
" Tidak ...Aku tidak mau " tolak Virgi.
" Yakin menolakku? " tanya Harvey. Virgi menatap Harvey dengan tajam dan menjawab dengan tegas.
" Ya "
Harvey tersenyum simpul. Seperti meledek Virgi. " Kita lihat berapa lama kau bisa bertahan..."
Sesudah berkata itu Harvey pun pergi meninggalkan kamar tersebut. Virgi pun kembali tiduran dan beristirahat.
.
.
Kalau hatimu tidak untukku aku tidak akan mau melakukannya lagi denganmu Harvey....
.
.
...----------------...
.
.
.
.
.
.
Beberapa minggu kemudian.....
.
.
Virgi ingin berkunjung ke rumah orang tuanya sendiri. Namun ia tidak bersama Harvey. Ia di antar oleh sopir pribadi keluarga Harvey.
Saat itu mobil yang di tumpanginya berhenti di lampu merah. Saat menoleh ke samping , ia kebetulan melihat Harvey sedang naik motor sportnya berboncengan dengan seorang gadis yang tak lain adalah Alicia. Mereka tampak mesra dengan tangan Alicia yang merengkuh erat pinggang Harvey.
" Non ...itu Tuan Harvey..." ucap sopirnya memberitahu. Virgi terdiam sambil melihat pemandangan menyesakkan itu . Di depan matanya sendiri Harvey nampak mesra dengan Alicia yang mereka masih sama sama memakai seragam sekolah. Mereka seperti baru pulang sekolah dan hendak keluar entah kemana.
" Kalau saya jadi Non Virgi...saya samperin mereka..." tambah sopirnya.
Virgi diam.
.
.
Harvey.... Tega sekali kau menghianati aku...
Kau benar benar tidak menghargai aku sebagai istri mu...
.
.
Virgi terdiam dengan mata berkaca kaca menahan tangisnya.
" Harvey...nanti kita ke hotel keluargaku ya.." suara Alicia terdengar . Virgi bisa mendengarnya karena kaca mobilnya sedikit terbuka dan keduanya berhenti tepat di sisi pintu mobil tempat Virgi duduk. Namun karena kaca film yang begitu gelap, sehingga orang dari luar mobil tidak dapat melihat siapa yang berada di dalam sana.
__ADS_1
" Oke.." jawab Harvey sambil tersenyum.
Alicia pun tersenyum dan kian erat erat memeluk tubuh Harvey.
.
.
Dasar wanita murahan....katanya wanita terhormat...terhormat dari mana...Menggoda suami orang...najis !!
.
.
Batin Virgi kesal melihat tingkah Alicia.
Harvey dan Alicia saling tersenyum dan tertawa saat Alicia membisikkan sesuatu di telinga Harvey. Harvey terlihat sumringah.
.
.
Baiklah Harvey.... Lakukan semua sesukamu... Aku tidak akan menangis lagi untukmu.. Tidak akan pernah lagi. ...
.
.
Virgi mengambil tisu dan mengeluarkan ingusnya. Kemudian membuka sedikit kaca mobil dan melemparkan tissu itu dengan beberapa bungkus snack ke arah Harvey dan Alicia saat mobilnya mulai melaju. Dan terakhir yang ia lempar botol mineral dengan isi separuh yang ia buka tutupnya. Dan tentunya itu mengenai Harvey dan Alicia.
" Hei.. Buang sampah sembarangan...Ini kotor tau.... Jijik... " ucap Alicia kesal . " Ada tisu bekasnya pula...menjijikkan !!"
.
.
Masih lebih menjijikkan kelakuanmu kan ...b i t c h !!
.
.
.
.
Sampah....layak dapat sampah kan....
.
.
Harvey melihat ke arah mobil itu dan mengenali mobil milik keluarganya.
' Itu mobil keluargaku... Virgi kah?' batin Harvey bertanya tanya.
