Wanita Pilihanku!

Wanita Pilihanku!
Episode 43


__ADS_3

Malam itu jarum jam menunjukkan pukul 23.00 malam, akan tetapi Arkan masih belum bisa tidur, ia masih memikirkan tentang perkataan ayah nya di ladang tadi.


......................


(*Flasback di ladang*)


"Nak, ada yang mau ayah bicarakan sama kamu".


" Mau ngomong apa yah?" Tanya Arkan pada ayah nya.


"Begini nak.... "


"Ayah kan kemarin habis jual sawah yang di pinggir desa". Kata Ayah Arkan dengan nada yang serius.


"Loh! kenapa di jual yah?!" Tanya Arkan dengan nada yang sangat terkejut.


"Gapapa, lagian itu sawah letak nya juga di pinggir desa, jadi kalau ayah jual pasti untung nya banyak".


"Nah... uang nya nanti kamu pakai buat beli rumah". Kata Ayah Arkan sambil menyerah kan amplop berwarna coklat kepada Arkan.


"E-eh, kenapa buat Arkan? buat ayah sama ibu saja, buat kebutuhan ayah dan ibu saja, Arkan engga berhak mendapatkan ini yah, ini kan sawah nya ayah.. berarti ini uang ayah dong". Arkan mengembalikan amplop coklat tersebut kepada ayah nya, ia tidak mau menerima uang itu karena menurut nya itu bukan hak dia.


"Sawah itu memang ayah wariskan untuk kamu, nah.. berhubung katanya kamu sudah nyaman tinggal di kampung kamu, makanya bapak jual aja,, uang nya bisa kamu pake buat beli rumah atau kebutuhan kamu di sana". Jelas Ayah Arkan dengan panjang lebar.


"Makasih yah... Arkan engga tau harus bagaimana membalas jasa ayah dan ibu". Ucap Arkan dengan terharu.


"Nak... yang kami mau itu, cukup dengan melihat kamu menjadi orang sukses".

__ADS_1


Arkan tidak bisa membendung air mata nya, ia langsung memeluk ayah nya, dan ayah nya pun langsung membalas pelukan anak semata wayang nya itu.


"Yaudah, mari kita pulang". Kata Ayah nya seraya melepaskan pelukan nya dari Arkan.


(*Flasback off*)


......................


"Harus ku apakah ya uang ini??"


"Ku pakai untuk kebutuhan ku?"


"Atau ku pakai untuk membeli rumah saja?"


"Lumayan uang untuk kost bisa ku tabung".


"Di amplop ini ada sekitar 85 juta an, sedangkan rumah-rumah di sini harga nya 55-65 juta an... jadi masih ada sisa 20 juta an".


Arkan mengoceh sendiri di tengah malam, ia bingung harus di apakan uang yang di beri oleh ayah nya... seumur-umur hidup nya, ia tidak pernah memegang uang sebanyak itu.


Tetapi setelah berpikir agak lama, ia pun memutuskan untuk memakai nya membeli rumah baru.


Ia bermaksud untuk meminta bantuan Pak RT, untuk mencarikan rumah kosong yang di jual... akan tetapi berhubung itu sudah larut malam dan Pak RT pun kemungkinan besar sudah tidur,,


Arkan pun memutuskan untuk menghubungi Pak RT besok pagi saja.


"Hari semakin larut, lebih baik aku tidur saja,, besok baru menemui Pak RT".

__ADS_1


...****************...


Pagi hari pun tiba, ayam jantan berkokok bersahut-sahutan, Arkan yang saat itu sudah bersiap-siap untuk menuju ke rumah Pak RT.


"Mau kemana lu? masih pagi udah rapi amat?" Tanya Abimana yang seperti nya habis joging.


"Lu sendiri habis darimana?" Tanya balik Arkan pada Abimana.


"Habis maling ayam tetangga,,, kagak liat apa gw habis joging".


"O-oh gw tau nih, lu pasti mau ke rumah si Rissa kan?" Tebak Abimana.


"Sok tau lu,, orang gw mau ke rumah Pak RT". Ucap Arkan sambil menyalakan sepeda motor nya.


"Ngapain?"


"Kepo lu.."


"Dah gw cabut dulu,, bye".


Arkan pun menaiki sepeda motor nya dan menuju ke rumah Pak RT,, sesampai nya di rumah Pak RT, Arkan langsung meletakkan sepeda motor nya, dan segera mengetuk pintu rumah Pak RT.


"Assalamualaikum Pak".


◉═════════════◉


Kalau ada salah kata dan kalimat dalam penulisan atau pengejaan,, saya mohon maaf

__ADS_1


And Happy reading><


◉═════════════◉


__ADS_2