Yang Tak Mungkin, Menjadi Mungkin

Yang Tak Mungkin, Menjadi Mungkin
PART 14


__ADS_3

Saat Isma dan Novita berdebat, Aisyah melihat bahan-bahan untuk membuat soto ada yang kurang....


“Eh tapi kalo bikin soto, daun seledri nya gak ada nih,” ucap Aisyah.


“Ya udah tinggal beli,” ucap Isma.


“Siapa yang mau beli?” Tanya Novita.


“Kamu lah,” ucap Isma.


“Nih kenapa harus aku sih?” Ucap Novita kesal.


“Kamu itu calon istri,” ucap Isma.


“Tapi kan pasar nya lumayan jauh Isma! Ya kali aku sendirian,” ucap Novita.


“Ya udah minta antar Arif sana atau enggak sama si Fikri nya,” ucap Isma.


“Dih sama Arif? Malas banget,” ucap Novita.


“Ya udah sama si Fikri aja,” ucap Isma.


“Dia kan lagi bantuin baikin genteng yang lagi bocor,” ucap Novita.


“Udah-udah kalian berdua aja sana,” ucap Aisyah.


“Malas ah,” ucap Isma.


“Ah kamu mah gitu Is, tega sama aku,” ucap Novita.


“saya kali si Aisyah sendirian,” ucap Isma.


“Ya udah sih aku pergi sendiri,” ucap Novita pergi dengan perasaan kesal, saat keluar dari dapur Novita menabrak seseorang siapa lagi kalo bukan Fikri.


“Eh, maaf ya gak sengaja,” ucap Novita.


“Mangka nya jangan marah-marah,” teriak Isma.


“Apa an sih,” ucap Novita.


“Kamu mau ke mana?” Tanya Fikri.


“Mau beli daun seledri,” ucap Novita.


“Sama siapa?” Tanya Fikri.


“Fikri Antara sana, dia tadi marah gara-gara gak mau ganggu kama,” teriak Isma.


“Ih Ismaaaaaa!,” Teriak Novita kesal.


“Ya udah sih ayok,” ucap Fikri.


“Enggak usah aku naik angkot aja,” ucap Novita.


“Udah gpp, kau juga sekalian di suruh beli paku,” ucap Fikri.


“Ya udah,” ucap Novita.


“Seneng nih Yee,” ledek Isma.


“Diam kamu!” Ucap Novita.


Novita dan Fikri pun naik motor untuk pergi ke pasar mengantar Novita membeli daun seledri. Kurang lebih 25 menit mereka pun sampai.....


“Aku ikut ke dalam ya,” ucap Fikri.


“Mau ngapain?” Tanya Novita.


“Ya kali aku nungguin disini, di kira aku tukang ojek,” ucap Fikri.


“Hehe, yaudah ayok,” ucap Novita.


Novita dan Fikri pun berjalan beriringan untuk mencari daun seledri, tidak lama mereka pun menemukan daun seledri itu....


“Mbak daun seledri nya ya 5 ribu,” ucap Novita.


“Cantik-cantik kok pergi ke pasar neng, mana suami nya ganteng lagi,” ucap penjual sayur nya.


Novita dan Fikri pun tersenyum....


“Karena itu mbak, kalo cari calon istri jangan yang cantik aja tapi mau pergi ke pasar dan pinter masak,” ucap Fikri.


“Oh, baru calon istri mbak kira udah nikah loh,” ucap penjual sayur nya.


“Doa in aja mbak,” ucap Fikri.


Setelah membeli daun seledri pun, mereka pergi ke toko bangunan untuk membeli paku....


“Mau ikut masuk atau diam disini?” Tanya Fikri.


“Hehe, disini aja ya gpp kan?” Ucap Novita.


“Gpp,” ucap Fikri pergi.


Disisi lain Isma dan Aisyah merencanakan kejutan untuk ulang tahun nya Novita besok lusa tepat tanggal 21 usia Novita yang ke 16 tahun.....


“Eh, Fikri dah tau belum kalo besok lusa Novita ulang tahun?” Tanya Aisyah.


“Nah itu aku juga gak tau,” ucap Isma.


