X ZERO “Where I Became Zero In This Strange World"

X ZERO “Where I Became Zero In This Strange World"
Alam Ingatan Ziya


__ADS_3

Jiwa kami yang berada di raga mulai keluar, entah mengapa kami bisa tertidur sewaktu Ziya berbicara. Namun yang jelas jiwa kami mulai pergi ke suatu tempat yang belum pernah di temukan sebelumnya.


Aku dan Yui hanya mengikuti kemana jiwa Ziya pergi. Hingga kami sampai di suatu tempat, Tempat itu sangatlah familiar dengan ku, bagaimana tidak itu adalah dunianya King. Walaupun diriku tidak terkejut melihat hal itu, tapi berbeda dengan Yui. Ia belum pernah sama sekali ke tempat ini. Namun yang anehnya saat kami melewati sebuah gerbang, dunia yang tadinya hancur tiba-tiba kembali menjadi utuh. Aku tidak tahu kenapa dunia itu bisa menjadi indah seperti ini, tapi satu hal yang aku tahu Ziya membawa kami ke ingatan sebelum dunia ini hancur.


"Ha.... Sampai" ucap Ziya kelelahan.


"Eh?, Ini dimana Ziya kok tadi ada kota yang hancur terus utuh kembali ?."


"Yui ini adalah kota sebelum King memerintah. Dan kota satu lagi adalah zamannya dimana kehancuran terjadi" jelas Ziya memperlihatkan semua kejadian.


Yui yang begitu pusing dengan semua ini mencoba untuk mencocokkan diri dengan lingkungan sekitarnya. Walaupun tidak semudah itu tapi tetap ia harus mencoba untuk beradaptasi.


"Ziya sebenarnya apa yang mau kamu perlihatkan?" Tanya ku sembari melihat lingkungan sekitar.


"Zi dulu aku adalah salah satu dari warga yang ada disini, lingkungan nya hangat, ramah dan juga penuh kasih sayang. Tapi itu tidak selamanya, karena saat raja baru di nobatkan dunia yang diriku tempati menjadi seperti neraka. Dimana-mana ada penindasan dan juga pembullyan, kerajaan yang melihat apa yang terjadi tidak pernah mau bertindak."


Kami mendengar cerita Ziya dengan serius walaupun sangat sulit bagi kami untuk mencerna semua ucapan Ziya, tapi kami tahu bahwa sekarang ini ia sangat tegar.


Bagaimana tidak, ia kembali ke lingkungan semula seakan-akan tidak terjadi apa-apa dan ia menceritakan semua kejadian yang pernah di alami. Aku tahu bahwa Ziya mencoba untuk tegar sekarang, seharusnya ia tidak pernah membawa kami ke sini tapi Ziya bertekad untuk melawan rasa takut nya dulu.


Saat Ziya bercerita kami merasakan begitu banyaknya kesedihan, kesakitan dan juga penindasan. Semua yang ia rasakan membuat dirinya berlinang air mata.

__ADS_1


Aku yang melihat Ziya menangis langsung memegang erat tangannya dan berkata, "Ziya kau tidak sendirian. Walaupun orang lain menjauhi mu tapi aku pasti akan selalu ada"


Begitu juga dengan Yui yang refleks memegang tangan Ziya yang terasa begitu dingin saat ia bercerita.


"Zi... Yui...." Ucap Ziya yang mulai memegang erat tangan kami berdua.


"King itu sebenarnya adalah anak dari raja sebelumnya, karena ada suatu musibah King harus terpaksa kehilangan kedua orang tua nya. Ia selalu sendirian, walau ia adalah anak dari raja namun orang orang tidak memperhatikan dan juga tidak menghargai nya sama sekali. Malahan banyak orang orang yang mempermainkan King."


"Tunggu Ziya, dari mana kau tahu tentang King hingga sedetail itu?" Ucap ku penasaran dengan hubungan mereka.


"Mungkin aku tidak bisa berbohong kepadamu Zi, aku dan King adalah teman semasa kecil" ucap Ziya yang semakin sedih.


"Jadi maksudnya kau dan King sudah kenal satu sama lain."


Pada saat itu aku tidak bisa marah kepadanya, karena aku yakin bahwa Ziya mempunyai alasan di balik itu semua. Jadi aku hanya bisa membelai rambutnya dan meyakinkan dia bahwa dirinya tidaklah sendiri an. Aku dan Yui ada disini untuk menemani nya.


Setelah beberapa lama Ziya pun kembali bercerita,


King adalah anak yang begitu aktif dan juga bersemangat. Tapi ada insiden yang membuat nya menjadi seperti sekarang ini, entah darimana ia mendapat kekuatan dan juga ilmu yang ada pada dirinya. Yang jelas saat ia kembali king bukan lah seperti King yang dulu. King yang kembali sangat berbeda, ia memiliki aura kejam, marah dan juga kesedihan.


Saat ia menjabat sebagai raja semuanya berubah. Seperti yang mereka lihat, banyak bangunan yang hancur dan banyak penduduk yang hilang entah kemana. Walaupun demikian King masih tidak puas, ia merasa tidak ada gunanya melakukan itu semua. Hatinya sudah terlampau di sakiti, sehingga ia tidak bisa kembali seperti dulu kala.

__ADS_1


"Ziya, kenapa hanya kamu yang aku lihat di dimensi King?" Tanya ku menyela dirinya bercerita.


"Oh kalau itu, saat king membuat hilang semua warga. Diriku sedang pergi ke dimensi berbeda" balas Ziya mulai melanjutkan cerita.


Setelah beberapa jam bercerita tidak terasa sudah begitu banyak kesedihan, rasa marah dan air mata yang telah dirasakan, baik itu dari Yui maupun dari diriku yang mencoba tegar. Hingga saat Ziya berhenti untuk bercerita barulah suasana mulai membaik.


"Yui, Zi, kumohon selamatkan King" ucap Ziya memegang erat tangan kami berdua.


"Baik serahkan pada kami" balas ku menghapus air mata.


"Kalau begitu Ziya, bagaimana jika kita pergi dulu dari tempat ini. Bagimu ini kan sama saja seperti hukuman" saran Yui kepada Ziya yang masih sedih melihat tempat itu.


"Um... Kamu benar Yui. Kalau begitu ayo kita kembali" ucap Ziya sambil merafalkan sebuah mantra.


"Ziya tenang saja kami akan selesaikan masalah mu" ucap ku sebelum kami kembali.


"Makasih darling, darling memang yang terbaik" ucap Ziya sambil memeluk ku erat.


"Zi!!!" Teriak Yui yang mulai cemburu.


"Eh... Eh... Kok gini lagi, tolong!!" Teriak ku.

__ADS_1


Kami bertiga pun mulai berangkat dari alam bawah sadar Ziya ke tempat dimana kami seharusnya berada.


__ADS_2