
Pagi pun tiba, Novita sedang mendorong kursi roda yang di duduki oleh ustadz Fikri karena kata dokter setiap pagi ustadz Fikri harus di bawa keluar ruangan. Novita mending di sekitar taman rumah sakit, hingga ustadz Fikri. Menyuruh Novita berhenti, Novita pun mengikuti ucap ustadz Fikri.....
“Kenapa berhenti ustadz?” Tanya Novita.
“Gpp, kamu istirahat aja dulu,” ucap ustadz Fikri.
“Oh iya satu lagi, kalo bisa jangan manggil ustadz ya, panggil Fikri aja,” ucap Fikri.
“Tapi kan...,” Ucap Novita terpotong.
“Tidak ada tapi-tapian,” ucap Fikri.
“Iya,” ucap Novita pasrah.
“Apa aku ungkapi aja ya, tapi kan,” ucap batin Fikri .
“Ustadz, eh Fikri , jangan melamun gak baik, di rumah sakit banyak setan nya, nanti kalo setan nya masuk ke tubuh kamu gimana,” ucap Novita tertawa kecil.
“Ada-ada aja kamu,” ucap Fikri tersenyum.
“Hehe,” ucap Novita.
“Nov,” ucap Fikri .
“Kenapa?” Tanya Novita.
“Seandainya, ada yang ingin menjadi kekasih kamu, kamu terima tidak?” Tanya Fikri.
“Hah? Ya tergantung lah,” ucap Novita.
“Tergantung apa?” Tanya Fikri.
“Kalo dia bersedia datang ke rumah bertemu keluarga aku, ya aku terima, tapi kalo dia gak bersedia bertemu keluarga aku, ya enggak akan aku terima, walaupun aku cinta sama dia,” ucap Novita.
“Gitu?” Ucap Fikri.
“Iya,” ucap Novita.
Fikri pun berdiri dari kursi roda nya, dan ia menatap Novita, tetapi tidak menyentuh tangan nya, Fikri pun berkata....
“Nov, apa kah kamu mau menjadi kekasih ku, Insyaallah aku siap bertemu dengan keluarga mu setelah tes ini selesai,” ucap Fikri melihat mata Novita.
Novita yang kaget pun rasa nya ingin pingsan, tetapi ia tahan, Novita masih tidak percaya, rasa nya ini hanya mimpi....
“Hah? Kamu serius?” Tanya Novita tunduk karena tidak berani melihat mata Fikri.
“Insyaallah aku serius, setiap kali aku melaksanakan shalat tahajud, kamu yang selalu ada di dalam pikiran, mungkin memang kamu yang akan menjadi kekasih ku, setelah tes kamu selesai, aku akan membawa kamu pada orang tua ku, setelah itu aku akan datang pada keluarga mu,” ucap Fikri.
Tiba-tiba suster datang, yang membuat Fikri melihat ke arah lain....
“Maaf pasien harus tetap duduk,” ucap suster.
“Maaf sus,” ucap Fikri duduk kembali ke kursi roda.
Suster itu pun pergi, dan Fikri bertanya lagi, apa kan Novita mau menerima nya...
“Apa jawabannya?” Tanya Fikri.
“Insyaallah aku mau,” ucap Novita tersenyum.
“Alhamdulillah,” ucap Fikri tersenyum.
Novita rasa nya ingin berteriak, namun ia tahan, ya kalo ia teriak di rumah sakit, bisa-bisa di usir.....
“Mau balik ke kamar?” Tanya Novita.
“Iya,” ucap Fikri.
Saat kembali ke kamar, Novita bingung mau ngapain....
“Nov, bisa gak kamu tanya sama dokter nya aku bisa pulang gak?” Ucap Fikri.
“Tapi kan kamu belum sembuh betul?” Ucap Novita
“Gpp kok, pliss ya,” ucap Fikri memohon, lalu Novita pun menemu dokternya.
“Dok,” panggil Novita.
“Iya ada apa?” Tanya dokter.
“Pasien yang bernama Fikri, udah boleh pulang belum?” Tanya Novita.
“Boleh, terapi obat nya harus terus di minum ya, dan kalo bisa, jangan kecapean,” ucap dokter.
“Oh gitu ya dok, yaudah berarti boleh pulang kan dok,” ucap Novita.
“Iya,” ucap dokter.
Novita pun kembali ke kamar....
“Gimana?” Tanya Fikri.
“Iya boleh,” ucap Novita.
“Alhamdulillah,” ucap Fikri.
Setelah Novita mengurus administrasi nya, mereka pun pulang, saat sampai di ponpes Al-Hikmah kiyai Khalid, menyambut mereka....
