Wanita Pilihanku!

Wanita Pilihanku!
Episode 3


__ADS_3

"Kukuruyukkk Kukuruyukkk Kukuruyukkk"


Suara ayam yang sudah berkokok di pagi hari. Hari ini adalah hari ke 2 Arkan di kampung citampi, hari itu Arkan bersiap-siap untuk pergi berangkat bekerja setelah siap semuanya ia pun melangkah ke luar rumah


"Eh nak Arkan, baru mau berangkat kerja ya?" Sapa Pak Nanang yang sudah siap menjajakan dagangan nya yang ada di gerobak nya.


"Iya Pak", Sahut Arkan.


"Udah sarapan belum?" Tanya Pak Nanang.


"Belum Pak, ini saya mau ke supermarket buat beli roti untuk sarapan", Kata Arkan.


"Ini saya kebetulan tadi habis dari supermarket juga beli roti, ini roti nya buat nak Arkan saja", Kata Pak Nanang memberikan sebungkus roti kepada Arkan.


"Wah, terima kasih banyak pak", Sahut Arkan sambil menerima roti yang di berikan oleh Pak Nanang.


"Iya sama-sama", Kata Pak Nanang.


"Ya sudah Pak saya berangkat dulu, assalamualaikum", Kata Arkan memberi salam.


"Iya walaikumsalam", Sahut Pak Nanang.


"Eh nak Arkan tunggu dulu", Kata Pak Nanang tiba-tiba.


"Ada apa ya pak?" Tanya Arkan.


"Besok kan hari minggu, nah kamu bisa ke sini besok", Jelas Pak Nanang.


"insyaallah bisa Pak, memang nya ada apa ya Pak?" Tanya Arkan sekali lagi.


"Besok kamu ke sini saja, biar saya jelaskan besok saja", Jelas Pak Nanang.


"Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu, assalamualaikum", Kata Arkan sambil berpamitan kepada Pak Nanang.


"Walaikumsalam, hati-hati di jalan", Kata Pak Nanang.


Arkan pun pergi meninggal kan Pak Nanang, ia pun melanjutkan perjalanan nya menuju ke sekolah.


"(hmm, orang-orang di sini sangat ramah dan baik hati, tidak salah aku memilih kampung ini untuk merantau)", Ucap Arkan di dalam hati nya.


15 menit Arkan berjalan, akhir nya tiba lah ia di sekolah dasar Maju Jaya.


"Kata Rissa kemarin setiap pagi aku harus membersihkan lapangan dan juga di setiap koridor kelas, tapi dimana sapu nya ya?" Tanya Arkan pada diri sendiri.


"Oh iya ada di gudang, tetapi di mana gudang nya Rissa tidak mengatakan gudang nya ada di mana", Kata Arkan pada diri sendiri lagi.


Arkan pun memandang ke sekeliling nya untuk mencari di mana letak gudang nya.


"Ahaa, apa aku tanya guru itu saja ya", Ucap Arkan sambil mendekati seorang guru yang terlihat sudah cukup ber umur yang sedang mengamati para murid-murid nya.

__ADS_1


Arkan pun berjalan mendekati guru yang sudah cukup ber umur itu.


"Permisi Pak", Kata Arkan dengan sopan santun.


"Iya, kenapa?" Tanya guru itu.


"Emm, Saya penjaga sekolah baru di sini, dan saya mau tanya gudang ada di sebelah mana ya pak, saya mau mengambil sapu untuk membersihkan lapangan", Ucap Arkan menjelaskan.


"Ohh kalau ngga salah kamu Arkan ya, Bu Rissa sudah cerita ke saya tentang kamu", Kata guru itu.


"Gudang ada di sebelah sana", Kata guru itu sambil menunjuk ruangan di sebelah toilet sekolah.


"Dan saya perkenalkan nama saya Ginanjar, kamu bisa panggil saya Pak Ginanjar", Kata Pak Ginanjar lagi.


" Baik Pak Ginanjar, kalau begitu saya permisi dulu", Ucap Arkan.


"Iya, silahkan", Sahut Pak Ginanjar.


Arkan pun pergi meninggalkan Pak Ginanjar, ia melangkah menuju ke gudang yang terletak di samping toilet sekolah itu.


Selesai mengambil sapu Arkan pun segera menyapu halaman sekolah dan koridor di setiap kelas, di saat sedang menyapu halaman tiba-tiba ada 3 siswa yang menyapa nya.


