
"hei Zi, akhirnya kau sampai juga ke dimensi ku", sambut King dengan bahagia
"Saya bersedia menikahi putri anda", ucap pengantin pria.
"Sebenarnya ada apa ini King?, Kenapa dimensi nyata dan dimensi buatan mu bisa saling berhubungan?", Tanya ku tidak mengerti dengan hukum di dimensi dia
"Bagaimana pengantin wanita?, Apakah kau bersedia menerima dirinya sebagai suami mu?."
"Ci...ci...ci... Zi, kamu tahu kan aku adalah King jadi aku adalah penguasa dimensi. Jadi buat apa aku peduli dengan dimensi nyata?, Bagiku keseruan adalah hal yang sangat indah", balas King dengan bertele tele.
"Zi, kamu dimana?, Tolong aku."
"Pengantin wanita?."
"Eh, eh... Sa... Saya.... Ber....."
"Sudah King apakah ini ada artinya bagimu, dulu aku memang tidak tahu. Tapi setelah aku selidiki kamu berniat untuk membenturkan dimensi nyata dan realita!", Ucap ku marah
"Hei Zi, kenapa emangnya?, Coba kau pikirkan lagi. Bukankah kau selalu dihina, di tindak dan di perlakukan tidak adil di dimensi mu. Tapi kenapa kau mau melindungi mereka?, Kau adalah 12 orang terpilih. Bertahanlah dan dapatkan 1 permintaan apa pun", balas King mulai serius
"Zi.... Tolong..."
"Tunggu!."
Tiba tiba seseorang membuka pintu rumah Alif dan memberhentikan pernikahan nya.
Semua orang yang ada disana panik karena mendengar suara benturan keras dari pintu masuk. Mereka berpikir bahwa yang datang adalah seorang pencuri, namun kenyataannya berbeda. Yang datang adalah tidak lain dan tidak bukan adalah seorang anak yang selalu sendirian di dalam hidupnya dan tidak pernah di akui masyarakat, yaitu Zi Kuchizuke.
"Zi.", Ucap Yui gembira melihat kedatangan ku
"Tidak bisa king!, Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi. Walaupun disana aku hanyalah sampah masyarakat, ada seseorang yang memungut ku dan menjadi teman ku Ter......"
"Tapi dia berkhianat bukan!", Potong King
"Ter..... Ter.... Terpikirkan oleh ku bagaimana agar diriku bisa kuat menghadapi itu semua. Ya itu karena aku telah menanggung beban itu sendirian sejak lama. Oleh karena itu aku tidak akan keberatan jika dipanggil hina dan kembali menjadi sampah", ucapku menahan emosi.
Karena benar apa yang di sebut oleh king tadi adalah kenyataan. Ia pergi bersama orang lain, dan meninggalkan ku sendirian menahan rasa sakit ini. Tapi bagiku hanya orang orang yang tidak menerima kenyataan lah yang lari dari tanggung jawab nya untuk membantu tempat ia lahir. Walaupun ia di sakiti, dicaci maki dan sebagainya, hanya orang pengecut lah yang lari. Tapi tidak dengan diriku, diriku sadar bahwa aku selama ini masih bisa hidup dan menikmati dunia karena pertolongan dari seseorang. Baik itu paman dan juga Yui yang menemaniku saat masa sekolah.
"King!, Kalau begitu mari kita selesaikan disini", ucap ku serius
"Baiklah Zi, kalau gitu mari kita mulai lagi game nya. Semoga kau bisa menghentikan 8 orang lainnya."
"Baik King, kau tunggu kabar nya ok", balas ku lalu pergi mencari informasi di kota kota.
__ADS_1
Sementara itu di dimensi lainnya,
"Eh anu ini benar kan rumahnya Alif?", Tanya ku setelah mendobrak masuk.
"Iya benar, dan kau siapa ya?", Tanya salah satu pelayannya.
"Makasih", balas ku lalu berjalan ke arah acara pernikahan.
