
Seminggu setelah kejadian itu.
"Hei mana teh harum untuk ku!", Teriak seseorang di pagi hari yang tenang
"Iya tuan, saya siapkan dulu", balas seseorang lalu bergegas menyiapkan teh nya
"Kenapa pagi-pagi udah pada ribut nih?", Tanya seseorang yang baru bangun dari tidurnya
"Hei afdal, jangan kau anggap disini gratis. Udah tidur enak, makan enak, malah protes", balas orang yang meminta teh
Melihat siapa yang berbicara ekspresi Afdal yang baru bangun tanpa tahu apapun berubah menjadi tegang.
"Maaf kan saya Alif, saya ti....."
"Tak!", Seketika terdengar suara benda pecah
Suara yang lumayan keras membuat semua orang yang sedang berada di tempat itu datang dan melihat apa yang sedang terjadi.
"Afdal kepala mu kenapa?", Tanya salah satu pelayan rumah yang datang melihat
"Eh kepala ku?", Afdal memeriksa kepalanya dan melihat ada darah yang menetes jatuh.
"Ah.... Sakit!", Teriak nya lalu pergi dari tempat itu.
"Kalian lihat apaan?!, Kembali kerja sekarang!", Perintah Alif yang sedang marah.
"Hei kenapa ribut sekali kau lif?, Tanya seseorang sekali lagi
Mendengar perkataan itu sekali lagi membuat Alif tambah marah dan mengambil benda yang ada di dekatnya. Namun saat ia akan melemparkan nya ternyata orang yang bertanya adalah Yui.
"Eh Yui, tidak ada kok. Tadi itu cuma ada pelayan yang ngak sengaja jatuhin pot bunga aja", balas Alif dengan lembut.
Setelah mendengar penjelasan dari Alif Yui langsung pergi dari tempat itu menuju kamar mandi untuk menghangatkan badannya.
"Sial, sampai kapan dia akan begitu kepada ku", ucap Alif kesal setelah Yui pergi.
Pada saat yang bersamaan ada seseorang yang sedang mengawasi dari jauh, "Jadi dia ya target selanjutnya."
"Swuss", suara shower dari pemandian
"Ah.... Enaknya", ucap Yui memasuki pemandian
"Sudah satu Minggu ya."
Tiba tiba suasana langsung berubah, entah kenapa perasaan Yui yang tadi enak berubah menjadi gelisah dan tidak karuan.
"Zi maaf, maaf, maaf", air matanya mulai berjatuhan hingga tercampur dengan air yang sedang mengalir.
"Tinggal 8 lagi", ucap seseorang yang tidak diketahui
__ADS_1
"Tunggu saja Zi, aku pasti akan menemui dirimu."
"Swosh....", Suara panah yang di lepaskan
"Enak sekali teh nya", ucap Alif yang pada saat itu sedang duduk di taman rumahnya.
Hingga pada saat suara panah itu semakin dekat Alif tidak menyadari hal itu
"Srak!", Panah itu mengenai dirinya
"Sial siapa yang meluncur kan anak panah ini", ucap Alif menahan sakit
Hingga pada saat itu ia memanggil semua penjaga dan menyuruh mereka untuk membawa dirinya kerumah sakit.
"Sial, kenapa dia tidak meninggal langsung sih", kata orang yang melemparkan panah tadi
"Hei, kan udah saya bilang jangan pakai perasaan jadinya gitu kan", tegur seseorang yang bersama nya
"Eh gitu ya, maaf ya king aku tidak tahu. Tapi kenapa ya?, Padahal kita beda dimensi loh kok bisa mengenai dirinya", tanya orang itu heran
"Hm... Jawabannya simpel, itu karena diriku wahai anak yang ke sebelas 'haikal'."
