
Tepat jam 15:00 Isma dan Novita Sampai di rumah Novita. Isma masuk kamar Novita.....
“Nov, kenapa sih kamu gak udahin aja semua nya,” ucap Isma.
“Aku gak bisa Is,” ucap Novita.
“Terus kamu rela di sakitin gini terus?” Ucap Isma.
Saat Novita ingin menjawab, tiba-tiba ibu Novita masuk ke kamar Novita....
“Loh kok pulang nak?” Tanya ibu.
“Gpp buk,” ucap Novita.
“Oh gitu, nak Isma kalo makan atau mau makan kue di dapur ada,” ucap ibu tersenyum.
“Iya buk,” ucap Isma.
Malam pun tiba, malam ini Novita melihat ke arah langit, sambil membayangkan kejadian tadi siang, dan Novita memikirkan perkataan Isma....
“Apa iya aku akhiri semua nya? Tapi perasaan aku semenjak aku pacaran sama Fikri, aku selalu di Landa kesedihan,” ucap batin Novita.
Disisi lain, Fikri memikirkan bagaimana cara supaya ia tidak kehilangan Novita. Sebenarnya Fikriserius dengan Novita hanya saja ujian yang mereka berdua lalui sungguh besar.....
Pagi pun tiba, hari ini Novita bingung mau ngapain, kalo di ponpes kan bersih-bersih, bercanda sama teman, kalo di rumah sendiri...
“Nov, kamu gak mau jalan hari ini?” Tanya ibu.
“Bingung mau jalan ke mana buk,” ucap Novita.
“Ya joging gitu, mumpung masih pagi,” ucap ibu.
“Eh iya ya,” ucap Novita.
“Ya udah gih,” ucap ibu.
Novita pun mengganti pakaian nya, dan langsung pergi ke rumah Isma dengan jalan kaki, kurang lebih 20 menit Novita sampai di rumah Isma...
“Assalamualaikum, Isma,” ucap Novita mengetuk pintu.
“Wassalamu’alaikum, eh nak Novita, tumben pagi-pagi kesini,” ucap mamah Isma.
“Iya mau ngajak Isma joging pagi Tante,” ucap Novita.
Tiba-tiba Isma muncul dan mamah Isma pergi masuk....
“Ngapain sih pagi-pagi dah disini aja,” ucap Isma.
“Gak boleh? Ok aku pulang nih,” ucap Novita.
“Ehh gak gitu juga,” ucap Isma.
“Kenapa sih Nov?” Tanya Isma.
“Joging yok, lama nih gak olahraga,” ucap Novita tersenyum.
“Boleh yok,” ucap Isma.
Novita dan Isma Sangat menikmati udara pagi, saat Isma dan Novita berlari tiba-tiba Novita menabrak seseorang....
“Auuw Sory ya gak sengaja,” ucap Novita.
“Iya gpp,” ucap seseorang itu yang bernama Ali.
“Loh Novita? Isma,” ucap Ali.
Ali adalah teman mereka di sekolah saat SMP, Ali sedang joging bersama teman nya Jordi...
“Hai,” ucap Novita.
“Kapan balik dari pondok?” Tanya Ali.
“Hm kemaren lusa,” ucap Novita.
“Oh iya aku dengar-dengar kalian jadi ustadzah ya,” ucap Jordi.
“Enggak jadi jahe,” ucap Novita.
“Apa sih kamu sewot aja, orang tanya sama Isma,” ucap Jordi.
“Kamu ngomong nya kalian, berarti aku sama Isma donk,” ucap Novita.
Novita dan Jordi memang seperti itu kalo ketemu, udah kaya Tom and Jerry....
“Terus aja gitu, heran aku udah pada dewasa bisa gak sih kalo ketemu lebih kalem,” ucap Isma
“Dia yang mulai duluan,” ucap Jordi.
“Lu nyalahin gue lagi gue tampol ya mulut mu,” ucap Novita.
“Udah, niat kita mau joging kenapa berantem sih,” ucap Ali.
“Ya udah joging bareng aja,” ucap Novita.
“Iya,” ucap Ali.
Mereka pun lari pagi bersama-sama, tepat jam 9:00 mereka beristirahat di pinggir jalan, sambil meminum es....
“Gimana pengalaman jadi santri,” ucap Ali.
“Paling juga si Novita di hukum terus,” ucap Jordi tertawa.
Novita pun melempar sepatu nya ke arah Jordi....
“Gue buang nih,” ucap Jordi.
“Buang aja toko sepatu belum tutup,” ucap Novita meledek Jordi.
Ali dan Isma melihat tingkah mereka seperti anak kecil....