"Hai pak, selamat pagi", Kata seorang siswa itu.


"Eh iya selamat pagi juga", Sahut Arkan.


"Iya saya baru di sini", Jawab Arkan sambil tersenyum.


"Kenalin aku Rani, ini Lisa, dan ini Sheila", Kata Rani sambil memperkenalkan diri nya dan kawan-kawan nya.


"Saya Arkan", Ucap Arkan.


Ting ting ting ting.......


"Bel nya udah bunyi tuh, yuk kita ke kelas", Kata Lisa salah satu teman nya Rani.


" Kami ke kelas dulu ya Pak Arkan", Ucap Sheila.


"Iya Rani, Lisa, Sheila", Sahut Arkan.


Arkan pun meneruskan pekerjaan nya, setelah selesai ia segera ke pos satpam untuk menutup gerbang dan mengawasi semua anak-anak.


Kringg kringg kringg kringg.....


Tanda bel pulang sekolah berbunyi, semua anak-anak pun berhamburan ke luar kelas, Arkan pun bergegas membuka gerbang nya, semua anak-anak pun pulang hingga tidak ada lagi siswa di situ.


Azan berkumandang menandakan sudah waktunya sholat dhuhur, Arkan pun bergegas ke musholla yang ada di sekolah itu.


"Eh Mas Arkan, mau sholat juga?" Sapa Rissa.

__ADS_1


"Iya nih Riss, kamu juga mau sholat dhuhur?" Tanya Arkan.


"Iya Mas, mau bareng ngga?" Ajak Rissa.


"Ayo", Sahut Arkan.


Setelah selesai sholat Arkan pun Bergegas untuk pulang, tetapi saat hendak pulang Rissa tiba-tiba sudah ada di belakang Arkan.


"Mas, mau pulang bareng ngga kebetulan rumah Rissa juga se arah sama rumah Mas", Ajak Rissa.


"Ya udah yuk", Ucap Arkan.


Akhir nya Arkan pun pulang bersama dengan Rissa, di perjalanan pulang mereka mengobrol-ngobrol tentang segala hal.


......................


Setelah sampai di rumah Arkan pun langsung Membersihkan diri dan makan, tiba-tiba handphone Arkan berdering.


Drtttt Drtttt Drtttt.....


Arkan melihat ke layar ponsel nya dan tertulis nama "Ibu" Arkan pun langsung menjawab telfon dari ibu nya.


"Hallo nak, assalamualaikum gimana kabar kamu?" Tanya ibu Arkan dari telfon.


"Walaikumsalam bu, kabarku baik, gimana kabar ayah dan ibu?" Tanya Arkan balik.


"Kabar ayah dan ibu baik, kamu udah dapet kerjaan nak?" Tanya ibu nya Arkan.


"Alhamdulillah sudah bu, meskipun gaji nya tidak seberapa tapi cukup lah untuk membayar hutang ayah dan ibu", Jawab Arkan.


"Nak kata Pak kades hutang nya besok harus di bayar, ibu sudah bilang kalau ayah dan ibu akan membayar nya tapi di cicil", Jelas ibu Arkan.


Pak kades merupakan kepala desa di kampung Arkan ia yang memberikan hutang kepada orang tua Arkan, Pak kades merupakan orang yang arogan hutang orang tua Arkan tidak pernah lunas karena selalu di lipat gandakan oleh nya.


"Iya bu, aku kirim uang nya sekarang", Kata Arkan.


"Memang nya uang nya sudah ada nak?" Tanya ibu Arkan.


"Ada bu, kebetulan gajiannya setiap hari sabtu per minggu, ya meskipun cuma separuh dari gaji normal nya karena aku baru bekerja kemarin", Jelas Arkan.


"Ya sudah kalau begitu, kamu jaga kesehatan jangan sampai sakit, ibu tutup dulu ya telfon nya ibu mau membantu ayah kamu bekerja di ladang assalamualaikum ", Ucap ibu Arkan.


"Iya bu walaikumsalam", Sahut Arkan.


Setelah mentransfer uang untuk orang tua nya Arkan pun membaringkan tubuhnya ke kasur dan berkata dalam hati


"(Semoga saja aku bisa melunasi hutang orang tua ku secepatnya)" Ucap Arkan di dalam hati nya.


Tidak butuh waktu lama akhir nya Arkan pun tertidur.....

__ADS_1


__ADS_2