Sampainya aku di tempat acara diriku langsung mengambil nafas yang panjang lalu berkata, "Yui!."
"Eh Zi?, Apakah Zi ada disini?", Ucap Yui setelah mendengar suara ku
"Sial, hei kalian coba lihat siapa itu!", Perintah Alif kepada anak buahnya
"Yui, kau menikah kenapa tidak mengundang ku!", Teriak ku sekali lagi.
Setelah Yui yakin bahwa itu adalah diriku, ia langsung membaca sihir dan menggunakan Ki nya untuk pergi dari sana.
"Zi, Zi.... Zi....", Ucap dirinya kesenangan.
"Yui!!", Teriak ku sekali lagi.
Setelah cukup lama aku teriak akhirnya Yui berhasil menemukan ku.
"Zi, ternyata kau datang ya", ucap Yui mengeluarkan air mata saat melihatku datang
"Duar!...duar!!", Tiba-tiba berbunyi suara pistol sihir.
"Eh kok pandangan ku kabur", ucap diriku aneh melihat pandangan yang tiba tiba kabur.
"Zi... Tidak!", Teriak Yui yang berlari mendekati ku
"Eh, kenapa Yui berlari ke sini dan apakah yang terjadi", aku pun terjatuh sambil melihat Yui yang mengeluarkan air mata berlari ke arah ku.
Semua objek yang ada di kota ini ternyata sudah lama ditinggal kan. Diriku yang mencoba mencari pecahan misteri ini hanya menemukan petunjuk yang begitu sedikit, namun saat diriku sedang beristirahat di sebuah sungai akhirnya aku menemukan salah satu dari 8 orang yang tersisa.
"Eh itu siapa?", Ucap ku menajamkan mata.
"Bukan kah salah satu dari 12 orang ya?, Kesana ah", lanjut ku lalu berlari menuju ke sana.
Setelah sampai disana aku pun mendekati nya dan berkata,
"Hei kau lagi ngapain?."
__ADS_1
"Lagi makan", balas nya yang sedang main game.
"Eh, itu bukannya lagi m..."
"Makan", sela dia.
"Ok, ok, sebenarnya nama mu siapa?", Tanya ku menahan emosi
"Makan", balas dirinya sekali lagi
Hingga diriku muak dengan nya, lalu mencubit kedua pipinya sambil berkata,
"Hei kau lagi makan, jawab pertanyaan ku nanti ku kasih kau kue."
"Baiklah", balas dirinya semangat.
"Nama mu siapa?."
"Nama ku Haikal."
"Kenapa kau bisa sampai ada disi...."
"Oh kalau itu kau jangan pura-pura bodoh Zi", ucap Haikal yang berubah jadi serius
Aku pun mulai merasakan bahaya dan mulai waspada.
"Eh maksud nya apaan?", Tanya ku kepadanya menjaga jarak.
"Kau pasti tahu King, dan King juga berkata kepada kita. 12 orang, 12 orang yang terpilih akan mendapatkan 1 permintaan jika dirinya bisa bertahan di dimensi nya", ucap Haikal yang mulai mendekat.
"Eh, kok aku nggak tahu apa apa ya?", Balas ku heran.
"Apakah cuma aku yang tidak dapat infonya?."
"Yah, jadi intinya karena kau sudah datang maka..."
"Eh kau mau apaan Haikal", ucap ku mulai curiga.
"Tidak ada apa apa kok, cuma aku hanya mau memberikan sesuatu kepadamu, aku tidak tahu bahwa kau sudah berhasil memasuki paksa dimensi King. Kalau boleh tahu kau dibantu oleh siapa Zi?!", Ucap Haikal mulai curiga.
Saat diriku berbicara dengan Haikal aku selalu merasakan cengkraman yang begitu kuat, hingga setiap gerakkan nya harus aku waspadai.
"Tidak ada siapa-siapa kok, cuma dengan usaha dan sedikit keberuntungan kok", balas ku ketawa kecil
__ADS_1
"Oh, kalau begitu selamat....."
"Hua!!"