“Ah mungkin juga dah tau,” ucap Aisyah.


“Iya kali,” ucap Isma.


Setelah membeli paku pun Novita dan Fikri pulang....


“Aku langsung ke sana ya, assalamualaikum,” ucap Fikri pergi.


“Wassalamu’alaikum,” ucap Novita pergi ke dapur.


“Nih,” ucap Novita memberikan daun seledri.


“Gimana? Seneng?” Ledek Isma.


“Apa an sih kamu, gak lucu tau,” ucap Novita.


“Sensi banget, lagi dapat ya,” ucap Isma.


“Sekali lagi kamu ngomong aku sumpelin mulut kamu pakek daun seledri,” ucap Novita.


“Ampun mbak jago,” ucap Isma tertawa.


“Kerasukan setan mana sih Is kamu hari ini ngeselin banget,” ucap Novita.


“Kepo,” ucap Isma


“Dih?” Ucap Novita wajah sinis.


Tepat pukul 11:20 masakan pun jadi, minuman nya juga sudah selesai, santri putri membantu mereka bertiga mengantarkan makanan kepada santri putra yang sedang bekerja.....

__ADS_1


Semua pun minum dan memakan makanan yang sudah Novita, Isma dan juga Aisyah masak.....


“Gimana udah selesai?” Tanya ustadzah Fatimah pada Fikri.


“Dikit lagi ustadzah, bagaimana kalo santri putri membersihkan daun-daun yang jatuh dan pohon-pohon yang roboh, biar cepat selesai, nanti aku suruh beberapa santri putra untuk membantu santri putri,” ucap Fikri.


“Iya bagus juga usul kamu,” ucap ustadzah Fatimah.


“Tapi kita sambung nanti ya habis shalat Dzuhur,” sambung ustadzah Fatimah.


“Na’am ustadzah,” ucap Fikri.


Adzan pun berkumandang, semua santri pergi ke musholla untuk shalat Dzuhur. Setelah shalat Dzuhur semua kembali bersih-bersih, Novita, Isma dan juga Aisyah, bersih-bersih di tengah lapangan yang banyak sampah dan juga pohon-pohon yang roboh. Saat Novita ingin menarik dahan pohon yang roboh, tiba-tiba ada dahan yang belum jatuh, tiba-tiba jatuh tepat mengenai kepala Novita, dahan itu lumayan besar, Hingga membuat Novita jatuh pingsan dan kepala Novita terluka, semua santri kaget termasuk Fikri, Fikri langsung berlari mendekati Novita dan mengangkat dahan yang menimpa kepala Novita, dan langsung mengangkat kepala Novita yang terluka.....


“Nov bangun nov,” ucap Fikri panik.


“Fikri langsung bawa ke rumah sakit, Isma kamu Azka kalian temani Fikri membawa ke rumah sakit,” ucap ustadzah Fatimah panik.


Fikri pun langsung membawa Novita ke rumah sakit, sesampai di rumah sakit Novita di masukkan ke dalam ruang UGD, Fikri sangat panik, terutama Isma.....


“Gimana kondisi Novita?” Tanya ustadzah Fatimah.


“Dokter belum keluar ustadzah,” ucap Isma.


“Ya udah ustadzah serahkan Novita kepada kalian bertiga, ustadzah mau mengawasi para santri di ponpes, assalamualaikum,” ucap ustadzah Fatimah pergi.


“Wassalamu’alaikum,” ucap all.


Tidak lama dokter pun keluar, dan para suster memindahkan Novita ke kamar inap....


“Dok Gimana keadaan Novita?” Tanya Fikri.


“Tenang ya semua nya, nak Novita tidak papa, tidak ada luka yang serius di kepala nya, hanya saja karena luka nya di kepala jadi darah nya banyak yang keluar tapi tidak ada yang serius, tapi nak Novita harus rawat inap 1 sampai dua hari,” ucap dokter.


“Alhamdulillah,” ucap all.


“Ya sudah saya permisi,” ucap dokter pergi.


Mereka pun semua masuk ke kamar Novita, Novita terbaring lemas....


“Nov, besok lusa ulang tahun kamu loh, cepat sembuh ya,” ucap Isma.