“Ok gue buang nih,” ucap Jordi.
“Jahat ya Lo sama gue,” ucap Novita.
“Nye, Nye, Nye,” enek Jordi.
“Woyy!! Udah kek berhenti,” ucap Ali kesal.
“Iya-iya,” ucap Novita dan Jordi serentak.
Tepat jam 10, Novita, Isma, Ali, dan Jordi pun pulang ke rumah masing-masing, saat Novita pulang ke rumah, Novita kaget, di rumah nya ada kiyai Umar dan Fikri.....
__ADS_1
“Assalamualaikum,” ucap Novita Salim ke ibu, dan kiyai Umar.
“Nov, kok kamu enggak bilang sih kalo kamu punya hubungan sama anak kiyai?” Ucap ibu.
“Ibu maaf,” ucap Novita.
“Maaf kiyai ada apa ya?” Tanya Novita.
“Enggak ada apa-apa Cuma Fikri mengajak kiyai kesini untuk main,” ucap kiyai Umar tersenyum.
“Hm Tante, Abi, boleh gak Fikri berbicara dan Novita di belakang rumah,” ucap Fikri.
“Boleh,” ucap ibu tersenyum.
Fikri dan Novita pun pergi ke belakang rumah....
“Kamu bohong?” Tanya Fikri.
“Aku lupa,” ucap Novita.
“Aku udah buktiin kan sama kamu aku serius sama kamu, dan aku sudah mengajak orang tua aku ke rumah kamu, tapi aku dengar dari ibu kamu, kalo kamu belum ada cerita apa-apa? Aku tau Vi, aku selalu bikin kamu nangis tapi gak gitu,” ucap Fikri.
“Nah tuh kamu tau kamu selalu bikin aku nangis, kenapa selalu kamu ulangin!” Ucap Novita.
“Ok aku minta maaf aku salah untuk kali ini aku minta maaf banget, dan makasih udah mau main kesini sesuai janji kamu,” sambung Novita.
“Aku juga minta maaf, maaf kalo sering bikin kamu nangis, tapi percaya lah aku gak pernah berniat mainin kamu,” ucap Fikri.
“Aku percaya sama kamu,” ucap Novita tersenyum.
Malam pun tiba, Fikri dan kiyai Umar pun sudah pulang, saat Novita sedang di kamar, tiba-tiba Novita di panggil oleh ayah nya.....
“Ada apa yah?” Tanya Novita.
“Duduk dulu,” ucap ayah.
Novita pun duduk.....
“Kenapa kamu gak bilang kalo udah punya pacar?” Tanya ayah.
“Maaf ya, Novita lupa,” ucap Novita tunduk.
“Terus kenapa gak bilang sama ayah kalo pacar kamu mau kesini, kan tadi ayah bisa libur kerja dulu,” ucap ayah.
“Iya Nov, jadi ibu juga bisa masak, atau bikin kue,” sahut ibu.
“Ya Novita gak tau buk yah kalo dia kesini, orang dia bilang di kesini nanti langsung ngelamar,” ucap Novita.
“Udah berapa tahun?” Tanya ayah.
“Berapa tahun apa nya yah?” Tanya balik Novita.
Ayah pun menatap Novita yang membuat Novita takut....
“Iya yah, hampir 1 tahun,” ucap Novita.
“Selama itu kamu gak bilang?” Ucap ayah.
“Maaf yah,” ucap Novita.
“Nov, ayah gak pernah marah kamu mau berhubungan dengan siapa pun asal kan dia gak nyakitin kamu, dia baik, dan kamu nyaman sama dia, tapi tolong jujur sama ayah ibu,” ucap ayah.
“Iya yah, jadi ayah sama ibu setuju,” ucap Novita tersenyum.
“Jaga diri baik-baik,” ucap ayah.
“Siap,” ucap Novita.
Pagi pun tiba, pagi ini Novita maupun Isma bingung mau ngapain lagi, rasa nya pengen cepet-cepet balik ke ponpes tapi belum waktunya, akhirnya Isma dan Novita hanya jalan-jalan ke mall.....
“Mau beli apa sih?” Tanya Isma.
“Beli hati ada gak ya,” ucap Novita tertawa.
“Ngadi-ngadi lu,” ucap Isma.
Saat mereka terus berjalan mereka pun bertemu lagi dengan Ali dan Jordi.....
“Wee ada si pendek,” ucap Jordi meledek Novita.
“Hah? Lo ngomong apa tadi?” Ucap Novita menatap Jordi.
“Emang pendek,” ucap Jordi.
“Yee biarin,” ucap Novita.