“Assalamualaikum,” ucap Novita dan Fikri.
“Wassalamu’alaikum,” ucap kiyai Khalid.
“Alhamdulillah akhirnya kalian pulang,” ucap kiyai Khalid.
“Iya kiyai,” ucap Fikri.
“Ya udah, Novita ke wilayah santri putri dulu ya kiyai, assalamualaikum,” ucap Novita pergi.
“Wassalamu’alaikum,” ucap Fikri dan kiyai Khalid.
Novita berjalan menuju ke kamar dengan senyuman yang sangat gembira....
“Nov udah pulang, berarti ustadz Fikri juga udah pulang donk,” ucap Aisyah.
“Iya,” ucap Novita tersenyum.
“Ya udah aku mau jenguk dulu ya,” ucap Aisyah pergi.
“Lah kenapa dia,” ucap Novita heran.
“Mau jenguk,” ucap Isma.
“Kamu enggak Is?” Tanya Novita.
“Gak ah malas,” ucap Isma.
“Eh Is kamu tau gak sih,” ucap Novita tersenyum.
“Tau apa?” Tanya Isma.
Novita pun menceritakan semua, Isma yang mendengarkan pun seperti mimpi, tetapi Isma ikut bahagia melihat sahabat nya sudah mendapatkan apa yang ia ingin kan...
“Cieee selamat ya,” ucap Isma tersenyum.
“Ah, sumpah kaya mimpi tau,” ucap Novita.
“Ini kalo Bibah sama Dila tau pasti mereka bahagia juga,” ucap Isma.
“Biar surprise,” ucap Novita.
“Kamu punya pasangan lah aku jomblo Mulu,” ucap Isma.
“Nanti aku bantuin biar Deket sama ustadz Azka,” ucap Novita.
__ADS_1
“Gak usah aku berserah diri kepada Allah,” ucap Isma.
“Terus berdoa,” ucap Novita.
“Pasti,” ucap Isma.
Karena nanti setelah shalat Dzuhur Novita harus mengajar di wilayah santri putra, jadi Novita mempersiapkan semua materi untuk hari ini....
“Eh, berarti ketemu si curut donk,” ucap Novita.
“Ah Bodo amat lah,” ucap Novita.
Jam pun menujukan pukul 13:15 setelah shalat Dzuhur Novita langsung pergi ke wilayah santri putra. Hari ini Novita akan memberikan materi tentang “apa manfaat jika kita melakukan shalat tahajud” Novita pun menjelaskan....
“Tentang shalat tahajud terdapat pada Quran Surat Hud Ayat 114 وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ yang artinya, Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Jadi shalat tahajud itu tidak wajib, tetapi kalo kita mengerjakan nya, bisa mengurangi dosa, dan bisa mengabulkan doa-doa kita,” ucap Novita.
“Apa kah dengan shalat tahajud, cita-cita kita bisa terwujud,” tanya salah satu santri.
“Insyaallah bisa, Sholat tahajud merupakan sholat sunat yang dikerjakan di waktu malam. Ada banyak manfaat dengan melakukan sholat tahajud dalam kehidupan sehari-hari. Sholat tahajud yang benar dilakukan pada malam hari setelah bangun dari tidur. Kamu dapat melakukan sholat tahajud sebelum sahur.Ibadah ini termasuk sunnah mu’akad, yaitu sunah yang dikuatkan dengan syarat’. Kamu bisa mengerjakannya paling sedikit 2 rakaat dan tidak ada batasan,” ucap Novita.
“Jelasin juga donk manfaat nya ustadzah,” ucap salah satu santri.
“Jadi manfaat dari shalat tahajud adalah,1. Mengangkat Derajat. Allah akan mengangkat derajat orang yang gemar melakukan sholat tahajud. Sebagaimana Allah berfirman, “Dan pada sebagian malam, dirikanlah sholat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS.Al-Isra:79), ke 2. Doa Dikabulkan Allah. Orang yang mengerjakan sholat tahajud kemudian berdoa, diyakini doa akan lebih mudah dikabulkan. Bagi kamu yang ingin meminta untuk mendapatkan jodoh, kamu dapat meniatkan dan melakukan sholat tahajud dengan khusyuk.
Lakukanlah sholat tahajud selama 40 hari, maka doa kita akan didengar Allah. Karena Allah menyukai hamba-Nya yang banyak meminta,” ucap Novita.
“Sampai sini paham?” Tanya Novita.
“Paham ustadzah,” ucap all.
“Apa ada yang mau di tanyakan lagi?” Tanya Novita.
