
"Zi, Zi, Zi...." Ucap Yui memeluk ku dengan erat.
"Ha?."
"Akhirnya aku bisa bertemu dengan mu zi."
"Eeeehhhh......" Ucap ku terkejut saat Yui memberikan sebuah ciuman yang manis kepada ku.
"Yu...yu... Yui, tadi i.. itu c.. ciuman pertama ku" ucap ku grogi.
"Bodoh, itu juga ciuman pertama ku. Jadi anggap saja kita impas" balas Yui dengan malu-malu.
Kalau begitu yang Yui bilang, aku tidak mau hal yang dilakukan tadi berakhir dengan cepat. Aku pun menarik Yui dan langsung mencium nya sekali lagi.
"Eh Zi.." ucap Yui terkejut saat aku melakukan nya.
"Maaf Yui, aku tidak bisa melepaskan mu hari ini."
Kami pun saling melepaskan ke rinduan kami di depan portal yang aku buat tadi. Setelah kami selesai melakukan nya, aku bertanya kepada Yui siapa laki laki itu...
Tapi anehnya Yui malah tertawa dan berkata, "Zi apa kau cemburu kalau aku dekat dengan orang lain."
"Ng... Ngak juga tuh" ucap ku memalingkan pandangan.
Saat aku memalingkan pandangan, Yui langsung memegang pipiku dan berkata, "Zi dia adalah Afdal tunangan ku. Tapi sebenarnya itu rencana kami untuk memperkuat daerah kekuasaan."
Mendengar ucapan Yui tadi aku merasa lega sekaligus kecewa karena demi memperkuat kekuasan dia harus melakukan pertunangan secara terpaksa.
"Yui, kita sekarang baru berumur 19 tahun kecuali aku yang masih tetap seperti 2 tahun yang lalu. Namun.. maaf.. tetap aku harus kembali ke tempat itu" ucap ku melepaskan tangan Yui dan berjalan mendekati portal.
Melihat aku yang mulai menjauh darinya, Yui pun langsung mengejar ku dan memegang ku dengan sangat eratnya.
"Tidak, kau tidak boleh pergi lagi Zi, tetaplah bersama ku selamanya. Aku tidak ingin dunia yang tanpa dirimu, aku ingin bersamamu."
__ADS_1
Mendengar perkataan seperti itu siapa yang tidak ragu coba untuk membuat keputusan. Akhirnya aku yang berniat untuk pergi langsung berbalik dan mengendong Yui, lalu pergi bersama dirinya.
"Eh Zi, Zi kau mau apa" ucap Yui tersipu malu saat aku gendong.
"Kamu mau ikut nggak, kalau tidak aku turunin lagi nih" balas ku sambil bercanda.
"Em... Tentu saja aku ikut" ucap Yui cemberut.
Aku pun pergi kerumahnya Yui yang tidak aku sangka lebih besar dari pada dua tahun yang lalu. Melihat rumahnya itu membuat ku merasa cemas untuk berada di sisinya. Aku sadar bahwa aku hanyalah anak dari golongan bawah, namun aku juga percaya bahwa apapun yang terjadi Yui akan selalu membantu ku. Tapi, tapi kenapa setelah aku masuk ke rumahnya malah disuruh untuk beres beres.
"Yui, e.. anu.. kok aku jadi kayak pembantu ya" ucap ku tidak paham dengan situasi.
"Kamu mau dipercaya sama orang tua ku ngak."
Aku yang tidak paham dengan keadaan hanya melakukan apa yang disuruh Yui hingga waktu sudah menjelang malam.
"Hei nak, bikin makan malam ya" ucap orang tua Yui menyuruh ku.
"E... Baik tan" balas ku lalu pergi ke dapur.
Pada saat itu aku berpikir lagi, bagaimana kah agar aku tidak terlalu mencolok saat di ajak makan bersama. Sambil diriku memasak makanan aku terus berpikir, hingga aku menemukan sebuah ide.
Setelah masakan ku selesai, aku langsung mengambil tempat dan juga wadah air untuk minum mereka, lalu menghidangkan nya kepada mereka. Namun entah kenapa pada saat aku mau duduk orang tua Yui melarang ku dan berkata, "hei nak, kau makan dibelakang saja biar Yui dan calon tunangannya duduk disini sama tante."
Mendengar ucapan dari orang tua Yui itu membuat ku sangat sangat marah, aku disini bukanlah untuk menjadi seorang pembantu. Saat aku mau marah Yui menahan ku dan berkata, "hei kau makan di belakang saja ya bersama pembantu yang lain."
"Sudah Cukup!" Teriak ku tidak bisa mengontrol amarah ku.
"Hei Tante, aku memang orang rendahan tapi aku memiliki sesuatu yang lebih hebat dari orang lain yaitu pengetahuan. Biar orang bilang aku apalah yang penting aku tidak akan pernah menerimanya namun akan aku ubah hinaan itu menjadi pujian" ucap ku kepada orang tua Yui.
Orang tua Yui yang mendengar hal itu masih berekspresi datar, ia tahu bahwa aku adalah golongan bawah dan tunangan Yui golongan atas. Namun saat tunangan Yui mendatangi ku semuanya berubah.
"Hei kau, jangan coba coba membentak orang lain ya!" Ucap nya lalu menarik masker yang ada di wajah ku.
__ADS_1
Saat masker yang berisikan sihir itu terlepas dari wajah ku semua langsung terkejut. Terlebih lagi Yui dan juga tunangannya.
"Zi, Zi, eh......." Ucap mereka terkejut.
"Iya ini aku, emang nya kenapa" balas ku emosi.
"Tante seperti nya anda harus mendengarkan cerita ku deh" ucap tunangan Yui mulai mendekat.
"Zi, tapi kenapa aku tidak menyadarinya" ucap Yui takut aku marah kepadanya.
"Oh itu, masker itu adalah rencana nya Ziya" balas ku dengan ekspresi datar.
"Ziya?."
Dari pada aku menjelaskan nya lebih baik aku perlihatkan saja kepada Yui siapa itu.
"Hei Ziya, kau bisa berubah wujud dan keluar dari tubuhku tidak?" Tanya ku kepada Ziya yang belum pernah keluar dari tubuhku.
"Ha?, Baru sekarang kau bertanya Zi. Tentu saja bisa, tunggu sebentar" balas ziya lalu membaca Ki dan beberapa ucapan yang tidak aku mengerti.
"Zi, coba kau mundur sedikit."
"O..ok" balas ku mundur beberapa langkah.
Pada saat itulah diriku dan Yui melihat seorang malaikat yang baru bangun dari tidurnya yang panjang.
"Eh... Kau Ziya?" Ucap ku tidak percaya dengan wujudnya.
"Tentu saja dong darling" balas nya dengan tersenyum.
"Zi, coba kau jelaskan sekarang!" Ucap Yui mengepalkan tangan nya.
"Y.. Yui ini.. ini juga baru pertama kali aku melihatnya kok" balas ku terpojok.
__ADS_1
"Dasar Zi!!."
"Tidak!!!."