
Harvey, Kyle dan Virgi kembali ke Jakarta dengan penerbangan siang. Mereka kini telah tiba di Jakarta.
Ketiganya duduk sebentar di lounge penumpang dengan membawa koper masing masing. Kyle dan Harvey saling melihat satu sama lain dengan pandangan tidak suka.
Kyle masih kesal pada Virgi yang mau menurut begitu saja pada perintah Harvey. Namun mengingat hari ini adalah saat terakhir kebersamaan mereka , ia menahan semua perasaan yang berkecambuk di hatinya. Karena bagaimanapun ia cuma orang lain di antara Virgi dan Harvey.
" Just go " kata Harvey yang akhirnya kemudian menyuarakan isi hatinya dan ingin cepat mengusir Kyle. " Come back to your country "
Kyle diam. Karena tanpa di suruh Harveypun ia pasti juga akan kembali ke negara nya. Ia cuma berat meninggalkan Virgi. Ia tahu Harvey tak akan berhenti sampai di situ saja menyakiti Virgi . Apalagi Harvey tadi sempat menyebut nama wanita lain dan mengucapkan love segala.
" Virgi...." Kyle memanggil Virgi lagi dan menatapnya. Ia ingin ketulusan hatinya seperti yang ia sampaikan pada Virgi tadi tersampaikan melalui tatapan matanya. Ia tak ingin Virgi menderita, ia ingin membahagiakannya .Ia ingin Virgi tahu ketulusan cintanya.
" Kyle...." Virgi menatap Kyle. Kyle kemudian meraih tangannya dan menggenggamnya erat.
" Haaaah....Roman picisan... Main main kok pakai hati..Sudah minggat sana... Kamu dan Virgi selesai. Tamat .... THE END...Gak usah pakai drama lagi " Ucap Harvey sambil menarik Virgi menjauh dari Kyle hingga tangan mereka terlepas.
" Kita pulang Virgi " Ucap Harvey lagi sambil menarik tas koper mereka. Sebelah tangannya ia gunakan untuk mendorong koper dan tangan satunya lagi ia gunakan untuk menarik tangan Virgi.
Mau tak mau Virgi ikut dengan Harvey mulai melangkah pergi meninggalkan Kyle.
Virgi sempat menoleh ke belakang dan melihat Kyle yang menatap kepergiannya dengan berat.
.
.
Maaf Kyle.... Aku tak bisa memilih mu...
Kita baru kenal...Tak mungkin aku meninggalkan Harvey dan memilih mu...
Kami punya ikatan pernikahan yang sah secara hukum... Dan kau cuma suami siri ku...
Dan lagi aku tidak mencintaimu...
Bagiku.... Harvey tak tergantikan...
.
.
' Selamat tinggal Kyle...' Virgi mengucapkan perpisahan dengan Kyle dalam hatinya.
.
.
Senang pernah mengenal mu Kyle... Kau pria baik... Tapi sepertinya kita tak berjodoh...
.
.
Harvey memanggil taksi dan kemudian naik bersama Virgi. Setelah masuk ke dalam mobil Harvey melepaskan tangannya. Dan ia duduk menjauh dari Virgi. Ia diam sambil mengutak utik hp nya.
" Iya Ma...aku sudah sampai di Jakarta... Ini dalam perjalanan pulang ke rumah..." Harvey mengirim pesan suara pada Mamanya yang mengirim pesan wa padanya. Ia sedang malas mengetik sehingga mengirim vn.
" Harvey...." Virgi memanggil Harvey.
" Apa? " tanya Harvey .
" Kita belum beli oleh oleh untuk Mama dan Papa..."
Harvey menghela nafas panjang. Ia benar benar melupakan hal itu. Mamanya pasti bawel nanti.
" Pak ...nanti mampir di toko oleh oleh..." kata Harvey kemudian. " Kau nanti bli kue pie kering di sana.. " tambah Harvey. Makanan camilan pie bali itu merupakan jajanan khas dari Bali yang biasanya di bawakan untuk oleh oleh seusai bepergian dari sana.
" Baik Tuan " jawab sopir taksi itu.
" Cuma kue pie saja? " tanya Virgi.
__ADS_1
" Terserah kau mau beli apa lagi...Di toko oleh oleh kan ada banyak macamnya. Kau pilih saja sendiri lainnya " ucap Harvey acuh.
" Huufft...."
.
.
Benar benar....Baru di awal saja seperti ini...Nanti kalau sampai di rumah dia bersikap bagaimana lagi...Apa masih pisah ranjang lagi?...
.
.
" Kenapa? Menyesal?...Kau menyesal memilihku dari pada bule itu??" tanya Harvey ketus.
Virgi memilih diam daripada ribut dengan Harvey.
.
.
.
.
.
" Cepat turun sana...Aku tunggu di sini..." ucap Harvey.
