
Pagi yang cerah ini seperti biasa Novita pergi kesekolah, Novita pergi kesekolah menaiki taxi yang sudah di sediakan di sekolah nya, saat di dalam taxi Novita bertemu dengan sahabat nya yang bernama Ismawati, biasa di panggil Isma....
“Woyy diem-diem Baek lu,” ucap Isma menyenggol Novita.
“Lagi malas ketemu Ama lu,” ucap Novita sambil tertawa.
“Gitu ya, ok jauh-jauh sana,” ucap Isma mendorong Novita.
“Kok kamu sekarang baperan to Is,” ucap Novita.
“Siapa yang baper, kamu tuh yang baperan, semenjak....,” Ucap Isma terpotong karena Novita menginjak kaki Isma.
“Diam!” Ucap Novita menginjak kaki Isma.
“Auuw sakit tauk,” ucap Isma memegang kaki nya.
Mereka pun bercanda gurau di dalam taxi itu, tidak lama mereka sampai di sekolah, dan langsung masuk ke kelas, saat sampai di kelas Isma dan Novita bertemu dengan teman nya yang bernama Bibah, ya mereka berdua menganggap Bibah hanya lah sebatas teman tidak lebih...
“Pagi banget kamu sampai bah,” ucap Novita.
“Iya lah emang kalian berdua taxi nya lelet banget,” ucap Bibah tertawa.
“Elah taxi mu gin kalo pas upacara biasa nya lelet,” ucap Novita.
“Yee tapi hari ini enggak ya,” ucap Bibah.
“Wee diam coba, mending kita ke kantin laper nih belum sarapan,” ucap Isma.
“Mangka nya sebelum berangkat sekolah sarapan dulu Badrun,” ucap Novita.
“Emang kamu dah sarapan?” Tanya Isma.
“Hehe belum juga,” ucap Novita senyum.
“Huh pinter nasehatin orang aja,” ucap Isma mendorong Novita.
“Jadi gak sarapan bentar lagi bel bunyi loh,” ucap Bibah.
“Jadi lah yok,” ucap Isma.
Mereka pun pergi ke kantin...
Sesampai di kantin pun mereka memesan makanan, sambil menunggu pesanannya datang mereka sambil gibah, (tau kan kalo lagi ngumpul gak sambil gibah itu gak enak)......
“Eh bdw nih ya kalian lulus mau ke mana?” Tanya Novita.
“Ya sekolah lah, masa iya mau kawin,” ucap Isma tertawa.
“Tau nih Novita pikiran nya mau nikah Mulu, emang dah ada calon,” ucap Bibah tertawa.
“Ih kalian mah, bukan gitu maksud aku, maksud aku kalian lanjut ke mana?” Ucap Novita.
“Kalo aku sih pengen nya mondok, tapi gimana ya, bibik aku gak ngizinin,” ucap Bibah.
“Ya coba lah bujukin lagi dan berdoa kepada Allah,” ucap Isma.
“Nah benar tuh, siapa tau kan berubah pikiran,” ucap Novita.
“Iya deh, kalo kalian berdua ke mana?” Tanya Bibah.
“Mondok,” ucap Isma dan Novita serentak.
“Wihh keren, apa lagi Novita udah hafal 15 juz Alquran, Isma juga udah hafal 10 juz Al Qur’an,” ucap Bibah.
“Hehe aamiin, aku mah masih banyak lupa nya,” ucap Isma tertawa.
“Apa lagi aku,” ucap Novita tertawa.
Tidak lama makanan pesanan mereka pun datang, kurang lebih 10 menit, bel sekolah pun bunyi tanda masuk, Novita, Isma, dan Bibah pun langsung berlarian ke kelas....
“Assalamualaikum anak-anak,” ucap guru.
“Waalaikumsalam,” ucap all.
“Tidak terasa ya besok adalah hari kelulusan kalian, ibu harap kalian masih lanjut sekolah jangan putus sekolah dulu, disini ada yang niat mau putus sekolah tidak?” Tanya guru.
“Tidak ada buk,” ucap all.
“Baik lah, jadi kita hari ini pulang cepat ya, dan ingat besok orang tua harus datang kesini,” ucap guru.
“Iya buk,” ucap all.
