
Melinda berjalan melewati Jay dan duduk tepat di bangku belakangnya. Dada Jay bergemuruh. Rasa marah dan bencinya bangkit lagi. Tetapi, dia lebih penasaran dengan apa yang akan dilakukan Melinda.
"Kenapa akhir-akhir ini kau sibuk sekali, Mel? Sampai tidak pernah pulang ke rumah."
"Maaf, Ma. Kemarin-kemarin aku takut si Jay curiga."
'Mama? Sejak kapan dia masih punya mama?' Jay bertanya dalam hati.
Dada Jay kian memanas mendengar ucapan-ucapan mereka. Rupanya, Melinda pun berbohong tentang orang tuanya. Setahu Jay, kedua orang tua Melinda telah meninggal dunia.
Bahkan, sewaktu jadi model pun, Melinda berkata hal yang sama. Karena itu, Jay tidak pernah menyelidiki latar belakang Melinda.
"Sekarang sudah beres? Dia sudah mati? Kau dapat bagian, kan?"
"Sebelum mampus, dia membatalkan surat kuasanya, Ma."
"Hah! Terus kau tidak dapat apa-apa? Padahal selama ini kau sudah banyak kesulitan karena dia," ucap ibu Melinda.
'Apa? Kesulitan? Yang benar saja! Siapa yang membuat kesulitan siapa di sini?!' Jay ingin meneriakkannya di depan ibu Melinda, tapi dia tidak mungkin melakukannya.
"Tenang saja, Ma. Aku punya aset rahasia yang diam-diam aku ambil tanpa sepengetahuan Jay."
"Apa saja?" Ibu Melinda mulai bersemangat.
"Nanti saja aku tunjukkan langsung. Aku mau bertemu bukan karena itu. Aku ingin segera menikah dengan Mas Beni, Ma."
"Mau menikah kapan? Kalau bisa secepatnya. Kalian sudah pacaran lima tahun, tapi harus sibuk menjatuhkan Jay demi balas dendam."
"Kalau bisa secepatnya. Tapi, tidak perlu acara mewah agar orang-orang tidak curiga," tutur Melinda.
'Balas dendam? Apa yang sudah aku lakukan kepada mereka?' Jay semakin penasaran.
Di saat rasa penasaran Jay belum terjawab, muncul layar hologram dari sistem. Jay ingin menghapus layar menyebalkan dan mengganggu itu, tapi tidak bisa dan tidak tahu caranya.
[Apakah Anda ingin membuka misi spesial? Hadiah ???]
'Misi spesial? Apa lagi itu? Kenapa hadiahnya tanda tanya?'
[Misi spesial terbuka.]
'Siapa yang menyuruhmu membukanya? Aku cuma tanya! Tch, jangan-jangan sistem atau apalah itu, bisa membaca pikiranku?'
[Dekati istri presiden direktur JW Corp dan dapatkan seluruh aset rahasianya. Tidak ada batas waktu penyelesaian. Apakah Anda akan menerima tantangan misi spesial?]
"Win!" seruan Derry mengejutkan Jay.
"Ya? Apa?!" Jay terkesiap sampai hampir berteriak kencang.
[Anda menerima tantangan misi spesial.]
__ADS_1
"Astaga! Aku tidak bicara denganmu!" teriak Jay pada sistem.
"Apa maksudmu, Jay?" Derry mengerutkan kening.
"Bukan kau, tapi ... ah, sudahlah!"
Baik Melinda dan ibunya sontak memperhatikan mereka berdua karena keributan yang ditimbulkan Jay. Derry menunduk sopan kepada Melinda. Siapa yang tidak kenal dengan istri bosnya itu?
Karena tahu ada karyawan dari perusahaan Jay masih ada di sana, Melinda dan ibunya beranjak pergi. Melinda tersenyum kepada Derry dan Jay ketika melewati mejanya.
Jay pernah menyukai senyuman itu. Menurutnya, senyuman Melinda lebih indah dari senyuman wanita mana pun. Bahkan, bunga pun kalah indah oleh kecantikan dari senyumannya. Padahal, bunga tidak bisa tersenyum!
Namun, yang dia rasakan saat ini hanya amarah dan mual ketika melihat wajah Melinda. Jay ingin sekali mencabik-cabik wajah Melinda lalu membuangnya ke laut.
"Kau kenapa, Win?"
"Tidak kenapa-napa. Justru aku yang ingin tanya, kenapa kau memintaku datang ke sini?" Jay mulai kehilangan kesabaran.
"Oh, benar, aku hampir lupa."
Wajah Derry tampak senang. Sepertinya akan ada hal baik yang ikut menularinya. Jay pun kembali tenang.
"Katakan."
