X ZERO “Where I Became Zero In This Strange World"

X ZERO “Where I Became Zero In This Strange World"
Hancurnya Persahabatan


__ADS_3

"Zi, bangun pelajaran sudah selesai", kata seseorang membangun kan ku


"Eh?, 5 menit lagi ya", balas ku setengah sadar


"Ha!, Udah ku bilang bangun ya bangun sialan!", Ia pun marah dan memukuli kepala ku


"Aduh, hei siapa lu h..... Eh Yui", teriakku berhenti melihat Yui yang sedang marah


"Enak ya tidur-tidur an di kelas?!", Kata Yui kesal


"A... ampun Yui"


Lalu tiba-tiba,


"Hei Zi, Yui, kita dapat tugas nih!", Teriak afdal yang baru masuk ke kelas


"Eh tugas?, Tugas apaan?", Tanya kami berdua


"Nih pak guru menyuruh kita menyerahkan proposal ke sekolah atas", balas Afdal dengan santai


"Haaaa?!, Sekolah atas", teriak ku terkejut


"Eh emang kenapa dengan sekolah atas Zi?", Tanya Yui


"Nggak ada apa apa kok", jawab ku memalingkan pandangan


Kami pun akhirnya berangkat ke sekolah atas.


Sekolah atas merupakan sekolah khusus untuk anak anak orang kaya atau anak anak yang memiliki gelar. Seperti yang diriku duga, saat kami sampai di sekolah atas semua kenangan buruk tentang masa lalu ku perlahan lahan mulai muncul. Sebelum adanya pembagian kasta atas dan kasta bawah, sekolah ini adalah satu namun tidak satu kelas. Kelas orang orang yang punya kedudukan dipisahkan dengan kelas orang orang rendah seperti diriku.


"Yah ternyata benar, kenangan buruk itu tetap tidak bisa dihapus juga", gumam ku melihat gerbang sekolah


"Eh kamu kenapa zi?, Ada yang sakit?", Tanya Yui mendekatkan wajahnya


"Nggak ada ap..... Eh.......", Kata ku terkejut melihat wajah Yui yang begitu dekat


"Kalian berdua ini bukanlah saat yang pas untuk pacaran loh", kata Afdal dengan wajah yang membuat ku kesal


"Iya, ayo kita masuk terus pulang", balas ku lalu berjalan di depan


Kami menyusuri area sekolah yang sangat tidak terasa asing oleh ku, rasa kesepian itu dan rasa sakit itu seolah-olah kembali sekali lagi kepadaku


"Hebat.... Hebat... Ternyata kalian ada nyali juga buat masuk ke sini ya", kata seseorang yang tiba tiba datang menghampiri kami


"Eh siapa itu?", Balas kami bertiga


"Ha, Siapa aku?", Jawabannya kesal

__ADS_1


Ia pun menunjukkan wujudnya dengan berdiri di atas sebuah patung di depan kami


"Ini aku, sudah lama tidak bertemu ya kan Ziya....", Katanya dengan pandangan tajam


Seketika tubuhku mati rasa dan semua kenangan kembali kepadaku sekali lagi.


Bagaimana rasanya di permainkan, disuruh, dibully dan hal-hal yang pernah aku rasa membuat pikiran ku menjadi kacau.


"Ah!!!, Tidak... Tidak..... Menjauh lah", teriak ku histeris


"Zi kamu kenapa?", Tanya Afdal khawatir


Sementara Yui melihat ku seperti itu tiba tiba merasa marah dan mengeluarkan semua aura ingin membunuh seseorang.


"Kau!, Apa yang kau lakukan kepada n...", Perkataan Yui terhenti seketika


"Eh Yui kenapa kau berhenti?", Tanya Afdal heran


Kami berdua tidak tahu apa yang terjadi kepada Yui, tapi yang jelas Yui tiba tiba terdiam dan pandangannya berubah menjadi seperti kami belum pernah bertemu.


"Yui, ada apa dengan mu?, YUI!!", teriak ku heran melihat Yui mulai berjalan


Yui yang mendengar kan semua perkataan ku hanya terdiam dan terus berjalan ke arah orang itu. Orang itu hanya bisa tertawa dan mulai merendah kan diriku.


"Hahaha..... Oi, oi, Zi jadi ini ya teman-teman mu?, Sini biar aku beritahu apa itu teman yang sebenarnya", sahutnya dengan penuh kegirangan


"Apa yang ku lakukan?, Hmm... Gimana ya?, Mungkin ini", balas Alif sambil mendekati Yui


Pada saat itu merupakan saat yang tak akan pernah aku lupakan. Kenangan buruk itu akhirnya kembali kepadaku. Sekali lagi aku disadarkan bahwa diriku bukanlah siapa-siapa dan tidak pantas untuk bisa berada disisi nya.


