Wanita Pilihanku!

Wanita Pilihanku!
Episode 15


__ADS_3

Sore itu Arkan sedang merenung di depan rumah nya, lalu datang lah Pak Tio menyapa nya.


"Kamu ngapain Arkan bengong di situ?" Tanya Pak Tio.


"Engga Pak, siapa yang bengong saya cuma lagi mikir aja", Elak Arkan.


"Mikir apaan?" Tanya Pak Tio.


"Pak Tio, menurut Pak Tio saya harus ngekos apa tinggal di sini saja, soal nya setelah hutang orang tua saya lunas saya mau balik ke kampung saya", Kata Arkan meminta pendapat Pak Tio.


"Memang kurang berapa hutang orang tua kamu?" Tanya Pak Tio.


"Sekitar 3 juta an", Jawab Arkan.


"Kurang dikit itu mah", Sahut Pak Tio.


"Emang kalau sudah lunas semua, kamu bener-bener ingin kembali ke kampung kamu?" Tanya Pak Tio.


"Iya Pak, saya ngga enak kalau terus tinggal di gudang nya Pak RT", Ucap Arkan dengan wajah yang sedih.


"Ngapain ngga enak, Pak RT kan udah ngizinin kamu tinggal di gudang nya", Sahut Pak Tio.


"Tetep aja Pak, saya ngga enak", Ucap Arkan dengan nada sedih.


Pak Tio yang melihat kesedihan di wajah Arkan pun menjadi iba.


"Saya juga ngga bisa memaksa kamu buat tinggal di sini, tapi kalau kamu pergi saya ngga ada temen ngeronda lagi deh", Kata Pak Tio.


"Begini saja, kan hutang orang tua kamu harus kamu lunas in semua, nah ada sedikit waktu kan, kamu pikir-pikir lagi gimana menurut kamu, kamu putuskan sendiri kamu mau tinggal di sini atau kembali ke kampung kamu", Ucap Pak Tio memberi saran.


Arkan hanya mengangguk-angguk kan kepala nya mendengar saran Pak Tio, karena menurut nya saran Pak Tio ada benar nya juga.

__ADS_1


"Makasih ya Pak saran nya", Ucap Arkan berterima kasih kepada Pak Tio.


"Sama-sama, kan sesama teman harus membantu", Kata Pak Tio dengan cengengesan.


Arkan membalas nya hanya dengan tersenyum.


...----------------...


Ternyata tanpa mereka sadari, ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka dan orang itu adalah Rissa.


Yap, Rissa yang saat itu sedang lewat di daerah itu tanpa sengaja mendengar semua pembicaraan Arkan dan Pak Tio.


"(Apa iya Arkan akan pergi meninggalkan aku?)" Tanya Rissa pada diri nya sendiri.


"(Apa itu benar, apa cuma sebuah kata-kata)" Tanya Rissa di dalam hati nya.


Rissa melangkah meninggalkan tempat Arkan dan Pak Tio, ia masih tidak bisa kalau harus berpisah dengan Arkan.


......................


Keesokan hari nya Arkan sedang berada di pos satpam sekolah, ia masih memikirkan kata-kata Pak Tio kemarin.


Begitu juga dengan Rissa, semalaman ia tidak bisa tidur karena ia terus memikirkan Arkan.


Saat itu ketika sedang berada di ruang guru, Rissa yang terus memikirkan Arkan, akhir nya berniat menemui Arkan.


"Hay Arkan", Sapa Rissa setelah sampai di pos satpam.


"Hay juga", Balas Arkan.


"Arkan, aku boleh bicara sesuatu ngga sama kamu", Ucap Rissa tiba-tiba.

__ADS_1


"Bicara apa Rissa?" Tanya Arkan.


"Eumm sebelum nya aku minta maaf, karena aku kemarin mendengar pembicaraan kamu sama Pak Tio, tapi aku bukan bermaksud untuk menguping", Jelas Rissa.


"Jadi?" Tanya Arkan yang masih belum mengerti maksud Rissa.


"Aku dengar kalau kamu udah lunasin semua hutang orang tua kamu, kamu bakal pergi dari citampi ke kampung asal kamu", Ucap Rissa yang memperjelas maksud nya.


"Aku masih ngga tau Riss, masih aku pikirkan", Sahut Arkan.


"Arkan kamu di sini aja, di citampi", Ucap Rissa sambil memegang tangan Arkan.


"Aku masih ngga tau, tapi dalam waktu dekat ini palingan aku mau cari kos-kos an", Kata Arkan dengan wajah yang masih bimbang.


"Kamu bisa bantu in aku cari kos-kos an ngga?" Tanya Arkan.


"Bisa, nanti aku cari informasi kalau ada kos kos an kosong aku kasih tau kamu", Jawab Rissa.


"Tapi kamu janji ngga bakal pergi dari citampi kan", Tanya Rissa sekali lagi.


"Aku pikir-pikir dulu", Jawab Arkan dengan tersenyum.


"Kalau udah selesai mikir nya beritahu aku ya", Ucap Rissa.


"Iya pasti, tapi tangan ku boleh di lepas ngga, malu di liatin murid-murid sama guru guru lain", Kata Arkan sambil melihat ke arah beberapa guru yang daritadi memperhatikan Arkan dan Rissa.


"E-eh i-iya, maaf ya hehe", Ucap Rissa sambil melepaskan tangan nya.


Setelah melepaskan tangan Arkan, Rissa pun mengobrol dengan Arkan tanpa memperdulikan beberapa guru yang daritadi memperhatikan mereka berdua.


berbeda dengan Arkan, sebenarnya ia malu karena di lihat oleh guru guru lain.

__ADS_1


__ADS_2