
Arkan pun mengajak Rissa ke sebuah taman, sekitar 10 menit mereka pun sampai di taman itu.
Suasana taman itu terlihat sangat indah dengan lampu kerlap kerlip yang menghiasi taman dan tidak lupa dengan kunang-kunang yang terbang bebas di sekitaran taman.
"Kita duduk di situ yuk", Ajak Arkan pada Rissa sambil menunjuk ke sebuah kursi panjang di taman itu.
"Yuk", Sahut Rissa menerima ajakan Arkan.
Rissa dan Arkan pun menuju ke bangku itu dan duduk di sana.
"Pemandangan di taman ini indah ya", Kata Arkan sambil melihat ke arah wajah Rissa.
Rissa yang di tatap seperti menjadi salting, ia segera memalingkan wajah nya supaya Arkan tidak terus-menerus melihat wajah nya.
"Ngapain liatin wajah ku kayak gitu", Ucap Rissa tanpa melihat ke arah Arkan.
Akan tetapi Arkan sama sekali tidak memalingkan pandangan nya sama sekali.
"Jangan di liatin terus dong", Ucap Rissa sambil menoleh ke arah Arkan, akan tetapi saat ia menoleh, Arkan tidak ada di samping Rissa, Rissa pun kaget karena Arkan menghilang.
"Loh Arkan di mana", Ucap Rissa yang kaget karena Arkan tidak ada di samping nya.
Rissa pun berdiri hendak mencari Arkan, tetapi tiba-tiba ada yang memegang bahu nya.
Rissa pun langsung berteriak tetapi tangan orang itu sudah membungkam mulut nya, Rissa pun menoleh dan ternyata Arkan yang membungkam mulut nya.
__ADS_1
"(Hah! Arkan mau ngapain dia?)" Tanya Rissa di dalam hati nya, karena ia tidak bisa berbicara di sebabkan tangan Arkan yang membungkam mulut nya.
"Ikuti aku", Ucap Arkan dengan nada yang nada yang dingin dan wajah yang tidak berekspresi.
"Ke-kemana", Tanya Rissa dengan ketakutan, karena Arkan berbeda dari biasa nya.
Arkan hanya diam saja dan mengajak Rissa ke sebuah tempat.
Ternyata Arkan membawa dia ke sebuah tempat yang cukup indah, di tempat itu terdapat banyak bunga-bunga yang berwarna warni dan terdapat juga kunang-kunang yang semakin menambah keindahan tempat itu.
Arkan pun melepaskan tangan Rissa dan berganti menatap mata Rissa dengan tatapan mata yang tajam.
"Hahahhaha" Kali ini Arkan tertawa terbahak-bahak, sedangkan Rissa masih ketakutan melihat tingkah Arkan uang berbeda dari biasa nya.
Rissa pun menyadari bahwa itu hanya lah akting Arkan, karena ia cukup kesal karena di permainkan oleh Arkan akhir nya ia memiliki ide untuk membalas Arkan.
"Riss kok kamu diem aja?" Tanya Arkan yang melihat Rissa hanya diam saja.
Rissa hanya diam tidak menjawab pertanyaan Arkan sama sekali.
"Riss, kamu marah ya?" Tanya Arkan sekali lagi.
"Riss" panggil Arkan sekali lagi, tetapi Rissa hanya diam tidak menjawab nya sama sekali.
"Aku minta maaf", Ucap Arkan, tetapi Rissa tidak merespon nya sama sekali.
__ADS_1
Tetapi tiba-tiba Rissa langsung mencubit lengan Arkan, kali ini cubitan Rissa lebih keras dan tentu nya lebih sakit.
"AWWW!" Teriak Arkan dengan kesakitan.
"Maka nya ngga usah aneh-aneh", Ucap Rissa sambil melepaskan cubitan nya pada lengan Arkan.
"Iya deh, ngga aku ulangi lagi", Sahut Arkan yang masih kesakitan di bagian lengan nya.
"Eh Riss, aku boleh ngomong sesuatu ngga sama kamu?" Kata Arkan.
"Ngomong apa?" Tanya Rissa balik.
"Ka-kamu mau jadi pacar ku ngga", Ucap Arkan sambil memberikan bunga yang tadi sudah di beli nya.
Rissa hanya diam mematung, Arkan yang melihat ekspresi Rissa sudah bisa menebak kalau Rissa akan menolak nya.
"Kalau kamu ngg-"
"Aku mau",
Belum sempat Arkan mengatakan nya Rissa langsung memotong ucapan nya.
"Iya, aku mau", Ucap Rissa lagi dengan tersenyum lebar.
"Terima kasih", Sahut Arkan sambil memegang tangan Rissa dan kemudian ia pun memeluk Rissa.
__ADS_1