
Malam itu Arkan baru saja sampai rumah nya, setelah membersihkan diri dan meletakkan baju-baju nya kembali ke dalam almari.
"Hahh" Arkan menarik nafas nya dalam-dalam dan merebahkan tubuh nya ke kasur, tanpa terasa Arkan pun lelap dalam tidur nya.
......................
Pagi hari pun tiba.....
*Drtttttt Drtttttt Drtttttt* Suara handphone Arkan tiba-tiba berbunyi.
Arkan melihat layar ponsel nya dan terdapat nama Pak RT.
"Hallo, ada apa Pak?" Tanya Arkan di telepon itu.
"Kamu udah pulang dari rumah orang tua kamu?" Tanya Pak RT balik pada Arkan.
"Udah Pak",
"Bisa segera ke Balai desa? Saya perlu bantuan kamu", Ucap Pak RT.
"Baik Pak saya ke sana segera", Sahut Arkan.
Setelah Pak RT mematikan panggilan telepon nya, Arkan pun segera bersiap-siap dan pergi ke Balai desa.
Akan tetapi di tengah perjalanan, tiba-tiba ada yang berteriak memanggil nama Arkan.
"WOY! ARKAN!", Teriak orang itu.
Tetapi dari suara nya Arkan bisa menebak siapa orang itu, Arkan pun membalik kan badan nya.
__ADS_1
Dan benar tebakan nya, orang itu adalah Abimana.
"Ada apa Bim, gue buru-buru nih", Kata Arkan.
"Elo mau ke Balai desa kan?" Tanya nya.
"Kok tau", Ucap Arkan.
"Ya tau lah, orang Pak RT juga nyuruh gue ke Balai desa", Sahut Abimana.
"Ohh gitu",
"Kenapa ya Pak RT minta kita ke Balai desa?" Tanya Arkan pada Abimana.
"Yo ndak tau, seharus nya kan elo yang jadi sekretaris Pak RT, otomatis lo tau dong" Sahut Abimana dengan santai.
Arkan hanya bisa menarik nafas dan membuang nya secara kasar mendengar sahutan Abimana.
"Bukan liburan itu, orang cuma mengunjungi orang tua gue saja", Ucap Arkan.
"Sama aja lah",
"Oh ya, gimana tanggapan orang tua lo soal Rissa?" Tanya Abimana.
Arkan hanya tersenyum dengan senang hati, Abimana yang melihat senyuman Arkan pun langsung mengerti maksud Arkan.
"Di terima?" Tanya Abimana dengan serius.
"Seperti nya", Ucap Arkan dengan tersenyum.
__ADS_1
"Widih, selamat brother", Kata Abimana sambil menjabat tangan Arkan.
Mereka pun mengobrol sambil berjalan menuju ke Balai desa.
Tak sampai 30 menit an akhir nya mereka pun sampai di balai desa, dan di situ sudah menunggu Pak RT, Pak Tio, dan sejumlah aparat desa lain nya.
"Maaf Pak RT, kami telat", Ucap Arkan.
"Tidak apa-apa, saya juga baru datang",
"Ada apa nih Pak RT, kok saya juga di panggil?" Tanya Abimana, karena Abimana hanya di panggil oleh Pak RT ketika ada masalah yang penting.
"Saya akan menjelaskan kenapa saudara-saudara sekalian saya panggil ke Balai desa", Ucapan Pak RT berhenti sejenak.
"Kita akan mengadakan acara perlombaan sepak bola antar desa",
Para aparat desa yang ada di situ pun hening dan fokus mendengarkan apa yang akan di katakan oleh Pak RT.
"Dan nanti nya yang akan mengikuti acara perlombaan ini bukan lah anak-anak melainkan para remaja di kampung kita", Pak RT menjelaskan panjang lebar mengenai perlombaan antar desa tersebut.
"Izin bertanya Pak", Kata Arkan sambil mengacungkan tangan nya.
"Silahkan",
"Jika peserta lomba ini para remaja maka siapa yang akan mewakili desa kita?" Tanya Arkan dengan sungguh-sungguh, seperti nya ia sangat tertarik dengan perlombaan ini.
"Pertanyaan yang bagus",
"Jadi begini kalian berdua saya panggil ke sini untuk mencari siapa saja yang cocok untuk mengikuti perlombaan mewakili desa kita",
__ADS_1
"Kalian berdua saja yang tentukan siapa saja orang nya dan nama tim nya", Ucap Pak RT.
"Baik Pak", Sahut Arkan dan Abimana secara bersamaan.