Wanita Pilihanku!

Wanita Pilihanku!
Episode 8


__ADS_3

"Drrrrtttt Drtttttt"


Suara handphone tiba-tiba membangun kan Arkan dari tidur nyenyak nya, Arkan segera mengambil ponsel nya dan melihat jam yang ternyata sudah jam 8 pagi, berhubung hari ini adalah tanggal merah jadi ia tidak terlalu kaget.


"Siapa sih nge chat jam segini", Kata Arkan.


Arkan pun membuka chat tersebut dan terdapat nama "Rissa".


"Arkan kamu bisa temani aku ngga?" Tanya Rissa di dalam chat itu.


Arkan pun segera membalas Chat itu.


"Temani ke mana?" Tanya Arkan balik.


Tapi ternyata Rissa sudah tidak online lagi, Arkan pun lalu meletakkan ponsel nya dan melanjutkan tidur nya, bari 5 menit Arkan tertidur tiba-tiba ada panggilan masuk di ponsel nya Arkan pun segera menjawab nya.


"Halo, siapa ini?" Tanya Arkan seperti suara khas orang bangun tidur.


"Ini aku Rissa, kamu habis bangun tidur ya", Jawab Rissa.


"Iya ni, ngomong-ngomong ada apa kamu nelpon aku?" Tanya Arkan dengan suara yang sedikit serak, maklum dia habis bangun tidur.


"Hari ini kamu bisa temani aku ngga?" Tanya Rissa.


"Iya bisa, temani kemana?" Tanya balik Arkan.


"Kamu bisa temani aku ke kota, buat ketemu orang tua ku", Jawab Rissa.


"Loh bukan nya rumah orang tua kamu di citampi", Kata Arkan dengan heran.


"Bukan itu rumah aku dan adik ku, bukan rumah orang tua ku, rumah orang tua ku ada di kota", Kata Rissa menjelaskan.


"Ohh begitu", Ucap Arkan sambil mengangguk-angguk.


"Kamu bisa temani aku kan Arkan?", Tanya Rissa memastikan.


"Sekarang?" Tanya balik Arkan.


"Kalau bisa ya sekarang, tapi kalau kamu ngga bisa sekarang ya nanti siang saja", Ucap Rissa.


"Bisa, bisa kok kalau sekarang, aku siap-siap dulu ya nanti aku jemput", Kata Arkan sambil bangkit dari kasur nya.


Arkan pun segera mandi dan bersiap-siap setelah itu ia akan menjemput Rissa.


......................


Di tempat lain yaitu di rumah Rissa, Rissa sedang berbicara dengan adik nya.


"Bukan nya kakak sudah mengunjungi ayah dan ibu kemarin lusa, kok mau mengunjungi lagi?" Tanya Sinta, adik dari Rissa.


"Ya karena kakak kangen sama mereka hehe", Kata Rissa.


"Tumben kakak mengunjungi ayah dan ibu lagi, biasanya 1 bulan sekali", Ucap Sinta yang masih keheranan dengan sikap kakak nya.


"Atau jangan-jangan kakak suka sama, siapa tadi namanya oh iya Arkan", Selidik Sinta.

__ADS_1


"Ah, engga kok, kakak emang kangen sama mereka", Ucap Rissa meyakinkan Sinta.


"Halah bilang aja kakak pengen berduaan dengan Arkan, iya kan", Timpal Sinta dengan wajah yang menyelidik.


"Enggak, kok kakak cu-"


*Ting tong ting tong*


Ucapan Rissa berhenti karena sepertinya Arkan sudah tiba, Rissa pun langsung membukakan pintu nya dan benar saja Arkan sudah berdiri di depan pintu nya.


"Udah siap, yuk", Ajak Arkan.


"Yuk", Sahut Rissa.


"Sinta kamu jaga rumah, jangan kemana-mana kakak nanti pulang siang kalau engga sore", Kata Rissa kepada Sinta.


"Iya kak, Arkan kamu jaga kakak ku ya", Pinta sinta.


"Siap" Ucap Arkan sambil tersenyum.


"Udah yuk Arkan, Sinta kami pergi dulu ya", Pamit Rissa kepada Sinta.


"Iya kak hati-hati di jalan", Sahut Sinta.