“Loh Novita besok lusa ulang tahun?” Tanya Fikri.


“Iya,” ucap Isma.


“Oh,” ucap Fikri.


Tidak lama Novita pun sadar, Fikri yang awal nya duduk di sofa pun langsung mendekati Novita....


“Auuw,” ucap Novita memegang kepala nya yang luka.


“Udah kamu baring aja gak usah duduk,” ucap Fikri.


“Kok aku ada disini,” ucap Novita.


“Kamu habis ke jatohan kayu,” ucap Isma.


“Oh,” ucap Novita.


Malam pun tiba, Fikri dan Azka nunggu di luar, dan Isma nunggu di dalam....


“Nov sakit ya,” ucap Isma.


“Ya sakit lah Isma, pakek tanya,” ucap Novita.


“Tapi kalo di jagain pangeran sakit gak?” Tanya Isma.


“Kirain enggak,” ucap Isma.


Pagi pun tiba, Azka dan Isma berpamitan untung pulang terlebih dahulu karena Isma harus tetap melakukan kewajiban nya, dan begitu juga dengan Azka. Fikri pun memandang kepala Novita yang di perban....


“Apa sih, lihatin nya gitu banget,” ucap Novita.


“Gpp, lucu aja gitu kepala kamu di perban gitu,” ucap Fikri tersenyum.


“Senang ya lihat aku gini, biar kamu bisa berduan sama cewek,” ucap Novita.


“Ih apa sih, baperan deh,” ucap Fikri.


Tiba-tiba suster masuk untuk membawakan sarapan...


“Ini mbak di makan ya, habis itu minum obat,” ucap suster lalu pergi.


“Mau makan sendiri? Atau aku suapin?” Tanya Fikri.


“Makan sendiri,” ucap Novita memakan bubur itu lalu minum obat.


“Besok ulang tahun aku, Fikri tau gak ya?” Ucap batin Novita.


“Kenapa bengong?” Tanya Fikri.


“Gpp,” ucap Novita.


Jam pun menujukan pukul 13:22, Novita heran bukan nya jadwal ia mengajar sudah habis, tapi kenapa Isma tidak juga datang untung menjenguk dia. Sebenarnya Azka dan Isma sedang menyiapkan surprise untuk ulang tahun nya Novita, ini semua ide Fikri.....


“Aku pengen pulang,” ucap Novita.


“Kenapa?” Ucap Fikri.


“Gak betah ah disini,” ucap Novita.


“Ya udah nanti malam aja ya pulang nya,” ucap Fikri.


“Kenapa enggak sekarang sih?” Tanya Novita.


“Cuaca nya panas gak baik untuk luka di kepala kamu,” ucap Fikri.


“Hm,” ucap Novita memanyunkan bibirnya.


Disisi lain Azka, Aisyah, dan juga Isma sedang menyiapkan semua nya, menata balon, bunga, dan lain sebagainya, Isma berharap nanti malam saat Novita kembali ke ponpes Novita sangat bahagia....


Malam pun tiba, sesuai janji nya Fikri kepada Novita bahwa malam ini Novita pulang ke ponpes. Fikri sengaja menyetir mobil nya ke mana-mana agar sampai ponpes tepat pukul 00:00.....


“Fik kok kita dari tadi muter-muter aja sih?” Tanya Novita.


“Ya gpp,” ucap Fikri.


“Aku pusing loh, pengen istirahat,” ucap Novita.


“Iya bentar lagi ya,” ucap Fikri.


Tepat pukul 00:00 Novita dan Fikri sampai di ponpes, Novita heran mengapa ponpes sangat sepi dan gelap seolah-olah mati lampu, Fikri memarkir mobil nya di depan pintu gerbang....


“Kok gelap gini ya,” ucap Fikri seolah-olah tidak tau.


“Nah iya, kenapa gelap gini?” Ucap Novita.


“Kamu tunggu di sini ya aku mau masuk dulu cari senter, kamu jangan kemana-mana,” ucap Fikri pergi.

__ADS_1


“Lah kok aku di tinggalin sih?” Ucap Novita.


