Yang Tak Mungkin, Menjadi Mungkin

Yang Tak Mungkin, Menjadi Mungkin
PART 21


__ADS_3

Saat Novita dan Isma sedang asik menikmati ombak nya, tiba-tiba Isma di panggil oleh Rifda, Isma pun pergi meninggalkan Novita. Tiba-tiba Reyhan datang....


“Assalamualaikum,” ucap Reyhan.


“Wassalamu’alaikum,” ucap Novita.


“Boleh duduk,” ucap Reyhan.


“Boleh lah,” ucap Novita sedikit menjaga jarak.


“Kenapa sih hobi banget ngelamun,” ucap Reyhan.


“Gak ada yang hobi,” ucap Novita tunduk.


“Sepertinya kamu lagi banyak masalah?” Tanya Reyhan.


“Kamu dukun ya,” ucap Novita menatap Reyhan.


“Iya dukun di hati kamu,” ucap Reyhan tertawa Novita yang mendengar nya pun tertawa.


Novita menggelengkan kepala nya sambil tersenyum....


“Nah gitu senyum itu indah,” ucap Reyhan.


“Iya,” ucap Novita.


Disisi lain, Isma menemui Rifda di bawah pohon kelapa....


“Assalamualaikum,” ucap Isma.


“Waalaikumsalam, duduk Is,” ucap Rifda.


“Ada apa ya?” Tanya Isma.


“Gak ada apa-apa sih, Cuma aku mau ngomong aja, tolong ya sampaikan sama Novita, buang jauh-jauh perasaan dia ke Fikri, kalo perlu jangan pernah dekat lagi dengan Fikri,” ucap Rifda memegang tangan Isma.


“Bukan kah dulu ustadzah yang ngasih surat sama Novita kalo ustadzah mengikhlaskan Fikri dengan Novita, kenapa saat Novita dan Fikri punya hubungan ustadzah malah menghancurkan nya,” ucap Isma.


“Karena semenjak Fikri pergi, aku udah berusaha melupakan dia dan mengikhlaskan dia, tapi aku gak bisa,” ucap Rifda.


“Jadi aku mohon, bilang sama Novita, dia yang ngalah, ikhlaskan Fikri buat aku, aku yang lebih lama kenal sama Fikri,” ucap Rifda.


“Aku gak bisa ustadzah, andaikan memang Fikri jodoh ustadzah ya ok gpp, tapi kita gak tau kan kedepan nya gimana, biar Allah yang menentukan, assalamualaikum,” ucap Isma pergi.


“Ok, kalo itu mau kamu, aku akan bikin Novita sengsara,” ucap batin Rifda kesal.


Disisi lain Novita dan Reyhan tertawa, dan bercanda gurau bersama, tidak sengaja Fikri melihat itu semua, entah kenapa rasa nya hati Fikri tidak terima dengan semua itu. Fikri pun menemui mereka berdua....


“Assalamualaikum,” ucap Fikri.


“Wassalamu’alaikum,” ucap Novita dan Reyhan.


“Reyhan kamu cek sana santri putra,” ucap Fikri.


“Baik ustadz,” ucap Reyhan pergi.


Novita pun rasanya ingin pergi, ia tidak mau berlama-lama bersama Fikri, saat Novita melangkahkan kakinya, dan turun dari atas batu karang, tiba-tiba ada dahan pohon yang jatuh dan hampir mengenai Novita, namun dengan cepat Fikri mendorong Novita dan tangan Fikri tertindih oleh dahan pohon itu, Novita yang melihatnya pun langsung mendekati Fikri....


“Fik, sini aku bantu,” ucap Novita panik sambil mengangkat dahan pohon itu.


Saat dahan pohon sudah terangkat, Novita melihat tangan Fikri yang berdarah, kebetulan saat itu Novita sedang memakai jaket, jadi Novita membuka jaketnya dan mengikatnya pada tangan Fikri. Terlihat wajah Novita yang sangat panik....


“Maaf ya, gara-gara aku kamu jadi gini,” ucap Novita wajah panik, Fikri yang melihat Novita panik pun tersenyum.


“Heh kok malah senyum sih, itu tangan kamu berdarah loh,” sambung Novita.


“Gpp, Cuma seneng aja lihat kamu panik, artinya kamu masih peduli sama aku,” ucap Fikri.


Novita terdiam seribu bahasa....


“Kenapa diam?” Ucap Fikri menatap Novita.


“Apa an sih,” ucap Novita berdiri.


“Aku minta maaf Nov,” ucap Fikri tunduk.


“Udah lah, masalalu biar berlalu aja, aku insyaallah ikhlas kok kalo kamu sama Rifda,” ucap Novita.


“Tapi aku gak ikhlas kalo kamu di milikin orang lain,” ucap batin Fikri.


