
"Assalamu'alaikum".
"Walaikumsalam".
"Eh... ada Arkan, ada apa pagi-pagi gini kesini?" Tanya Pak RT.
"Masuk dulu, ngobrol nya di dalam aja,, sambil minum kopi". Ajak Pak RT.
Arkan pun mengikuti Pak RT di belakang nya, setelah duduk Arkan lalu menyampaikan niat nya kepada Pak RT.
"Jadi gini Pak-"
"E-eh, tunggu sebentar".
Pak RT meninggalkan Arkan sendiri di ruang tamu, sedangkan ia menuju ke dapur.
Tak berselang lama Pak RT datang dengan membawa 2 cangkir kopi, dan sepiring pisang goreng yang masih panas.
"Ini di minum dulu kopinya, mumpung masih panas". Ucap Pak RT sambil meletakkan cangkir kopi dan pisang goreng itu di meja.
"Aduhh.. maaf, jadi ngerepotin nih Pak". Sahut Arkan dengan malu-malu kucing.
"Udah gapapa... ayo di minum dulu",
__ADS_1
Arkan pun meraih secangkir kopi panas dan satu pisang goreng. Setelah minum dan makan, Arkan pun menyampaikan niat nya.
"Jadi begini Pak, saya ingin meminta bantuan bapak untuk mencari kan saya rumah, niat nya saya mau beli rumah,, yang kecil-kecil aja Pak, yang penting bisa buat tidur dan harga nya murah". Kata Arkan menyampaikan niat nya.
"Wah! kalau begitu bapak akan carikan rumah yang bagus sekaligus harga nya murah". Kata Pak RT dengan antusias.
"Sebentar saya akan ambilkan dulu berkas-berkas data rumah yang mau di jual".
Pak RT pun masuk ke dalam dan mengambil beberapa berkas untuk Arkan.
"Ini ada sekitar 5-6 rumah yang mau di jual.. kamu liat-liat dulu,, di situ sudah tercantum secara detail mengenai rumah itu".
Arkan pun melihat-lihat beberapa gambar rumah yang ada di situ termasuk detail-detail rumah nya.
Saat sedang melihat-lihat, pandangan nya tertuju pada gambar rumah berwarna biru dengan garasi di samping rumah itu, ia melihat detail rumah itu dan ia menyimpulkan bahwa panjang rumah itu sekitar 12 × 10 meter.
"Kalau kamu mau beli rumah itu, langsung ke saya saja,, karena pemilik nya sudah memberi saya tanggung jawab, jika ada yang mau membeli rumah itu.. uang nya di suruh di kasihkan ke saya". Jelas Pak RT dengan panjang lebar mengenai rumah itu.
"Di sini tidak di cantumkan harga nya Pak?" Tanya Arkan, ia seperti nya tertarik dengan rumah itu
"Haa? masa sih? masa ngga ada harga nya?"
Arkan kembali mengecek dan ternyata ada harga nya, tapi di belakang berkas nya.
__ADS_1
"Eh.. ada Pak ternyata, ada di belakang berkas nya, hehe saya tidak lihat dengan teliti". Kata Arkan dengan cengengesan.
Pak RT hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Arkan. Sedangkan Arkan yang melihat harga nya pun sedikit syok.
("Buset.. mahal amat, 60 juta") Katanya Dalam hati.
("Hmm.. uang yang di berikan ayah ada 85 juta, rumah ini seharga 60 juta,, jadi masih ada sisa sekitar 25 juta, hm.. cukup lah buat beli perabotan sama kebutuhan ku sehari-hari")
Cukup lama Arkan termenung dan sibuk dengan pikiran nya sendiri.
"Jadi gimana Arkan?" Tanya Pak RT yang membuyarkan lamunan Arkan.
"Saya tertarik dengan rumah ini, tetapi apa boleh kalau saya liat-liat dulu rumah nya?"
"Tentu boleh, mau sekarang liat-liat nya atau nanti?" Tawar Pak RT.
"Lebih cepat lebih baik Pak". Ucap Arkan.
Akhir nya berangkat lah mereka menuju ke lokasi rumah tersebut, dan ternyata rumah tersebut sangat dekat dengan rumah Rissa dan adik nya.
◉═════════════◉
Kalau ada salah kata dan kalimat dalam penulisan atau pengejaan,, saya mohon maaf
__ADS_1
And Happy reading><
◉═════════════◉