
Hari itu adalah hari minggu jadi otomatis Arkan libur, hari itu Arkan ingin mengunjungi rumah kedua orang tua nya, setelah mandi dan bersiap-siap Arkan pun langsung menuju ke rumah Rissa.
Tak berselang lama Arkan pun sampai di rumah Rissa.
"Assalamualaikum", Kata Arkan sambil mengetuk pintu rumah Rissa.
Tak ada jawaban sama sekali, Arkan pun mengetuk pintu nya sekali lagi tetapi tetap tidak ada jawaban sama sekali, Arkan pun berinisiatif untuk menelepon Rissa.
Saat hendak menelepon Rissa tiba-tiba saja pintu rumah terbuka dan keluar lah Rissa dari balik pintu.
Arkan tertegun sejenak karena Rissa hari itu terlihat sangat cantik dan mempesona.
"Hehe maaf Mas, tadi aku kebelet buang air kecil", Ucap Rissa yang merasa tidak enak pada Arkan.
"Gapapa kok santai aja", Sahut Arkan.
"Kita berangkat sekarang aja gimana?" Tanya Arkan pada Rissa.
"Yuk", Kata Rissa.
Rissa pun memegang tangan Arkan sambil berjalan menuju ke terminal.
Setelah memilih bus yang akan mereka naiki untuk sampai ke kampung Arkan, mereka pun segera naik ke bus itu.
Di perjalanan Rissa bertanya kepada Arkan.
"Mas boleh nanya ngga?" Tanya Rissa pada Arkan.
__ADS_1
"Nanya apa?", Tanya Arkan balik.
"Eumm, Mas pernah punya pacar ngga?" Tanya Rissa dengan sedikit ragu-ragu, ia takut menyinggung perasaan Arkan.
"Pernah", Jawab Arkan tanpa melihat ke arah Rissa.
"Kenapa memang nya?" Tanya Arkan balik pada Rissa.
"Menurut Mas, siapa pacar Mas yang paling berkesan dalam hidup Mas?" Tanya Rissa.
"Pacar ya,,,,,,, Menurut Mas yang paling berkesan itu pacar Mas yang pertama", Kata Arkan sambil tersenyum.
"Sampai sekarang?" Tanya Rissa lagi pada Arkan, ia seperti menginterogasi Arkan.
"Iya sampai sekarang, dan semua kenangan nya ngga akan pernah tergantikan oleh yang lain", Ucap Arkan sambil memanas-manasi Rissa.
Sebenar nya Arkan belum pernah berpacaran sama sekali, ia hanya ingin memanasi Rissa saja.
"Mungkin sampai selama-lama nya ngga akan yang bisa menggantikan posisi dia", Ucap Arkan semakin menjadi-jadi untuk memanasi Rissa.
"Oke cukup, ngga usah di bahas", Kata Rissa dengan ketus, padahal ia ingin jika Arkan mengatakan bahwa diri nya lah yang paling berkesan di hidup Arkan.
"Kamu mau tau orang nya?" Tanya Arkan sambil melihat ke wajah Rissa.
"Siapa", Ucap Rissa dengan ketus.
"Orang yang berada di samping aku, dan mudah-mudahan bisa menjadi makmum yang baik untuk ku", Sahut Arkan dengan tersenyum sambil memegang tangan Rissa.
__ADS_1
"Maksud kamu?" Tanya Rissa yang tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan Arkan.
"Pacar pertama dan terakhir ku itu hanya kamu", Kata Arkan dengan tersenyum manis.
Rissa yang mendengar hal itu pun menjadi salah tingkah, ia tidak menyangka bahwa Arkan akan mengatakan hal itu.
Ia pikir yang Arkan maksud adalah mantan nya di masa lalu.
"Aku", Ucap Rissa sambil menunjuk ke diri nya sendiri.
"Bukan kamu, yang aku maksud ibu-ibu di samping kamu haha", Sahut Arkan dengan tertawa.
"Ishh, ngga lucu tau", Kata Rissa sambil menepuk lengan Arkan.
"Hahaha, lha abis nya siapa lagi kalau bukan kamu", Ucap Arkan.
"Ya, aku ki-"
Belum sempat Rissa menyelesaikan ucapan nya bus tiba-tiba berhenti.
"Eh Riss, udah sampai yuk turun", Ajak Arkan sambil memegang tangan Arkan.
Rissa pun mengikuti Arkan dari belakang nya, setelah turun dari bus, mereka pun melanjutkan perjalanan nya menuju ke rumah orang tua Arkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon maaf jika ada salah kata dan kalimat, dan mohon untuk dukungannya.
__ADS_1
Oh ya kalau mau boleh mampir ke novel saya yang terbaru judul nya Cinta Terhalang Dimensi dan di jamin untuk cerita nya pasti seru dan ngga bikin bosan.
Terima kasih🙏