“Percaya sama aku, aku akan tepati janji aku sama kamu,” ucap Fikri pergi.


“Hah? Apa sih?” Ucap Novita heran.


Malam pun tiba, semua santri menyalahkan api unggun, untuk menghangatkan tubuh nya. Semua santri terlihat sangat bahagia karena bisa berlibur seperti ini.....


“Besok di ponpes Al-Hayat jaga etika ya,” ucap Fikri.


“Iya ustadz,” ucap all.


Pagi pun tiba, semua santri bersiap-siap berjalan menuju ponpes Al-Hayat, kebetulan ponpes Al-Hayat tidak jauh dari tempat penginapan mereka, hari ini Novita memakai baju berwarna pink, Novita dan Isma berjalan di barisan paling belakang.....


“Seru ya kalo gini,” ucap Isma.


“Iya,” ucap Novita.


Di belakang Novita dan Isma ada Azka dan juga Fikri, Fikri melihat Novita yang begitu cantik dan anggun, apa lagi Novita memakai baju warna pink.


Tidak lama mereka pun sampai di ponpes Al-Hayat, semua santri duduk di tempat masing-masing.....


“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap kiyai pengasuh ponpes Al-Hayat.


“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap all.


“Baik lah, saya selaku pengasuh ponpes Al-Hayat ingin mengucapkan banyak-banyak berterimakasih kepada para santri yang sudah hadir, terutama untuk santri ponpes Al-Hayat,” ucap kiyai tersenyum.


“Baik, hari ini saya ingin menyampaikan tentang cinta, banyak kan zaman sekarang anak muda yang pacaran, melibatkan cinta,” ucap kiyai melihat semua santri.

__ADS_1


Semua santri memperhatikan dengan sungguh-sungguh, entah kenapa Novita dan Fikri merasa bahwa kiyai pengasuh ponpes Al-Hayat ini selalu memperhatikan mereka berdua dengan wajah tersenyum....


“Siapa yang tidak mengenal kata cinta? Cinta telah hadir sejak zaman nabi Adam diciptakan, dan kemudian diciptakanlah Hawa sebagai pasangan hidupnya,” ucap kiyai tersenyum.


“Cinta juga merupakan fitrah alami manusia dan tanpa keberadaan cinta, orang menyebutnya sebagai perasaan hampa.cinta juga banyak memberikan inspirasi dan pengorbanan akan tetapi cinta jugalah yang kadang membawa kesengsaraan bagi mereka yang merasakannya. Dalam kehidupan manusia cinta muncul dalam berbagai hal termasuk cinta kepada istri, anak, harta dan tahta dan sebagainya,” ucap kiyai dengan nada tegas.


“Apa kah ada dalilnya kiyai?” Tanya salah satu santri.


“Dalil cinta menurut Al Qur’an, Cinta adalah salah satu pokok kehidupan dan dalam Alqur’an kata cinta juga disebutkan dengan berbagai sinonim atau persamaan kata. Adapun ayat-ayat yang menyebutkan perihal cinta adalah sebagai berikut, Al Imran ayat 14


زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ


Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga),” ucap kiyai sekali-kali melihat ke arah Novita dan Fikri tersenyum.


“Satu hal yang harus di ingat, jika kita mencintai seseorang, cari lah orang yang mencintai Allah, jangan mencari orang yang tidak mencintai Allah, Allah saja ia tinggalkan apa lagi kamu, dan jika kamu sudah benar-benar nyaman dengan dia, jangan tinggalkan dia, dan jangan pernah menikah dengan orang yang tidak kamu cintai karena itu perbuatan yang tidak baik, kamu menyakiti hati mu, dan kamu juga menyakiti hati orang lain, dosa nya berkali-kali lipat,” ucap kiyai tersenyum.


Kurang lebih 1 setengah jam, acara berlalu, dan akhirnya acara pun selesai, semua kembali ke penginapan, Isma dan Novita membaringkan tubuhnya di tempat tidur....


“Is,” ucap Novita.


“Apa,” ucap Isma.


“Kamu sadar gak sih, kiyai tadi tuh kaya nya ngeliatin aku sama Fikri terus,” ucap Novita.


“Mungkin ya kiyai itu bisa baca pikiran kamu,” ucap Isma tertawa.


“Ini nih, terlalu banyak baca novel fantasi jadi nya gini, halu nya tinggi banget,” ucap Novita melempar bantal mengenai wajah Isma.


“Yee biarin aja daripada kamu, galau Mulu,” ucap Isma.


“Gak ada akhlak,” ucap Novita kesal lalu keluar dari kamar.


Novita berjalan sambil ngomel-ngomel, tiba-tiba bertemu dengan Rifda....


“Loh bukan nya kamu sakit ya, kok udah bisa jalan aja,” ucap Novita heran.


“Ya orang aku sakit nya pura-pura biar Fikri balik sama aku,” ucap Rifda.


