
Di samping masalah yang terjadi, ada beberapa orang yang sudah menunggu kesempatan itu datang. Namun siapa sangka kejadian yang terjadi pada saat itu membuat hati seseorang tergerak untuk menolong.
"Hua.... Bosan nya", ucap Afdal baru terbangun dari tidurnya
"Eh kemana semua orang pergi?", Dirinya bingung melihat keadaan vila yang sedang kosong.
Afdal memeriksa semua tempat yang ada di villa namun tetap ia tidak menemukan apapun.
"Eh?, Kok semua pergi dan aku ditinggal sih", ucapnya sedih.
"Bodoh lah, cari makan dulu terus mandi dan huah!!", Seketika ekspresi nya berubah menjadi senang.
Hingga pada akhirnya Afdal melakukan semua hal yang tidak bisa ia lakukan saat ada Alif di villa. Hidup nya bagaikan seekor burung yang akhirnya terbebas dari sangkarnya.
Namun ke bahagian itu hanyalah sementara, saat ia menonton TV Afdal melihat ada acara terbaru yaitu, Pernikahan Yui dengan Alif yang dilangsungkan pada hari ini. Melihat acara itu Afdal langsung terkejut dan berkata
"Eh kapan mereka janjiannya?, Bukannya Yui suka sama Zi?, Ngak benar nih."
Afdal pun bersiap siap dan langsung menuju ke tempat acara itu di adakan.
"Zi tunggu gua datang", ucapnya menutup pintu dan pergi dengan Ki nya.
Acara yang di adakan oleh keluarga Alif begitu meriah dan sempurna. Namun dibalik ke kesempurnaan acara itu terdapat sebuah kelicikan yang dilakukan oleh para penyihir.
"Huah, ternyata lumayan menguras tenaga", ucap Afdal setelah sampai ke tempat tujuan.
Saat afdal sampai ia sangat terpukau dan terkesan dengan dekorasi serta pembawaan acara yang luar biasa. Namun siapa sangka saat ia terpukau, salah satu dari pengawal Alif mengetahui keberadaan nya.
"Ngk...ngak.... Sekarang bukan waktunya untuk terkesan", ucap dirinya sambil menepuk pipi.
"Baiklah ayo kita cari beberapa petunjuk."
__ADS_1
Afdal pun membaca sihir dan menggabungkan nya dengan kekuatan Ki supaya bisa dikendalikan dari jauh.
"Baiklah, ayo pergi."
Afdal pun pergi mengintai dari jauh dan meninggalkan sihirnya di sana.
Namun siapa sangka, saat dia mau kabur ada seorang pengawal Alif yang menyadari dan membuat dirinya pingsan seketika.
"Beristirahat lah kau sebentar", ucap pengawal itu.
"Sial!", Balas Afdal lalu pingsan.
Setelah beberapa jam dirinya pingsan afdal akhirnya sadar. Saat ia sadar Afdal melihat acara yang sudah mulai dengan ucapan janji.
"Sial, sudah berapa lama aku tidur?, Ayo Afdal kamu harus bisa membebaskan diri. Ku harap Zi juga sadar tentang hari ini."
"Hei Afdal tenanglah, mari kita lihat acara ini", tiba tiba hologram sihir Alif datang kepadanya
"Eh hologram?, Bodolah aku harus bisa bebas sekarang", balas Afdal mencoba membebaskan dirinya.
Namun siapa sangka,
"Bum!", Tiba-tiba suara pintu terdengar.
Para hadirin yang hadir mulai panik, dan menggunakan sihir mereka agar tidak bisa terlihat oleh orang lain.
"Sial apalagi ini", ucap Alif marah
"Kesempatan", afdal pun melepaskan dirinya dan menghilangkan wujud menggunakan sihir yang tersisa.
"Ah!!, Anak itu, dan siapa lagi yang datang?!."
__ADS_1
Ternyata yang datang dan menghempaskan pintu adalah Zi. Saat mereka tahu yang datang adalah Zi, Yui yang tadinya sedih berubah menjadi senang sekaligus menyesal karena ia tidak bisa menolong Zi pada kejadian yang dulu.
"Huah, selamat."
"Hei yang datang itu bukannya anak hina ya?", Terdengar oleh Afdal suara orang berbisik-bisik.
"Eh yang datang Zi?", Seketika afdal pun menjadi cemas.
"Kalau misalkan Zi yang datang bahaya nih, bisa bisa kota ini hancur dah", ucapnya dengan ekspresi pasrah.
"Hei Zi, sudah lama tidak bertemu ya", suara orang yang mulai berbicara mulai terdengar.
"Eh itu bukannya suara Alif?."
"Kalau begitu aku harus menolong Zi untuk menyelamatkan Yui", ucap Afdal lalu pergi ke tempat Zi berada.
Saat Afdal sampai di tempat Zi dan Yui berada tiba-tiba ada seseorang yang datang menggunakan sebuah portal.
"Tunggu dia mau ngapain?", Ucap Afdal ketika itu
Orang yang berasal dari portal itu membaca sebuah mantra sihir dan terbentuk sebuah pistol sihir yang di arahkan ke Zi.
"Tidak aku harus membantu Zi sekarang juga. Walaupun energi ku sudah habis aku harus membantunya."
Afdal pun mulai membaca sebuah mantra dengan sisa-sisa energi yang ia punya. Namun pada saat yang hampir selisih beberapa detik.
"Duar!", Suara pistol bebunyi dengan nyaringnya.
Seketika Afdal langsung teralihkan dan mencoba untuk mempercepat proses mantra teleportasi
"Sial!"
__ADS_1
"Ayo cepat, cepat, sedikit lagi!", Ucap Afdal melihat peluru sihir yang diluncurkan begitu cepatnya.
Hingga akhirnya...