" Kejar mobil itu Harvey...Kita maki dia...seenaknya buang sampah sembarangan... Mengenai orang lagi..." gerutu Alicia.
" Sudahlah... Biarkan saja..."ucap Harvey kemudian.
" Hah?..Tapi Harvey... "
" Aku bilang biarkan... Orangnya saja sudah pergi jauh..." Alicia pun terdiam.
' Tin tin tiiiinnn..' Suara klakson kendaraan lain mengisyaratkan Harvey untuk segera melajukan motornya.
Harvey pun mengakhiri kebengongannya dan lansung tancap gas. Alicia pun hanya bisa diam dengan hati dongkol.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Di sepanjang jalan , Virgi menangis . Ia hanya bisa melakukan hal itu saja untuk meluapkan emosi jiwanya.
.
.
Kalau saja waktu itu aku memilih Kyle....Hidupku tak akan sehancur ini...Hatiku tidak akan sesakit ini...
Sekarangpun aku sudah kehilangan kontak dengannya...Nomornya, alamatnya... Bahkan satu poto kenangannya pun tidak ada...
Aku benar benar tidak punya siapa siapa kini...HARVEY ...KYLE... Aku sendiri...
Hanya ada bayi tak jelas ini...
.
.
.
Virgi mampir ke sebuah klinik kesehatan sebelum ke rumah orang tuanya. Sendirian ia memeriksakan kandungannya.
" Bayi nya sehat ....pertumbuhannya juga normal... Jika ingin tahu jenis kelaminnya bisa dengan USG " ucap Dokter yang memeriksanya.
" Tidak usah Dokter.."
" Lho...kenapa?...Tidak penasaran dengan jenis kelaminnya? " tanya Dokter kandungan wanita di depan Virgi itu.
" Laki laki atau perempuan tidak penting Dokter...Tolong berikan resep untuk menggugurkan anak ini...obat atau suntikan...apa saja..." kata Virgi.
Dokter itu terperanjat dan kemudian mengamati Virgi dengan seksama. Virgi memang nampak terlalu muda dengan kehamilan yang mencapai usia 5 bulan itu. Virgi nampak seperti anak gadis baik baik. Tidak seperti gadis nakal yang suka menjajakan dirinya. Kemunginan terburuknya adalah hamil dari kejadian tak terduga.
" Kenapa?...Apa bayi ini adalah anak yang tak di inginkan?...Tanpa Ayah... Atau hasil perkosaan?" tanya Dokter tersebut. Virgi menggeleng dengan mata berkaca. " Atau anak dari kekasihmu yang tidak bertanggung jawab? Anak dari luar nikah?"
Virgi masih menggeleng.
" Kau sudah menikah kan? " tanya Dokter itu saat melihat cincin kawin terselip di jari manis Virgi. " Kau tidak mencintai suami mu? ..."
" Aku sudah menikah Dokter..aku pun sangat mencintai suami ku...tapi anak ini sudah tidak berguna lagi...Dia tidak bisa mengikat suami ku ...Dia tidak berguna....Suamiku menggila dengan perempuan lain....." ucap Virgi bersamaan dengan air matanya yang jatuh berderaian.
" Lagipula anak ini juga tidak jelas siapa ayahnya... Kalau aku jelas kehilangan suami ku...anak ini sudah tidak ada gunanya lagi...Daripada aku sia sia mengandungnya lebih baik dia di hilangkan saja....."
.
.
Aku tidak memiliki Harvey lagi...Tidak pula Kyle...
Hidupku sudah tidak ada arti lagi...
Untuk apa aku hidup....Tak ada yang mencintai aku...
.
.
__ADS_1
" Ah... tidak Dokter... Bunuh saja kami...Aku dan bayi ku ini tidak ada lagi gunanya hidup.. Bunuh saja kami berdua...." ucap Virgi dalam deraian tangis pilunya. Ia benar benar sudah tak memiliki harapan apapun lagi di hidupnya. Jika semua hilang, ia pun ingin menghilang selamanya.