Tidak sengaja Fikri yang sedang berjalan di sekitar itu pun mendengar ucap Rifda, dan Fikri pun mendekati Rifda dan Novita, sontak Rifda kaget melihat Fikri...


Rifda benar-benar kaget dengan keberadaan Fikri....


“Fik, aku bisa jelasin,” ucap Rifda sedikit panik.


“Jelasin? Jelasin apa lagi?” Ucap Fikri.


“Aku...” Ucap Rifda terpotong.


“Aku apa? Ternyata kamu sifat nya gak berubah ya,” ucap Fikri menatap Rifda.


Di antara perdebatan itu Novita hanya terdiam dam memperhatikan mereka berdua, lumayan tontonan gratis....


“Tau gak kalo yang kamu lakukan itu merugikan orang lain, aku kecewa dan kamu! Dan setelah pulang dari sini, aku akan bilang sama Abi,” ucap Fikri pergi.


“Ahhh, ini semua gara-gara kamu!” Ucap Rifda menatap Novita lalu pergi.


Entah lah perasaan Novita bingung, antara bahagia atau ia yang merusak kebahagiaan orang....


Novita berjalan menuju kamar dengan wajah yang ceria, karena ia yakin kalo Fikri akan mengajak ia pacaran lagi. Isma yang melihat tingkah Novita pun heran, karena semenjak putus dari Fikri Novita jarang tersenyum....


“Woyy, kesambet setan apa kamu?” Ucap Isma heran.


“Setan pangeran,” ucap Novita tersenyum.


“Woyy, bangun, mana ada setan pangeran,” ucap Isma.


“Ada lah, apa sih di dunia ini yang enggak ada,” ucap Novita.


“Au ah gila kaya nya,” ucap Isma.


“Dih apa an sih,” ucap Novita.


“Ya terus kamu kenapa?” Ucap Isma penasaran.


“Rifda sama Fikri putus,” ucap Novita tersenyum.


“Hah? Kok bisa? Nov kamu gak berbuat yang macem-macem kan?” Ucap Isma menatap Novita.


“Enggak lah, ya emang bukan jodoh,” ucap Novita.


“Coba ceritain,” ucap Isma.


Novita pun menceritakan semua nya, Isma mendengarkan dengan seksama....


“Gitu cerita nya,” ucap Novita.


“Oh, jadi Rifda bohong kalo dia sakit?” Ucap Isma.


“Yoi,” ucap Novita.


“Oh,” ucap singkat Isma.


“Iya,” ucap Novita.


Malam pun tiba, malam ini Novita dan Isma duduk di depan kamar nya, kebetulan depan kamar Novita dan Isma tepat di depan pantai, Novita dan Isma melihat ke arah pantai....


“Besok balik ke ponpes,” ucap Novita.


“Ya Alhamdulillah donk,” ucap Isma.


“Tapi masih pengen jalan-jalan,” ucap Novita.


“Ya udah tinggal minta waktu sama Fikri,” ucap Isma.


“Malas ah, gimana kalo kamu aja yang minta waktu sama Azka,” ucap Novita sambil mengangkat kedua alisnya.


“Dih kenapa jadi aku,” ucap Isma.

__ADS_1


“Ya ya ya pliss,” ucap Novita.


“Gak ah malas, udah terima aja,” ucap Isma.


“Ah elah kamu mah,” ucap Novita memanyunkan bibirnya.


“Bibir tuh gak usah di manyun-manyunin, entar jadi panjang,” ucap Isma tertawa.


“Ini nih, ngadi-ngadi lu,” ucap Novita mendorong Isma.


“Marah-marah Mulu cepet tua sia,” ucap Isma.


“Biarin,” ucap Novita kesal.


Pagi pun tiba, semua santri masuk ke bus untuk perjalanan pulang, kurang lebih perjalanan 1 setengah jam, tiba-tiba bus yang mereka naikin terhenti secara tiba-tiba, Fikri pun bertanya kepada supir nya...


“Kenapa pak?” Tanya Fikri.


“Gak tau nih, kaya nya ada yang rusak deh,” ucap pak supirnya.


Fikri melihat ke arah kanan dan kiri yang sangat sepi, hanya ada pepohonan saja. Fikri pun memerintah kepada semua santri untuk turun dulu dari bus, jujur Fikri benar-benar bingung, mana jalanan di sini, benar-benar sepi tidak ada kendaraan satu pun yang lewat....


“Ini gimana donk ustadz, masa iya kita harus tidur disini?” Ucap Rahma.


“Semua nya tenang ya kita cari solusi dulu,” ucap Fikri.


“Em tadi aku lihat ada bengkel di sana tapi lumayan jauh sih, mungkin kalo jalan dari sini sekitar 1 jam,” ucap Novita.


