
Hari ini adalah hari jumat jadi anak-anak sekolah akan pulang cepat, dan juga kebetulan Arkan harus membantu mempersiapkan semua keperluan untuk lomba 17 an di balai desa.
Rencana nya, setelah dari sekolah ia langsung menuju ke Balai desa untuk membantu mempersiapkan keperluan.
Arkan yang saat itu sedang berada di pos satpam sedang menunggu bel pulang sekolah yang akan berbunyi sebentar lagi.
*Kringg kringg kringg*
Bel pulang sekolah pun berbunyi, ternyata benar dugaan Arkan bahwa bel pulang sekolah akan berbunyi.
Arkan segera bergegas untuk memastikan bahwa semua anak-anak sudah pulang semua, setelah itu ia pun segera ke Balai desa.
"Hey, kamu kok buru-buru banget sih", Ucap Rissa yang tau-tau sudah ada di samping Arkan.
"Iya nih, aku mau ke Balai desa", Ucap Arkan.
"Mau ngapain?" Tanya Rissa yang sedikit kebingungan.
"Aku mau bantuin Pak RT dan yang lain nya untuk mengurus keperluan acara lomba 17 an", Jawab Arkan
Arkan pun sedikit mempercepat jalan nya supaya cepat menuju ke Balai desa.
"Ishh Arkan tunggu, jangan cepat-cepat", Ucap Rissa sambil mengimbangi jalan nya Arkan.
"Iya-iya", Ucap Arkan Arkan pun sedikit mengurangi kecepatan dalam berjalan nya.
"Emang kamu mau ngapain ngurusin keperluan lomba, bukan nya yang ngurusin
tu panitia nya ya", Kata Rissa, ia memang tidak tahu kalau Arkan yang akan menjadi panitia di lomba 17 an itu.
"Aku yang jadi panitia nya", Ucap Arkan.
"Wih, pasti seru lomba nya", Ucap Rissa dengan bersemangat.
"Jelas dong", Kata Arkan.
"Aku boleh ikut?" Tanya Rissa.
"Ikut apa? ikut lomba?" Tanya Arkan balik.
"Bukan, ikut kamu ngurusin keperluan lomba", Jawab Rissa.
__ADS_1
"Ayo", Sahut Arkan.
"Tapi gapapa kan?" Tanya Rissa lagi.
"Gapapa lah, siapa juga yang akan ngelarang", Sahut Arkan.
Mereka pun terus mengobrol di perjalanan hingga menuju ke Balai desa.
Mereka terus mengobrol hingga tanpa terasa mereka sudah sampai di balai desa.
"Eh nak Arkan, kok tumben lama sekali", Ucap Pak Nanang yang saat itu sedang menyusun undangan untuk warga.
"Maaf Pak Nanang, tadi nungguin anak sekolah pada pulang dulu", Sahut Arkan.
"Eh Pak, itu undangan nya mau di bagiin ke warga?" Tanya Rissa yang melihat Pak Nanang sedang menata undangan.
"Iya, yang sebagian udah di bagiin sama Indra", Jawab Pak Nanang.
"Saya boleh bantuin ngga Pak", Ucap Rissa menawarkan diri untuk membantu.
"Boleh atuh, ini sebagian undangan nya, di situ sudah ada nama nya jadi langsung ke rumah nya saja", Jelas Pak Nanang.
"Hati-hati", Sahut Arkan.
Rissa hanya tersenyum, ia segera meninggalkan balai desa dan mengantar semua undangan itu.
"Oh ya nak, tadi spanduk nya belum saya pasang, soalnya ngga bisa kalau sendiri an", Kata Pak Nanang sambil pergi dan kembali membawa spanduk bertuliskan
*Ayo, semarakkan lomba 17 agustus*
"Ini di pasang di mana Pak?" Tanya Arkan sambil mengambil spanduk itu.
"Nanti itu di pasang di bambu, bambu nya sudah saya siapkan, sebentar saya ambil dulu bambu nya", Jawab Pak Nanang sambil berlalu pergi.
Tak lama kemudian Pak Nanang datang dengan membawa 2 buah bambu panjang.
"Ini spanduk nya di pasang dulu di bambu nya dan setelah itu bambu di pasang di sini, di depan balai desa", Kata Pak Nanang menjelaskan.
"Kalau begitu ayo kita pasang Pak", Ajak Arkan.
Arkan dan Pak Nanang pun segera memasang spanduk nya di bambu, dan setelah itu bambu itu di dirikan dan di paku supaya tidak roboh.
__ADS_1
...****************...
Di tempat lain Rissa sedang mengantarkan semua undangan untuk acara 17 an.
"Eh, mbak Rissa ngapain di sini", Kata Indra dari belakang Rissa.
Rissa pun menoleh ke arah Indra.
"Eh ada bang indra, ini Rissa mau nganterin semua undangan untuk warga", Sahut Rissa.
"Sisa berapa undangan nya?" Tanya Indra.
"Cuma sisa 5", Jawab Rissa sambil menunjuk kan sisa undangan tersebut.
"Biar saya saja mbak yang ngasih ke warga", Kata Indra menawarkan diri.
"Beneran Bang Indra? Ya udah deh, ini sisa undangan nya", Kata Rissa sambil memberikan semua sisa undangan.
"Siap mbak", Sahut Indra.
Rissa pun pergi meninggalkan indra dan segera menuju ke arah balai desa.
Saat Rissa sudah hampir sampai di balai desa hanya tinggal beberapa langkah ia melihat Arkan sedang memasang bendera merah putih yang kecil-kecil.
Arkan memasang bendera merah putih tersebut dengan cara memasang satu sisi ke sebuah bambu, dan sisi lain nya di bambu lain.
Rissa pun mendekati Arkan yang mau turun dari tangga yang di pakai nya untuk memasang bendera.
"Udah selesai nganter undangan nya?" Tanya Arkan saat melihat Rissa yang ada di depan nya.
"Sebenar nya sih kurang 5 undangan yang belum aku anter, tapi di perjalanan ada bang indra yang nawarin mau nganter sisa undangan nya", Ucap Rissa menjelaskan panjang lebar.
"Ohh", Sahut Arkan.
Akhir nya Rissa membantu Arkan dan yang lain nya untuk mempersiapkan keperluan lomba 17 an, yang akan di adakan di balai desa besok.
Maaf kalau saya telat update, karena hari ini saya sekolah jadi mungkin untuk 7 hari ke depan saya update nya siang hari, dan kemungkinan saya hanya akan update 1 bab per hari, tapi saya usahakan untuk update 2 bab per hari
Dan mohon maaf jika ada salah kata dan kalimat
Dan saya sangat berterima kasih kepada para pembaca ku yang tetap setia untuk menemani saya🙏
__ADS_1