberikan semua nya dengan sepenuh hati. Melabuhkan nahkodanya menuju ke sebuah perjalanan romantis dan begitu manis. Seperti sebuah dejavu...Rasa yang pernah hilang itu kini di rasakannya lagi.



" Kyle...." Virgi menyentuh wajah Kyle sambil memejamkan mata menikmati semua rasa indah itu. Sebenarnya ia ingin menciumnya , namun ....


.


.


Aku akan menciummu nanti...jika hatiku sudah bisa mencintaimu Kyle....


.


.


" Virgi...Ich liebe dich..." ucap Kyle saat ia mencapai puncak tertinggi pergumulan mereka setelah cukup lama menarikan tarian erotisnya.


.


.


Lagi lagi....kata itu...apa artinya....?


.


.


Kyle lunglai di atas tubuh Virgi dengan lengan menyangga tubuhnya. Ia masih enggan melepas persatuan mereka . Juga tak ingin memberatkankan Virgi dengan beban tubuhnya pula .


.


.


Andai tak termakan kata kataku sendiri tadi...aku sangat ingin mencium Kyle saat ini...


.


.


.


Virgi mulai sedikit menyesali keputusannya. Kyle yang kemudian memberikan sebuah kejutan. Ia mengecup lembut keningnya. Dan sebelah tangannya membelai lembut rambut kepala Virgi.


.

__ADS_1


.


aku penasaran sekali dengan ekspresi Kyle saat ini....Andai saja aku tak menyuruhnya mematikan lampu....andai aku tak melarangmu mencium bibir ku...Mungkin...Mungkin aku bisa tahu ekspresi jujur nya....


__ADS_2