Wanita Pilihanku!

Wanita Pilihanku!
Episode 24


__ADS_3

*Kukuruyukkk Kukuruyukkk.....*


Suara ayam berkokok membangun kan Arkan dari tidur nyenyak nya.


Hari ini ia harus pergi ke sekolah untuk membantu mendekor panggung untuk pentas seni besok, tapi ia masih enggan untuk berdiri karena ia terlalu lelah habis membantu membersihkan semua keperluan lomba kemarin.


"Hhhh", Arkan hanya menghela nafas dan setelah itu ia berdiri dan menuju ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi ia segera memakai pakaian nya, dan setelah selesai memakai pakaian nya ia berjalan menuju ke luar pintu dan mengunci pintu rumah nya.


"Nak Arkan mau ke mana?" Tanya Bu Siti yang seperti nya mau menagih uang kosan.


"Mau ke sekolah Bu, besok mau di adakan acara pentas seni jadi saya harus membantu mempersiapkan semua nya", Jawab Arkan.


"Oh ya Bu, ini uang kos untuk minggu ini, dan ini sama uang nya Abimana", Ucap Arkan sambil memberikan uang kepada Bu Siti, Bu Siti pun lalu menerima nya.


Abimana memang kemarin memberikan uang kosan kepada Arkan agar Arkan yang membayar kan nya, karena Abimana mau tidur sampai siang hari dan ia tidak mau di ganggu oleh siapa pun.


"Terima kasih ya nak, Ibu pergi dulu", Ucap Bu Siti sambil berlalu meninggalkan Arkan.


Setelah Bu Siti pergi Arkan pun segera menuju ke sekolah, tak lama kemudian Arkan pun sudah sampai di sekolah.


Di sana ternyata sudah ada Pak Ginanjar dan Pak Farhan, Arkan pun segera menghampiri mereka berdua.


"Pak Arkan kok baru sampai", Ucap Pak Farhan saat Arkan sudah berada di depan mereka.


"Maaf Pak", Kata Arkan.


"Jangan di dengerin Pak Arkan, orang dia saja juga baru sampai", Sahut Pak Ginanjar sambil melirik ke arah Pak Farhan.


"Hehe", Kata Pak Farhan dengan cengengesan.


Mereka pun mengobrol sambil menunggu para guru yang lain nya,

__ADS_1


Tak sampai 30 menit, terlihat 4 guru wanita yang berjalan ke arah mereka, yaitu Rissa, Bu Endang, Bu Nurul, dan Bu Rini sedang berjalan menuju ke arah Arkan dan yang lain nya.


"Arkan, kamu udah lama di sini?" Tanya Rissa saat sudah berada di depan Arkan.


"Ngga kok, baru aja sampai", Jawab Arkan.


"Bu, bagaimana dengan spanduk yang kita pesan, apa sudah jadi spanduk nya?" Tanya Pak Ginanjar pada Bu Endang.


"Sudah Pak, itu di bawa sama Bu Nurul", Jawab Bu Endang yang menunjuk ke arah tas yang di bawa oleh Bu Nurul.


Bu Nurul pun mengeluarkan spanduk nya di bantu dengan Arkan dan menyerahkan nya kepada Pak Ginanjar.


Pak Ginanjar pun membentangkan spanduk yang terbuat dari kain tersebut.


"Pak Arkan tolong bantu saya pasang spanduk ini di atas panggung", Kata Pak Ginanjar.


"Baik Pak", Sahut Arkan.


Arkan pun mengikuti Pak Ginanjar dari belakang dengan membawa spanduk itu, sementara Pak Farhan berusaha mendekati Rissa.


Setelah Rissa menggeser tempat duduk nya ternyata Pak Farhan pun ikut menggeser tempat duduk nya.


"Ada apa sih Pak, kok ngikutin saya mulu daritadi?" Tanya Rissa dengan nada yang kesal.


"Tau nih Pak Farhan", Sahut Bu Endang.


"Iya nih Pak Farhan ngapain sih, sudah sana ke Pak Ginanjar sama Pak Arkan saja", Ucap Bu Nurul membenarkan ucapan Bu Endang dan Rissa.


"Sudah sana Pak Farhan, di sini tempat nya perempuan, Pak Farhan kan bukan perempuan jadi ke sana saja sama Pak Ginanjar", Kata Bu Rini yang juga membela pernyataan 3 guru tadi.


"Hehe, sabar ibu-ibu, saya mau nanya sama Bu Rissa aja kok", Ucap Pak Farhan setelah mau di usir oleh 4 guru wanita tersebut.


"Nanya apa? tapi jangan deket-deket!" Ucap Rissa dengan nada yang ketus.

__ADS_1


"Jangan sewot gitu lah Bu, saya cuma mau nanya emang bener ya Bu Rissa sama Pak Arkan ada hubungan spesial?", Tanya Pak Farhan dengan wajah yang serius.


Bu Endang, Bu Nurul, dan Bu Rini yang mendengar pertanyaan Pak Farhan pun juga menjadi penasaran, mereka ber empat terus menatap wajah Rissa ingin mendapatkan jawaban nya.


Rissa yang di tatap seperti itu menjadi gugup.


"E-e-enggak P-pak", Jawab Rissa dengan suara yang terbata-bata.


"Kalau ngga ada hubungan apa-apa, kok akhir-akhir ini Bu Rissa selalu bersama dengan Pak Arkan?" Tanya Bu Endang, seperti nya ia juga penasaran mengenai hubungan Rissa dan arkan.


"Betul Bu, kalau sedang tidak ada kelas Bu Rissa selalu berada di pos satpam bersama dengan Pak Arkan", Sahut Bu Rini yang mendukung pertanyaan dari Bu Endang.


"Bu Endang, Bu Rini, kenapa kalian jadi iku-ikut an kayak Pak Farhan", Ucap Rissa,


Sebenar nya ia malu karena di tanya-tanya mengenai hubungan nya dengan Arkan, tetapi ia berusaha menyembunyikan rasa malu nya.


"Karena kami penasaran Bu", Sahut Pak Farhan.


"Betul", Ucap Bu Endang dan yang lain nya mendukung pernyataan Pak Farhan.


"Eumm, saya sama Arkan ngga ada hubungan apa-apa kok", Kata Rissa dengan tegas.


"Iya kah? tapi saya masih ngga percaya", Sahut Pak Farhan yang masih tidak percaya dengan perkataan Rissa.


"OY PAK FARHAN", Teriak Pak Ginanjar dari atas panggung.


"Ke sini sebentar, jangan nggibah mulu", Ucap Pak Ginanjar.


"Iya Pak, saya ke sana", Sahut Pak Farhan.


Pak Farhan pun segera menuju ke Pak Ginanjar, daripada ia terkena marah oleh Pak Ginanjar.


Tetapi para guru wanita itu hanya mengobrol saja tidak membantu Arkan, Pak Farhan dan Pak Ginanjar, hanya sesekali saja mereka membantu.

__ADS_1


Mohon maaf jika ada kesalahan kata dan penempatan kalimat,


dan mohon untuk dukungan nya


__ADS_2