“Minimal berapa rakaat ustadzah?” Tanya Aidil.
“Jumlah rakaat sholat tahajud sesuai sunah Rasulullah yaitu minimal 2 rakaat dan paling banyak 12 rakaat. Sesuai hadits dari Ibnu Abbas, yaitu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam biasa mengerjakan Sholat malam sebanyak 13 Rakaat.(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).” Ucap Novita.
“Apa ada hadist yang lain ustadzah?” Tanya salah satu santri.
“Ada, Selain itu, Hadits dari Ibnu Umar Ra tentang shalat tahajud. Sholat Malam atau sholat tahajud itu 2 Rakaat 2 Rakaat. Jika salah seorang dari kalian Khawatir akan masuk waktu Subuh, maka hendak-lah lakukan sholat sunah Witir 1 Rakaat sebagai Penutup yang menjadi sholat yang sudah dilakukan sebelumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).” Ucap Novita.
“Tata cara-cara berdoa setelah shalat tahajud ustadzah?” Tanya salah satu santri.
“Setelah melaksanakan sholat tahajud dengan tata cara yang benar, dianjurkan berdoa dan berdzikir kepada Allah. Sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 41-42.
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikir lah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya”(ayat 41).
“Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang” (ayat 42),” ok sampai sini paham?” Tanya Novita.
“Paham ustadzah,” ucap all.
“Ok Karena waktunya sudah habis, ustadzah akhiri ya, assalamualaikum,” ucap ustadzah pergi.
“Wassalamu’alaikum,” ucap all.
Novita berjalan menuju bawah pohon tempat biasa nya ia berkumpul, saat di tengah perjalanan tiba-tiba Fikri datang....
“Assalamualaikum,” ucap Fikri tersenyum.
“Wassalamu’alaikum,” ucap Novita membalas senyuman Fikri.
“Kok udah jalan-jalan sih, bukan nya istirahat,” ucap Novita.
“Bosan ah tiduran terus,” ucap Fikri.
“Udah selesai ngajar nya?” Tanya Fikri.
“Udah,” ucap Novita.
“Terus mau ke mana?” Tanya Fikri.
“Mau kumpul sama Isma, dan Aisyah,” ucap Novita.
“Oh gitu, yaudah aku duluan, ada yang mau aku urusan, assalamualaikum,” ucap Fikri pergi.
Saat Novita sampai di bawah pohon tempat biasa nya ia berkumpul, Novita hanya melihat Isma, sedangkan Aisyah ia tidak melihat....
“Loh mana Aisyah?” Tanya Novita duduk di sebelah Isma.
“Gak tau, mungkin masih ngajar kali,” ucap Isma.
“Oh, gitu,” ucap Novita.
“Iya,” ucap Isma.
Sekitar 1 jam mereka menunggu Aisyah, tetap saja Aisyah tidak datang....
“Kamana sih dia?” Tanya Isma.
“Gak tau,” ucap Novita menggelengkan kepala.
“Aku mau ke perpustakaan loh, mau balikin buku ini, sekalian mau cari buku yang lain nya,” ucap Isma.
“Ya udah kita ke perpustakaan aja,” ucap Novita.
“Hm yaudah yok,” ucap Isma.
Mereka pun berjalan menuju perpustakaan, saat sampai di perpustakaan, ternyata Aisyah ada di perpustakaan sedang membaca buku bersama Fikri...
“Syah kamu di tungguin juga malah baca buku disini,” ucap Isma.
“Maaf,” ucap Aisyah.
Novita bengong melihat Aisyah dan Fikri sedang membaca buku berdua, Fikri yang melihat Novita pun menjauh dari Aisyah....
“Huh, sabar Nov positif thinking Nov,” ucap batin Novita.
“Coba bilang dulu kan bisa barengan kesini,” ucap Novita.
“Iya-iya Sory,” ucap Aisyah.
“Mau cari buku apa Nov?” Tanya Aisyah.
“Cari buku yang judul nya gimana sih supaya bisa sabar,” ucap Novita pergi mencari buku.
Fikri pun langsung mengejar Novita...
“Marah ya?” Tanya Fikri.
“Enggak,” ucap Novita.
“Kenapa tadi bicara gitu?” Tanya Fikri.
“Gpp, aku mau cari buku sabar, buat materi besok,” ucap Novita.
“Hm, yaudah aku balik ke kamar ya, assalamualaikum,” ucap Fikri pergi.
“Gini amat punya pacar cuek, orang lagi ngambek juga, di tanyai kek, di bujukin kek, diajak makan apa gitu, yaAllah,” ucap Novita kesal.
