Wanita Pilihanku!

Wanita Pilihanku!
Episode 29


__ADS_3

Saat itu Arkan sedang berjalan santai menuju ke arah sekolah tetapi tiba-tiba Pak RT mencegah nya.


"Arkan tunggu!" Ucap Pak RT sambil berjalan menuju ke arah Arkan.


"Ada apa Pak?" Tanya Arkan setelah Pak RT ada di depan nya.


"Kamu mau kerja?" Tanya Pak RT balik pada Arkan.


"Iya Pak, ada apa memang nya?" Tanya Arkan sekali lagi pada Pak RT.


"Kamu kerja jadi sekdes ngga? Soal nya saya lagi butuh orang yang mau jadi sekretaris saya", Ucap Pak RT.


"Apa Pak RT!" Tanya Arkan dengan terkejut.


"Saya lagi butuh sekretaris, kamu mau ngga?" Tanya Pak RT lagi pada Arkan.


"Saya mau Pak", Jawab Arkan dengan senang sekali.


"Terus kerjaan kamu?" Tanya Pak RT lagi.


"Saya akan keluar saja Pak", Jawab Arkan dengan tersenyum.


"kalau begitu nanti sore kamu datang ke rumah saya sambil bawa semua dokumen kamu", Ucap Pak RT menjelaskan apa saja yang harus di bawa nanti.


"Siap Pak", Sahut Arkan.


"Kalau gitu saya permisi dulu", Ucap Pak RT sambil berlalu pergi meninggalkan Arkan.


Arkan pun langsung bergegas menuju ke sekolah dan menemui Pak Ginanjar, setelah sekitar 10 menit Arkan pun sampai di sekolah, dan di sana ia bertemu dengan Rissa.


"Hay Mas", Ucap Rissa yang sekarang memanggil Arkan dengan sebutan Mas Arkan.


"Riss kamu tau Pak Ginanjar ngga?" Tanya Arkan.


"Ishh ngga sopan banget sih, pacar nya nyapa itu di jawab kek bukan nya malah cariin orang lain", Ucap Rissa dengan wajah yang cemberut.


"Iya-iya, hay juga, sekarang kamu tau Pak Ginanjar di mana?" Tanya Arkan sekali lagi pada Rissa.


"Mas ngapain cari Pak Ginanjar?" Tanya Rissa balik pada Arkan, karena tak biasa nya ia mencari Pak Ginanjar.


"Ehh ni anak di tanya malah balik nanya, Mas ada perlu sama Pak Ginanjar", Ucap Arkan sambil tersenyum.


"Perlu apa? Kasih tau aku dulu baru ku beritahu Pak Ginanjar ada di mana", Ancam Rissa.

__ADS_1


"Mas mau mengundurkan diri", Ucap Arkan.


"Ohh, Ehh apa! Hah!" Ucap Rissa yang kaget dengan perkataan Arkan barusan.


"Ulangi perkataan Mas yang tadi!" Kata Rissa yang masih tidak percaya dengan ucapan Arkan.


"Mas mau mengundurkan diri, karena Mas di tawari jadi sekdes sekaligus sekretaris Pak RT", Ucap Arkan menjelaskan pada Rissa.


"Berarti Mas udah ngga di sini lagi?" Tanya Rissa dengan nada yang sedih.


Arkan hanya mengacak-acak rambut Rissa, tetapi Rissa hanya diam saja.


"Pak Ginanjar ada di ruang guru Mas", Kata Rissa dengan nada yang tidak bersemangat sama sekali.


"Mas ke sana dulu ya", Kata Arkan.


"Oh ya hari minggu kita jalan-jalan yuk", Kata Arkan lagi.


"Kemana?" Tanya Rissa.


"Ke watterboom yang baru buka itu", Ucap Arkan.


"Ayo", Jawab Rissa dengan bersemangat.


Arkan pun sampai di ruang guru dan mencari Pak Ginanjar.


