X ZERO “Where I Became Zero In This Strange World"

X ZERO “Where I Became Zero In This Strange World"
Rencana Dimulai


__ADS_3

Jauh dari keramaian kota salah satu dari 12 orang terpilih akhirnya sadar, ia tidak tahu bahwa ini bukan lah mimpi melainkan sebuah kenyataan.


"Aduh... Sakit", kata dia baru sadar


"Selamat datang Afdal di negara ku", sambut seseorang


"Siapa itu", balas Afdal


"Aku?, Aku adalah King pemilik dari tempat ini", balas King dengan bangga


"Hem.... Tapi kenapa kau seperti boneka panda?", Jawab afdal heran melihatnya


"Hei!, Walaupun aku boneka, tapi aku raja loh, raja", Teriak king kesal


"Baiklah, baiklah, jadi bisa kau jelaskan King tempat apa ini sebenarnya", balas Afdal melihat pemandangan kota yang jauh


"Ini adalah tempat untuk 12 anak-anak yang telah terpilih, baik dari yang kuat sampai yang terlemah", Jelas King ke Afdal


"Jadi yang terkuat disini adalah aku kah", sahut Afdal tertawa sinis


"Tentu saja tidak bodoh!", Balas King


Seketika semangat Afdal berubah menjadi angan-angan belaka.


"Terus kedua terkuat?", Tanya afdal


"Tidak juga", balas King sekali lagi


"T... terus.... Yang paling lemah?", Tanya Afdal sekali lagi mulai ragu


"Hem.... Gimana ya", balas King Bercanda


"Hua... Udah pasti ini, gua yang terakhir atau paling lemah, kalau gitu selamat tinggal Dunia", kata Afdal kehilangan harapan


"Hadeh, kamu ini bodoh atau apa sih?!", Balas King mengambil sesuatu


"Eh?", Afdal melihat king mengeluarkan sebuah kotak


"Nih ambil bodoh", King melemparkan kotak itu


"Apaan ini?", tanya Afdal


"Udah buka aja!", Jawab King hilang kesabaran


"Ok, ok", Afdal pun membuka kotak itu

__ADS_1


Saat ia buka, afdal melihat ada sebuah foto seorang anak laki-laki berumur kurang lebih sama dengan dirinya.


"Hei seriusan nih!, Gua nggak itu loh", kata Afdal dengan wajah ngejek


"Ahhhh!, Bodoh itu adalah seseorang yang harus kamu temukan dan langkah selanjutnya baru saya kasih tahu setelah kau bertemu dengannya", jelas King


"Tapi boneka bodoh, Emangnya dia siapa?, Ketemu aja kagak pernah apalagi tahu namanya. Kalau ngasih misi yang jelas dong", balas Afdal membersihkan hidungnya


"AH!!!, Bodolah sekarang kau pergi aja dasar anak sialan!", King mengangkat jaket afdal dan melemparkannya ke sebuah portal


"Eh, eeeeeeehhhhhhhhhh........", Teriak afdal terkejut


"Awas kau King!", Teriaknya


Akhirnya afdal memasuki portal dan pergi mencari orang yang berada di foto itu.


"Teng!.... Teng!....", Suara bel berbunyi


Seluruh murid mulai memasuki sekolah.


Sementara itu aku yang masih menjelaskan kepada Yui melihat ada sebuah lubang berwarna hitam di belakang sekolah.


"Hua.......Bruk", seseorang terjatuh keluar dari lubang


"Woi King, lu dimana?, Gua kok ditinggal begini aja", lanjut orang itu memanggil seseorang


Aku yang melihat merasa tidak asing dengan keberadaan aura dari tubuhnya. Aura itu pernah aku lihat di tempat itu, ya ditempat 12 orang yang dipilih sebelumnya. Aku kira itu mimpi ternyata bukan.


Tapi apa yang harus aku perbuat di dunia ini, energi sihir, jutsu, dan sebagainya aja aku tidak bisa.


"Hadeh, ini pasti ulah King", kata ku dalam hati


"Zi, oi Zi.... Kamu dengar gak sih", kata Yui memanggil ku berkali kali


"Eh, eh, dengar kok, Yui tunggu disini sebentar ya", balas ku lalu pergi meninggalkan Yui


"Dasar Zi, kalau kau kayak gitu terus kan aku jadi kesepian bodoh", kata Yui sambil melihat ke jendela


"Dimana tadi ya?, Aku rasa di sebelah sana kan", kata ku mencoba mencari jalan ke tempat itu


Hingga aku akhirnya berhasil mencari lokasi dari lubang hitam itu.


"Siapa kau?, Dan mau apa kau ke sini?", Tanya ku waspada


"Eh gua?, gua aja nggak tahu kenapa gua bisa berada disini?", Jawab dia juga heran

__ADS_1


"Kok bahasa mu lain?, Dan siapa kau?, Tanya ku sekali lagi


"Oh nama gua Afdal Saputra, dan gua berasal dari tahun 2020", jawab dia


"Eh 2020?, Sekarang masih 2019 loh", kata ku terkejut


"Masa sih?, Coba gua lihat", balas Afdal


Aku pun memperlihatkan kalender yang ada di dalam handphone ku kepada nya


"Eh....eh.... Eh!!!, 2019?!, Seriusan", teriaknya terkejut


"Lah, lah, seharusnya aku yang terkejut Al", kata ku dengan ekspresi datar


"Kamu bercanda kan, masa gua kembali lagi 1 tahun sebelumnya", balas Afdal murung


Kami berdua kemudian berbicara beberapa lama hingga si Afdal memutuskan untuk menjadi murid pindahan di kelasku.


Walaupun sekolah ku melihat sistem dari kedudukan, kalau kedudukan nya rendah kami tidak di awasi dengan serius. Mau anak pindahan, keluar maupun lainnya mereka tidak akan peduli.


Hingga pembelajaran yang baru baginya di mulai,


"Perkenalkan namaku Afdal Saputra, saya berasal dari abad 20, semua semoga kita bisa akrab ya", kata dia memperkenalkan diri


Banyak anak-anak perempuan bersorak untuknya karena ganteng, cool dan sesuai dengan tipe mereka. Namun aku dan Yui malah asik berbicara tanpa mempedulikan ia hingga si Afdal melanjutkan ucapannya.


"Terlebih lagi kau Zi, semoga kita bisa jauh lebih akrab", lanjutnya sambil tersenyum


"Eh aku?, Oi.... Oi..... Jangan nebar ranjau di punggung ku Al", balas ku ketakutan melihat pandangan anak-anak perempuan


"Kan benar Zi", jawab dia tanpa ada rasa salah


"Um....", Aku menelan air liur


"Ziya!....", Kata Yui memanggil ku


"Iya Yui, jarang kau memanggil ku dengan beg....", Perkataan ku berhenti setelah melihat Yui mengeluarkan aura aneh


"Setelah selesai pelajaran ikut aku ok", balas Yui dengan senyum sinis


"Hih..... O, ok...", Jawab ku ketakutan


Sementara diriku sedang di Landa masalah, aku masih tidak tahu tujuan asli Afdal datang ke Dunia ini. Untuk membunuhku atau untuk mengintai ku?, Aku masih mencari info tentang hal itu.


"Baik, baik, baiklah, sekarang sudah ada yang mulai bergerak ternyata, hihihi", kata seseorang dari balik semua rencana

__ADS_1


__ADS_2