
Sudah satu minggu Arkan berada di kampung citampi, tetapi hutang kedua orang tua nya pun tak kunjung lunas.
Meskipun begitu Arkan tidak pernah pantang menyerah, hari itu Arkan sudah bersiap-siap untuk berangkat bekerja ia melangkah ke luar rumah nya.
"Mau berangkat kerja nak?" Sapa Pak Nanang.
"Ehh, iya Pak", Jawab Arkan sambil tersenyum.
"Hey, Arkan", Sapa Pak Tio di belakang Arkan.
"Apa kabar Pak, lama tak bertemu", Sapa Arkan.
"Baik, oh ya kamu nanti bisa membantu saya?" Tanya Pak Tio.
"Membantu apa ya pak?" Tanya Arkan balik.
"Nanti malam kamu bisa bantuin saya ngeronda, soalnya Pak RT ngga bisa ngeronda jadi kamu gantiin beliau", Jawab Pak Tio.
"Insyaallah saya bisa Pak", Kata Arkan dengan penuh kepastian.
"Oke lah kalau begitu, saya mau patroli dulu", Kata Pak Tio sambil melangkah meninggalkan Arkan.
Arkan berbalik badan dan melanjutkan perjalanan nya menuju ke arah sekolah dasar Maju Jaya. Setelah tiba di sekolah Arkan segera melanjutkan kewajiban nya.
Setelah selesai menyapu halaman sekolah, Arkan segera menuju ke pos satpam, di saat Arkan sedang mengawasi situasi di situ tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkan nya.
"Duarrrrrrr"
"Eh demittt gentayangannnn", Ucap Arkan sangat terkejut.
"Ihhh, jahat aku di katain demit", Kata orang itu yang ternyata Rissa.
"Astaga ternyata kamu, bikin kaget aja", Kata Arkan sambil mengelus dadanya karena kaget.
__ADS_1
"Hehehehe, habis nya kamu ngelamun terus sih, mikirin apa an sih?" Tanya Rissa.
Arkan pun menatap mata Rissa lekat-lekat, Rissa yang di tatap seperti itu menjadi sedikit salah tingkah.
"K-kamu n-ngapain sih a-a-arkan", Kata Rissa dengan terbata-bata.
"Aku lagi ngeliatin calon istri ku nanti", Kata Arkan dengan serius.
Rissa yang mendengar itu seketika muka nya memerah.
"Hahahaha, aku bercanda", Kata Arkan sambil tertawa.
"Hahahaha, Awww sakit Riss", Kata Arkan lagi dengan kesakitan karena Rissa mencubit nya.
"Salah sendiri, siapa suruh bercanda", Ucap Rissa dengan sedikit kesal.
"Ngga lucu tau humor kamu", Kata Rissa lagi.
Arkan yang mengetahui jika Rissa sudah kesal langsung buru-buru minta maaf, karena ia tidak mau mendapat kan masalah yang lebih besar lagi.
"...........", Rissa tidak menjawab ucapan Arkan.
"Riss, jangan marah dong, aku minta maaf", Ucap Arkan sekali lagi.
"Tapi ada syarat nya", Kata Rissa.
"Apa syarat nya?", Tanya Arkan.
"Nanti malam kamu harus nemenin aku nongkrong sama adik ku", Jawab Rissa.
"Hmm, nanti malam ya, seperti nya tidak bisa aku udah ada janji-"
"Janji sama siapa?" Tanya Rissa yang tiba-tiba memotong ucapan Arkan.
__ADS_1
"Aku udah ada janji sama Pak Tio buat membantu dia ngeronda malam ini", Ucap Arkan menjelaskan.
"Yah, ngga bisa di tunda dulu apa?" Tanya Rissa dengan wajah cemberut.
"Maaf Riss, mungkin kapan-kapan aku bisa temenin kamu tapi kalau nanti malam aku beneran ngga bisa", Ucap Arkan.
"Janji ya", Kata Rissa.
"Iya, aku janji", Sahut Arkan sambil tersenyum.
Ting ting ting ting ting.......
"Eh, udah pergantian jam, Mas aku ke dalam dulu ya, aku ada jam mengajar", Kata Rissa meninggalkan Arkan yang berada di pos satpam.
"Iya, semangat ngajar nya", Ucap Arkan menyemangati Rissa.
Rissa yang mendengar itu seketika tersenyum dan melangkah menuju ke kelas nya.
......................
Kringg kringg kringg kringg........
Tanda bel pulang sekolah berbunyi, Arkan pun segera membereskan barang-barang nya dan pulang ke rumah nya.
Menjelang malam hari Arkan Bergegas menemui Pak Tio di pos ronda.
"Pak Tio, udah lama nunggu di sini?" Sapa Arkan.
"Baru saja saya sampai", Jawab Pak Tio.
"Oh ya, saya mau keliling patroli dulu, kamu mau ikut apa di sini saja Arkan?" Tanya Pak Tio.
"Saya ikut bapak saja", Ucap Arkan.
__ADS_1
"Ya sudah, ayo", Ajak Pak Tio.
Arkan dan Pak Tio pun ber patroli keliling kampung citampi dan sesekali mengobrol.