“Udah ketemu Nov?” Tanya Aisyah.
“Udah nih,” ucap Novita berusaha terlihat baik-baik saja.
“Aku juga udah ketemu nih,” teriak Isma.
“Ya udah yok balik ke kamar,” ucap Novita.
Mereka pun berjalan menuju kamar, saat sampai di kamar, Novita bertanya sama Isma....
“Is, Aisyah suka ya sama Fikri?” Tanya Novita, karena kamar mereka berdua berpisah dengan Aisyah.
“Hm, waktu itu sih dia bilang gitu,” ucap Isma.
“Oh gitu,” ucap Novita.
__ADS_1
“Iya, udah tapi kan kamu yang udah resmi,” ucap Isma.
“Iya, orang aku Cuma tanya doang,” ucap Novita melihat ke arah buku.
Malam pun tiba, setelah shalat isya, Fikri dan Azka masih di musholla....
“Ka,” ucap Fikri yang duduk di sebelah Azka.
“Apa,” ucap Azka yang menutup Al Qur’an nya.
“Aku tadi mengatakan perasaan aku sama Novita,” ucap Fikri.
“Terus?” Tanya Azka.
“Ya dia terima,” ucap Fikri.
“Alhamdulillah donk, terus masalah nya dimana?” Tanya Azka.
“Salah gak ya ngajak dia pacaran?” Ucap Fikri.
“Sebenarnya, pacaran itu kan gak boleh, tetapi kalo kalian bisa jaga diri, jaga hati, jaga perasaan ya Insyaallah gpp, dan itu kalo juga kalo kalian serius ke jenjang yang lebih serius,” ucap Azka.
“Aku serius, setelah tes ini Insyaallah aku ngajak Novita bertemu orang tua aku, habis itu aku datang ke rumah dia, untuk ngelamar dia,” ucap Fikri.
“Nah itu niat nya bagus,” ucap Azka.
“Tapi, aku takut kalo gagal seperti Rifda kemarin, udah lamaran, udah tinggal mau nikah, gagal,” ucap Fikri tunduk.
“Ya kan, itu semua tergantung pada pikiran kamu dan hati kamu, jaga perasaan dia, saling percaya, Insyaallah semua berjalan dengan baik,” ucap Azka.
“Pinter banget nasehat nya, bdw kapan kamu cari gantinya Khanza,” ucap Fikri tertawa kecil.
“Malas ah, nanti kalo ada yang cocok langsung aku nikahi jadi gak ada tuh masalah,” ucap Azka.
“Bisa aja kamu,” ucap Fikri.
Disisi lain, Novita di kamar yang sedang memahami materi untuk besok pun, tidak fokus karena masih ingat ucap Isma bahwa Aisyah menyukai Fikri....
“Nov,” ucap Isma memukul pundak Novita.
“Astagfirullah, apa sih Is,” ucap Novita kaget.
“Kamu belajar atau melamun?” Tanya Isma.
“Hehe dua-duanya,” ucap Novita menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Belajar tuh, bukan nya melamun gitu, ingat besok kamu akan ceramah di depan santri kelas 1 putra dan putri, kalo salah kan malu-maluin,” ucap Isma
“Iya-iya,” ucap Novita kesal.
“Iya Mulu,” ucap Isma.
“Na’am Isma,” ucap Novita teriak di telinga Isma.
“Woyy!! Udah tuli nanti aku,” ucap Isma kesal.
Pagi pun tiba, Novita meminta bantuan sama santri putra untuk memberi batas duduk antara santri putra dan santri putri, untuk pelajaran hari ini santri putra dan santri putri di gabungin, tetapi saat duduk di beri jarak. Saat semua tempat sudah rapi, semua santri masuk ke dalam ruangan, Novita pergi ke kamar sebentar untuk mengambil buku dan peralatan yang di perlukan. Setelah mengambil itu, Novita berjalan terburu-buru hingga menabrak Fikri, barang-barang yang Novita bawa pun semua nya terjatuh....
“Maaf ya,” ucap Fikri membantu Novita.
“Gpp kok,” ucap Novita membereskan barang-barang nya.
“Kamu buru-buru banget,” ucap Fikri.
“Hehe iya,” ucap Novita.
“Perlu bantuan?” Tanya Fikri.
“Enggak deh, nanti di kelas timbul fitnah lagi,” ucap Novita.
“Apa yang timbul fitnah? Kan kita memang...,” Ucap Fikri terpotong karena Novita menginjak kaki nya.
“Sakit loh,” ucap Fikri.