“Baik ibu akhiri assalamualaikum,” ucap guru pergi.
“Waalaikumsalam,” ucap all.
Semua pun menuju ke parkiraan sambil menunggu taxi mereka masing-masing, saat taxi Novita dan Isma datang, ternyata taxi Bibah belum datang, akhir nya mereka berpisah, di dalam taxi Isma dan Novita berbicara untuk persiapan nya besok, dan untuk pergi ke pondok....
“Eh Nov emang kamu yakin si Fikri ngajar di pesantren itu?” Tanya Isma.
“Yakin lah, orang udah aku cari info baru deh aku bilang ke ibu aku,” ucap Novita mengangkat kedua alisnya.
“Awas aja kalo ternyata salah, mewek kamu di pondok,” ucap Isma tertawa.
“Yee emang kamu suka sama orang yang jauh yang tak akan mungkin bertemu,” ucap Novita.
__ADS_1
“Ih biarin aja, kalo jodoh yang jauh akan jadi Dekat, lah kamu Dekat tapi kalo bukan jodoh tak akan mungkin bersama, apa lagi Fikri kan udah ada yang punya,” ucap Isma tertawa.
“Jahat ya kamu, tega kamu,” ucap Novita nada sinis.
“Bodo amat emang gw pikirin,” ucap Isma.
Setelah lama perdebatan itu pun, mereka sampai di rumah masing.
Keesokan hari nya...
Hari ini adalah hari yang di nanti-nanti semua murid kelas 9 SMP, yaitu hari kelulusan nya setelah 3 tahun melalu semua rintangan, tidak di sangka hari ini adalah hari kelulusan nya. Perasaan senang dan takut pun menjadi satu, mereka senang karena sudah lulus SMP, tapi mereka juga takut jika hasil nya mereka tidak lulus.
Setelah mendengar ucap kepala sekolah yang menyatakan bahwa semua “lulus” semua murid kelas 9 pun sujud syukur terutama Novita, karena saat ujian Novita tidak belajar sama sekali....
“Ah aku lulus yaAllah,” ucap Isma girang sambil memeluk Novita.
“Kita lulus Is,” ucap Novita girang membalas pelukan Isma.
Bibah yang tidak mempunya hubungan persahabatan seperti mereka pun hanya tersenyum, Isma dan Novita sama sekali tidak menghiraukan Bibah, Isma dan Novita sibuk saling berpelukan.
Setelah acara demi acara pun selesai, mereka pulang tetapi tidak naik taxi sekolah lagi kan udah lulus, Isma dan Novita naik taxi biasa, dan mereka tidak langsung pulang, mereka masih mampir ke sebuah kafe.
Saat sampai di kafe, Isma dan Novita membicarakan tentang besok mereka akan pergi ke pondok.....
“Is,” ucap Novita.
“Apa?” Tanya Isma.
“Nanti kalo udah mondok terus punya teman baru jangan lupa in persahabatan kita ya,” ucap Novita.
“Ya enggak lah, walaupun kamu tuh nyebelin, gak ada ahklak sama aku, tega lagi, tapi gak akan pernah aku lupain,” ucap Isma.
“Hm ok deh, moga kita satu kamar ya,” ucap Novita.
“Iya semoga,” ucap Isma.
Setelah lama berbincang-bincang Novita dan Isma pun pulang ke rumah masing-masing, di rumah Isma membereskan baju-baju nya sambil memikirkan sesuatu....
“Isma, ini mukena kamu awas ketinggalan,” ucap mamah.
“Hehe iya mah lupa aku,” ucap Isma tersenyum.
“Jaga diri baik-baik ya disana, ingat jangan nakal, biar almarhum bapak kamu senang lihat nya,” ucap mamah tersenyum.
“Iya mah, Insyaallah Isma bakal belajar dengan sungguh-sungguh,” ucap Isma.
“Ya udah tidur gih,” ucap mamah.
Keesokan hari nya, Isma dan mamah pun berangkat ke pondok pesantren Al-amin, begitu juga dengan Novita dan keluarga.
Isma dan Novita bertemu di gerbang pondok pesantren Al-amin, tidak di sangka ternyata Bibah juga mondok di sana.....
“Iya donk jadi,” ucap Bibah tersenyum.
