
Siang itu matahari bersinar dengan sangat terik, anak-anak sekolah sudah pulang semua tetapi Arkan masih berada di pos satpam, karena para guru sedang rapat jadi Arkan harus menunggu mereka selesai rapat.
Arkan yang saat itu sedang menunggu Rissa untuk mengajak nya pulang bersama, tak lama kemudian terlihat Rissa keluar dari ruang guru, Arkan segera menyapa nya.
"Riss, pulang bareng yuk", Ajak Arkan.
Rissa hanya diam menatap wajah Arkan dengan ekspresi yang datar, setelah itu ia hanya mengangguk tanpa berbicara sama sekali.
"Ya udah yuk kita jalan", Ajak Arkan.
Rissa hanya diam tidak menjawab ajakan Arkan sama sekali.
"Kemarin film nya seru?" Tanya Rissa dengan ekspresi wajah yang datar.
"Seru", Jawab Arkan sambil tersenyum.
"Oh", Kata Rissa.
Arkan pun menceritakan semua tentang ia dan Sari, Rissa pun hanya sesekali menanggapi nya dengan tersenyum kecut.
Ia tidak tahu apa yang terjadi pada diri nya, tetapi setiap kali Arkan menceritakan tentang gadis lain, ia merasa tidak nyaman.
"Arkan kamu duluan saja", Kata Rissa.
"Loh, rumah kamu kan masih jauh dari sini", Ucap Arkan.
"Aku mau ke toko buku", Jelas Rissa.
"Aku ikut ya", Ucap Arkan.
"Buat apa?" Tanya Rissa terkejut.
__ADS_1
"Buat liat-liat", Jawab Arkan dengan santai.
"Hahaha, kamu ada-ada aja", Kata Rissa sambil tertawa.
"Hehe", Sahut Arkan, ia senang karena Rissa sudah mau tertawa.
"Boleh apa ngga nih?" Tanya Arkan.
"Ya udah yuk", Sahut Rissa dengan tersenyum.
"Yuk", Balas Arkan.
Arkan dan Rissa pun berjalan menuju ke toko buku, setelah sampai mereka langsung masuk ke dalam toko buku.
Mereka memilih-milih buku yang akan di beli nya.
"Riss Rissa liat ini", Ucap Arkan sambil menunjuk kan buku cerita yang bersampul dengan gambar hewan-hewan.
"Ini lihat lah, mirip kamu ya", Kata Arkan sambil menunjuk gambar hewan panda yang ada di sampul buku itu.
"Hahahaha", Gelak tawa Arkan.
"Ohh jadi maksud kamu aku gemuk mirip panda gitu", Ucap Rissa sambil mencubit lengan Arkan.
"Aduhhhh duhhh", Kata Arkan kesakitan.
"Maka nya ngga usah ngejek", Ucap Rissa dengan sewot.
"Iya deh, aku minta maaf", Sahut Arkan.
"Tapi mirip loh sama kamu hehe", Ucap Arkan lagi sambil mengejek Rissa lagi.
__ADS_1
"Ishh, Arkan!" Sahut Rissa dengan nada marah karena di ejek oleh Arkan terus menerus.
Rissa pun mencubit lengan Arkan lagi, tetapi tidak kena, Arkan sudah mengelak sebelum tangan Rissa mendarat di lengan nya.
Rissa menatap wajah Arkan dengan ekspresi datar seperti saat di sekolah lagi.
"Kamu marah ya? aku minta maaf deh", Ucap Arkan sambil memegangi kedua telinga nya, seperti seorang siswa yang di hukum oleh guru nya di depan kelas.
Melihat Arkan yang memegang telinga nya, Rissa tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia langsung mencubit lengan Arkan.
"Awww", Arkan kesakitan, karena cubitan yang ini lebih sakit daripada yang tadi.
"Aku ngga akan lepasin kamu, sebelum kamu minta maaf", Ucap Rissa sambil terus mencubit lengan Arkan.
"Aku minta maaf", Kata Arkan.
"Janji ngga di ulangi lagi?" Tanya Rissa kepada Arkan.
"Iya, aku janji", Jawab Arkan.
Rissa pun melepaskan cubitan nya pada Arkan.
"Aku udah selesai nih, kamu udah belum?" Tanya Rissa.
"Hehe aku kan udah bilang, aku ke sini buat liat-liat aja sambil nemenin kamu hehe", Jawab Arkan dengan cengengesan.
Rissa hanya menggeleng-gelengkan kepala nya melihat kelakuan Arkan.
"Ya udah, kalau gitu aku ke kasir dulu", Sahut Rissa.
"Kalau gitu aku tunggu di luar", Jawab Arkan.
__ADS_1
Arkan menunggu Rissa menyelesaikan pembayaran nya, setelah selesai mereka berdua pun pulang ke rumah mereka masing-masing.