Novita melangkah kaki nya pelan-pelan hingga sampai di tengah lapangan, tiba-tiba Novita merinding, seperti ada yang mengikuti nya. Saat Novita menoleh ke arah belakang tiba-tiba ada sosok perempuan berbaju putih yang membuat Novita berteriak dan menutupi wajah nya.....


“Ahhh!!” Teriak Novita sambil menutup wajah nya.


Dan tiba-tiba semua lampu menyala, dan Novita mendengar seseorang orang meniup terompet, Novita pun membuka mata dan.... Novita terbaru melihat semua nya....


“HBD NOVITA.....!!!” Ucap all.


Novita benar-benar terharu hingga tidak bisa berbicara apa pun. Fikri pun maju membawa kue berwarna pink, dan bergambar unicorn, dan bertulis HBD NOVITA YANG KE 16 TAHUN....


“Ayo tiup,” ucap Fikri tersenyum.


Novita pun membaca doa dalam hati lalu meniup lilin, semua bertepuk tangan, dan ustadzah Fatimah mendekati Novita.....


“Hbd ya Ustadzah Novita, semoga panjang umur sehat selalu, jadi anak Solehah, berbakti pada orang tua, dan semoga cita-cita kamu tercapai, dan langgeng sama Fikri, doa mu aamiin ustadzah,” ucap ustadzah Fatimah mencium kening Novita.


“Aamiin, makasih doa nya ustadzah,” ucap Novita tersenyum.


Isma pun mendekati Novita....


“Selamat ulang tahun sahabat ku, Bertambah usia, sama halnya berkurang jatah hidup ini.. Tapi itu tidak mengurangi eratnya persahabatan ini. Bahkan seiring berjalannya waktu, persahabatan kita terasa semakin erat dan menyenangkan. Semoga Allah memberimu umur panjang yang penuh dengan manfaat dan kebaikan. Hidup ini dibentuk oleh momen-momen kecil di mana saat kita lihat kembali apa yang telah kita lalui, itu akan menjadi momen yang istimewa. Hari kelahiran kita, hari dimana kita bertemu, hari dimana kita menemukan kecocokan dan memutuskan menjadi sahabat, dapat dikatakan momen-momen kecil. Tapi, pengaruhnya akan bertahan seumur hidup. Terima kasih telah menjadi sahabat terbaik yang pernah aku miliki! Selamat ulang tahun,” ucap Isma memeluk Novita, Novita pun membalas pelukan Isma.


“Makasih ya sahabat ku,” ucap Novita tersenyum.


Sekarang saat nya Fikri untuk mengucapkan selamat ulang tahun untuk Novita....


“Selamat ulang tahun, semoga kamu panjang umur dan bahagia selalu. Satu harapanku di hari spesialmu ini. Semoga kita selalu bersama dalam satu cinta yang utuh. Sekali lagi, selamat ulang tahun kesayanganku. Aku menyayangimu, hari ini, esok dan selamanya, Seiring dengan bertambahnya usia, semoga semakin disayang Allah SWT, segala urusannya dipermudah, pahalanya terus ditambah, dan makin sayang sama aku.. selamat ulang tahun,” ucap Fikri tersenyum.


“Makasih,” ucap Novita tersenyum.


Novita pun menatap langit sambil berkata....


“yaAllah, Pada hari di mana aku dilahirkan ini semoga aku bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi kedepannya. Terimakasih yaAllah atas semua yang telah engkau berikan, terimakasih telah mendekat kan hamba dengan orang yang baik dan menyayangi hamba setulus hati, semoga cita-cita ku tercapai yaAllah, Aamiin,” ucap batin Novita.


Malam ini malam paling spesial, Novita bisa melihat orang-orang yang sangat menyayangi ia.....


Pagi pun tiba, di pagi yang cerah ini Novita, Isma, dan juga Aisyah melakukan aktivitas nya masing-masing, di pagi ini Novita mengajar dengan hati yang sangat bahagia. Setelah mengajar pun Novita duduk di bawah pohon sambil menulis kultum untuk kelulusan nya. Tiba-tiba Isma datang dan duduk di samping Novita...


“Nulis apa sih Nov,” ucap Isma.


“Nulis kultum lah buat kelulusan nanti,” ucap Novita.


