X ZERO “Where I Became Zero In This Strange World"

X ZERO “Where I Became Zero In This Strange World"
Mari Pulang


__ADS_3

"anak muda ternyata kau tahu juga, sebenarnya teknologi yang ada akulah yang menciptakan. Namun entah kenapa suatu masa aku merasa adanya kehilangan. Entah apa itu, aku terus mencari. Hingga akhirnya aku sadar bahwa yang hilang ada sesuatu yang tak berwujud yaitu tali persaudaraan dan pertemanan."


"Memang kek, jika seseorang sibuk dengan sesuatu pasti ia akan menjauh dari orang lain. Tidak di dunia ku dan juga di dunia ini semuanya ternyata masih sama" ucap ku sambil menarik nafas panjang.


Aku yang tadinya duduk, langsung berdiri dan berkata kepada kakek bahwa aku akan membantunya. Setelah hari pertemuan kami yang tidak biasa, aku belajar banyak hal. Namun yang paling penting adalah banyak hal yang hilang jika kau pergi menjauh untuk sesuatu hal yang bisa meninggalkan mu sendirian di suatu saat. Yap, itu adalah sebuah teknologi. Entah sampai kapan teknologi akan ada, namun yakinlah sahabat dan juga keluarga akan selalu ada hingga maut yang memisahkan. Sedangkan teknologi tidak akan pernah tahu kapan kah dia akan menghilang.


Setelah lama kami bercerita akhirnya malam pun tiba. Kakek menyuruhku untuk tidur disini tapi, kenapa saat pagi jadi begini.


"Selamat pagi ke..... Eh cewek!!" Ucap ku terkejut melihat seorang wanita tidur di sampingku.


"Oh selamat pagi anak muda" ucap cewek yang tidur di sampingku.


"Ha... Pagi gundul mu, ka... Kamu se.. sebenarnya siapa" ucap ku malu malu.


"Ha, kenapa kau grogi seperti itu nak?" Tanya dia penasaran.


"Ha kenapa?, Ten..tentu saja b..baju, baju mu" ucap ku semakin grogi saat ia mulai mendekat.


"Ha bajuku?" Ucap nya heran lalu melihat ke bawah.


Ia terkejut dan langsung memukuli ku dengan alasan aku mengintipnya.


"Aduh, apalagi salah ku" ucap ku sambil memegang kepala yang dipukul.


"Ngk tahu!" Ucap nya lalu pergi dari tempat itu.


Setelah wanita itu pergi, aku mulai keluar dari kamar dan mencari kakek. Namun sudah beberapa tempat disana aku telusuri entah mengapa kakek juga tidak kunjung ku temui.


Hingga akhirnya aku keluar dari tempat itu dan melihat pemandangan yang begitu menakjubkan. Pemandangan itu belum pernah aku lihat di tempat ku berada. Ada kereta yang bisa terbang, kapal yang bisa tembus, dan banyak hal lain yang sangat menakjubkan. Tapi, tapi entah mengapa pemandangan itu terasa hampa dan juga sangat menyedihkan.

__ADS_1


"Apakah ini benar isekai?" Ucap ku menundukkan kepala.


Saat aku baca baca komik yang ada aku melihat begitu banyak orang orang yang masuk ke isekai memiliki tujuan. Namun di samping hal itu mereka juga tertawa, bahagia dan melindungi serta berpetualang di dunia yang sangat indah dan menyenangkan. Namun kenapa aku tidak dapat seperti itu, dunia ini akan segera berakhir.


Entah mengapa aku berbicara seperti itu, yang jelas pada saat itu aku seratus persen yakin bahwa dunia ini tidak akan lama lagi akan binasa. Bukan karena aku tapi karena seseorang yang memiliki tekad untuk menyatukan mereka lagi.


Aku memang tidak tahu apa yang telah mereka lalui disini, tapi yang jelas mereka pada saat ini telah kehilangan kehidupan.


Aku memutuskan untuk kembali ke dalam rumah, karena bagiku tempat itu sama halnya dengan diriku pada saat masih kecil. Selalu di jauhi dan dihina oleh orang-orang lain.


Tidak beberapa lama aku kembali masuk ke rumah kakek pun kembali. Tapi mengapa saat ia kembali ia malah memakai seragam sekolah.


"Hei anak muda kau sudah lama menunggu ya" ucap nya meletakkan tas.


"He... Ternyata kakek juga sekolah ya, aku kira kau penemu semua ini" ucap ku ngeledek.


"Apa, aku ke sekolah cuma untuk bisa mencari celah, bukan untuk bersekolah. Dasar anak bodoh" balas nya sambil menyeringai.


****


*Kisahnya di isekai ane percepat, karena itu adalah spoiler untuk next novel :)


****


Hingga akhirnya sudah beberapa tahun berlalu. Diriku yang dulu serasa sudah tidak berarti lagi, namun semua kenangannya tetap ada sampai kapanpun. Setelah aku menyelesaikan masalah yang ada disini, kakek dan teman teman ku memberikan aku sebuah ramuan dan menyuruhku untuk meminumnya.


Aku pun meminum ramuan itu dan merasakan ada sesuatu yang terjadi kepada diriku. Badan ku panas, kepala ku pusing dan banyak perubahan yang terjadi pada badan ku. Terlebih lagi aku bisa mendengar suara Ziya yang sudah lama tidak aku dengar.


"Hei Zi udah lama ya nggak ketemu" ucap Ziya senang.

__ADS_1


"Eh Ziya, Ziya kapan kau bangunnya" balas ku sangat bahagia.


Kakek dan teman teman yang melihatnya tersenyum kepadaku dan berkata, "Zi sudah waktunya kau kembali ke dunia asalmu. Temukan sesuatu yang berharga dan jangan pernah lupakan kami."


Mendengar ucapan dari mereka semua diriku langsung bersedih. Karena sudah 2 tahun aku disini dan mengenal mereka dari yang awalnya cuek hingga menjadi sangat dekat seperti ini.


"Hum pasti, pasti aku tidak akan pernah melupakan kalian. Kakek aku pergi dulu ya" ucap ku membalikkan badan.


"Zi hati hati di jalan dan tolong jangan pernah kembali lagi kesini" ucap kakek sedih.


Aku pun langsung berlari kebelakang dan memeluk kakek sambil mengeluarkan air mata.


"Terima kasih kek, karena kakek aku bisa tinggal disini dan memiliki banyak sekali pengalaman dan juga pengetahuan."


Kakek menepuk nepuk punggung ku dan memberikan sebuah kalung berbentuk dimensi kepada ku.


"Kalau kau kangen jangan segan segan kembali ke sini" ucapnya sambil menepuk ku.


"Iya kek, iya" balas ku lalu pergi menggunakan sebuah portal penemuan dari kakek.


"Kalau begitu, selamat tinggal semua."


Aku pun memasuki portal dan pergi meninggalkan mereka semua. Setelah aku pergi mereka yang tadinya tegar malah langsung menangis dan tidak kuasa untuk mengontrol emosi mereka.


"Zi.... Hutang mu belum kau bayar Zi."


"Zi janji mu akan mengajak ku jalan mana."


"Zi semoga kau kembali lagi."

__ADS_1


Dan masih banyak lagi hal-hal yang mereka ucapkan kepadaku.


__ADS_2