“Udah kek kelahi Mulu perasaan,” ucap Isma.
“Iya bisa gak sih kalo ketemu itu gak usah kelahi,” ucap Ali.
“Udah yok Is ke sana,” ajak Novita.
“Takut jatuh cinta ya kalo lama-lama ketemu aku,” ucap Jordi mengangkat kedua alis nya.
“Dih, sok keren Lo, kerenan juga cowok ku,” ucap Novita.
“Siapa yang mau sama kamu?” Ucap Jordi.
“Manusia lah,” ucap Novita.
“Kaya nya mata cowok kamu minus deh mangka nya lihat kamu langsung jatuh cinta,” ucap Jordi tertawa.
“Ihhh,” ucap Novita kesal.
“Udah yok ke sana Nov,” ucap Isma menarik tangan Novita.
“Kamu suka ya jor sama si Novita,” ucap Ali.
“Apa an sih enggak lah, ngapain suka sama dia,” ucap Jordi.
“Ingat jangan pernah memberi seseorang terlalu berlebihan bisa jadi dia jodoh kamu,” ucap Ali tertawa.
“Stress kek nya kamu,” ucap Jordi pergi.
Saat Isma terus menarik tangan Novita, tiba-tiba mereka menabrak seseorang, ternyata orang itu adalah Limah dan juga Rifda.....
“Aduh Sory ya,” ucap Isma.
“Iya gpp,” ucap Rifda.
“Lagian di mall lari-larian kaya anak kecil,” ucap Limah nada sinis.
__ADS_1
“Dih yang lari-larian siapa?” Ucap Novita.
“Hantu!” Ucap Limah.
“Kenapa jadi nyolot sih,” ucap Novita.
“Kenapa gak suka?” Ucap Limah.
“Kamu iri ya sama aku mangka nya dari dulu sampai sekarang nyolot Mulu ketemu aku,” ucap Novita.
“Udah-udah,” ucap Rifda.
“Oh iya Nov selamat ya, semoga langgeng sama Fikri,” ucap Rifda tersenyum.
“Iya,” ucap Novita.
Rifda dan Limah pun pergi....
Novita dan Isma pun memutuskan untuk makan siang.....
“Sial banget dah hari ini, udah ketemu si Jordi ke temu mantan nya Fikri, habis ini ketemu siapa lagi,” omel Novita.
“Ketemu hantu Nov,” ucap Isma tertawa kecil.
“Hehe, gak lucu,” ucap Novita.
“Aku pengen kuliah tau,” ucap Novita.
“Iya sama aku juga pengen kuliah,” ucap Isma.
“Kita lulus mondok langsung jadi ustadzah di pondok Mulu bosan,” ucap Novita.
“Nah bener tuh,” ucap Isma.
“Tapi gak enak juga kalo kita mundur, terus sia-sia aja perjuangan kita ikut tes selama 1 tahu,” ucap Novita.
“Iya, kita tuh kaya lagi di tengah-tengah gitu dah, mundur salah maju juga salah,” ucap Isma.
“Hm,” ucap Novita.
Dengan seiring nya waktu, tak terasa Isma dan Novita sudah 2 Minggu di rumah, kini Novita dan Isma harus melakukan kewajiban nya, di ponpes Al-Amin. Di pagi yang cerah ini Novita dan Isma sudah tiba di ponpes Al-Amin, di pagi ini Novita dan Isma akan mempunyai teman baru, karena Bibah dan Dila memutuskan untuk kuliah. Novita dan Isma yakin pasti santri baru nya pada bandel, jail dan begitu lah. Setalah membereskan barang-barang nya Novita pergi ke luar kamar, untuk melihat santri yang baru berdatangan untuk menunjukan kamar para santri. Novita menjadi wali kelas, kelas 1, yang artinya ia menjadi wali kelas yang murid nya sangat nakal.....
Novita melihat santri baru sangat banyak gaya, dan memakai hijab yang masih menampakan dada nya. Tiba-tiba ada salah satu santri yang menyenggol lengan Novita....
“Eh mbak ngapain sih berdiri di tengah jalan,” ucap santri itu yang bernama Rahma.
Novita yang mendengar ucapan santri itu pun heran, kok bisa dia manggil Novita dengan sebutan mbak?....
“Iya ih, mbak mau caper ya sama santriwan yang baru? Ingat umur mbak,” ucap teman Rahma yang bernama Siti.
“Astagfirullah,” ucap Novita.
“Ngapain istigfar sih mbak, belum selesai shalat mbak, aneh ih,” ucap Rahma pergi bersama Siti.