"Ada apa Arkan?" Tanya Pak Ginanjar setelah Arkan sudah bertemu dengan nya.


"Anu Pak, saya mau mengundurkan diri", Kata Arkan dengan berhati-hati supaya tidak menyinggung perasaan Pak Ginanjar.


"Kenapa Pak Arkan kok mau mengundurkan diri?" Tanya Pak Ginanjar.


"Saya di tawari menjadi sekdes dan menurut saya pekerjaan itu cukup baik untuk memenuhi semua kebutuhan saya Pak", Ucap Arkan dengan sopan sekali.


"Ohh iya Pak saya paham, jadi Pak Arkan mau mengundurkan diri hari ini?" Tanya Pak Ginanjar memastikan lagi.


"Pak Arkan untuk hari ini saya harap Pak Arkan untuk kerja di sini, dan untuk besok Pak Arkan bisa meninggalkan pekerjaan Pak Arkan, bagaimana Pak?" Tanya Pak Ginanjar memberi saran kepada Arkan.


"Baik Pak kalau begitu untuk hari ini saya akan bekerja di sini, kalau begitu saya pamit Pak", Ucap Arkan sambil berpamitan kepada Pak Ginanjar.


"Eh Pak Arkan tunggu dulu, ini gaji Pak Arkan selama seminggu ini", Kata Pak Ginanjar sambil memberikan sebuah amplop coklat kepada Arkan.


"Terima kasih banyak Pak", Ucap Arkan sambil pamit dan pergi meninggalkan ruang guru menuju ke pos satpam nya.

__ADS_1


Tetapi ternyata Rissa daritadi sudah menunggu Arkan di pos satpam itu.


"Loh Rissa kamu ngga ngajar?" Tanya Arkan yang keheranan karena Rissa ada di pos satpam dan tidak berada di kelas nya untuk mengajar.


"Jam ku ngajar itu nanti siang, Mas udah selesai urusan nya sama Pak Ginanjar?" Tanya Rissa.


"Udah, mulai besok Mas udah ngga jaga di sekolah ini lagi", Jawab Arkan.


"Yahh, ngga ada temen ngobrol deh aku", Ucap Rissa dengan nada sedih.


Arkan hanya mengusap kepala Rissa layak nya mengusap kepala anak kecil.


......................


Malam itu Arkan sedang berjalan menuju ke rumah Pak RT, Arkan berjalan sambil sesekali menghirup udara malam hari.


Selang beberapa menit akhir nya Arkan pun tiba di rumah Pak RT, Arkan segera mengetuk pintu nya.


"Assalamualaikum", Ucap Arkan sambil mengetuk pintu.


"Walaikumsalam", Jawab Bu Rahma sambil membuka pintu nya.


"Eh Arkan, ayo masuk dulu nak", Ucap Bu Rahma dengan tersenyum.


Arkan pun mengikuti Bu Rahmat di belakang nya.


"Duduk dulu nak, saya panggilkan bapak dulu", Ucap Bu Rahma sambil masuk ke dalam rumah nya.


Arkan pun duduk di sofa yang terdapat di ruang tamu tersebut.


"Jadi gimana Arkan, sudah kamu bawa dokumen kamu?" Tanya Pak RT sambil duduk di depan Arkan.


"Ini Pak", Sahut Arkan memberikan beberapa berkas kepada Pak RT.


Pak RT hanya mengangguk-angguk kan kepala nya setelah melihat berkas yang di berikan oleh Arkan.


"Kamu udah tah pekerjaan kamu besok?" Tanya Pak RT lagi.


"Belum Pak hehe", Sahut Arkan.


"Begini saya jelaskan dulu, supaya kamu lebih paham", Ucap Pak RT.


Pak RT pun menjelaskan semua nya tentang pekerjaan baru Arkan, dan terlihat Arkan sesekali mengangguk pertanda ia mengerti, mereka pun mengobrol sambil minum kopi yang tadi di berikan oleh Bu Rahma.

__ADS_1


__ADS_2