
Cerita ini berawal dari seorang pemuda bernama arkan yang harus membayar hutang kedua orang tuanya.
"Apakah kamu akan merantau sekarang nak?" kata ibu arkan.
"Benar nak, memangnya kamu bisa mencari pekerjaan dengan usia mu yang baru lulus SMA" Sahut ayah arkan.
"Ayah, ibu kalian tak perlu khawatir aku akan mendapatkan pekerjaan dan akan melunasi hutang ayah dan ibu", Kata arkan meyakinkan kedua orang tuanya
"Baiklah, ayah ibu aku berangkat sekarang doa kan aku ayah ibu" Kata arkan sambil berpamitan dengan orang tuanya.
ibu arkan yang tidak bisa membendung air matanya hanya bisa melepas kepergian anak semata wayangnya
"Iya nak, hati-hati dijalan" Kata ayah arkan.
Arkan pun dengan perbekalan yang diberikan oleh orang tuanya pun melangkah dengan penuh kepastian menuju ke sebuah kampung yang terletak di pinggiran kota
Kampung Citampi......
"akhirnya aku sampai juga di kampung ini" kata arkan.
"Woy, kamu siapa?" kata seorang petugas keamanan dikampung itu.
"Saya arkan pak, saya berniat merantau ke kampung ini untuk mencari pekerjaan", jelas arkan kepada petugas keamanan itu.
"Kenapa kamu merantau ke sini, dilihat dari umur kamu sepertinya kamu masih remaja", Kata petugas keamanan sambil memperhatikan arkan dari ujung atas ke bawah.
Akhirnya arkan pun menceritakan semua alasan dia merantau ke kampung itu
__ADS_1
"Huhuhu..."
"Agak sedih juga ya, kamu masih remaja sudah ingin mencari pekerjaan saya salut sama kamu", Kata petugas keamanan itu memuji arkan
"Oh ya perkenalkan saya Tio, petugas keamanan disini", Kata pak Tio memperkenalkan dirinya.
"Oh iya Pak Tio, salam kenal", sahut arkan.
"Iya, kamu kesini mau ngekost saja atau tinggal di gudang, kebetulan gudang Pak RT sedang kosong jadi kamu bisa tempati", Kata Pak Tio.
"Oh, Saya boleh tinggal di gudangnya Pak RT?" Tanya arkan
"Iya kebetulan gudang nya kosong ya meskipun begitu gudang itu masih terawat, tetapi saya harus konfirmasi kan ke Pak RT dulu", Kata Pak Tio.
"Ya sudah saya ke Pak RT dulu untuk konfirmasi kan ini", Kata Pak Tio sambil melangkah pergi.
"Oh ya kamu disini aja jangan kemana - mana", Timpal Pak Tio
Sekitar 20 menit telah berlalu tapi Pak Tio tak kunjung datang juga
Tiba-tiba....
"Arkan kata Pak RT kamu boleh tinggal di gudang nya", Kata Pak Tio seraya menghampiri arkan
"Wah beneran pak"
"Iya, kata Pak RT dengan satu syarat kamu harus menjaga dan merawat gudang nya", Kata Pak Tio
__ADS_1
"Iya Pak pasti akan ku jaga dan ku rawat, terima kasih banyak ya pak", Sahut arkan sambil ber terima kasih kepada Pak Tio.
"Iya sama-sama, mari saya tunjuk kan gudang nya", Kata Pak Tio sambil berjalan
Arkan pun mengikuti Pak Tio di belakangnya, sekitar 25 menit an berjalan akhirnya arkan dan Pak Tio pun sampai di gudang Pak RT.
"Nah ini gudangnya meskipun kelihatan kecil tetapi dalamnya lumayan besar cukuplah untuk kamu tinggalin", Kata Pak Tio menjelaskan tentang gudang itu
"Kamu gapapa kan tinggal di sini meskipun berdekatan dengan kuburan?" Tanya Pak Tio
"Iya Pak, gapapa kok sekali lagi terima kasih banyak Pak", Kata arkan
"Hei Tio, kamu ngapain disitu", Kata seorang penjual
"Eh ini saya nganter dia, dia akan tinggal disini" Sahut Pak Tio
"Ohh, ini siapa kamu?" Tanya penjual itu.
"Dia kenalan saya dikampung", Jelas Pak Tio
"Perkenalkan pak saya arkan", Kata arkan memperkenalkan diri.
"Oh iya kenalkan saya Nanang, panggil saja Pak Nanang" Sahut Pak Nanang.
"Ya sudah kamu ke dalam saja, Bereskan barang-barang kamu" Timpal Pak Tio.
"Iya Pak saya permisi, mari Pak Tio mari Pak Nanang"
__ADS_1
"Iya" Sahut Pak Tio dan Pak Nanang berbarengan.