“Astagfirullah, ada ya santri yang begitu! Perasaan pas aku baru sampai sini akhlak aku gak gitu tuh,” ucap Novita kesal.
“Nov, kok kamu gak masuk kelas, kan kamu harus masuk kamu perkenalkan diri kamu, sama santri baru, sama kasih tau jadwal disini,” ucap Isma.
“Iya, ini juga mau pergi ke kelas,” ucap Novita pergi.
Novita pun pergi ke kelas 1, saat sampai di kelas semua para santri tidak menghiraukan Novita, semua asik mengobrol dengan teman satu bangku nya.....
“Assalamualaikum,” teriak Novita yang membuat semua santri langsung melihat ke arah nya.
“Wassalamu’alaikum,” ucap all.
“Hai semua, kenalin nama aku Novita aku akan jadi wali kelas kalian, kalian bisa panggil aku ustadzah Novita,” ucap Novita tersenyum.
“Loh perasaan kemaren yang ngajar kita ustadz ganteng ya,” ucap salah satu santri.
“Eh mbak, jangan ngaku-ngaku donk,” ucap Rahma.
“Maaf, omongan nya bisa dijaga tidak, saya disini senior kamu loh,” ucap Novita.
“Alah sok senior, kita gak mau mbak yang ngajar, kita mau nya ustadz ganteng kemaren,” ucap Siti.
Semua para santri pun berteriak “iya bener tuh” tiba-tiba Fikri pun datang....
“Tenang semua nya,” ucap Solihin yang membuat semua santri terdiam.
“Saya kemarin hanya menggantikan ustadzah Novita, wali kelas Kalian ya Ustadzah Novita,” ucap Fikri.
“Oh,” ucap santri.
“Ya udah jangan berisik, permisi,” ucap Fikri pergi.
“Malas mondok aku jadinya,” ucap Rahma.
“Iya bener banget tuh,” ucap Siti.
“Novita, tenang, ini ujian, jangan sampai aku tampar tuh mulut,” ucap batin Novita.
“Sekarang ustadzah mau tanya kemarin ustadz Fikri ada ngasih jadwal kegiatan di ponpes Al-Amin?” Tanya Novita.
“Belum,” ucap all.
“Ok hari ini ustadzah akan ngasih jadwal nya ya, jam 03:30 bangun tidur, jam 03:30-04:30 tahajud dan wirid bersama, jam 04:30-05:00 shalat subuh berjamaah dan tadarus Al-Qur’an, jam 05:00-05:30 Ilqo Mufrodat, jam 06:30-07:15 sarapan pagi dan persiapan sekolah, jam 07:15-12:00 sekolah, jam 12:00-12:30 shalat Dzuhur berjamaah, jam 12:30-13:30 sekolah, jam 13:30-14:15 makan siang, jam 14:15-15:30 pengajian kitab kuning, jam 15:30-16:00 shalat asar berjamaah, jam 16:00-17:00 ekstrakurikuler, jam 17:00-17:30 istirahat dan persiapan shalat magrib, jam 17:30-18:00 tadarus Al-Qur’an, setelah itu waktu nya tidur,” ucap Novita tersenyum.
“Gila ya gak ada waktu tidur siang?” Ucap Rahma.
“Kamu kira hotel ada tidur siang nya,” ucap batin Novita geregetan.
“Karena ini hari pertama kali kalian sampai kalian boleh istirahat dulu besok pagi baru kita mulai pelajaran nya, aku akhiri assalamualaikum,” ucap Novita pergi.
“Wassalamu’alaikum,” ucap all.
Novita pun berjalan menuju kamar dengan perasaan kesal, dan saat Novita berjalan Novita melihat Isma duduk di bawah pohon, Novita pun duduk di samping Isma dengan perasaan yang sangat kesal....
“Kenapa tuh muka asem banget,” ucap Isma melihat Novita.
“Kesel sama anak baru, akhlak nya pada nauzubillah,” ucap Novita sangat kesal.
“Lah maklum lah santri baru belum memahami menjaga etika di pesantren,” ucap Isma.
“Lah kita dulu yang begitu tuh,” ucap Novita.
“Setiap manusia punya sifat dan Karakter diri masing-masing jadi udah lah maklumi aja, kita dulu juga bandel, tengah malam kita keluyuran,” ucap Isma mengingat saat Novita mengajak Isma jalan keliling ponpes saat tengah malam.
“Tapi ini lebih ihh pokok nya,” ucap Novita greget.
“Udah sabar aja, sebagai ustadzah kita harus sabar,” ucap Isma.
__ADS_1
“Hm iya,” ucap Novita.