“Oh iya, aku lupa, aku belum sama sekali bahkan tema nya aja aku belum bikin,” ucap Isma.


“Ah gak enak di pasangin sama Azka, dia mah gak mau tau, kek cuek, kan ngeselin,” sambung Isma sambil memanyunkan bibirnya.


“Ya udah kalo gitu kerja sendiri aja, apa susah nya sih,” ucap Novita.


“Kamu tema nya apa?” Tanya Isma.


“Pergaulan bebas,” ucap Novita.


“Aku pergaulan tertutup,” ucap Isma tertawa.


“Ngadi-ngadi lu,” ucap Novita.


“Oh iya si Fikri gak ada ngasih kamu kado?” Tanya Isma.


“Enggak,” ucap Novita menggelengkan kepalanya.


“Tumben?” Ucap Isma.


“Lagi ngirit duit kali,” ucap Novita tertawa.


“Astagfirullah kamu ini berdosa banget,” ucap Isma tertawa.


“Kamu juga kenapa gak ngasih kado?” Tanya Novita.


“Malas ah,” ucap Isma.


“Jahat kamu,” ucap Novita.


“Bodo amat,” ucap Isma pergi.


“Kemana Is!” Teriak Novita.


“Kantin,” sahut Isma.


Novita pun melanjutkan menulis kultum yang akan ia bawakan pada hari kelulusan, tiba-tiba Fikri datang dan duduk di samping Novita namun sedikit berjauhan....


“Assalamualaikum,” ucap Fikri.


“Wassalamu’alaikum,” ucap Novita tersenyum.


“Nih kado dari aku,” ucap Fikri memberikan kado itu.


“Kado? Makasih ya,” ucap Novita tersenyum.


“Oh iya, boleh minta tolong gak, bilangin donk sama Azka, suruh dia bantuin Isma ngerjain tugas kultum nya buat kelulusan nanti, kena udah di tugaskan sama ustadzah Fatimah,” ucap Novita.


“Loh? Jadi Azka belum bantuin Isma?” Tanya Fikri kaget.


“Iya,” ucap Novita


“Ya udah nanti aku kasih tau,” ucap Fikri.


“Ok, makasih,” ucap Novita.


“Iya sama-sama,” ucap Fikri.


Fikri pun pergi ke musholla untuk adzan, Novita pergi ke kamar untuk mengambil peralatan shalat. Tapi Novita penasaran apa yang Fikri kasih sama dia, akhirnya Novita memutuskan untuk membuka kado tersebut. Saat kado nya sudah terbuka Novita benar-benar kaget, gak nyangka Fikri ngasih mukena berwarna pink yang sangat cantik, tak lama Isma masuk....


“Wihh, mukena baru nih?” Ucap Isma.


“Iya donk,” ucap Novita.


“Pasti dari Fikri ya,” ucap Isma.


“Hehe,” ucap Novita.


“Enak ya, punya cowok kek Fikri walaupun cuek tapi dia perhatian terus juga, di peduli, lah gak kaya Azka, udah cuek sok cool, gak peka, ah intinya ngeselin,” ucap Isma.


“Semua kan butuh proses, kamu tau gak sebelum aku jadian sama Fikri, Fikri juga cuek kan, tapi seiring nya waktu Alhamdulillah, semua membaik,” ucap Novita tersenyum.


“Nasib kamu beruntung banget Nov,” ucap Isma.


“Ah gak boleh berpikir gitu donk, gak baik tau,” ucap Novita.


“Udah gini, kita shalat kamu doa sama Allah, kita tenangkan diri kita di masjid yuk,” ucap Novita.


Disisi lain, selesai Fikri adzan, Fikri mendekati Azka....


“Ka kata nya kamu belum bantuin tugas kultum nya Isma ya,” ucap Fikri.


“Iya, aku lupa,” ucap Azka.


“Kamu gak amanah loh Ka, itu kan udah amanah dari Ustadzah Fatimah, nanti kalo tugas Isma gak selesai gimana?” Ucap Fikri.

__ADS_1


“Iya, habis sholat Dzuhur ini aku temuin Isma,” ucap Azka.


“Nah gitu donk,” ucap Fikri.


__ADS_2