“Ya udah Nov mau gak jalan kesana, bareng sama aku?” Usul Reyhan.


“Hah? Sama Reyhan, gak-gak ini gak boleh,” ucap batin Fikri.


“Sama aku aja, Reyhan kamu disini aja jagain semua santri,” ucap Fikri.


“Lah kok si Fikri jadi nyosor aja sih?” Ucap batin Isma.


“Ya udah ini siapa yang mau nemenin Novita, biar cepat,” ucap Azka.


“Ya udah sama ustadz Fikri aja,” ucap Reyhan tersenyum.


Novita dan Fikri pun berjalan untuk menemukan bengkel itu....


“Nov,” ucap Fikri.


“Apa?” Tanya Novita.


“Andai kita ulang semua nya dari awal apa kah kamu mau nerima aku lagi?” Tanya Fikri.


Saat mendengar ucapan Fikri Novita benar-benar kaget, perasaan Novita antara senang dan bingung bercampur menjadi satu, ia senang karena Fikri akan mengajak bersama lagi tapi Novita juga bingung, ia takut Fikri akan sakiti lagi perasaan nya....


“Aku tau kesalahan aku sangat besar sama kamu, tapi aku mempunyai alasan yang jelas, tidak usah di jawab sekarang,” ucap Fikri tunduk.


“Jujur ya Fik, aku bingung, aku senang kamu kembali lagi sama aku, tapi aku takut untuk memulai itu semua,” ucap batin Novita.


“Kamu punya hubungan sama Reyhan?” Tanya Fikri.


“Enggak,” ucap Novita.


“Oh,” ucap Fikri.


Tiba-tiba hujan turun, semua para santri pun masuk ke dalam bus, sedang kan Novita dan Fikri masih terus berjalan, Fikri membuka jaket nya dan menyuruh Novita untuk memakai nya....


Kurang lebih setengah jam mereka berjalan, dan belum melihat ada bengkel mau pun perumahan, sedangkan hujan semakin deras, Novita pun benar-benar kedinginan, Fikri yang melihat Novita pun tidak tega, dan akhirnya Fikri mengajak berteduh di bawah pohon yang cukup besar....


“I-ini masih lama ya,” ucap Novita gemetaran karena dingin.


“Kaya nya iya deh, soal nya gak ada perumahan maupun bengkel yang terlihat di sekitar sini,” ucap Fikri.


Kurang lebih 20 menit mereka di bawah pohon itu, hujan pun reda, Fikri dan Novita melanjutkan perjalanan nya lagi, saat di tengah perjalanan tiba-tiba ada yang menghalangi jalan mereka berdua, ada dua laki-laki yang menghalangi jalan mereka berdua, salah satu nya membawa sebuah pisau....


“Maaf kami mau lewat,” ucap Fikri.


“Serahkan tas itu,” ucap salah satu pemuda itu sambil menunjuk ke arah tas yang Novita bawa.


“Apa hak kamu meminta tas itu?” Ucap Fikri.


“Lo gak tau gua siapa!” Bentak teman pemuda itu.


“Kami berdua hanya ingin jalan, bukan membeli sesuatu,” ucap Fikri.


“Berani Lo ya!” Ucap pemuda itu.


Terjadi lah pertengkaran, Fikri berusaha melawan dua orang itu, Novita yang melihat nya pun bingung harus berbuat apa. Tiba-tiba pemuda yang membawa pisau itu pun menancapkan pisau itu ke perut Fikri, saat itu pun Fikri terjatuh sambil memegang perut nya, dua pemuda itu pun pergi, dan Novita langsung mendekati Fikri...


“Hin, yaAllah darah, ini gimana,” ucap Novita panik.


“Auww,” ucap Fikri kesakitan.


Darah terus menerus keluar, Novita benar-benar panik, ia bingung apa yang harus ia lakukan...


“Tolong.......tolong.....tolong.......,” Teriak Novita.


Teriakan Novita benar-benar sia-sia tidak ada yang mendengar teriakan Novita. Novita pun membuka tas nya dan melihat ia membawa jilbab pashmina dan langsung mengikatkan jilbab nya ke perut Fikri....


“Kamu bisa berdiri gak? Kita balik aja ke bus,” ucap Novita.


Fikri berusaha untuk berdiri....


“Kenapa gak lanjutkan aja,” ucap Fikri.


“Gak mungkin dengan kondisi kamu yang kaya gini, jilbab ini gak akan kuat untuk menahan darah yang keluar,” ucap Novita panik.


Saat Novita panik Fikri hanya tersenyum....


“Ih ngapain sih senyum-senyum,” ucap Novita.


“Gpp, kamu kalo lagi panik tambah cantik,” ucap Fikri tersenyum.

__ADS_1


“Udah gombal nya,” ucap Novita tersenyum.


“Udah,” ucap Fikri.


__ADS_2