
ternyata di tempat lain ada seseorang orang yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka, dan ia adalah Pak Farhan.
"(Sudah ku duga pasti ada sesuatu di antara mereka)" Ucap Pak Farhan di dalam hati nya.
"Sudah saya duga kan, ada sesuatu di antara kalian!" Ucap Pak Farhan mengagetkan Rissa dan Arkan.
"Astagfirullah", Kata Arkan yang kaget tiba-tiba Pak Farhan sudah muncul di depan nya.
Rissa pun tak kalah kaget nya dengan Arkan karena Pak Farhan muncul tiba-tiba di depan mereka.
"Jangan bilang Pak Farhan nguping pembicaraan kami", Kata Rissa sambil menatap Pak Farhan dengan sangat serius, seperti nya ia sedikit kesal dengan nya.
"E-eh, jangan salah paham dulu Bu, saya ke sini di suruh Pak Ginanjar buat ngambil mic", Jawab Pak Farhan sambil menunjuk kan mic yang berada di tangan nya.
"Ya terus ngapain masih di sini", Ucap Rissa dengan nada yang sangat kesal.
"E-eh iya, i-ini juga mau pergi", Sahut Pak Farhan karena melihat Rissa yang mau mengamuk.
"Oh ya itu kue ya? Boleh minta satu ngga?" Tanya Pak Farhan dengan cengengesan.
"Pak Farhan mau, nih ambil aja", Kata Arkan sambil menyodorkan kotak makan yang berisi kue tersebut.
"Gapapa kan Riss?" Tanya Arkan pada Rissa.
"Iya", Jawab Rissa yang seperti nya masih kelas kepada Pak Farhan.
Pak Farhan pun mengambil sepotong kue itu dan tidak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada Rissa dan Arkan.
"Terima kasih ya Rissa, Arkan", Ucap Pak Farhan sambil berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
"Yuk, kita ke sana juga", Ajak Arkan pada Rissa.
"Yuk", Ucap Rissa mengiyakan ajakan Arkan.
Rissa dan Arkan pun meninggalkan ruang guru dan menuju ke lapangan untuk melihat pentas seni, mereka mencari tempat yang teduh untuk duduk.
"Kita duduk di sana saja yuk", Ucap Rissa sambil menunjuk ke tempat di bawah pohon dan menarik tangan Arkan menuju ke ke situ.
Arkan pun mengikuti Rissa menuju ke bawah pohon itu, setelah sampai mereka pun duduk di bawah pohon tersebut.
"Riss aku mau tanya sama kamu, boleh ngga?" Ucap Arkan dengan sedikit gugup.
"Tanya apa?" Jawab Rissa tanpa menoleh ke arah Arkan, karena ia fokus melihat ke murid-murid yang mengikuti pentas seni tersebut.
"Kenapa kamu ngga sama guru-guru yang lain? Kenapa kamu lebih memilih sama aku di sini sedangkan aku cuma penjaga sekolah di sini", Ucap Arkan dengan merendah.
"Nanya satu-satu dong", Ucap Rissa dengan tersenyum manis.
"Oke, kenapa kamu lebih memilih di sini sama aku daripada sama guru-guru yang lain?" Ucap Arkan mengulangi pertanyaan nya.
"Menurut kamu?" Tanya Rissa balik kepada Arkan.
Arkan hanya mengangkat bahu nya pertanda ia juga tidak mengerti.
"(Kalau aku bilang yang sebenar nya kalau aku suka sama kamu, kamu pasti ngga akan percaya)" Ucap Rissa di dalam hati nya.
"Di sana kan panas Arkan, aku ngga mau panas-panas an", Ucap Rissa tanpa menoleh ke arah Arkan.
"Kan di sana di pasang tenda supaya ngga kepanasan buat guru-guru", Sahut Arkan.
__ADS_1
"Ohh jadi cerita nya kamu ngusir aku? Oke aku pergi", Kata Rissa sambil berdiri dan mau meninggalkan Arkan di situ sendirian.
"E-eh jangan pergi, aku cuma bercanda", Sahut Arkan sambil menahan tangan Rissa yang hendak pergi.
Arkan pun menarik pelan tangan Rissa supaya duduk, tetapi karena Rissa yang kaget tangan nya di tarik pun menjadi jatuh, dan ia jatuh berada tepat di pangkuan Arkan, kedua mata mereka bertemu, Rissa segera sadar dan memalingkan wajah nya, ia pun segera berdiri dari pangkuan Arkan.
"M-maaf", Ucap Rissa dengan terbata-bata.
Arkan hanya tersenyum.
"Kamu mau jalan-jalan ngga nanti malam?" Tanya Arkan.
"Ke mana?" Tanya balik Rissa.
"Ya jalan-jalan beli jajan hehe", Jawab Arkan dengan cengengesan.
"Boleh", Sahut Rissa.
"Kalau gitu nanti malam aku jemput", Kata Arkan.
"Iya, di liat-liat anak-anak itu lucu-lucu ya", Kata Rissa sambil tersenyum melihat ke arah murid-murid di atas panggung yang mengikuti pentas seni.
"Kayak kamu", Sahut Arkan.
Rissa yang mendengar hal itu langsung mencubit lengan Arkan.
"Aduh duh, sakit", Ucap Arkan kesakitan.
"Wlekk" Rissa hanya menjulurkan lidah nya untuk mengejek Arkan.
__ADS_1