Tidak lama ada ustadzah yang mendekati mereka bertiga, dan menyuruh untuk masuk ke kamar, sebelum mereka bertiga pergi ke kamar, mereka berpamitan kepada keluarga nya, setelah itu mereka pergi ke kamar di antar oleh ustazah Nurul, tidak lama mereka pun sama di depan kamar.....
“Ini kamar untuk Novita dan Bibah, karena satu kamar hanya 4 orang jadi Isma nanti kamar nya pisah ya sama Novita dan Bibah,” ucap ustazah Nurul.
“Yah pisah donk, maaf nih ya ustazah bisa gak kalo yang di dalam sana keluarin satu di pindahin,” ucap Novita.
“Maaf itu tidak mungkin, Karena mereka sudah menyusun barang-barang nya sejak kemarin,” ucap ustazah Nurul.
“Udah gpp kok Nov,” ucap Isma.
“Ya sudah kalian beresin barang-barang kalian ya, Ayuk Isma,” ucap ustazah Nurul.
“Dadah,” ucap Isma pergi.
“Ah gak seru kalo gini,” ucap Novita kesal lalu masuk kamar.
Di sepanjang perjalanan menuju kamar nya, Isma melihat wilayah pesantren, dan tidak di sadari bahwa sudah sampai di kamar nya.....
“Nah ini kamar kamu Isma, Dila,” panggil ustazah Nurul.
Dila adalah orang yang di kamar itu, Isma akan satu kamar dengan Dila.....
“Iya ustazah,” ucap Dila.
“Ini ada teman baru kamu ya, Isma ini Dila yang akan jadi teman kamu di kamar, dia juga sama kok kelas 1 SMA,” ucap ustazah Nurul.
“Iya ustazah,” ucap Isma.
“Ya sudah ustazah tinggal ya,” ucap ustazah Nurul pergi.
“Ayuk masuk,” ucap Dila.
Isma pun masuk ke kamar nya dan langsung membereskan barang-barang nya, tidak lama suara azan berkumandang, Isma dan Dila pergi menuju musholla untuk shalat Dzuhur, sampai di musholla Isma bertemu dengan Novita dan Bibah.....
“Hai,” ucap Novita.
“Teman baru Is?” Tanya Bibah.
“Iya teman satu kamar aku, nama nya Dila, Dila kenalin ini Novita sahabat aku dan ini Bibah teman aku,” ucap Isma.
“Dila,” ucap Dila.
__ADS_1
“Bibah,” ucap Bibah.
“Novita,” ucap Novita.
Tiba-tiba saat Novita melihat sekeliling musholla Novita melihat satu laki-laki yang dia sukai selama ini, tetapi saat itu laki-laki itu sedang berjalan dengan seorang wanita, Novita masih memandangi laki-laki itu dan wanita itu, tiba-tiba Isma menepuk pundak Novita, sontak membuat Novita kaget.....
“Nov!” Ucap Isma menepuk pundak Novita.
“Apa an sih Is,” ucap Novita kaget.
“Ngeliatin siapa lu?” Tanya Isma.
“Orang,” ucap Novita.
Mereka pun masuk ke musholla untuk melaksanakan shalat Dzuhur.
Setelah selesai shalat Dzuhur, mereka masih mendengarkan ceramah dari ustadz Fikri, Novita yang melihat ke arah Fikri dengan wajah senyum-senyum. Dila yang melihat itu pun langsung bertanya pada Isma....
“Isma, itu Novita kenapa?” Tanya Dila berbisik-bisik pada Isma.
“Dia emang gitu kalo dengerin ceramah dia perhatikan,” ucap Isma.
“Oh gitu,” ucap Dila.
Kurang lebih 20 menit, ustadz Fikri selesai ceramah, kini Novita, Isma, Bibah, dan Dila perjalanan menuju kamar nya....
“Is gak seru ah kamar kita pisah gini, kan aku mau nya satu kamar sama kamu,” ucap Novita wajah kesal.
“Ya tapi gimana lagi coba, kan udah di atur sama ustadzah Nurul, kamu mau ngelawan? Entar di hukum baru tau rasa,” ucap Isma.
“Kamu senang ya pisah kamar sama? Ok gpp, aku juga bisa kok pisah kamar dari kamu,” ucap Novita kesal.