" Atm ku? " tanya Virgi sambil menadahkan tangan meminta kartu Atm nya yang belum di kembalikan oleh Harvey sejak di Bali. Entah sudah berapa rupiah uang yang di habiskan oleh Harvey. Ia tak tahu.
" Apa kartu mu cuma satu?...Kau masih punya kartu Atm yang lain kan?" tanya Harvey yang seolah enggan mengembalikan Atm Virgi.
Virgi memang mempunyai beberapa kartu Atm lain , Atmnya sendiri dari orang tuanya di beberapa bank berbeda. Simpanan tabungan dan uang dari orang tuanya sendiri. Sedang yang di bawa Harvey adalah Atm pemberian mertuanya yang selalu di isi oleh mertuanya sebagai jatah belanja bulanan. Dan jumlah belanjanya pun cukup fantastis mengingat kedua mertuanya adalah pengusaha sukses.
Harvey mendapat uang saku bulanan sendiri dari orang tuanya , dan karena masih sekolah uang jatah bulanannya juga tidak banyak. Namun untuk ukuran orang biasa sudah terbilang banyak.
Virgi mengalah. Ia pun akhirnya pergi sendiri ke toko oleh oleh itu . Sementara Harvey tetap di mobil.
" Tidak di temani , Tuan? " tanya sopirnya.
" Dia bisa sendiri " timpal Harvey. Ia lalu menyandarkan tubuhnya di kursi mobil dan memejamkan matanya.
" Tidak takut hilang Tuan...Kekasih anda secantik itu..." canda sopir tersebut.
" Hah?...Kau bilang apa... " Harvey membuka matanya. " Kekasih? Cantik??...Cih... Jangan tertipu casing nya... Dia itu wanita pembohong...Tukang mempermainkan orang "
" Haaa??" Sopir itu tampak bengong.
" Wanita seperti itu lebih baik buat main main saja..." tambah Harvey. Ia mengabaikan sopir taxy yang kini tampak ternganga itu.
" Dont judge something by it's cover "
.
.
.
.
.
...****************...
.
.
__ADS_1
.
.
.
' Ting...' Sebuah pesan masuk ke Hp Harvey dan kemudian segera di buka Harvey. Virgi sempat menoleh pada Harvey yang nampak serius membalas chat tersebut.
" Berhenti di mall depan Pak.." ucap Harvey pada sopir taksi itu .
Kebetulan saja perjalanan mereka melewati sebuah mall besar . Sopir itu menurunkan Harvey di sana.
" Turun " kata Harvey.
" Hah? "
" Buruan turun..." perintah Harvey lagi. Virgi segera turun dan mengikuti Harvey memasuki mall itu. Mereka menuju ke toko tas yang menjual beraneka macam tas brand super mahal.
.
.
Harvey...mau membelikan aku tas? Tapi di sini kan harganya super mahal...Ini brand terkenal...
.
.
" Pilih satu cepat " kata Harvey.
" Tapi Harvey ...ini terlalu mahal.."
" Sudah ...cepat pilih saja...ada black card kan..." kata Harvey lagi.
" ...." Virgi diam. Ia tentu memiliki black card dari orang tuanya yang juga seorang pengacara sukses. Ia yakin Harvey pun pasti juga memilikinya. Orang tuanya bergelimang harta tentu pasti juga memberikan black card pada putra satu satunya mereka.
Virgi memilih sebuah tas hitam berlebel Dior. Ia memilih yang simple namun nampak mewah dan elegan. Ia tahu ,harga satu tas itu saja pasti sudah merogoh kocek yang cukup dalam. Jika bukan anak sultan , Harvey pasti tak akan mampu membelinya. Untung saja ia anak orang kaya.
Sesudah itu , Harvey mengajak Virgi ke toko perhiasan emas yang koleksinya cukup banyak.
" Pilih cepat " kata Harvey lagi.
Pilihan Virgi jatuh pada sebuah kalung emas putih dengan liontin hati berwarna rose gold. Virgi wanita yang cukup simple.Ia tak begitu suka yang terlalu wah. Karenanya ia memilih kalung itu.
Setelah membayarnya , Harvey pun mengajak Virgi kembali ke taksi . Virgi nampak menyunggingkan senyum saat membawa tas dan kalung itu.
.
.
Kesabaran pasti akan berbuah manis...Batu karang saja bisa terkikis ombak... Apalagi hati manusia....
Mungkin setelah ini hubunganku dengan Harvey akan baik kembali...
.
.
Virgi nampak berseri dan bahagia. Namun senyumnya seketika kandas saat mendengar ucapan Harvey kemudian.
" Mana...biar aku yang bawa.. Itu oleh oleh untuk Alicia..." ucap Harvey saat akan memasuki taksi.
.
.
.
Haa??...Jadi...jadi... Dia menyuruh aku memilih
kan hadiah ini untuk kekasih selingkuhannya???
Jadi bukan untukku...tapi untuk Alicia ????
.
.
__ADS_1
Virgi benar benar shock saat Harvey benar benar mengambil tas belanjaan itu dari tangannya.