“Sakit ya, kasihan,” ejek Novita tertawa.
“Ok, udah sana,” ucap Fikri.
“Ok,” ucap Novita pergi.
“Lagi dapat kali ya, nginjak nya keras banget,” ucap Fikri.
Novita pun sampai di kelas, kali ini Novita akan mengajar bertema kesabaran, sebelum pelajaran di mulai semua santri membaca doa, setelah membaca doa Novita pun memulai pelajaran nya....
“Assalamualaikum semua,” ucap Novita.
“Wassalamu’alaikum,” ucap all.
“Hari ini ustadzah gabungin ya, karena ustadzah ada urusan, ok hari ini ustadzah akan memberitahu arti kesabaran,” ucap Novita.
“Sabar merupakan kata yang sering kali diucapkan oleh lisan. Orang yang memiliki sifat sabar akan memperoleh ketenangan, ketentraman dan kelapangan hati. Sabar memang bukanlah suatu perkara mudah yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, namun tidak pula mustahil seseorang memiliki sifat penyabar.Islam memandang sifat sabar ini sebagai salah sifat terpuji yang harus dimiliki oleh orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. Orang yang tidak sabar tidak bisa dikatakan sebagai orang yang beriman,” ucap Novita.
“Pertama, sabar bermakna menahan, sebagaimana firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَع الصَّابِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 153),” sambung Novita.
“Kedua, sabar bermakna berani, sebagaimana firman-Nya :
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ
“Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka.” (QS. Al-Baqarah : 175),” sambung Novita.
“Tapi ustadzah kalo kita terus-menerus di beri cobaan apa kah kita harus tetap sabar?” Tanya salah satu santri.
“cobaan dan musibah yang datang kepadanya. Percaya bahwa Allah tidak akan menguji hamba-Nya diluar batas kemampuannya. Ketika mendapatkan cobaan, maka bersabar dan ikhlas dengan apa yang terjadi. Karena sesungguhnya Allah itu bersama dengan orang-orang sabar,” ucap Novita.
“Mangkanya kita juga harus banyak-banyak bersyukur,” ucap Novita.
“Terkadang Allah SWT menginginkan kita untuk jatuh, sakit, kalah dan menangis agar kita mengerti arti sabar & syukur sebenarnya. Atau hanya untuk sadarkan kita bahwa kebahagiaan, kemenangan dan keberhasilan butuh sebuah kolam keringat & air mata. Jika Allah langsung mengabulkan doa kita tanpa ada nya cobaan, mungkin kita tidak pernah tau rasa nya bersabar, jadi cobaan yang datang kepada kita pasti ada hikmahnya, berusaha, berdoa, dan bersyukur insyaallah semua akan baik-baik saja,” ucap Novita tersenyum.
Ternyata Fikri mendengarkan materi yang di berikan Novita kepada semua santri, Fikri tersenyum, lalu pergi...
“Ada yang mau di tanyakan lagi?” Tanya Novita.
“Ustadzah ana mau tanya gimana cara menjaga hubungan persahabatan, banyak kan dalam persahabatan banyak banget cobaan yang datang, kadang ada yang pergi ninggalin sahabat demi sahabat yang baru,” ucap salah satu santri.
“Yang pertama Saling mengenal lebih dekat, yang ke dua Menjadi pendengar yang baik, yang ke tiga Saling membantu tanpa pamrih, yang ke empat Hilangkan sifat egois, kita boleh egois tetapi harus ada batasnya, yang ke lima Jaga komitmen bersama, Insyaallah hubungan persahabatan akan langgeng,” ucap Novita.
“Ada yang mau di tanyakan lagi?” Tanya Novita.
Semua santri terdiam....
“Ok, kalo enggak ada yang mau di tanyakan lagi, ustadzah akhiri ya, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap Novita pergi.
Novita pergi ke kamar, saat sampai di kamar, Isma melihat semua kertas, kertas itu ternyata berisi naskah novel, dam Novita yakin ini karya Isma. Tiba-tiba Isma keluar dari kamar mandi....
“Ini punya mu Is?” Tanya Novita.
“Iya, kan kita disini gak boleh main hp tuh, jadi nya aku nulis manual aja,” ucap Isma.
“Bagus loh ceritanya,” ucap Novita.
“Alhamdulillah,” ucap Isma.
“Ke kantin yok,” ucap Novita.
“Enggak sama pangeran?” Tanya Isma.
“Enggak, dari keluar ruangan gak lihat dia aku,” ucap Novita.
“Udah positif thinking aja,” ucap Isma.
__ADS_1
“Iya ayok,” ucap Novita.