"Alif!!, Dasar kau Sampah!!", Teriak ku emosi melihat wajah mereka saling berdekatan


Alif hanya bisa tersenyum dan membuat tatapan yang tajam kepada ku. Hingga Alif dan Yui melakukan sesuatu yang tak pernah aku duga sebelumnya.


"Dasar kau Alif!!", Teriak ku sudah tidak bisa menahan emosi lalu berlari ke arahnya


"Hm... Rasanya enak sekali", kata Alif dengan santainya


"Eh Zi kau mau ngapain?, Kalau mau nyerang ajak ajak dong!", Teriak Afdal yang tertinggal di belakang


"Kau tunggu saja disana Al", kata ku


Saat aku mengeluarkan sihir semua penjaga yang ada di sekolah keluar dan mengehentikan diriku. Aku tidak peduli dan mencoba melawan semua penjaga yang ada namun....


"Hei Zi... Kamu mau juga?, Rasanya enak loh", kata Yui sambil tersenyum sinis kepadaku


Melihat Yui berkata begitu aku pun terdiam, semua keinginan dan kemarahan ku menghilang.

__ADS_1


"Yui kamu.... Kamu serius dengan perkataan mu", tanya ku bertekuk lutut kehilangan tenaga


"Ha?, Iyalah masa aku bohong Zi. Kau mau nggak", balas nya sambil bersandar ke badan Alif


"Bohong kan, itu semua bohong kan", kata ku tidak percaya


"Hei sayang, bagaimana kalau kau memberikan dia sebuah hadiah", kata Alif memegang dagu Yui


"Baiklah", kata Yui mulai membaca sihir


Aku yang melihat hal itu hanya bisa terdiam dan tidak terima bahwa seseorang yang sangat aku percaya bisa berkhianat dan melupakan semua hal yang terjadi.


Hingga aku yang tidak sanggup untuk melihat nya lagi berkata,


"Yui, terima kasih ya. Karena dirimu aku tahu bahwa aku hanyalah anak haram yang tidak akan pernah bisa sejajar dengan kalian", kata ku mulai meneteskan air mata


"He... Zi aku tersentuh karena itu, penjaga tolong kau pegang dia", balas Alif dengan bercanda


Para penjaga mulai memegang ku, dan Afdal yang melihat semua kejadian itu mulai mendekat namun lagi lagi aku memaksakan ke egoisan ku.


"Afdal kau jangan mendekat!, Kau hanya akan menambah masalah jika kau ikut terlibat!", Teriak ku menghentikan nya


Mendengar kata itu Afdal pun terhenti dan berkata,


"Hei Zi, jika ada seseorang yang pergi meninggalkan mu maka yakinlah akan ada diriku yang selalu setia menemani mu. Namun itu tidak akan pernah bisa terwujud jika kau tidak pernah menyadari hal itu"


"Zi ternyata kau hanyalah teman yang egois", lanjut Afdal dengan ekspresi yang belum pernah aku lihat


"Hei afdal, itu nama mu kan. Bergabunglah dengan ku maka akan ku beri kau yang namanya tempat berlindung", bujuk Alif kepada Afdal


Dengan ekspresi yang menekuk Afdal berjalan maju ke arah Alif yang memegang Yui.


"Al kau mau kemana?", Aku bertanya melihat ia melewati ku


"Maaf Zi, aku tidak bisa begini terus", balas nya terus melangkah


"Hei ayolah, kalian berdua kenapa bisa seperti ini?, Seharusnya kita tidak datang, seharusnya kita masih bisa tertawa, tapi kenapa semua itu hancur oleh dia!", Teriak ku dengan air mata yang mengalir


"Srut.....", Sihir tiba tiba menembus tubuhku


"Huak", kata diriku muntah


"Apa ini, dan...ak... Akan... Aku ingat ini Yui selamanya!", Teriak ku untuk terakhir lalu pingsan karena kekurangan darah


Diriku yang telah terkapar dibiarkan begitu saja oleh para penjaga. Alif dan mereka berdua mulai pergi meninggalkan ku, terlebih lagi Yui ia tidak merasakan apa-apa setelah membaca sihir yang menembus diriku.


"Memang semua manusia tidak ada yang bisa dipercaya, tapi aku juga sadar bahwa aku hanyalah sampah dan dia adalah anak dari seorang bangsawan yang terkenal. Aku juga harus sadar diri dasar kau Zi bodoh", gumam diriku dengan tubuh yang telah mulai mendingin

__ADS_1


"He.... Menarik juga"


__ADS_2