
Siang itu Arkan sedang berada di pos satpam dan mengawasi setiap detail di sekolah itu.
*Kringg kringg kringg kringg.....*
Suara bel pulang sekolah berbunyi, anak-anak segera berhamburan ke luar kelas menuju ke gerbang, Arkan dengan sigap langsung membuka gerbang itu.
Setelah semua anak-anak pulang, Arkan pun mengecek setiap kelas dan menutup nya, setelah itu ia berjalan menuju ke pos satpam dan membereskan barang-barang nya.
Setelah membereskan barang-barang nya Arkan segera berjalan menuju gerbang dan mengunci gerbang nya.
Arkan pun berjalan menuju ke rumah nya, akan tetapi di tengah perjalanan tiba-tiba ada Pak Tio yang menyapa.
"Apa kabar Arkan?" Sapa Pak Tio.
"Eh Pak Tio, kabar saya baik ada apa ni Pak?" Tanya Arkan.
"Kamu mau ngga temenin saya nanti malam ngeronda?" Tanya balik Pak Tio.
"Nanti malam ya Pak" Ucap Arkan dengan masih berpikir-pikir.
"Iya nanti malam, bisa kan, ayolah masa ngga bisa", Sahut Pak Tio.
"Insyaallah bisa Pak", Ucap Arkan.
"Beneran? ntar kamu ngga bisa akhir nya saya sendirian ngeronda nya", Tanya Pak Tio.
"Bisa Pak", Kata Arkan meyakinkan Pak Tio.
"Ya sudah kalau begitu, nanti saya tunggu di pos ronda jangan sampai lupa, Saya pergi dulu", Ucap Pak Tio.
"Iya Pak, saya ngga akan lupa", Sahut Arkan.
Pak Tio pun melangkah meninggalkan Arkan, Arkan pun berjalan menuju ke rumah nya, setelah sampai di rumah nya Arkan pun segera membersihkan diri dan merebahkan tubuh nya ke kasur.
__ADS_1
*Drtttttt Drtttttt Drtttttt*
Suara panggilan dari ponsel Arkan, ia segera mengambil ponsel nya dan melihat dari siapa dan ternyata itu dari Pak Tio, Arkan pun menjawab panggilan itu.
"Hallo ada apa Pak?" Tanya Arkan.
"Nanti kamu beneran bisa kan?" Tanya balik Pak Tio.
"Astagfirullah Pak, iya nanti saya bisa temani Pak Tio", Jawab Arkan.
"Beneran?" Tanya Pak Tio lagi.
"Allahu akbar", Sahut Arkan dengan agak kesal.
"Hehe saya kan cuma memastikan, ya udah kalau begitu saya matiin dulu telfon nya", Ucap Pak Tio.
"Iya Pak", Sahut Arkan.
......................
Malam hari pun tiba, Arkan menepati janji nya untuk menemani Pak Tio ngeronda.
Saat itu Arkan sudah berada di pos ronda tetapi Pak Tio tak kunjung datang, setelah 10 menit menunggu akhir nya Pak Tio datang juga.
"Hehe Saya kira kamu ngga jadi datang, jadi ya saya datang agak terlambat", Ucap Pak Tio setelah sampai di pos ronda itu.
"Iya Pak ngga papa", Kata Arkan, meskipun ia sangat kesal tetapi ia mencoba untuk menahan nya.
Arkan dan Pak Tio pun mengobrol hingga jam menunjukkan pukul 21.30.
"Arkan saya mau keliling dulu, kamu di sini apa ikut saya?" Tanya Pak Tio.
"Saya ikut aja deh Pak", Jawab Arkan.
__ADS_1
Arkan pun mengikuti Pak Tio untuk berkeliling kampung.
Di saat mereka sedang berkeliling, mereka mendengar suara seperti benda jatuh.
*Gubrakkkk!*
Arkan dan Pak Tio pun mencari sumber asal suara itu.
"Apa itu maling, ayo kita ke sana!" Kata Pak Tio.
"Ayo Pak", Sahut Arkan.
*Gubrakkkk*
Suara itu terdengar lagi tetapi kali ini suara nya lebih keras.
"Hoi maling, kamu sudah kami kepung!" Ucap Pak Tio sambil menodongkan pentungan nya.
Suara hening tidak ada suara sama sekali.
"Meoww meoww...."
Ternyata suara keributan itu ialah suara kucing.
"Cuma suara kucing ternyata", Ucap Arkan dengan tersenyum geli.
Pak Tio menatap kucing itu dengan wajah yang geram, karena ia pikir kucing itu adalah maling.
"Yuk ah Pak, kita lanjut patroli lagi", Ajak Arkan.
"Yuk", Jawab Pak Tio.
Arkan dan Pak Tio pun melanjutkan patroli mereka.
__ADS_1