Derry mengangkat salah satu alis. Dia sebenarnya merasa agak aneh dengan sikap dan cara bicara Winardi yang sekarang. Tapi, dia tidak mau mengatakan langsung. Dia pikir Winardi hanya stres karena tidak kunjung dapat kerja.
'Jelas tidak, dasar bodoh.'
"Aku dengar, Jay Wijaya sakit keras," bisik Derry.
"Sakit keras?"
'Jadi, wanita murahan itu dan pacarnya menyembunyikan mayatku. Lalu bilang ke semua orang jika aku sakit agar mereka punya waktu untuk merebut JW Corp?' Jay mulai menyimpulkan dalam hati.
"Ya, dan dia tidak akan masuk kantor entah sampai kapan!" seru Derry.
Kegembiraan yang terukir di wajah Derry jelas-jelas menyinggung Jay. Bagaimana mungkin ada orang yang tega bersenang-senang di atas penderitaannya?!
"Kenapa kau diam saja, Win? Bukankah kau senang? Dia itu sudah menginjak-injak harga dirimu di depan umum!"
"Kapan aku berbuat seperti itu?!" Jay mulai geram.
"Hah? Kau apa?"
"Tidak! Maksudku, kenapa kau menertawakan orang seperti itu? Kalau tahu bosmu sakit, kau seharusnya berdoa untuknya! Bawahan macam apa kau?"
"Dia tidak pernah menghargai karyawan yang menurutnya tidak berguna. Padahal, aku sudah bekerja keras selama ini. Kau juga tahu bagaimana sombongnya orang itu," cibir Derry.
"Bukan berarti kau bisa menertawakan kemalangannya." Jay berdecih.
__ADS_1
'Dasar karyawan tidak berguna! Selama ini, aku tidak pernah pelit memberi gaji, menyediakan makan siang gratis yang penuh gizi, dan juga memberi bonus yang tidak sedikit untuk karyawan berprestasi. Bisa-bisanya dia mengataiku!'
"Aku masih jengkel karena si Jay itu memperlakukan kau seperti itu."
"Dia pasti punya alasan yang jelas kalau sampai menyinggung orang lain. Bukan berarti aku yang benar karena berada di pihak yang kalah dan menderita."
Derry semakin keheranan oleh Winardi. "Kenapa tiba-tiba kau jadi membelanya? Aneh sekali."
"Aku tidak membelanya. Kau saja yang sensitif karena terus menjelek-jelekkan orang lain."
Seorang pelayan yang membawakan pesanan mereka memecah perdebatan mereka. Ketika Jay mulai menelan makanan dengan kesal, layar hologram muncul lagi di depannya.
[Apakah Anda ingin membuka tantangan misi kedua? Hadiah penyelesaian Rp 5.000.000,00.]
Jay tersedak oleh makanannya sendiri. Di dalam kepalanya, dia langsung menghitung biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk menghidupi dirinya dan mulai membuka usaha.
'Uang lima juta tidak cukup! Belum lagi untuk membayar uang kost,' gerutunya dalam hati.
[Misi akan menghilang dalam satu jam.]
'Ah, sialan! Aku harus menerimanya!'
[Anda menerima tantangan misi kedua.]
'Hah? Kau bisa mendengar suara hatiku?'
[...]
[Tantangan misi kedua, kembalikan hutang pemilik tubuh kepada temannya, Derry. Total hutang Rp 1.500.000,00. Durasi waktu penyelesaian selama satu jam.]
'Apa? Kenapa jadi aku yang harus membayar hutang orang ini? Lagi pula, aku yang sudah susah payah menyelesaikan misi semalam dan mendapatkan hadiah itu! Aku tidak mau memberikan uang hasil keringatku kepada orang lain!'
[Jika Anda tidak berhasil menyelesaikan misi, Anda akan dikeluarkan dari sistem.]
'Lagi-lagi mengancam!' Jay berdecih dalam hati.
Setiap suapan makanan ke dalam mulut, Jay membuat berbagai pertentangan dalam benaknya. Setelah beberapa lama, dan tepat saat mereka menghabiskan makanan, Jay akhirnya membuat keputusan.
Jay menghela napas. "Der, aku ingin bicara sesuatu padamu."
"Ada apa?" tanya Derry seraya menyesap minuman.
"Berikan nomor rekeningmu. Aku akan mentransfer satu setengah juta untuk membayar hutangku padamu."
"Kau punya uang? Tidak perlu buru-buru. Aku tahu kalau kau masih butuh uang itu."
'Kau dengar, kan? Dia sendiri yang bilang tidak butuh uang itu.' Jay tersenyum penuh kemenangan. 'Cepat, berikan hadiahnya!'
[Misi Anda dikatakan berhasil apabila uang tersebut diterima oleh target.]
__ADS_1