
Sekarang akhirnya diriku bisa beristirahat dengan tenang. Namun, itu yang aku harapkan. Tapi, kenapa semua itu harus menjadi aneh.
"Bukalah matamu sekarang wahai Zi Kuchizuke" ucap seseorang yang tidak ku kenal.
Pada saat itu entah kenapa aku yang sudah tidak bisa berbuat apa apa dengan tubuh ku lagi malah bergerak. Diriku membuka mata dengan perlahan, saat mataku sudah terbuka aku mulai melihat sebuah tempat yang sangat luas dan di penuhi oleh orang orang yang aneh.
"Eh Ini dimana?. Bukannya aku sudah meninggal ya?" Ucap ku terheran melihat tempat itu.
"Apa jangan jangan....."
"Bodoh kau memang sudah meninggal!" Potong seseorang.
Mendengar perkataan itu aku yang f
Tadinya semangat langsung menjadi lemas kembali.
"Ternyata memang sudah ya" ucapku sedih.
Tapi yang bicara kepada ku siapa. Diriku mencoba melihat kiri dan kanan namun tidak ada siapapun yang sedang berbicara.
"Hei kau siapa?, Kenapa hanya ada suara mu saja?."
"Dasar bodoh, kau sudah meninggal jadi kau sedang berada di tempat untuk pengumpulan."
Mendengar perkataan ia aku menjadi teringat dengan anime anime yang aku tonton saat masih hidup. Aku pikir bakalan bisa beringkarnasi atau pergi ke isekai, jadi pada saat itu aku senang dan bersorak sorak seperti orang gila.
"Hei apakah aku setelah ini bakal di sidnag?" Tanyaku dengan semangat yang mulai bangkit
"Tentu saja iya" balas nya
Sekali lagi ternyata dugaan ku benar. Dengan semangat yang mulai memuncak aku bertanya lagi dengan seratus persen itu adalah dugaan yang tepat.
__ADS_1
"Berarti... Berarti aku bisa pergi ke isekai atau beringkarnasi dong."
Saat aku berkata itu dia malah terdiam sebentar lalu berkata, "haaaa?!!, Isekai?, Beringkarnasi?, Kau sudah meninggal memegang nya kau mau apaan."
"Karena aku sudah meninggal makanya aku bertanya itu."
"Hei bocah kau sudah pernah sekolah atau belum nih?!, Masa hidup di dunia nggak tahu apa apa. Isekai itu ngak ada dan setelah disidang kau bakal di hukum lah" balasnya dengan nada tinggi
Seketika harapan yang ku percaya seratus persen itu terbang entah kemana.
"Eh....?" Ucap ku bengong.
"Eh!!!, Tidak ada reinkarnasi atau pun isekai?" Ucap ku terkejut.
"Ayo kau selanjutnya, semoga hukuman mu ringan."
"Eh apa?, Tung...tunggu oi sialan!."
"Jadi, kau Zi Kuchizuke. Perkenalkan aku adalah pengadil mu Hana" ucapnya kepadaku
"Eh iya, salam kenal" balasku yang masih belum bisa memahami kejadian yang berlalu.
"Tunggu sebentar, ini persis sama seperti anime apakah aku akan beringkarnasi Hana?, Atau pergi ke isekai."
Hana tertawa lalu berkata, "oi, oi, isekai?, Zi kau itu sudah meninggal jadinya kau hanya punya 1 tempat tujuan yaitu penghukuman lalu di sucikan."
Saat Hana berbicara entah kenapa perasaan ku yang masih tidak terima ini menjadi perasaan was-was terhadap perilaku Hana.
"Eh Hana, kau mau ngapain?" Ucap ku mulai ketakutan.
"Tenang saja Zi karena aku cewek maka aku tidak akan melukai mu. Namun aku bakal menyiksa mu lalu menghukum mu sekali lagi" balas nya lalu membaca sebuah sihir yang aneh.
__ADS_1
"Eh...eh.... Tolong!!" Teriak ku terkejut melihat sabit yang begitu besar.
Pada saat itu semuanya sudah menjadi jelas oleh ku. Aku yang sudah mati bakal di siksa sampai waktu yang belum ditentukan. Aku harap ini tidak akan menjadi lebih sakit dari pada kehidupan ku yang ada di dunia.
Hana mulai mendekat kepadaku. Aku yang sedang kepanikan mencoba untuk menjauh tapi aku tidak berdaya. Saat aku mau kabur tiba-tiba ada sebuah tali yang mengikat tangan dan kaki ku secara erat.
Hana mendekat, terus mendekat, hingga saat sudah sangat dekat ia mulai mengayunkan sabitnya kepadaku.
"Siap siap ya Zi, satu, dua, tiga!" Ucapnya lalu mengayunkan sabit kepadaku
"Tidak!!" Teriak ku menutup mata.
Entah mengapa pada saat itu aku tidak merasa kesakitan. Aku berpikir apakah ini memerlukan proses atau mungkin Hana meleset. Diriku mengumpulkan keberanian dan membuka mata ku sekali lagi. Pada saat aku membuka mata, aku melihat Hana yang tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi konyol ku.
"Hahaha..!, Zi kau yang terbaik, hahaha..." Ucap Hana yang tidak bisa menahan tawanya.
"Eh?" Ucap ku sudah tidak mengerti lagi.
Saat diriku yang sudah tidak mengerti apa apa melihat bahwa sabit yang besar tadi sudah tidak ada, aku perlahan lahan mendekati Hana. Untung saja Hana pada saat itu tidak mengetahui bahwa aku mencoba untuk mendekati nya. Hingga saat aku sudah sangat dekat, aku melepaskan ikatannya dan berkata,
"Hana, seru sekali ya tadi, kalau begitu sekarang giliran ku ya!."
Seketika Hana yang tadi tertawa malah menjadi terdiam dan merinding. Melihat diriku yang mengeluarkan aura hitam Hana pun langsung refleks menjauh.
"Ja...jangan mendekat Zi!" Ucapnya gemetaran.
"Masih bisa kabur ya" balas ku mendekati nya lagi.
"Ng..... Nggak...." Ucapnya semakin gemetaran.
"Sini kau!."
__ADS_1
"Tidak, ampun Zi!."