
"jadi Ziya kau ini sebenarnya apa?" Ucap ku meminta penjelasan setelah di pukul oleh Yui.
"Eh, apa maksud darling?, Aku ya aku Ziya" ucap nya sambil tersenyum polos.
Sudah beberapa kali aku mencoba untuk membujuknya agar mendapatkan informasi, tapi entah mengapa malah aku yang habis di gebukin oleh Yui. Saat aku bertanya jawabannya pasti selalu sama, walaupun ada juga sih jawaban yang berbeda. Tapi intinya jawabannya nggak bakalan beranjak jauh dari ku.
Hingga saat aku sudah bonyok di pukul Yui yang di bakar oleh api cemburu, aku berkata kepada Ziya, "Ziya kalau kau mau kasih tahu aku bakalan kasih kamu satu permintaan. Apapun itu pasti akan aku kabulkan."
"Eh benarkah itu, baiklah Ziya mulai cerita dari mana ya" ucapnya berpikir untuk mencari awal mula dirinya.
Aku yang menunggu dengan sabar dan bahkan super duper sangar sabar alasan atau cerita dari Ziya. Tapi kesabaran ku sudah habis karena dari tadi saat aku berbicara dengan Ziya, Yui malah memukuliku. Jika dengan pukulan perempuan biasa nggak apa-apa sih, tapi ini malah gunain sihir tingkat tinggi.
"Hei Yui sebenarnya ada apaan sih" ucap ku dengan kesabaran yang telah memuncak.
"Ngk tahu tuh" balas Yui lalu membalikkan pandangan nya.
"Eh, kok dia yang marah ya?. Memang kalau perempuan itu selalu benar dan laki laki selalu salah" ucap ku heran melihat situasi yang berlawanan dengan pemikiran ku.
__ADS_1
"Hei Yui kau marah ya?."
"Ng tahu tuh!."
"Kan dia benar marah kepadaku" ucap ku yang langsung menjadi pemegang kekuasaan terendah disana.
Setelah beberapa kali perkelahian ku dengan Yui akhirnya Ziya berhasil mengingatnya. Semua yang ia ingat akhirnya bisa ku ketahui, kenapa ia berada di dalam diriku, kenapa ia seorang perempuan dan kenapa ia cantik sekali.
"Tak!"
"Aduh sakit."
"Ziya, Tolong lah jangan kamu beri aku masalah lagi" ucap ku melihat kebelakang.
"Oh jadi begitu ya, baiklah kalau begitu lebih baik kau kembali saja Zi!!" Yui marah kepadaku dan membaca sihir untuk memindahkan ku ke tempat lain.
"Eh Yui, tunggu, tunggu sebentar" ucap ku ketakutan melihat lubang hitam yang melayang di udara.
__ADS_1
"Dasar Zi bodoh!!" Teriak Yui lalu mengangkat ku ke lubang hitam.
Saat aku kira inilah akhirnya aku bakal ditelantarkan lagi, untunglah ada Ziya yang langsung membatalkan sihirnya.
Aku pun menjadi gemetaran dan berlindung di belakang Ziya.
"Ziya tolong aku Ziya" ucap ku memohon perlindungan kepada dirinya.
"Darling kau tidak perlu memohon tanpa kamu minta pun bakal aku lindungi kok" ucap Ziya mengusap usap kepala ku.
"Baiklah ini yang sebenarnya terjadi" ucap Ziya yang tiba tiba berubah menjadi serius.
Yui yang pada saat itu sedang berkibar api cemburu seketika menjadi tenang saat Ziya mulai serius. Entah mengapa badan ku juga tidak dapat di kendalikan, namun satu hal yang pasti kami bertiga tertidur di sana pada saat itu juga.
****
*Ok guys sorry nih ane gak nulis banyak, dikarenakan kondisi yang sedang sakit dan juga tangan yang sedang bermasalah. Jadi ane harap kalian menikmati nya dan sampai juga di chapter selanjutnya, "kau adalah pahlawanku".
__ADS_1
***
Sampai jumpa.