Arkan dan Rissa pun berjalan menuju ke terminal, setelah sampai di terminal Arkan dan Rissa memilih bus yang akan mereka tumpangi sampai ke kota.


setelah mendapat bus nya Arkan dan Rissa pun langsung menaiki nya dan mencari tempat duduk.


"Kita duduk di sini saja Rissa", Ajak Arkan.


Arkan dan Rissa pun duduk di kursi yang di tunjuk Arkan.


Di tengah perjalanan bus berhenti dan menurunkan seorang penumpang tetapi penumpang lain segera masuk ke dalam bus.


Dan ternyata itu adalah seorang ibu-ibu hamil, setelah melihat sekeliling nya ia tidak melihat kursi kosong akhir nya ia pun memutuskan untuk berdiri.


Arkan yang melihatnya pun langsung buru-buru berdiri dan memberikan tempat duduk nya kepada ibu hamil itu.


"Bu, ibu duduk di sini saja", Kata Arkan mempersilakan ibu itu untuk duduk.


"Terima kasih ya nak", Ucap ibu itu.


"Iya sama-sama bu", Jawab Arkan.


Rissa hanya tersenyum melihat Arkan memberikan kursi nya untuk ibu itu.


"Iya bu duduk di sini saja, sudah tidak ada kursi di bus ini, semua sudah terisi", Sahut Rissa.


Ibu itu pun akhir nya duduk di kursi itu.


"Itu suami kamu nak?" Tanya ibu kepada Rissa.


"bu-bukan, itu teman saya", Jawab Rissa dengan gugup.


"Saya kira itu suami kamu", Ucap ibu itu.

__ADS_1


Rissa hanya menganggapi perkataan ibu itu dengan tersenyum.


Setelah 30 menit berada di bus itu akhir nya Arkan dan Rissa turun dari bus itu dan melanjutkan perjalanan mereka ke rumah orang tua Rissa dengan berjalan kaki.


Sekitar 10 menit berj akhir nya Arkan dan Rissa pun sampai ke rumah orang tua Rissa, setelah sampai Rissa pun langsung mengetok pintu nya.


*Tok tok tok*


"Assalamualaikum, ayah ibu, ini Rissa",


"Walaikumsalam", Jawab seorang ibu-ibu yang muncul dari balik pintu.


"Rissa, tumben kamu datang", Ucap ibu itu yang ternyata ibu nya Rissa.


"Di mana ayah bu?" Tanya Rissa mengalihkan pembicaraan.


"Ayah ada di dalam, ayo masuk dulu", Ajak ibu Rissa.


"Ayo Arkan masuk dulu", Ajak Rissa kepada Arkan.


"Iya nak ayo masuk dulu, ngga baik kalau bicara di luar", Ucap ibu Rissa.


"Iya bu", Jawab Arkan.


Arkan dan Rissa pun masuk ke dalam rumah orang tua Rissa.


"Duduk dulu nak, ibu panggilkan ayah Rissa dulu", Kata ibu Rissa sambil melangkah pergi.


Arkan dan Rissa pun duduk di sofa yang terdapat di ruang tamu, mereka pun akhir nya mengobrol tetapi obrolan mereka tidak berlangsung lama.


"Rissa di mana Sinta? dia ngga ikut?" Tanya bapak-bapak yang ternyata ayah nya Rissa.


"Engga yah, Sinta ngga ikut", Jawab Rissa.


"Ohh begitu", Kata ayah Rissa sambil duduk.


"Oh ya ini siapa?" Tanya ayah Rissa kepada Arkan.


"Saya Arkan pak, teman nya Rissa", Ucap Arkan.


"Ohh, saya kira pacar nya Rissa, hahaha", Kata ayah Rissa sambil tertawa.


Arkan yang mendengar itu hanya bisa tersenyum.


"Ayahhh", Sahut Rissa dengan muka memerah.


"Maka nya kamu cepat cari pasangan, ibu udah pengen gendong cucu", Timpal ibu Rissa.


"Rissa kan udah bilang, Rissa pengen ngelanjutin karir Rissa dulu", Jawab Rissa.


"Iya nak, tapi lebih baik kamu segera cari pasangan", Saran ayah Rissa.


"Iya yah", Ucap Rissa.


Arkan dan Rissa serta ayah ibu Rissa terus mengobrol hingga siang hari, ibu Rissa pun menyarankan agar mereka pulang sore hari saja.

__ADS_1


Arkan dan Rissa pun mengiyakan saran ibu Rissa.


__ADS_2