
"dingin."
"Apa ini?, Kenapa ini terus bertambah banyak?, Dan dari manakah ini berasal?"
"Hai, bagaimana keadaan mu sekarang Zi?", Diriku mendengar suara seseorang
"Siapa kau?, Dan sebenarnya apa yang terjadi?", Balas ku kaku
"Hm... Gimana ya?, Bisa dibilang bahwa kau telah mengilang dari dunia asalmu", jawab nya
Mendengar perkataan itu membuat ku terdiam untuk sementara.
"Siapa kau sebenarnya?!", Tanya ku sekali lagi
"Kau jangan berpura-pura bodoh Zi, buka matamu dan lihatlah"
Aku memberanikan diri dan mulai membuka mataku.
Semua yang aku lihat hanyalah kegelapan, kehampaan dan perasaan sepi.
"Sebenarnya ini dimana?", Tanyaku setelah membuka mata
"Ini?, Ini adalah bagian dari dirimu yang masih tersisa."
"Bagian dari diriku?."
"Iya, ini adalah dirimu yang selama ini. Bagaimana rasanya Zi?, Pasti kesal kan", hasut suara itu
__ADS_1
"Sebenarnya kau dimana dan siapa kau?", Tanya ku tidak bisa melihat apa apa
"Aku kan sudah bilang, aku adalah dirimu, Hmm... Bagaimana jika aku buat mudah."
"Sial!, Kenapa bisa aku ada disini", diriku mulai marah saat suara itu menghilang
"Jawabannya simpel, karena kau masih memiliki hati untuk percaya kepada orang lain Zi, Sekarang lihatlah kebelakang mu", balas suara itu tiba tiba
Aku pun membalikkan pandangan ku dan melihat kebelakang.
"Ka... Kamu... K... Kenapa mirip dengan ku?", Diriku terkejut melihat sebuah wujud yang berada didekat ku
"Lah kenapa memangnya?, Kan benar aku adalah kamu", balasnya tersenyum
"Mana mungkin!", Balasku
Ia menunjukkan sebuah rekaman yang merekam semua kejadian sebelum diriku berada disini.
Setelah aku menonton rekaman nya, air mataku langsung keluar. Melihat semua hal yang aku harap tidak akan pernah ada di antara tali persahabatan yang susah payah aku bangun dengan mereka hancur tanpa sebab yang jelas.
"Bohong, itu semua mustahil terjadi", bantah ku tak berdaya
"Walaupun kau membantah memang itu kebenaran nya zi", balas orang yang menyerupai ku
"Tidak!, Tapi kenapa semua yang aku percaya dan aku perjuangkan malah berakhir dengan cara seperti ini?, Apakah aku memang tidak bisa memiliki sesuatu yang berharga?", Diriku meratapi kepedihan yang ku rasakan pada saat itu.
Keheningan, kehampaan dan air mata ku menghias tempat sunyi itu. Walaupun hanya ada kegelapan di dalam tempat itu, entah mengapa diriku merasa nyaman dan takut untuk keluar dari sana. Entah kenapa aku berpikir apabila diriku keluar semua kejadian yang aku alami akan terulang lagi dan lagi.
__ADS_1
Aku hanyalah manusia, aku selalu berusaha, berusaha dan terus berusaha untuk bisa di akui oleh seseorang. Tapi kenapa usaha yang aku lakukan itu pada akhirnya dibalas dengan sebuah penghianatan. Bagiku itu sangatlah sakit, bagaimana tidak?, Berapa banyak pengorbanan yang aku lakukan, berapa banyak kematian yang aku hadapi tapi, tapi pada akhirnya usaha yang dilakukan hanyalah sebuah debu ketika penghianatan datang.
"Hei kau, apakah ada cara untuk menghentikan rasa sakit ini?", Tanya ku kepadanya
"Eh?, Ada kok", balasnya dengan sinis
"Jika memang ada apa yang harus aku lakukan agar diriku bisa sedikit di hargai, walaupun aku anak hina tapi bagaimana cara agar mereka semua mempedulikan ku sedikit saja, Bagaimana!", Tanya ku dengan memaksa
"He... Kau ingin sekali ya seseorang selalu berada di dekat mu, menghargai mu, dan selalu ada bersama mu saat orang lain pada menjauhi mu", balas dirinya dengan santai
"Iya, apa, apakah aku bisa memiliki seseorang seperti itu?, Kumohon apakah memang ada", diriku memohon kepadanya
Walaupun aku tidak tahu dia siapa, dan kenapa dia bisa berada di dalam diriku tapi aku satu hal jawabannya saat itu membuat ku tidak bisa menahan air mata yang berjatuhan.
Perkataan yang selama ini aku harapkan, perkataan yang selama ini ingin aku dengar serta perkataan yang ingin aku capai akhirnya diucapkan juga oleh dia.
"Hei Zi, sudah cukup kau berusaha untuk memberitahu orang lain bahwa kau ada, istirahat lah sejenak di sandaran ku dan percayakan nyawa mu kepada ku ketika kau tertidur di sandaran ku. Karena sekarang aku adalah satu satu teman mu dan juga orang yang akan menjaga mu dan selalu berada disisi mu. Baik senang maupun sedih, oleh karena itu aku juga mohon agar kau bisa menjaga ku juga", ucap dirinya yang kemudian menampakkan wujudnya yang asli kepadaku
Wujud yang membuat ku nyaman, sandaran yang begitu lembut dan juga aroma yang membuat diriku tenang.
Ya, ini mirip seperti pelukan yang sudah lama aku inginkan, sebuah pelukan yang berasal dari seseorang yang ingin diriku miliki.
Yap, yaitu pelukan seorang ibu.
Akhirnya diriku tertidur di sandaran dirinya yang menampakkan wujud aslinya kepada ku. Dia adalah seorang perempuan, walaupun begitu aku masih belum menanyakan namanya karena diriku sudah lelah dengan semua itu.
"Hei, ayo kita pergi Yui, Afdal!", Kata Alif meninggalkan jasad ku yang berada disana
__ADS_1
Pada saat mereka semua telah meninggal kan ku. Keajaiban pun terjadi