"Jadi kau sangat hebat ya king, hingga bisa membuat panah ku mengenai dirinya", ucap Haikal kagum
"Iya dong, siapa lagi kalau bukan king", balas King dengan sombong
"Jadi sekarang tinggal 8 orang lagi yang harus aku hilangkan dari dunia kan, lalu aku bisa mendapatkan apa yang aku mau begitu", ucap dirinya meminta kepastian
"Baiklah...... kita istirahat dulu", jawabnya
"Hum...hum... Ya ba..... Eh kok istirahat kal?", Tanya King kecewa
"Ya iyalah King, kita kan udah menjelajah kota ini dan terlebih lagi pusat dari 12 orang masih belum memunculkan wujud yang sesungguhnya", jawab Haikal tidak ada niat untuk melanjutkan misi
"Hadeh, baiklah kalau gitu mari kita tidur."
Mereka pun akhirnya menutup gerbang antara dimensi King dengan dimensi kenyataan.
Sementara itu, Zi yang masih belum tersadar mendapat sebuah ke ajaiban.
"Tahan sedikit lagi Zi, kamu pasti bisa", kata seseorang yang bersama ku
"Ah..... Sakit!!, Apa ini!!", Balas ku menahan sakit.
Walaupun aku tahu sebenarnya ini bukanlah di tubuhku, tapi rasa sakit ternyata tetap masih bisa aku rasakan.
"Satu, dua, dan sekarang Zi lepaskan."
"H...a....H!!!", Teriak ku kesakitan.
__ADS_1
Akhirnya diriku kembali ke tubuh lama ku yang masih terbaring lemah di tanah.
Namun pada saat diriku berhasil kembali ke tubuhku, banyak hal yang di ajarkan oleh perempuan itu di tempat gelap yang aku sebut mimpi. Bagaimana mengendalikan emosi, kekuatan, Ki dan masih banyak lagi. Hingga tanpa aku sadari sudah lewat dua bulan dari kejadian yang menimpa diriku.
"Ah.... Silau", diriku akhirnya membuka mata setelah dua bulan terakhir.
"Dimana aku ini?", Ucap ku melihat sekeliling.
"Kenapa disini banyak sekali air dan juga gua?", Tanya ku heran.
"Yang pasti sekarang kau sudah sadar kan Zi."
Mendengar suara itu aku langsung terkejut, "eh siapa itu?."
"Masa kamu lupa Zi, ini aku yang di mimpi", balas dirinya marah
"Eh kamu, tapi kok tidak bisa aku lihat?", Balas ku heran
"Kan aku adalah kamu jadi aku hanya bisa menggantikan dirimu pada saat yang berbahaya", jelas dirinya dengan mengeluarkan nafas panjang
"Eh begitu ya", jawab ku baru paham
"Jadi nama mu siapa?", Tanya ku kepada dirinya.
"Tidak tahu?, Zi, coba kau kasih nama dong", ucap nya memohon kepada ku
"Eh aku, aku kalau memberi nama itu kurang ahli", balas ku ragu.
"Ayolah Zi.....", Paksa dirinya.
"Baiklah, kalau buruk jangan salahkan aku loh."
"Iya, iya ngak apa apa kok."
"Bagaimana kalau Ziya?", Ucap ku memberi saran
"Ziya?", Balas nya bingung.
"Iya, ziya itu adalah namaku dan juga untuk dirinya alias untuk kamu gimana bagus gak", ucap ku dengan bangga.
"Wah.... Bagus aku mau, aku mau."
"Baiklah Ziya sekarang ayo kita ke tempat King dan memberikan salam kepada teman yang lainnya!", Ucap ku mengajak dia untuk ikut
"Ayo Zi, lagian kau pergi kesana aku juga kesana karena kita satu", balas nya dengan senang
"Tapi aku beritahu ya Zi, karena sudah ada aku di dalam dirimu maka badan dan juga sebagai nya juga berubah loh."
"Eh berubah?."
__ADS_1
Aku pun langsung mencari cermin dan melihat sebuah wujud yang aneh
*Thanks ya buat kalian yang selalu nungguin, mungkin ane jarang up karena ada urusan yang harus dilakukan di real life seperti sekolah contohnya_-, maklum anak remaja... Ehehe.... see you :)