Entah kenapa tiba-tiba mood Novita berubah tiba-tiba, karena Dila mendengar itu Dila memberi usul agar Dila pindah ke kamar Novita dan Novita pindah ke kamar Dila...
“Udah-udah dari pada berantem gini, gimana kalo aku pindah ke kamar Novita, Novita pindah ke kamar aku,” ucap Dila.
“Emang boleh?” Tanya Isma.
Dila pun menemui ustadzah Rifda yang sedang duduk di bawah pohon, Isma dan Novita, Bibah pun mengikuti Dila mendekati ustadzah Rifda...
“Assalamualaikum, ustadzah Rifda,” ucap Dila.
“Waalaikumsalam, ada apa Dil?” Tanya ustadzah Rifda.
“Ustadzah ana mau minta izin untuk tukaran kamar dengan ukhty Novita,” ucap Dila.
“Kenapa gitu?” Tanya ustadzah Rifda.
“Tidak apa-apa ustadzah,” ucap Dila.
“Ya sudah tidak apa-apa, tapi pindah nya nanti malam saja ya, ini waktu nya makan siang, dan nanti jam 2:30 kan ada setoran hafalan bukan?” Ustadzah Rifda.
“Ini kan cewek yang jalan berdua sama ustadz Fikri tadi,” ucap batin Novita.
“Siap ustadzah,” ucap Dila.
Mereka pun pergi ke kantin untuk makan siang, karena hari ini mereka malas untuk memasak jadi nya pergi ke kantin, di kantin raut wajah Novita masih saja seperti sangat kesal, karena Novita dan Isma hanya duduk berdua, Bibah dan Dila duduk sedikit menjauh....
“Nov, kamu kenapa sih?” Tanya Isma.
“Gpp,” ucap Novita.
“Eleh muka mu tuh kelihatan kalo lagi marah, marah kenapa sih?” Tanya Isma.
“Gpp Isma,” ucap Novita.
“Ya udah sih,” ucap Isma.
Novita pun berpamitan untuk pergi ke toilet, di tengah perjalanan, Novita bingung dimana ya toilet nya, saat Novita ke sana ke mari, tidak juga ketemu toilet nya Dimana, tiba-tiba ada yang mengucapkan salam ke pada Novita, yang membuat Sontan Novita langsung melihat ke arah orang yang memberi salam itu....
“Assalamualaikum,” ucap seorang laki-laki, yang tak lain adalah ustadz Fikri.
“Waalaikumsalam,” ucap Novita kaget, melihat ustadz Fikri.
“Ukhty lagi ngapain disini wilayah santri putra?” Tanya ustadz Fikri.
“Oh ini wilayah santri putra?” Ucap Novita salting.
“Iya, kenapa ukhty sampai disini? Ukhty mau ke mana?” Tanya ustadz Fikri.
“Mau ke toilet tapi gak tau Dimana, soal nya kan ana baru disini,” ucap Novita tersenyum, hati Novita sangat bahagia.
Ustadz Fikri pun memanggil ustadzah Nurul....
“Ustadzah,” panggil Fikri.
“Iya ada apa ustadz?” Tanya ustadzah Nurul.
“Ini santri baru ya? Dia nyasar sampai kesini, kata nya sedang mencari toilet,” ucap ustadz Fikri.
“Oh iya ustadz dia baru datang tadi,” ucap ustadzah Nurul.
“Ya sudah ana permisi,” ucap ustadz Fikri pergi.
Ustadzah Nurul pun mengantarkan Novita ke toilet, setelah dari toilet Novita menemui teman-teman nya di kantin, dan langsung menuju kelas untuk setor hafalan, sampai di ruangan setoran, Novita melihat bahwa yang mengajar adalah ustadzah Rifda.
__ADS_1
Yang pertama kali menyetor hafalan adalah Novita, Alhamdulillah Novita membaca hafalan nya dengan baik, setelah itu bergantian dengan Isma, Novita yang memperhatikan ustadzah Rifda pun bicara dalam batin....
“Pantas aja ustadz Fikri suka sama ustadzah Rifda, dia cantik, Sholehah, aku mah apa, tapi gak, sebelum janur kuning melengkung, Novita harus terus berjuang,” ucap batin Novita.